Pengkhianat Cinta

Pengkhianat Cinta
Bab 56


__ADS_3

Laras tengah sarapan bersama suaminya. Dia melihat berita di ponselnya mengenai damar serta perusahaannya. Laras jadi teringat akan damar membuatnya bertanya kepada suaminya.


" Apa kamu sudah berbicara dengan pak damar sejak kejadian itu?" Tanya Laras kepada suaminya.


" Tidak. Kenapa kamu bertanya begitu?" Ucap damar.


" Tidak apa-apa aku baru saja melihat berita. Entah kenapa jadi kepikiran saja." Jawab Laras.


" Dia menjadi frustasi. Karena kemarahannya dia melakukan kegagalan." Ucap Denis sambil menikmati sarapan paginya.


Saat tengah menikmati sarapan, Denis yang lagi asik melihat ponselnya. Tiba-tiba ponselnya sendiri berdering. Nama Naomi tertera disitu. Membuatnya segera mematikan ponselnya dan meletakkan ponsel itu diatas meja. Namun, Laras sudah mendengar nada ringtone dari ponsel Denis. Laras menatap suaminya, namun Denis seolah bersikap santai tanpa terjadi apa-apa.


" Apa yang kamu lihat? Lanjut makan." Ucap Denis karena Laras terus melihatnya. Laras kembali makan, meski sempat menaruh kecurigaan terhadap suaminya.


Denis sampai di kantornya, dia terkejut melihat seseorang yang sudah menunggunya. Dia adalah Naomi, yang sedari menghubungi Denis. Namun Denis tidak mengangkat telepon darinya. Segera Naomi memeluk Denis, melepaskan kerinduannya selama ini. Sudah hampir beberapa Minggu mereka tidak bertemu karena kesibukan masing-masing. Naomi sangat merindukan Denis.


" Kenapa kamu kesini?" Tanya Denis melepaskan pelukan Naomi, dia takut jika ada orang yang melihat. Meski kantornya nampak sepi, Denis hanya jika saja Laras atau Maharani tiba-tiba saja datang ke kantornya.


" Aku merindukanmu, lagi pula aku ada pemotretan di sekitar sini. Jadi aku ingin berkunjung di kantor sekaligus melihatnya. Kantormu terlihat mewah sekali. Aku tidak menyangka jika Laras bisa mengeluarkan uangnya sebanyak itu untuk kantor mu ini." Jawab Naomi melihat sekeliling kantor milik Denis.


Denis nampaknya tidak menyukai kehadiran Naomi, bahkan dia begitu kesal ketika Naomi memeluknya. Denis melempar tasnya diatas meja sambil merapikan jasnya. Naomi menyadari kekesalan Denis padanya, Naomi tidak mengerti mengapa Denis marah padanya.


" Aku datang kesini juga ingin mengucapkan selamat padamu. Kenapa kamu marah padaku seperti ini?" Tanya Naomi.


Pertanyaan Naomi tidak dijawab, Denis justru berpura-pura sibuk dengan mengambil dokumen dan pura-pura membacanya. Namun Naomi terus mencari perhatian. Naomi melihat Denis memajang foto pernikahannya dengan Laras. Segera Naomi mendekat, dan menutup foto tersebut. Naomi juga melihat syal yang terletak tidak jauh dari foto itu.

__ADS_1


" Kain apa ini?" Tanya Naomi melihat dan mencoba untuk memakainya.


" Itu syal, buatan Laras." Jawab Denis yang masih berpura-pura sibuk dengan dokumen ditangannya.


" Dia pasti memiliki banyak waktu, sehingga dia bisa membuat ini untukmu. Aku merasa jika ini tidak cocok untukmu." Ucap Naomi menatap syal itu dengan jijik lalu melemparkan syal itu ke bawah lantai.


" Oh ya! Aku juga punya hadiah untukmu." Naomi mengambil tasnya dan memberikan sebuah jam tangan bermerek kepada denis.


Denis yang awalnya tidak perduli akhirnya luluh. Dan menarik Naomi duduk dipangkuan. Naomi mulai dengan aksinya merayu Denis dengan mengucapkan selamat atas kantor baru milik Denis. Denis tersenyum senang, ternyata hilangnya Naomi karena kesibukan kerja namun Naomi memberikan hadiah setimpal dibandingkan dengan Laras.


" Ini lebih baik, dari pada sampah itu." Ucap Denis.


Mereka berdua saling meluapkan rasa rindu masing-masing. Denis menutup jendela ruangan kerjanya. Melihat apakah tidak ada orang di luar ruangan. Naomi duduk diatas meja sambil tersenyum. Denis lalu datang dan memeluk kekasihnya itu.


Denis yang sibuk bercumbu di kantor sedangkan istrinya sibuk melakukan semua pekerjaan rumah sendirian. Meski sangat melelahkan untuk Laras, namun hal itu harus menjadi kebiasaannya sebagai seorang istri. Laras mengeluarkan semua pakaian kantor suaminya yang sudah kotor untuk dicucinya. Dia lalu membuka pintu mesin cuci, memasukan satu persatu pakaian suaminya. Hingga ada satu kemeja, yang Laras merasa jika wangi di kemeja itu tidak seperti wangi parfum Denis seperti biasanya. Laras terus mencium aroma parfum itu, memastikan apakah dia salah. Karena aroma tidak seperti aroma parfum yang selama ini Denis pakai. Untuk lebih memastikan, Laras menuju kamar mencoba mencium semua aroma parfum yang sering Denis gunakan. Namun aroma tersebut tidaklah sama dengan aroma kemeja Denis.


Tiba-tiba pintu ruangan kerja Denis di ketuk, dan pintu itu terbuka. Naomi yang melihat Maharani langsung memeluk dengan manja, namun Denis mencoba untuk melepaskan Naomi untuk tidak memeluknya.


" Sepertinya ada klien disini?" Ucap Maharani berjalan menghampiri mereka berdua. Maharani tidak terkejut dengan Naomi, karena sebelumnya dia sudah mengetahui siapa Naomi dan hubungan Naomi dengan Denis.


" Lebih kamu pulang." Ucap Denis mengusir Naomi.


Naomi keluar namun ditahan Maharani, Maharani meminta Naomi untuk mengisi buka tamu karena sudah datang ke kantor. Maharani yang kini bekerja sebagai sekretaris Denis, harus bersikap profesional. Saat tengah mengisi buku tamu, Maharani mulai menyindir Naomi. Naomi begitu tidak terima, namun Maharani justru mengancam Naomi untuk tidak macam-macam dengannya. Maharani berpura-pura mencium aroma di tubuh Naomi, raut wajahnya seolah mencium bau tidak sedap dari tubuh Naomi. Tanpa banyak bicara, Maharani mengambil semprotan nyamuk untuk menyemprot tubuh Naomi. Membuat Naomi begitu kesal padanya. Tanpa perduli, Maharani berjalan meninggalkan Naomi menuju ke ruangan Denis. Didalam ruangan kerja Denis, Maharani menyempatkan obat nyamuk kesemua ruangannya. Membuat Denis begitu kesal kepadanya.


" Apa yang kamu lakukan!" Bentak Denis yang tidak suka dengan aroma obat nyamuk itu.

__ADS_1


" Menghapus aroma menjijikan mu." Ucap Maharani.


" Berhenti sekarang! Justru itu bisa membuat ku mati." Ucap Denis mengambil alat semprot itu dan menyembunyikannya.


" Denis! Bisakah kamu berhenti untuk membuat ku merasa tidak nyaman?" Ucap Maharani ingin menyampaikan kekesalan karena tidak suka dengan Denis yang bercumbu didalam kantor. Sebagai seorang sekretaris, Maharani tidak begitu nyaman dengan kelakuan bosnya.


" Apa! Apa yang membuatmu tidak nyaman? Hah!" Tanya Denis yang tidak mengerti dengan maksud Maharani.


" Jika kamu tidak perduli aku sebagai karyawan mu setidaknya pikirkan aku sebagai saudara dari istri mu. Jika tidak, aku akan memberitahu semuanya kepada Laras." Ancam Maharani.


" Emang apa yang kamu dapatkan dari itu? Justru dengan kamu memberitahunya, Laras akan bertanya kenapa kamu baru memberitahu padahal kamu sudah mengetahuinya sejak lama. Apa yang akan kamu katakan padanya? Selain kamu tidak akan mendapatkan apapun dariku, Laras juga akan memutuskan hubungan mu dengannya." Kata Denis yang tidak takut dengan ancaman dari Maharani.


" Tapi kamu melakukannya dengan Naomi disini, saat aku berada tepat di luar. Bukankah itu berlebihan?" Ucap Maharani yang masih tidak terima.


" Kamu juga harus menerima hal itu jika kamu masih ingin bekerja sama dengan ku. Kita sudah melakukan perbuatan jahat bersama. Jika kamu menyakiti ku, itu sama saja kamu menyakiti dirimu sendiri. Lebih baik kamu keluar dan menunggu klien." Ujar Denis yang kesal dengan Maharani yang selalu protes padanya.


Mendengar perbuatan jahatnya dengan Denis. Membuat Maharani teringat akan damar. Sudah hampir seminggu damar tidak bisa dihubungi. Maharani sudah mencoba mengirim pesan bahkan menelpon pria itu. Namun semua panggilan serta pesannya tidak dibalas oleh damar.


" Denis, apakah beberapa hari ini kamu tidak berbicara atau bertemu dengan damar?" Tanya Maharani.


" Tidak, jika dia ingin bertemu pastinya aku sudah memberitahumu." Jawab Denis.


" Aku sudah mencoba menghubunginya namun dia tidak menjawab."


" Itu tandanya dia tidak menginginkan mu."

__ADS_1


" Denis!" Ucap Maharani kesal dengan ucapan Denis padanya.


" Terus apa? Aku tidak tahu dia dimana, apalagi berbicara dengannya." Ucap Denis yang begitu kesal dengan Maharani.


__ADS_2