Pengkhianat Cinta

Pengkhianat Cinta
Bab 55


__ADS_3

Lukman sudah menunggu putrinya beserta menantunya pulang ke rumah. Dia sudah duduk menunggu mereka. Lukman sudah tahu mengenai kejadian itu, dia bahkan sudah menyuruh anak buahnya untuk mengurus semuanya dan menyembunyikan kejadian tadi malam. Bahkan Lukman membayar pihak hotel untuk mengganti rugi semua barang yang sudah ditembak dan di hancurkan oleh damar.


Saat Jessica dan Damar tiba di rumah. Lukman segera memeluk putrinya sambil mengatakan jika semuanya akan baik-baik saja. Damar tertunduk diam melihat itu. Lukman terus menatap tajam ke arah damar, karena damar yang menyebabkan semua kekacauan ini. Jessica yang masih syok, melepaskan tangan ayahnya, lalu pergi ke kamar tanpa mengeluarkan satu katapun di mulutnya.


Di tempat lain, Laras mendengar percakapan Maharani dengan suaminya. Jika semalam damar memergoki istrinya bersama dengan Vernon. Namun, tindakan damar yang menembak beberapa barang di kamar hotel itu hampir membuat seisi hotel heboh. Tetapi beruntungnya, ayah Jessica menutupi semua masalah itu. Sehingga masalah tersebut tidak terdengar hingga ke telinga publik. Maharani begitu khawatir, karena kejadian itu bisa membuat damar di penjara. Beruntung, ayah mertuanya masih membantu, sehingga damar tidak masuk ke penjara di malam itu juga. Laras yang mendengarnya juga merasa kasihan dengan damar, harus merasakan pahitnya sebuah pernikahan.


Lukman menghampiri damar dengan tatapan mata tajam. Dia menampar damar, bahkan bukan cuma sekali hingga dua kali. Membuat damar menahan rasa sakit di pipinya.


" Beraninya kamu melakukan itu pada putriku! Jessica ialah putriku satu-satunya. Aku sudah membesarkan dan merawatnya! Aku tidak akan membiarkan siapapun berani menyakitinya! Bahkan kamipun tidak berhak untuk menyakitinya!" Bentak Lukman lalu kembali menghajar menantunya itu hingga tersungkur ke lantai.


" Tahukah kamu bahwa aku sudah membuang-buang uang, waktu dan reputasi ku untuk menutupi hal-hal buruk yang telah kamu lakukan! Jika tidak, kamu sudah berada didalam penjara! Kamu tidak akan berada disini seperti ini! Jika wartawan tahu, apakah kamu tahu seberapa parah hal itu akan merusak bisnis ku! Bentak Lukman kepada menantunya.


Sambil merasakan sakit setelah dihajar oleh ayah Jessica, damar bangun dan berdiri dihadapan mertuanya itu. Dia meminta maaf atas kesalahan yang telah dia perbuat. Namun permintaan maaf darinya, seolah tidak ada artinya bagi Lukman.


" Meminta maaf? Kenapa kamu melakukan hal itu tanpa berpikir dulu, hah!" Bentak Lukman.


" Aku minta maaf, aku akan bertanggung jawab atas semuanya. Aku akan menceraikan Jessica secepat mungkin." Ucap damar, karena baginya menceraikan Jessica merupakan keputusan yang baik untuk, setelah itu dia akan membayar semua yang telah ayah Jessica lakukan padanya. Damar merasa jika itu adalah keputusan yang baik untuknya dan juga kepada mertuanya.

__ADS_1


" Setelah semua yang kulakukan untukmu, kamu memutuskan untuk membayar ku dengan menceraikan putri ku!"


" Tapi Jessica menipuku! Dia berselingkuh dengan pria lain!"


Mendengar ucapan damar reaksi Lukman hanya terdiam dan menghela nafasnya, namun reaksi itu dibaca oleh damar. Lukman seperti tidak terkejut sama sekali dengan ucapan damar. Seolah dia sudah tahu jika selama ini putrinya itu sudah bermain api dengan pria lain, tanpa sepengetahuan damar.


" Kenapa bapak tidak terkejut sama sekali? Bapak sudah tahu? Sudah tahu jika putri bapak tidak setia? Jadi bapak melakukan segala untuk memperbaiki pernikahan kami dengan menyembunyikan perselingkuhannya? Benar begitu?" Tanya damar yang mulai curiga jika selama ini ayah Jessica yang selalu ikut campur urusan rumah tangga ternyata sudah mengetahui jika Jessica sudah mengkhianati damar selama ini. Damar seperti dipermainkan oleh Jessica dan ayahnya. Dia tidak mengetahui jika ayah dan anak itu sudah membohonginya.


" Aku tidak pernah memintamu untuk menikahi putri ku. Tapi kamu dengan keras kepala menginginkannya. Aku mengizinkan mu untuk menjadi bagian keluarga ku. Kemudian aku juga berinvestasi dalam menciptakan bisnis untukmu, menurutmu kepada siapa yang kamu beruntung kesuksesan? Karena kemampuan mu? Tidak. Karena aku! Aku yang telah membantu mu! Aku juga yang membantumu sehingga kamu tidak berakhir di penjara! Oleh karena itu, aku tidak akan membiarkanmu untuk menceraikan Jessica begitu saja. Kamu tidak bisa menceraikannya!" Bentak Lukman.


" Kenapa? Kenapa bapak tidak bisa membiarkan aku pergi? Dia tidak mencintaiku lagi, dia sudah punya pacar!" Bentak damar yang begitu tersiksa dengan keputusan mertuanya yang terus mempertahankan damar untuk tetap bersama dengan Jessica yang sudah jelas mengkhianatinya dengan pria lain. Bukankah mereka berdua sama-sama seorang pria, bagaimana rasanya jika dikhianati oleh sang istri yang sangat dipercaya. Apakah Lukman tidak merasakan hal semacam itu? Pikir damar tentang keputusan dari Lukman yang sudah begitu menyiksanya.


Damar tidak membalas perkataan Lukman padanya. Meski rasanya begitu sakit, damar tidak bisa melepaskan dirinya dari belenggu rasa sakit serta pengkhianatan yang dia terima. Damar hanya bisa menahan, entah sampai kapan dia mempertahankan semuanya. Selama ini dia berdiri disamping ayah mertuanya, dia melakukan semua yang ayah mertuanya perintahkan mengenai pekerjaan. Tidak ada satu bantahan yang damar berikan untuk mertuanya itu. Bahkan kali ini hubungan pernikahan yang sudah hancur, damar juga tidak bisa memberikan keputusan. Karena ayah Jessica seolah seolah adalah kunci yang mengunci dirinya untuk tetap bertahan dalam rumah tangga yang sudah hancur.


Damar masuk ke kamar, Jessica terduduk diam di sofa. Sedari tadi Jessica mendengar pertengkaran ayahnya dan damar di bawah. Namun, dia hanya bisa mendengar. Jessica masih syok akan kejadian semalam. Karena untuk pertama kali bagi Jessica melihat damar yang mengamuk menggunakan senjata api.


" Kamu sudah gagal, seharusnya kamu menembak ku sehingga bisa mati. Orang seperti mu selalu gagal dalam segala hal." Ucap Jessica tanpa menoleh sekalipun kearah damar.

__ADS_1


" Ayahmu ingin kamu kembali ke rumah untuk sementara waktu." Ucap damar.


" Aku tidak akan pergi. Ini rumahku. Aku tidak akan pergi kemana-mana!" Ucap Jessica bersikeras tidak mau tinggal dengan ayahnya.


Malamnya, damar mengajak Denis untuk bertemu disebuah restoran. Muka damar babak belur akibat tamparan dari ayah Jessica. Raut wajahnya begitu suram seolah sudah tidak ada harapan lagi. Denis melihat damar seperti itu, hanya bisa menghela nafasnya.


" Kamu telah gagal karena terlalu mengikuti kemarahan mu, pak damar. Ahli-ahli menjadi itu sebagai bukti untuk ke pengadilan malah justru berakhir dengan keadaan mu seperti ini. Itu berarti hidupku akan selamanya bergantung kepada belas kasihan ayah mertua mu. Kita sudah selesai." Kata Denis merasa sedikit kecewa karena kerja samanya terpaksa harus berakhir.


" Tidak apa-apa, pak Denis. Aku tidak ingin membuang waktu menjadi sia-sia." Ucapnya damar mengambil sebuah amplop berisikan uang tunai untuk membayar jasa Denis yang selama ini telah membantunya.


" Aku telah menaiki jumlah yang telah kita sepakati. Setidaknya aku ingin berterima kasih karena telah membuka mataku. " Ucap damar meletakkan amplop itu diatas meja.


Dengan senang hati, Denis menerima amplop dan memeriksa jumlah apakah sesuai dengan perkataan Denis barusan. Melihat jumlah memang sangatlah banyak, namun ketika Denis melihat damar. Denis seolah tidak ingin damar menyerah begitu saja.


" Pasti ada jalan. Jangan menyerah sekarang. Kamu adalah korbannya. Kamu berhak mendapatkan lebih, dari pada kamu harus membuang uangmu dengan sia-sia seperti ini." Ucap Denis ingin memberikan kesempatan untuk damar.


" Tidak ada jalan. Aku sudah putus asa sekarang." Ucap damar dengan tampang yang menyedihkan.

__ADS_1


" Jadi, apa yang akan kamu lakukan sekarang?" Tanya Denis.


Pertanyaan yang membuat damar tidak bisa menjawab, dia hanya terdiam dengan raut wajah yang menyedihkan. Sudah menjadi nasib baginya, untuk menjadi bawah kaki ayah mertuanya.


__ADS_2