
Vernon berhasil kabur, saat damar mencoba menangkapnya. Damar melihat Laras sudah bersama dengan Jessica dengan keadaan Jessica yang begitu lemas. Mereka menyewa sebuah kamar hotel untuk menenangkan Jessica. Laras mengambil segelas air untuk Jessica agar dirinya bisa tenang. Jessica langsung menuju suaminya dan menjelaskan jika semua yang dilihat oleh damar tidaklah benar. Namun Maharani terus berkata jika dia melihat sendiri Jessica bersama dengan pria itu. Maharani bahkan menghina Jessica sebagai perempuan tidak tahu malu, sudah kedapatan masih mengelak. Jessica tidak terima dia hampir memukul Maharani beruntung damar segera menahannya. Jessica berkata jika semua adalah rencana dari Denis dan Maharani, Jessica jika mereka berdua yang menjadi dalang dari kejadian ini. Maharani dan Denis berakting seolah tidak terima dengan tuduhan tersebut. Sedangkan Laras yang berada disitu hanya diam.
Damar meminta Denis mengajak Maharani dan Laras untuk pulang. Namun Laras malah justru terdiam, dia ingin berkata jujur mengenai rencana yang telah dibuat oleh suami dan sepupunya. Dan apa yang dilihat oleh damar tidak sesuai dengan tuduhan yang diberikan oleh Maharani kepada Jessica.
" Pak damar, aku ingin mengatakan yang sebenarnya, jika tadi aku melihat ibu Jessica kabur dari kamar..."
Belum sempat melanjutkan perkataan, Denis segera menghentikan Laras. Dia mengatakan kepada Laras untuk tidak ikut campur urusan pribadi orang lain. Denis menarik Laras untuk segera keluar, namun Laras mencoba untuk bertahan dan ingin berkata jujur dari apa yang dilihatnya. Tetapi Denis terus memaksanya untuk segera keluar dari kamar hotel tersebut.
Jessica mengamuk melepaskan pelukan damar padanya, dia ingin menampar Maharani karena dia yakin jika Maharani adalah dalang dari kejadian ini. Dia yakin jika Maharani dan Denis bekerja sama untuk menjebaknya dan membuat damar percaya jika dirinya masih berhubungan dengan Vernon. Damar tidak tahan dengan sikap Jessica, hampir dia mengangkat tangannya untuk memukul istrinya. Namun damar menyadari jika itu adalah hal salah. Wajah Jessica begitu sedih, suaminya hampir berani memukul dirinya. Sebegitu hilangnya kepercayaan damar kepada dirinya.
Sesampainya di rumah, Maharani dan Denis tersenyum bahagia. Rencana mereka hampir berhasil. Meski tidak sempat memergoki Jessica bersama Vernon. Setidaknya cukup seperti tadi, damar sudah pasti percaya pada mereka berdua. Balas dendam mereka kepada Jessica akhirnya berhasil. Laras mendengar semuanya. Laras begitu kecewa dengan tindakan suami dan sepupunya itu, mereka seperti tidak merasa bersalah karena sudah menghancurkan pernikahan orang lain.
" Apa yang kalian berdua lakukan itu baik? Kalian bahkan tidak merasa bersalah setelah menghancur hubungan orang lain." Ucap Laras yang begitu kecewa dengan suami dan sepupunya itu.
__ADS_1
" Laras, gara-gara kamu! Kamu hampir menghancurkan rencana kami! Seharusnya tidak usah membawanya kesana." Ucap Maharani kesal karena Laras selalu ikut campur dalam masalahnya.
" Kenapa kamu menyalahkan aku? Seharusnya kamu yang salah, karena membuat merencanakan hal seperti itu."
" Emangnya kenapa? Aku hanya ingin membuktikan kelakuan jahatnya si Jessica itu! Kamu tidak ikut campur deh!"
" Sudah cukup! Kenapa kalian berdua berantem seperti ini? Aku harus mengajak Laras untuk ikut denganku ke acara itu. Akan sangat mencurigakan jika kita hanya berdua saja. Jadi Laras harus ikut, apalagi pak damar tahu jika aku sudah menikah." Kata Denis, melibatkan istrinya dalam rencana mereka.
" Jadi, sebenarnya sejak tadi aku sudah terlibat dalam masalah ini? Jadi kalian berdua memanfaatkan ku?" Laras begitu kecewa hatinya sakit melihat kelakuan suaminya yang ternyata melibatkan dirinya untuk menghancurkan hubungan rumah tangga orang lain.
" Tapi itu tidak benar, Denis." Ucap Laras menangisi perbuatan suaminya.
" Apaan sih! Justru itu bagus membantu pekerjaan suamimu!" Ucap Maharani dengan kesal kepada Laras.
__ADS_1
" Laras, mungkin metode ini tidak baik menurut mu. Namun ini dilakukan untuk pak damar yang sudah baik kepada kita. Wanita itu sudah menipu sejak lama, bahkan menyakiti perasaan. Aku hanya ingin membantu saja. Dan sudah cukup kita untuk membahas tentang ini. Cukup kita bertiga yang tahu, jangan sampai hal ini didengar oleh pak damar. Jika pak damar tahu, kita bertiga akan dapat masalah." Kata Denis menenangkan mereka berdua. Lalu pergi begitu saja, dia sudah lelah dengan sikap Laras yang tidak mengerti dengan keadaannya.
Laras hanya terdiam, memangnya harus sejahat itu untuk sebuah pekerjaan bagi Denis. Laras tidak habis pikir dengan pemikiran suaminya. Niat Denis ingin membantu namun bagi Laras, itu bukanlah sebuah bantuan. Karena dalam sebuah pekerjaan bagi Laras tidak adanya rencana jahat untuk menjatuhkan orang lain.
" Laras, aku akan tidur di sini untuk sementara sebelum menemukan tempat untuk disewa. Aku akan menemukan tempatnya secepat mungkin, aku tahu kamu pasti tidak akan nyaman dengan keberadaan ku disini." Ucap Maharani.
" Terlepas bagaimana Denis menangani masalah ini, setidaknya dia mengklaim jika itu untuk pekerjaan. Tetapi untukmu, Rani. Alasan apapun yang kamu buat, semuanya tidak akan diterima. Karena kamu hanya ingin mencuri suami orang lain. Mengapa kamu tidak menunggu sampai mereka bercerai? Kamu tidak harus melakukan itu hanya karena dendam, bahkan kamu berani membuat rencana jahat seperti itu!" Kata Laras sambil menangis, dia begitu kecewa dengan tindakan sepupunya. Yang ingin mendapatkan damar, sepupunya itu harus melakukan rencana jahat itu.
" Begini saja, apa yang terjadi hari ini bukan rencana ku, melainkan suami mu yang merencanakannya." Ucap Maharani sambil tersenyum.
" Rani, apa maksudmu?"
" Awalnya aku cuma berencana ingin mengajak Vernon menemui Jessica diacara itu, namun suamimu malah mengubahnya. Bahkan yang memesan kamar hotel itu dan memberi undangan pada Vernon adalah suamimu. Dan juga suamimu yang memasukan obat kedalam minuman Jessica hingga Jessica begitu lemah. Bagaimana dia seorang diri memikirkan rencana yang rumit seperti itu? Aku awalnya tidak ingin menggunakan rencana ini. Aku takut jika itu akan gagal. Namun aku mencoba membiarkannya, dan ternyata rencana itu berhasil. Jadi, seharusnya kamu mengevaluasi dirimu sendiri, tipe suami seperti apa yang telah kamu nikahi. Aku menjamin, jika hal seperti ini bukanlah yang pertama dan juga bukanlah yang terakhir baginya!" Kata Maharani dengan kesal, lalu pergi begitu saja.
__ADS_1
Sedangkan Laras yang mendengarnya, bibirnya terasa bergetar. Dia tidak menyangka jika semua itu adalah rencana suaminya. Sedangkan Maharani hanya terlibat dalam rencana tersebut. Laras menangis, dia begitu tidak menyangka jika suaminya yang selalu dianggap baik olehnya merencanakan ide jahat seperti itu pada orang lain. Laras terus menangis, padahal dia sudah meminta suaminya untuk selalu jujur padanya, namun suaminya diam-diam melakukan hal jahat semacam itu. Laras hanya bisa menangisi dirinya, wanita yang ingin hidup dengan baik namun menikah dengan seorang pria yang ternyata memiliki sifat jahat yang tidak disangka oleh Laras.