Pengkhianat Cinta

Pengkhianat Cinta
episode 41


__ADS_3

"Sudah sampai disini saja mengantarnya Bu" ucap mas Yudhi kepada ibu yang sedang berdiri di halaman sekolah. Ya disinilah para siswa yang terpilih tuk bekerja di perusahaan pertambangan itu berkumpul bersama-sama keluarga mereka masing-masing untuk melepaskan kepergian anak-anak tercinta mereka.


Mas yudhi yang di antar ibu mencoba tidak untuk meneteskan air matanya karena mulai hari ini hingga dua tahun mendatang dia tidak di perbolehkan pulang karena peraturan baru di tahun ketiga dia di perbolehkan ambil cuti berbeda dengan sang ibu mencoba menahan sesak di dadanya sedangkan butiran-butiran bening itu terus saja menetes tanpa harus meminta ijin padanya.


Sekolah memberikan fasilitas pengantaran para calon pekerja hingga ke bandara, acara pelepasan itu juga menghadirkan kepala sekolah dan guru-guru mereka.

__ADS_1


"Ibu jangan nangis lagi kalau ibu seperti ini mas jadi ragu akan keputusan yang mas ambil" sambil menghapus air mata ibu yang menetes di pipinya. Sang ibu menatap tajam pada anaknya itu dengan yakin ibu berkata "ibu tidak akan nangis lagi jaga diri mas ya inget pesan Abah dan ibu".


Mas Yudhi menganggukkan kepalanya "ibu hati-hati di jalan ya"


"Mas juga" jawab sang ibu sambil memeluk putranya itu tuk yang terakhir kalinya.

__ADS_1


Lambaian tangan dan suara Isak tangis dari para orang tua mengantar kepergian mereka dan sebagai orang tua melihat kepergian sang anak yang kini jauh dari dekapannya membuat ibu terus meneteskan air matanya walau dia sudah berjanji pada putranya untuk tidak menangis.


Seminggu setelah kepergian mas yudhi, ibu masih bersedih dan selalu teringat akan putra sulungnya itu. Tiap hari Eva dan Bagas selalu hadir untuk menghibur nya tapi tidak membuat ibu baik juga hingga sang suami menghampiri nya dan berkata lembut padanya "ibu boleh bersedih tapi jangan terlalu larut anak ibu bukan hanya Yudhi tapi ada Eva dan Bagas yang butuh ibu, ada Abah juga yang harus ibu perhatikan. Pikirkan perasaan kami juga perhatikan keberadaan kami juga, kami masih butuh ibu. Kami juga sedih dengan kepergian Yudhi tapi hidup itu harus terus berjalan biarkan Yudhi mengejar cita-cita nya dan kita di sini hanya bisa mendukungnya".


Mendengar perkataan sang suami membuat dirinya tersentak "Maafkan ibu bah, ibu sudah melupakan kalian selama seminggu ini. Ibu memang bukan ibu dan istri yang baik buat kalian".

__ADS_1


Ibu menangis di pelukan Abah, ucapan istrinya itu membuat Abah tersenyum sambil mengusap-usap punggung istrinya itu dengan lembut "wajar ibu seperti itu karena kamu adalah seorang ibu dan setiap ibu pasti akan sedih jauh dari anak-anak nya, ibu tidak boleh ngomong seperti itu kamu adalah ibu dan istri yang terbaik buat kami dan jangan lupa ibu juga minta maaf sama Eva dan Bagas karena melupakan mereka seminggu ini." ibu menganggukkan kepalanya.


Ibu dan Abah keluar dari kamar mereka dan mencari keberadaan kedua anaknya, melihat kedua anaknya yang sedang menikmati acara televisi ibu pun menghampirinya di susul dengan sang ayah. Ibu duduk diantara putra putrinya itu sedang Abah duduk di kursi tunggal di samping mereka. Kedua anaknya terkejut dengan kehadiran sang ibu ditambah dengan pelukan hangat sang ibu "Maaf kan ibu ya yang sudah melupakan kalian selama seminggu ini dan ibu terimakasih kalian sudah menghibur ibu". Eva tidak bisa berkata apa-apa dia hanya bisa menganggukkan kepalanya sedangkan Bagas hanya bisa menangis. Melihat kehangatan mereka membuat Abah tersenyum bahagia.


__ADS_2