
Jessica berjalan terburu-buru di dalam rumah sakit. Dia mendengar kabar tentang damar yang masuk rumah sakit. Dia mendengar kabar tentang damar, segera Jessica masuk kedalam ruangan. Alangkah terkejutnya Jessica melihat damar terbaring dan belum sadarkan diri. Mukanya penuh luka pukulan. Meski Jessica sangat membenci tindakan suaminya, bukan berarti dia tidak merasa sedih melihat suaminya terbaring sakit. Jessica memegang tangan suaminya, dengan harapan agar damar bisa membukakan matanya. Dia juga bertanya kepada pengawal, kenapa damar bisa penuh luka seperti ini. Pengawal tersebut juga tidak mengetahui, namun dari lukanya sepertinya damar baru saja dipukuli oleh seseorang. Jessica menangis disamping suaminya, dia tidak ingin kehilangan damar.
Di satu sisi, Laras begitu kecewa dengan suaminya. Meski dia harus berpura-pura untuk tidak menunjukkan kekecewaannya depan tamu yang hadir termasuk ibunya. Laras pamit ke kamar dengan alasan ingin mandi karena seharian keluar. Di kamar dia melihat foto pernikahannya, hatinya begitu sakit melihat senyuman bahagia didalam foto itu. Pernikahan itu ternyata menyimpan sebuah pengkhianatan yang selama ini suaminya sembunyikan. Laras mengambil foto itu, dan berniat untu melemparkannya ke lantai. Beruntung Denis masuk dan segera menahannya.
Denis tahu kesalahan yang telah dia perbuat, segera di meminta maaf kepada Laras. Namun Laras sudah terlanjur kecewa, bagi Laras permintaan maaf tidaklah cukup untuk mengantikan semua rasa sakit karena pengkhianatan Denis selama ini. Denis bahkan berlutut dihadapan istrinya, meminta maaf sekaligus berjanji jika dirinya tidak akan bertemu dengan Naomi lagi. Namun Laras tetap kecewa baginya satu kesalahan yang dibuat pastinya akan berulang kembali.
" Laras, aku mohon maafkan aku. Aku berjanji tidak akan menemui Naomi lagi." Ucap Denis memohon sambil memegang tangan istrinya dan menciumnya berkali-kali.
" Berjanji? Kamu pikir hubungan kalian kalian tidak akan terulang lagi? Aku tidak percaya. Diawal pernikahan saja kamu mengatakan jika hubungan mu dengan Naomi hanya teman. Tapi buktinya kalian punya hubungan yang berbeda bukan?" Kata Laras dalam tangisan kekecewaannya.
" Laras, hubungan aku dengan Naomi tidak seperti yang kamu bayangkan, hubungan aku dengan dia cuman sekedar diatas ranjang. Cintaku cukup untuk kamu seorang." Ucap Denis dengan harapan Laras dapat memberikan dia satu kesempatan lagi. Jika tidak maka semuanya akan hancur, termasuk rencananya sejak awal.
" Diatas ranjang? Kamu pikir hubungan itu baik, kamu sudah berselingkuh! Dan kamu pikir itu bukan sebuah kesalahan yang besar! Kamu sudah mengecewakan aku, Denis! Sekarang tanpa bersalah, kamu mengundang mereka semua untuk bisa menarik hatiku? Bagiku itu semua percuma, aku tidak percaya padamu lagi."
" Laras, aku tidak berpikir seperti itu. Aku mengundang mereka semua untuk merayakan pernikahan kita. Aku mohon jangan kamu berteriak seperti ini, apa kamu tidak malu jika orang diluar tahu jika kita ada masalah. Kamu jangan berpikir orang lain, pikirkan ibumu, Laras!"
" Aku tidak percaya padamu lagi!"
" Laras, aku mencintaimu. Apa kamu sudah tidak mencintaiku lagi? Hubungan aku dan Naomi hanyalah sebatas itu saja, tidak lebih. Perasaan ku hanya untuk kamu. Jika aku tidak mencintai mu, untuk apa aku menikah denganmu. Aku mencintaimu bahkan hingga sekarang aku masih mencintaimu. Tolong, beri aku kesempatan lagi." Kata Denis terus memohon agar Laras dapat memberikannya kesempatan kedua untuk perbaiki hubungan pernikahan mereka, meski sebenarnya itu hanya akting agar Laras bisa kembali luluh padanya.
__ADS_1
" Kamu selalu seperti ini." Ucap Laras yang tidak punya kepercayaan lagi terhadap Denis.
" Aku begini, karena aku ingin kamu memberiku satu kesempatan lagi. Aku berjanji, tidak akan membuat sedih lagi." Ucap Denis mencium tangan Laras dengan tatapan memohon.
Laras memandangi suaminya, semua harapan akan pernikahan yang sempurna baginya sudah tidak ada lagi. Namun demi ibunya yang sudah datang dan menunggunya diluar. Laras dengan terpaksa harus berpura-pura untuk tetap mesra, meski dirinya sudah tidak mau lagi untuk melakukannya. Demi ibunya, Laras mengerti keinginan Denis dengan memberikan kesempatan lagi, bahkan keluar kamar dengan berpura-pura mesra dihadapan semua tamu yang hadir termasuk ibunya sendiri.
Vernon sedang melihat ponselnya di dalam apartemen barunya. Vernon pindah apartemen karena saat ini dia menjadi buronan oleh ayah Jessica, apalagi dia juga sudah memukul damar sampai damar tidak sadarkan diri. Tidak ada yang tahu tempat tinggal barunya itu, Vernon sengaja menyembunyikan dirinya agar dia tidak ditangkap oleh ayah Jessica.
Saat dirinya tengah santai melihat ponselnya, bel pintu apartemennya berbunyi. Vernon bertanya-tanya siapa yang datang malam-malam ke apartemennya itu. Apalagi tidak ada yang tahu tempat tinggalnya yang baru. Tanpa rasa curiga dia membukakan pintu apartemennya. Alangkah terkejutnya dia melihat Jessica yang datang menemuinya.
" Kak Jess!" Ucap Vernon namun tidak membukakan pintu secara menyeluruh takut jika kedatangan Jessica bukan hany ingin bertemu namun bisa saja ingin membalas dendam karena sudah membuat damar terbaring kesakitan.
" Tidak apa-apa, aku berpikir orang lain, ternyata kak Jessica. Kakak bisa tahu tempat aku tinggal?" Tanya Vernon sedikit terkejut karena selama ini dia tidak memberitahu Jessica tentang keberadaannya. Vernon sedikit menghindar dari Jessica karena takut jika dirinya akan dipukuli lagi oleh damar dan juga Denis.
" Sudah aku bilang, aku bisa tahu dimanapun kamu tinggal. Kamu tidak mempersilahkan aku untuk masuk?"
Vernon membukakan lebar pintunya dan membiarkan Jessica masuk kedalam apartemen barunya itu.
" Ada apa kakak kesini?" Tanya Vernon.
__ADS_1
" Aku tidak mau berbasa-basi. Aku hany ingin tahu apa kamu yang sudah memukuli suami ku?" Tanya Jessica langsung pada intinya, karena dia yakin jika Vernon adalah pelakunya.
" Bukan, bukan aku. Aku juga baru tahu jika damar dipukuli seperti itu." Jawab Vernon.
" Aku pikirnya kamu yang melakukannya. Padahal aku ingin memberikan hadiah kepada orang yang sudah memukuli damar. Hitung-hitung sebagai bentuk terima kasih karena sudah membalaskan dendam ku. Jika bukan kamu, baiklah aku akan akan pergi." Kata Jessica melangkah pergi.
" Tunggu! Tunggu dulu kak Jess. Jika kakak mengatakan itu, sebenarnya aku yang sudah memukulkannya karena aku juga ingin membalas dendam karena dia sudah memukuli ku. Jadi, mana hadiahnya?"
Jessica tersenyum, Vernon gampang untuk ditipu. Akhirnya Vernon mengakui jika dirinya pelaku yang sudah memukuli damar hingga damar terbaring di rumah sakit. " Masuklah! Dia sudah mengakuinya." Ucap Jessica.
Seketika dua orang dengan pakaian lengkap berjas masuk. Salah satunya menahan Vernon, sedangkan yang satunya memukuli Vernon hingga Vernon merintih kesakitan.
" Apa-apaan ini!" Teriak Vernon.
Jessica menghampiri Vernon dan menamparnya, " Berani sekali kamu memukul damar! Damar itu suamiku, meskipun aku membencinya bukan berarti orang sepertiu berani memukulnya."
" Ingat! Bukan hanya damar suamimu, tapi aku juga! Aku juga suamimu." Ucap Vernon yang sudah tidak berdaya karena kedua tangannya ditahan oleh suruhan Jessica.
" Suami? Aku hanya membutuhkanmu disaat-saat tertentu bukan berarti kamu itu suami ku. Ingat, seorang wanita memiliki satu suami sedangkan yang lain hanya untuk main-main saja! Ambil ponselnya!" Perintah Jessica.
__ADS_1
Salah satu suruhan Jessica mengambil ponsel Vernon dan memberikannya kepada Jessica, " Sudah ku bilang jika aku bisa menemukan mu dimanapun kamu berada. Dan ingat! Ponsel ini akan aku ambil sebagai bukti karena sudah berani bertindak kekerasan terhadap suami ku." Kata Jessica pergi dan membiarkan dia suruhan itu memukuli Vernon habis-habisan.