
Malam hari ketika semua anggota keluarga sedang menikmati makan malam mereka, tiba-tiba terdengar suara abah yang memecah keheningan walau sebelumnya hanya terdengar suara denting sendok dan piring. Abah berkata "gimana masalah tadi Bu?."
"Alhamdulillah sudah selesai semua ya tapi abah tau kan gimana sifat Satrio ya seperti itu tidak pernah berubah" jawab ibu sambil menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.
__ADS_1
"Kapan jeranya anak itu sih yang dapat merubah sifatnya itu selalu membuat masalah bukan hanya kepada orang lain tapi juga kepada ayah dan saudara kandungnya sendiri" ucap abah yang tak sengaja ada seseorang yang terluka ya orang itu adalah ibu, mendengar perkataan suaminya itu membuat luka di hati ibu yang belum kering itu menjadi terluka kembali malah bertambah perih.
"Kalau kamu tidak memulai buat masalah ini juga Satrio tidak akan melukai ku dan anak-anak" jawab ibu dengan suara pelan dan terdengar lirih, karena dari masalah itu menghasilkan luka yang sangat besar dan dalam seakan-akan tidak ada obatnya walaupun bisa sembuh tapi akan meninggalkan bekas. Menyadari kesalahannya atas ucapannya tadi dan perbuatannya selama ini abah langsung meminta maaf "maafkan abah Bu karena abah sudah melukai ibu terlalu dalam".
__ADS_1
Di sinilah ibu berada di dapur tepatnya di depan wastafel sambil mencuci piring, ibu terdiam dan tak terasa butiran-butiran kristal itu jatuh perlahan-lahan dan semakin banyak menyisakan sesak di dada mencoba menahan suara Isak tangisnya agar tak terdengar anak-anaknya. Kalau bisa memilih ibu tidak mau mengalami ini semua tapi inilah jalan hidup yang sudah tuhan gariskan untuknya dan juga anak-anaknya. Ini ujian dan cobaan dalam kehidupan rumah tangganya yang hampir selama dua puluh tahun di jalani oleh Abah dan juga dirinya.
Ibu menghembuskan nafasnya dengan panjang dan keras mencoba menetralisir rasa sesak di dadanya, mencoba menenangkan dirinya sendiri karena masalah ini sudah selesai dan menghapus air matanya dan mencoba bangkit kembali tuk anak-anaknya. Tuk menghilangkan suara seraknya sehabis nangis tadi ibu mengambil segelas air dan meminumnya dan menyelesaikan cucian piringnya,tak lama Eva menghampiri dan memeluk ibunya dari belakang nampak ibu terkejut karena tiba-tiba ada yang memeluknya "ibu gak papa kan" tanya anaknya itu mendengar suaranya ibu tau siapa yang memeluknya saat ini, anak gadisnya "iya ibu dah gak papa ko va" jawab ibu yang mencoba buat Eva tidak cemas akan kelakuan nya itu.
__ADS_1
"Eva senang dengarnya, ya udah Eva bantu ibu membereskan meja makan ya" ucap Eva yang di sertai anggukan dari ibunya. Ya hanya anak-anaknya lah yang menjadi semangat dalam terus menjalani kehidupannya ini, senyum anak-anaknya lah yang jadi obat baginya di kala letih dan terluka saat ini dan mungkin tanpa kehadiran anak-anaknya dia tidak akan bisa sekuat ini. Anak-anaknya lah kunci dari semuanya...