Pengkhianat Cinta

Pengkhianat Cinta
episode 4


__ADS_3

Eva bertemu sumi di halte bus depan sekolah, ternyata mereka satu bis.Eva yang turun dari pintu belakang dan Sumi turun dari pintu depan Karena penuh jadi mereka tidak tahu kalau naik bis yang sama.


"Gila ya tiap hari harus seperti ini"ucap sumi sambil merapikan seragam sekolahnya.


"ya mau gimana lagi,kan kita gak pernah di antar ke sekolah seperti anak-anak lain dan lagi pula kita juga belum di perbolehkan bawa kendaraan sendiri,itu juga kalau kita punya??" jawab eva sambil tertawa dengan ucapannya sendiri.


"betul juga ya masih untung kita bisa sekolah sampai ke tingkat ini itu juga spp gratis" ceplos sumi.


Mereka pun masuk ke kelas dan duduk di bangku mereka masing-masing, tiba-tiba ada suara yang mengejutkan mereka"kalian udah mengerjakan PR matematika?" tanya dina. "aah bikin kaget aja loe" ucap sumi sambil melototi dina.

__ADS_1


"Ya udahlah bukan nya kita kemarin bersama-sama mengerjakannya di perpustakaan ya, Din"jawab lia.


"eehh iya ya ko gue jadi lupa ya"kata dina sambil menggaruk-garuk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal.


Eva membalas perkataan dina sambil menggelengkan kepalanya"pikun loe kebangetan ya Din".


Memang di antara mereka berempat dina tuh orangnya lupaan tapi untungnya masih dalam tahap yang wajar sih, sifat lupa nya itu yang menjadi kelebihan nya karena kami bisa bercandain dia di sela-sela kegiatan kami yang membosankan ya hitung-hitung sebagai hiburan.Tidak lama bel sekolah berbunyi tanda bahwa pelajaran akan di mulai, siswa-siswi yang di luar kelas berhamburan dan masuk ke kelas masing-masing.


Kami berempat memang selalu berjalan bersama-sama ketika pulang sekolah tapi hanya dari keluar kelas hingga keluar gerbang sekolah saja sih sebetulnya dan dalam perjalanan kami keluar gerbang sekolah dina bertanya"gimana hari minggu besok jadi gak kita jalan ke mall tuk beli buku sekalian cuci mata".

__ADS_1


"tumben loe inget din" jawab lia sambil tersenyum."cuci mata mah pakai air din,kalau gak tuh pakai obat tetes mata biar jernih"saut sumi sambil tertawa.


"maksud gue bukan cuci mata dalam arti sebenarnya,,ya masa gue lupa terus Li"ucap dina.


"klu masalah ke mall,dina mah ga bakalan lupa tapi kalau pelajaran tuh baru dia lupa." kata sumi dengan tawa nya hingga eva dan lia pun jadi ikut tertawa sedangkan dina hanya bisa memanyunkan bibirnya dan menekuk wajahnya yang terlihat bete.


"jadilah kita janjian ketemu di sana aja ya sehabis Dzuhur,pokoknya jangan telat dan jangan lupa ya" sela eva yang tanpa sengaja memberhentikan tawa mereka,dengan serempaknya sumi,lia dan dina menjawab"ok".


"dasar trio kwek-kwek"batin eva.

__ADS_1


Di halte bus pun kami berpisah dan saling say bye karena arah rumah kami yang berbeda,aku selalu pulang bareng Sumi sedangkan lia tentu saja dengan dina walaupun kami sama-sama naik angkutan umum juga.


__ADS_2