Pengkhianat Cinta

Pengkhianat Cinta
episode 37


__ADS_3

Suara teriakan itu mengalun nyaring dan keras hingga terdengar keluar rumah.


"Ibu, mas lulus Bu" suara itulah yang terus menerus terdengar hingga mungkin orang orang yang mendengar nya akan bosan. Ya suara siapa lagi kalau bukan mas yudhi, dia berteriak-teriak sudah seperti orang yang kesetanan saja ups maksudnya kesurupan soalnya selain berteriak-teriak dia juga sambil lompat-lompat kegirangan dengan memegang handphone di tangan kanannya.


"Ya ampun mas, ibu tidak tuli. Jangan teriak-teriak begitu malu mas di denger satu kampung" ucap ibu memegang kening nya sendiri sambil di pijat efek lihat kelakuan putranya yang aneh sejak tadi pagi.


"Biarin aja Bu, mas kan hanya mengekspresikan kebahagiaan mas aja Bu" jawab mas Yudhi yang sedang berdiri di sambil ibunya itu.


"Seneng sih boleh aja tapi gak gitu juga kali mas. Kamu udah ucapin rasa syukur belum, jangan lupa nih juga berkat Allah SWT" kata ibu mencoba mengingatkan putranya.

__ADS_1


"O ya mas lupa Bu" jawab mas Yudhi singkat, ibu hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan putra sulungnya itu.


"Nilai kamu berapa mas?" tanya ibu lagi padanya.


"Mas masuk peringkat ketiga di sekolah mas Bu" ucap mas Yudhi setelah berdoa.


Mas Yudhi membalas pelukan ibu "Terimakasih ya Bu, ini juga berkat ibu, Abah juga mas sampai begini" kata mas Yudhi mengingat akan doa-doa yang selalu kedua orang tuanya itu panjatkan untuk dirinya.


"Ya itu kan kewajiban orang tua mas tuk doakan anak-anaknya agar selalu bahagia" jawab sang ibu hingga membuat mas Yudhi meneteskan air matanya, dia ingat dengan sebuah ungkapan "boy don't cry" dia memang seorang pria tapi apakah seorang pria tidak boleh menangis bahagia karena kedua orang tuanya sangat menyayangi dan perhatian padanya, apakah seorang pria tidak boleh menangis ketika dia belum bisa membahagiakan kedua orang tuanya, apakah hanya wanita saja yang bisa menitikan air matanya tidak biarlah dia menangis karena alasan tersebut bukan karena dia lemah dan dia berpikir wanita yang sering menangis itu bukan berart lemah hanya saja cara pria dan wanita yang berbeda mengekspresikannya.

__ADS_1


Tanpa mas Yudhi sadari ibu sudah menatapnya dengan tatapan yang berbeda,penuh selidik dan tajam membuat dia salah tingkah.


"Ibu kenapa lihat mas seperti itu sih" tanya mas Yudhi bingung. Ibu pun membuka suaranya dengan nada sedikit meledek " kaya kayanya ada yang nangis nih, ibu baru lihat mas nangis lagi deh kayanya".


"Emang nya mas gak boleh nangis Bu, lagi pula ini tuh tangis bahagia karena 12tahun mas sekolah ini adalah akhirnya ya walau masih ada pendidikan yang lebih tinggi lagi tapi kan selama 12 tahun ini ibu dan Abah tiada hentinya membiayai dan mendoakan mas, kan berbeda tangisan nya Bu sedangkan mas nangis waktu kecil kan itu karena mas nakal makanya ibu marahin" jawab mas Yudhi yang gak mau merasa malu karena di ledekin ibunya itu.


"Ibu mengerti kok itu berarti kamu sudah dewasa mas, sudah bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Ibu bangga sama kamu mas" ucap ibu sambil mengelus puncak kepala putranya itu yang di tumbuhi rambut yang hitam dan lebat.


"Mas juga bangga punya ibu dan Abah yang sangat sayang sama mas" jawab mas Yudhi sambil tersenyum pada sang ibu.

__ADS_1


__ADS_2