Pengkhianat Cinta

Pengkhianat Cinta
episode 27


__ADS_3

Matahari pun sedikit meninggi dari peraduannya, ibu pun sudah menyelesaikan tugasnya sebagai ibu rumahtangga pagi nih. Pekerjaannya telah selesai dan rapi dari satu jam yang kalau dan saat ini ia sedang menunggu seseorang yang sudah berjanji padanya yang akan datang pagi ini.


Tak berapa lama terdengar suara deru kendaraan yang tepat di depan rumahnya telah berhenti,ibu sudah mengetahui siapa yang datang dan ia pun langsung membukakan pintu rumahnya dan menyambut tamu itu dengan ramah.


"Assalamualaikum, pagi mbak" ucap tamu itu yang di iringi dengan senyuman.


"walaikumsalam, pagi juga dit. Letha gak ikut kamu??" kata ibu yang sambil berdiri di teras rumah kami.


"Gak mbak, letha masih repot dengan tugasnya sebagai ibu rumahtangga. Dia hanya titip salam tuk mbak sekeluarga" jawab om Adit yang menghampiri ibu. Ya tamu yang di tunggu ibu dari tadi adalah om Adit suami dari adik angkatnya itu, mereka memang sudah janji tuk bertemu pagi ini.


"Masuk dulu dit, mau kopi?" tanya ibu


"Gak usah repot-repot mbak,aku sudah minum tadi di rumah lebih baik kita berangkat saja sekarang biar gak lama di jalan karena macet dan biar masalah ini cepat selesai" jawab om Adit kepada ibu.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu mbak ambil tas dan kunci pintu dulu ya dit" ucap ibu yang di sertai anggukan kepala dari om Adit.


Om Adit yang duduk di bangku teras rumah pun berdiri ketika ibu telah keluar rumah dan selesai mengunci pintu.


"Sudah siap mbak kita berangkat sekarang" ucap om adit dan ibu pun melangkahkan kaki nya beriringan dengan om Adit dan masuk ke dalam mobil om Adit yang terparkir di depan rumah kami.


Suasana di dalam mobil agak hening, om Adit yang fokus dengan kendaraannya dan ibu yang sedari tadi hanya melihat jalan saja. Agak canggung memang karena letha istri om Adit tidak ikut bersamanya kali ini dan untuk memecah keheningan di antara mereka, on Adit pun mulai membuka percakapan "anak-anak gimana keadaan nya mbak?".


"Alhamdulillah mereka baik-baik saja. Oh ya mereka ucapkan terima kasih atas makanan yang kamu dan letha berikan tuk mereka" jawab ibu yang fokus lihat pemandangan didepan matanya itu.


"Kabar anak-anak kamu gimana? kok kamu dan letha jarang sekali ajak mereka ke rumah" tanya ibu.


"Alhamdulillah mereka baik-baik juga, susah mbak kalau sudah pada besar tuk di ajakin nya banyak alasan yang mereka buat tuk tidak ikut berkunjung ke rumah mbak" kata om Adit yang tetap fokus pada kendaraan yang dia kendarai.

__ADS_1


"Ya sama saja kalau begitu sama anak-anak mbak, wajar karena mereka sudah pada besar dan mempunyai kegiatan masing-masing tapi tumben Rena gak mau ketemu dengan Eva" kata ibu. Ya Rena adalah anak pertama om Adit dan tante letha yang seumuran dengan eva "Bukannya tidak mau bertemu dengan Eva, Rena sangat sibuk dengan sekolahnya banyak kegiatan dan tugas yang dia lakukan kadang saya sendiri tidak tega liat nya. Dia juga sudah kangen dengan eva hanya saja waktu yang membuat mereka belum bisa bertemu" kata om adit sedikit kecewa dengan posisi Rena saat ini.


"Tidak apa-apa Eva juga akan memaklumi nya toh sekarang kan mereka sudah jadi pelajar tingkat atas yang memang harus fokus pada sekolahnya" jawab ibu dengan bijaksana.


Tak terasa mobil yang di bawa om Adit pun sudah berada di parkiran kantor polisi dan sudah ada seseorang yang sedang menunggu kehadiran om Adit dan ibu. Orang tersebut menghampiri mobil om Adit yang sudah berhenti dan terparkir di halaman kantor polisi. Setelah om Adit dan ibu keluar dari mobil terdengar suara dari pria itu "Selamat pagi pak Adit" sapa pria tersebut yang rapi dengan setelan jas nya.


"Selamat pagi juga pak Surya, oh ya pak ini kakak angkat istri saya mbak Mirna namanya" ucap om Adit sambil menjabat tangan pak Surya.


"Saya Surya Bu pengacara pak Adit" kata pak Surya sambil memperkenalkan dirinya pada ibu. "Mirna" jawab ibu singkat.


"Baik kalau begitu, ibu dan pak Adit sudah siap tuk masuk ke dalam" tanya pak Surya lagi.


"sudah" jawab ibu sambil menghembuskan nafas panjang dan om Adit hanya menganggukan kepalanya saja.

__ADS_1


"Mari kita masuk" kata pak Surya mempersilahkan kami berdua tuk masuk duluan.


__ADS_2