Pengkhianat Cinta

Pengkhianat Cinta
episode 28


__ADS_3

Ketiga orang itu melangkahkan kakinya ke dalam kantor polisi yang di sambut dengan ramah dan mereka duduk di kursi yang sudah disediakan. Memang sebelum ibu dan om adit datang,pak Surya sudah berbicara dengan salah satu polisi yang menangani masalah ini.


Namun sebelum duduk pak Surya memperkenalkan terlebih dahulu ibu dan om adit "Pak Gatot kenalkan ini pak Adit kakak kandung dari tersangka dan ini ibu Mirna selaku korban, saya sudah menjelaskan semuanya kan tadi sebelum mereka datang". Pak Gatot,ibu dan om Adit pun berjabatan tangan, "silahkan duduk pak bu" ucap pak Gatot dan mereka pun duduk.


"Iya anda memang telah menjelaskan semuanya tadi ke saya tapi saya juga ingin mendengarkan dari korban sendiri kenapa ibu tidak jadi menuntut tersangka" tanya pak Gatot dengan menatap tajam ke arah ibu. Dari awal datang ibu memang sedikit gugup karena baru pertama kali ibu berurusan dengan pihak berwajib dan ini juga jadi kasus yang tidak main-main bisa di bilang rencana pembunuhan. Ibu mencoba menepis rasa gugupnya itu dengan mengatur pernafasan nya yang sedari tadi ia rasakan begitu sesak dan menyakinkan dirinya sendiri bahwa ini gak memakan waktu lama tuk berada di dalam kantor polisi.


"Sebelum saya minta maaf pak, saya sendiri memang belum membuat laporan ke kantor polisi tapi berhubung banyak pihak yang menjadi saksi hingga membuat masalah ini masuk ke ranah hukum. Saya memang ingin menyelesaikan kasus ini dengan kekeluargaan saja pak." jawab ibu tenang


"Tapi ibu tau kan masalah ini adalah kasus pembunuhan apa ibu yakin ingin tersangka di bebaskan? apa ibu tidak khawatir kalau tersangka bisa saja melukai ibu atau mungkin keluarga ibu sendiri?" Tanya pak Gatot dengan tegas. Pertanyaan dan perkataan pak Gatot memang membuat ibu takut dan khawatir karena ibu tau sifat Satrio yang sedikit pendendam dan mudah marah tapi ibu sudah berjanji pada letha dan adit, dia tidak mau mengecewakan adiknya itu dengan melanggar janjinya sendiri.

__ADS_1


"Mudah-mudahan saja tidak terjadi lagi pak, saya percaya pada adit. Saya yakin dia bisa mendidik adiknya itu tuk tidak melakukannya lagi lagi pula masalah ini sudah diselesaikan dengan cara kekeluargaan" jawab ibu yakin.


"Iya pak tadi saya sudah memperlihatkan surat perdamaiannya kan kepada pak Gatot" ucap pak Surya. Pak Gatot menganggukkan kepalanya "Baiklah kalau ibu tetap bersikeras untuk tidak melanjutkan kasus ini saya bisa apa dan masalah ini pun sudah selesai secara kekeluargaan jadi kasus ini saya tutup" kata pak Gatot sedikit kecewa karena ibu tidak memperkarakan om Satrio.


"Terimakasih pak atas kerjasama nya" ucap pak surya. Mereka berempat pun bersalaman dan ibu bernafas lega karena masalah ini cepat selesai.


"Baik kalau begitu saya akan menyuruh anak buah saya tuk mengeluarkan Satrio dari sel" Kata pak Gatot kepada om Adit.


"Dit, mbak tunggu di luar saja ya?" tanya ibu pada om Adit yang dari tadi duduk di sebelah ibu.

__ADS_1


"Mbak yakin mau tunggu di luar saja" tanya om adit.


"Iya, mbak pusing kalau di dalam kantor ini terus" ucap ibu.


"Baiklah kalau itu mau mbak, mbak boleh tunggu di luar tapi mbak gak boleh kemana-mana dulu biar Adit yang anter mbak pulang" jawab om Adit sedikit memohon.


"Iya mbak tunggu di luar ya" kata ibu dan om Adit menganggukan kepalanya.


"Permisi pak Gatot, saya keluar dulu dan terimakasih atas semua nya" ucap ibu sambil menjabat tangan pak Gatot.

__ADS_1


"Sama-sama Bu" jawab pak Gatot. Ibu pun melangkahkan kakinya keluar dari ruangan tersebut dan setelah sampai di luar kantor polisi, ibu bisa bernafas lega...


__ADS_2