Pengkhianat Cinta

Pengkhianat Cinta
Bab 65


__ADS_3

Dua Minggu sudah berlalu, Laras dan Denis kembali ke rumah setelah melewati waktu liburan bulan madu bersama. Laras tengah membereskan pakaian di dalam koper, merapikan semuanya. Dan tidak membersihkan kembali rumahnya yang sudah ditinggal selama dua Minggu. Sedangkan Denis, setelah tiba besoknya langsung kembali berangkat bekerja. Jadi semua pekerjaan rumah, Laras yang mengerjakan. Tiba-tiba ponselnya berdering, damar meneleponnya.


" Hallo, pak damar." Ucap Laras setelah mengangkat telepon dari damar, sambil menelpon Laras juga menata pakaian dari dalam koper ke lemari.


" Bagaiman dengan liburannya? Kamu tidak terlalu memposting foto liburan mu." Ucap damar yang sudah mengetahui jika Laras dan Denis melakukan liburan ke luar negeri.


" Iya pak, liburan sangat menyenangkan. Ada banyak foto, Hanya belum sempat untuk aku posting. Jadi ada apa pak damar menelepon ku?"


" Ah, begini. Aku hanya ingin mengatakan jika aku sudah kembali ke Jakarta. Kebetulan aku sudah merasa jika mental ku sudah sehat, dan aku sudah bisa kembali untuk bekerja."


" Aku jadi senang mendengarnya." Ucap Laras.


" Kebetulan aku juga membawa hadiah untuk ibu Laras dan pak Denis. Saat mau ke Jakarta, aku tidak sengaja melihat para petani buah menjual hasil tanaman. Jika kamu tidak sibuk, aku ingin mengantarkannya ke rumah."


" Maaf pak damar, hari ini aku berencana untuk tidur di rumah ibuku. Jadi jika bapak ingin mengantarkannya, antarkam saja di kantor Denis. Kantornya Denis juga tidak jauh dari rumah pak damar, kan?"


" Baiklah, maaf jika sudah mengganggu. Nanti aku antarkan buahnya, ke kantor pakai Denis." Ucap damar menghentikan sambungan telepon mereka.


Jessica melihat kembalinya damar ke rumah. Dia menuju dapur mengambil minuman kesukaannya. Jessica mulai protes karena damar tiba-tiba ada dari rumah. Padahal damar mengatakan jika dia tidak akan pulang ke jakarta dan akan hidup di desa sampai mati. Mendengar protes dari Jessica, damar mengatakan alasan kembali ke rumah. Karena masalah pekerjaan yang membuat damar harus kembali. Kebetulan dia masih menjadi karyawan ayah Jessica, mau tidak mau dia harus kembali bertanggungjawab atas pekerjaannya. Dan damar juga tahu jika selama ini Jessica sering bertemu dengan Vernon meski Jessica tidak memberitahunya sama sekali. Jessica tidak terima saat damar mengatakan hal seperti itu, seolah damar selalu menyalahkannya dan Jessica seperti melakukan kejahatan terus dibandingkan dengan damar.

__ADS_1


" Astaga, kamu berkata seolah hanya aku yang melakukan kesalahan sedangkan kamu tidak, apakah kamu lupa kesalahan mu dengan membawa senjata yang hampir saja membunuhku? Mungkin kamu sudah berada di penjara sekarang." Kata Jessica.


" Aku tahu itu memang kesalahan, tapi jika kamu ingin aku pergi ke polisi dan mengatakan kejahatan ku itu, aku akan mengatakan jika aku melakukan hal itu karena aku memergoki istri ku yang sudah berselingkuh dan tidur dengan pria lain." Kata damar.


Jessica tidak terima damar mengatakan hal itu dia mendorong damar, " Pergi! Katakan saja! Aku tidak perduli! Aku tidak perduli dengan pikiran orang lain, aku rasa yang perduli itu cuma kamu saja."


Damar menahan amarahnya, dia mencoba untuk tenang. Jessica seperti tidak tahu malu, padahal damar seperti itu karena menyelamatkan citra ayah Jessica yang sudah di bangun hancur begitu saja karena perlakuan anaknya.


" Aku sudah bilang aku kesini karena aku ingin kembali bekerja." Ucap damar.


" Kamu ingin bertemu dengan ayahku, dan meminta untuk kembali bekerja. Kamu pikir ayahku bisa memaafkan mu. Kamu salah! Kamu tidak penting baginya, yang paling buatnya adalah aku putri semata wayangnya. Kamu sadar tidak, jika ayahku itu hanya memanfaatkan mu saja." Kata Jessica.


" Sudahlah, aku tidak mau membuang waktuku untuk berdebat denganmu." Ucap damar pergi menuju kamar, sudah lelah karena setiap bertemu Jessica mereka selalu saja bertengkar.


Damar mengantarkan hadiah yang dibelinya untuk Laras dan Denis, dia mengantarkan itu ke kantor Denis. Kebetulan Denis juga menghubunginya karena ada hal yang ingin Denis bahas dengan damar. Damar duduk termenung, dia menceritakan semua yang baru saja terjadi ke pada denis. Denis berkata jika apa yang dikatakan oleh Jessica ada benarnya. Karena damar ingin bertemu dengan ayah mertuanya, namun ayah mertuanya tidak ingin bertemu dengannya. Mengingat akan perusahaan Damar sudah diambil ahli oleh ayah mertuanya, berarti itu sudah menjadi alasan mengapa ayah mertuanya itu tidak mau bertemu dengan damar.


" Jadi bagaimana, apa yang akan kamu lakukan?" Tanya Denis mengingat damar sudah tidak bisa kembali bekerja.


" Mau bagaimana lagi aku terpaksa harus menunggu. Bagaimana pun itu juga perusahaanku." Ucap damar.

__ADS_1


Di tengah obrolan mereka, ponsel milik Denis terus berdering. Denis melihatnya tertera nama Naomi. Denis tidak mengangkatnya, dia tidak mungkin mengangkat telepon dari Naomi dihadapan damar, apalagi damar juga sudah berteman dekat dengan istrinya.


" Apa kamu tidak menjawabnya? Sedari tadi ponselmu terus berdering saat kamu tengah mengambil minum untukku." Ucap damar.


" Tidak perlu, dia hanya teman ku yang ingin berutang uang padaku." Ucap Denis berbohong.


" Baiklah, dari pada kita membahas masalah ku terus mendingan kita membahas soal tanahmu. Tidak maksudku, tanah milik ibu Laras maksudnya." Ucap damar mengambil selembaran kertas yang sudah Denis siapkan tentang denah tanah milik istrinya itu.


" Maksudnya tanah ini milik kami berdua." Ucap Denis yang tidak terima jika tanah itu hanya milik Laras. Bagaimana pun tanah itu akan menjadi miliknya nanti.


" Baiklah, apa yang mau kamu katakan soal tanah itu?" Tanya damar.


" Kamu orang pertama yang aku tunjukan. Beberapa orang ingin membangun resort di tanah ini. Namun aku ingin membangun penthouse. Setidaknya bisa bangun 20 rumah sudah cukup untuk di jual di orang kaya. Bagaimana menurutmu?" Tanya Denis ingin melakukan kerja sama dengan damar mengenai tanah warisan dari ayah mertuanya itu.


Namun damar nampaknya tidak begitu tertarik, sebab dilihat dari perekonomian sekarang yang semakin buruk jika melakukan penjualan rumah dengan harga tidak sangatlah tidak efisien menurut damar. Namun Denis tetap merayu damar, jika tidak bisa menyewakan di orang kaya, maka bisa ditargetkan kepada orang asing. Bahkan bisa di target kepada para pensiunan selama 30 tahun, dengan begitu soal perekomian yang buruk tidak menjadi masalah. Dan jika perlu masalah hukum, Denis juga siap untuk membantu. Denis meminta damar karena damar sangat berpengalaman dalam hal ini, terlebih dia juga sudah pernah mendirikan sebuah perusahaan yang bekerja di bidang yang sama. Setidak damar bisa mengintip kembali cara kerja di perusahaan lamanya itu. Damar terdiam, merasa tidak begitu yakin untuk melakukannya.


" Pak damar, sebelum kamu bercerai dengan istrimu, setidaknya kamu harus bisa memanfaatkan ayah mertua mu itu. Karena jika kamu sudah bercerai, kamu pastinya sudah tidak memiliki apapun lagi, bukan begitu?" Ujar Denis.


Kembali Denis membuat damar terdiam, apa yang dikatakan Denis ada benarnya. Apalagi saat sekarang dia juga sudah tidak memiliki apapun, ayah mertuanya justru merebut perusahaan yang sudah dibangun olehnya. Seperti apa yang dikatakan Denis, kenapa dia tidak mencoba untuk memanfaatkan waktu sebelum perceraian itu terjadi.

__ADS_1


__ADS_2