Pengkhianat Cinta

Pengkhianat Cinta
Damar: Aku mengkhawatirkan mu


__ADS_3

Laras menangis di pinggir sungai, ditemani dengan senja di sore hari. Dia terus menangis, merasa sebuah pengkhianatan yang telah dilakukan oleh suaminya. Damar lalu datang duduk disamping Laras, dia terdiam menemani wanita itu menangis.


" Aku minta maaf sudah membuat masalah untukmu." Ucap Laras masih menangis. Dia juga merasa bersalah karenanya damar tidak bisa mendapatkan proyek barunya.


" Kamu tidak perlu meminta maaf, bagiku itu hanya masalah kecil. Jika kamu butuh bantuan, kamu tidak usah sungkan menghubungiku." Ucap damar.


Namun Laras tidak menjawab, hanya suara tangisan yang menjawabnya. Laras terus menangis, menangisi pernikahan yang baru saja di jalani ternyata menyimpan sebuah pengkhianatan yang dilakukan oleh suaminya. Damar hanya bisa terdiam, dia memegang tangan Laras mencoba untuk menenangkan wanita itu.


Di tempat lain, Denis mengamuk di apartemen Naomi. Dia memarahi Naomi karena telah memberitahu tentang hubungan mereka. Namun Naomi membantah jika dia tidak memberitahu apapun tentang mereka tetapi Laras sendiri yang mengatakan jika dirinya sudah menemukan jawabannya. Naomi begitu kesal karena Denis terus menuduhnya.


" Kenapa kamu marah padaku? Seharusnya aku yang marah. Istrimu sudah menumpahkan kopi diwajah ku. Bukan hanya itu aku dipecat oleh bos pemilik barang yang aku jual. Dan agensi malah meminta untuk beristirahat dari pekerjaan. Seharusnya aku yang marah, karena kelakuan istri aku hampir kehilangan semuanya." Bentak Naomi dengan kesal kepada Denis yang tiba-tiba datang memarahinya.


Denise mengambil sebuah tiket yang sudah dibelinya untuk Naomi. Dia meminta Naomi untuk melakukan perjalanan ke luar negeri selama dua Minggu. Namun Naomi tidak menerima karena baginya dia tidak bersalah dalam masalah ini. Namun Denis tetap memaksa, karena jika ada Naomi maka masalah diantara dia dan Laras yang semakin lama. Jadi Denis harus membuat Naomi pergi agar dia bisa mencoba untuk membujuk Laras agar berdamai dengannya. Tetap saja Naomi tidak mau pergi, dan tetap merasa jika tidak merasa bersalah apapun dalam masalah ini.


Tetapi Denis tetap memaksa, dia berkata jika dia sudah menyelesaikan masalah dengan Laras maka Naomi boleh untuk kembali pulang, lagipula dalam dua Minggu Naomi tidak diperbolehkan bekerja oleh agensinya akibat permasalahan tadi pagi. Saat tengah menyelesaikan masalah dengan Naomi, Denis mendapatkan telepon dari Maharani.


" Aku sudah mengundang beberapa orang, tetapi cuma sedikit tidak terlalu banyak." Ucap Maharani dalam telepon.


" Bagus! Tidak masalah jika cuma sedikit orang. Tetapi kamu harus meminta Laras untuk segera pulang. Sebentar lagi aku juga akan menuju kesana." Ucap Denis mematikan sambungan teleponnya dengan Maharani.


Naomi begitu kesal, karena masalah ini Denis seolah mengusirnya dari kehidupan Denis. Saat Denis hendak pergi Naomi menahannya, dia protes dengan keputusan Denis yang seolah mengusirnya begitunya saja. Namun, Denis tidak perduli. Denis tetap memaksa Naomi untuk segera bersiap-siap pergi sebelum ketinggalan pesawat, lalu Denis pergi begitu saja. Denis terburu-buru untuk segera pulang ke rumah dan menemui Laras.


Sedangkan Laras masih duduk dipinggir sungai dengan damar. Mereka berdua menikmati pemandangan malam di pinggir sungai tersebut, sambil mengobrol berdua. " Aku mungkin butuh waktu dua atau tiga hari untuk memberikan jawaban." Ucap Laras.


" Tentang apa?" Tanya damar.

__ADS_1


" Tentang tanah. Aku butuh waktu untuk memikirkan. Namun aku berjanji akan segera memberikan jawabannya."


" Soal itu tidak usah dipikirkan." Ucap damar.


" Bukannya kamu kesini untuk masalah itu?" Tanya Laras, karena merasa bersalah karena dirinya damar malah gagal dalam proyek barunya. Dan proyek tersebut harus ditunda.


" Bukan. Aku kesini bukan tentang itu. Tetapi aku kesini karena aku mengkhawatirkan mu." Ucap damar.


Mereka berdua saling terdiam dan memandang satu sama lain. Entah sejak kapan damar begitu memberikan perhatian kepada wanita yang berada di sampingnya ini. Untuk melepaskan kecanggungan diantara mereka, Laras mengambil ponselnya yang berada didalam tas. Dia melihat pesan dari Maharani yang menayangkan keberadaannya, bahkan isi pesan itu juga mengatakan jika Denis sudah menunggunya di rumah untuk berbicara dengannya. Laras tidak membalas pesan itu, dirinya mungkin sudah tenang namun tidak dengan hatinya.


" Laras, apakah kamu mau aku mengajakmu ke suatu tempat?" Tanya damar menawarkan diri mengajak Laras untuk pergi kemanapun agar wanita itu bisa tenang.


" Dimana?"


" Kemanapun. Dulu saat aku mengetahui Jessica berselingkuh. Aku mencoba untuk pergi kemanapun jika bisa aku ingin pergi jauh. Aku sudah mencobanya, namun sepertinya aku tidak bisa, masalah itu seolah membanjiri diriku hingga aku membuat suatu kesalahan." Ujar damar.


Laras lalu bangun dan pamit untuk pulang. " Aku akan pulang." Ucap Laras.


" Apa kamu yakin?" Tanya damar lalu ikut berdiri.


" Ya, aku akan pulang. Aku tidak akan lari dari masalah ini. Aku akan menghadapi masalah ini secara langsung dan menyelesaikannya secara logis. Aku akan menanganinya lebih baik darimu." Ujar Laras.


" Damar tersenyum mendengarnya, " aku yakin kamu akan bisa menangani masalah ini lebih baik daripada aku. Tapi aku hanya ingin memberitahu mu, bahwa kamu tidak sendirian. Kamu masih memilikiku. Jika kamu perlu bantuan, kamu bisa menghubungi ku. Aku dengan senang hati menolong mu."


Laras memandangi wajah damar, merasakan ketulusan yang diucapkan oleh pria itu. Laras kalau meraih tangan damar, menggenggamnya sambil berkata, " terima kasih telah datang kesini dan menemaniku."

__ADS_1


Damar tersenyum mendengarnya dan membalas genggaman tangan Laras. Mereka berdua lalu berjalan menuju tempat parkiran mobil. Damar mengantarkan Laras menuju mobilnya.


" Sekaligus lagi terima kasih sudah menemaniku disini." Ucap Laras.


" Iya, sama-sama. Tetapi ingat jika kamu perlu bantuan, tolong beri tahu aku, aku akan membantu mu." Ucap damar.


" Iya, aku akan terus mengingat. Baiklah, aku akan pulang. Kamu hati-hati ya." Ucap Laras pamit untuk pulang.


Tanpa mereka sadari Vernon ternyata mengikuti kemana damar pergi, dia menunggu Laras pergi. Vernon membawa sebatang kayu untuk membalas dendamnya. Saat Laras pergi, diam-diam dia berjalan mengikuti damar dan memukul damar dari belakang hingga damar tersungkur di tanah. Vernon membalaskan dendamnya, dia memukul damar hingga babak belur.


" Kamu pikir kamu hebat, hah!" Bentak Vernon kembali menendang damar hingga damar tidak sadarkan diri.


Laras pulang ke rumah, dia merasa heran melihat banyak mobil yang terparkir dihalaman rumahnya. Padahal keadaan rumah terlihat begitu sepi dan juga gelap dengan rasa curiga dia masuk ke dalam rumah melihat banyak hiasan lampu di dalam rumahnya. Tiba-tiba lampu menyala, semua orang keluar sambil berteriak, suprise kepada Laras. Laras tidak mengerti padahal hari ini bukan merupakan hari pernikahannya bahkan bukan hari ulang tahunnya.


Denis keluar membawa sebuket bunga sambil tersenyum menghampiri Laras. " Ini untukmu." Ucap Denis memberikan buket itu kepada Laras.


" Untuk apa? Ini bukan hari pernikahan kita." Ucap Laras.


" Kamu lupa, ini adalah hari dimana aku melamar mu."


" Bukan, bukan hari ini." Ucap Laras membuat semua orang terkejut, sebenarnya untuk apa perayaan ini.


" Aku merayakannya meski belum harinya," ucap Denis lalu ingin mencium kening istrinya.


Namun Laras menolak, " apa kamu menyiapkan ini sudah beberapa hari yang lalu atau kamu langsung mendapatkan ide?" Tanya Laras merasa curiga karena saat ada masalah tiba-tiba Denis bersikap seromantis ini.

__ADS_1


Ibu Denis membela dengan mengatakan jika Denis menyiapkan itu berhari-hari. Namun ibu Laras mengatakan jika dia baru tahu tadi siang saat Maharani memberitahunya. Maharani juga mengatakan jika itu semua sudah direncanakan oleh Denis dan dibantu oleh dirinya. Namun Laras tidak mempercayai semua itu, karena rasa sakit hatinya sudah begitu dalam.


__ADS_2