
Luka yang ada di sela-sela jemari ibu sudah mulai mengering tapi tidak dengan luka hatinya walau sudah ada kata damai tapi luka di hati nya itu belum sembuh benar ibarat luka luar masih basah. Dan tante letha mengerti itu semua akhirnya dia menuruti keinginan ibu yang tak ingin di antar olehnya "baiklah kalau mba gak mau di antar oleh adikmu ini, letha tidak akan memaksa mba lagi tapi mba harus terima sesuatu dari letha" ucap tante letha memohon pada ibu.
"apa itu letha?" tanya ibu sedikit curiga, "tunggu mba, letha ambil dulu di dalam mobil" jawab tante letha yang berjalan menuju mobil nya, ibu dan Abah terus memperhatikan gerak-gerik tante letha kemudian tante letha membawa sekotak pizza dan menghampiri ibu,abah dan suaminya itu yang masih berdiri di depan gerbang rumah pak RT.
"Letha mohon mba terima ini tuk keponakan letha" ucap tante letha sambil menyodorkan sekotak pizza itu ke ibu.
"Letha kamu gak usah repot-repot gitu aahh" jawab ibu gak enak, "maaf mba ini bukan sebagai sogokan dari semua kejadian ini kok dan ini murni keinginan letha sendiri tuk keponakan letha" kata tante letha dengan niat tulusnya itu.
"Iya mba terima pizza nya terimakasih letha sudah baik banget kepada anak-anak mba" ucap ibu menerima pizza itu.
"Sama-sama mba dan anak-anak mba adalah keponakan letha juga wajar aja kan letha memberi sesuatu pada mereka" jawab tante letha sambil tersenyum.
__ADS_1
"Kamu memang tante yang baik, ya sudah ini dah sore dan lagipula gak enak kamu di tungguin sama kakak mu tuh" kata ibu menunjuk jeng Erna dengan memanyunkan bibir ibu itu, " iya dit besok masih bisa di teruskan" ucap abah.
"Baiklah kalau gitu kami pamit ya mba,mas" kata om Adit sambil mencium punggung tangan ibu dan abah lalu di susul oleh tante letha dan tak lupa tante letha memeluk ibu.
"Mba hati-hati ya" kata tante letha.
"Ada juga kalian yang hati-hati karena bawa kendaraan kalau saya mah hanya jalan kaki" jawab ibu sambil tersenyum.
"iya, dah sana gak enak dari tadi kakak mu nungguin tuh"kata ibu. " Assalamualaikum" ucap om adit dan tante letha kompak, "wallaikum salam" jawab ibu dan abah membalas salam dari adik nya itu. Om Adit dan tante letha pun berjalan menuju mobil nya dan jeng ernadn suami pun masuk ke dalam mobil tak berapa lama suara kendaraan itu terdengar dan berjalan meninggalkan ibu dan abah yang masih berdiri di tempatnya.
"Yuk Bu kita pulang dah sore anak-anak pasti dah nungguin kita" kata abah kepada ibu yang sedang melihat kendaraan itu pergi menjauh dan tak terlihat lagi dari pandangan ibu, ibu hanya mengangguk dan mereka berdua berjalan beriringan menuju rumahnya yang hanya terhalang beberapa rumah saja.
__ADS_1
"Assalamualaikum" suara abah dan ibu memecah keheningan suasana di dalam rumah ya semenjak ibu dan abah ke rumah pak RT, Eva dan mas yudhi sempat berpikir yang tidak-tidak. "Wallaikum salam, ibu dan abah pulang" jawab bagas berlari mendekati ke arah ibu dan Abah yang melangkah masuk rumah, "apa tuh bu?" kata bagas sambil menunjukkan jari nya ke kotak pizza.
"Ini pizza dari tante letha" jawab ibu menyerahkan kotak pizza itu ke bagas.
"Wah asik pizza, mba mas mau gak nih" ucap bagas sambil duduk dan membuka kotak itu. Eva dan mas yudhi keluar kamar mereka masing-masing karena suara panggilan dari adik bungsunya itu.
"Eemm pizza nih ibu yang beli?" tanya eva. "Bukan nih dari tante kalian" jawab ibu tersenyum karena melihat kelakuan anak-anak nya itu yang saling berebut makanan, "Tante letha ya bu?" tanya mas yudhi, ibu menganggukkan kepalanya.
"Ya tante letha lah emang kita punya tante lain" kata eva dengan mulut penuh pizza, "ya siapa tau aja ada yang lain" jawab mas yudhi.
"Tante letha baik ya Bu" ucap bagas yang tiada hentinya makan dan ibu tersenyum lebar karena anak-anaknya itu.
__ADS_1