Pengkhianat Cinta

Pengkhianat Cinta
episode 35


__ADS_3

Hari-hari pun kami lalui dengan seperti biasanya, canda tawa dan senyuman kembali hadir di keluarga kami ini dan tak terasa hari ini adalah hari pengumuman kelulusan mas Yudhi. Ya kali ini pengumuman kelulusan nya itu tidak di lakukan di sekolah melainkan menunggu di rumah masing-masing siswa via internet, sekolah tidak mau ada kejadian-kejadian yang tidak menyenangkan apalagi merusak nama baik sekolah mereka.


Di rumah tampak mas Yudhi sedang menantikan dengan harap-harap cemas sedangkan Eva dan Bagas masih sekolah tuk belajar.


"Kamu jangan mondar-mandir aja mas, ibu pusing lihatnya" ucap ibu melihat tingkah laku putra sulungnya itu.


"Mas kan gugup Bu" jawab mas Yudhi yang masih dengan tingkahnya itu.


"Ibu tahu tapi kalau kamu mondar-mandir seperti itu bukan hanya ibu yang pusing kamu sendiri juga. Tahu gak kelakuan kamu itu udah kaya suami yang lagi nungguin istrinya lahiran aja" kata ibu bercanda mencoba mengurangi kegugupan anaknya itu.


"Aaah ibu bisa aja, emangnya waktu ibu lahiran Abah seperti mas mondar-mandir gitu" tanya sang putra pada ibunya itu.

__ADS_1


"Ya mana ibu tahu mas tapi seingat ibu sih Abah itu nungguin ibu lahiran di dalam ruang bersalin" jawab ibu sambil mengingat kejadian yang sudah lewat itu.


"Lah terus ibu tahu dari mana kalau suami mondar-mandir nunggu istri nya lahiran sedangkan Abah sendiri nungguin ibu di dalam ruang bersalin" tanya mas Yudhi lagi.


"Eeehmmm dari mana ya mas, ooh ya dari sinetron yang sering ibu tonton" ucap ibu memberitahu putranya itu.


"Aaah ibu nih kebanyakan nonton sinetron sih" jawab mas Yudhi sambil duduk menemani ibunya yang sedang memasak


"Kan ibu butuh hiburan emangnya kalian aja, emang jam berapa mas pengumuman nya?" tanya ibu kembali.


"Ini baru jam sembilan masih satu jam lagi mas makanya kamu jangan mondar-mandir lagi kaya tadi mending kamu duduk tenang atau kamu bantu ibu nih siangin sayuran dari pada kaya tadi mondar-mandir gak jelas gitu" jawab ibu melirik jam dinding.

__ADS_1


Ibu lalu meletakan sayur kangkung yang masih utuh di depan mas Yudhi "Ibu beneran nyuruh aku siangin nih sayuran" tanya mas Yudhi sambil memegang seikat sayur kangkung sambil di goyang-goyangkan.


"Iya sekali-kali bantu ibu masak lagi pula sambil nunggu pengumuman" jawab ibu yang sedang mengiris bawang.


"Tau begini mending mas di kamar aja,ya udah deh pisau nya mana bu" ucap mas Yudhi.


"Siapa suruh kamu buat ibu pusing, kan dapat pahala mas kalau bantu ibu" kata ibu sambil mengambil pisau untuk anaknya itu.


"Iya iya mas bantuin ibu biar dapat pahala" jawab mas Yudhi mengambil pisau yang ibu berikan kepadanya.


"Yang ikhlas mas kalau mau dapat pahala" kata ibu.

__ADS_1


"ini mas ikhlas ko Bu" jawab mas yudhi


"kalau ikhlas senyum dong jangan manyun gitu" ucap ibu sambil bercanda melihat tingkah putranya yang tiada henti membuatnya ingin terus meledek putranya itu. Ya ibu ingin menghibur putra sulungnya itu yang sedang di Landa cemas dan gugup kapan lagi ibu bisa mengerjai putranya itu yang sudah beranjak remaja oh bukan bukan tapi beranjak dewasa, ya karena setelah lulus ini putranya itu sudah membuat keputusan ingin mandiri.


__ADS_2