Pengkhianat Cinta

Pengkhianat Cinta
Bab 53


__ADS_3

Damar duduk sendirian di sofa sambil meminum sebotol wine, Jessica datang menghampiri suaminya dan duduk disampingnya suaminya. Dia meminta damar untuk mengatakan sesuatu padanya. Namun, damar justru meminta untuk kembali ke kamar dan beristirahat, karena damar ingin sendiri. Tetapi Jessica tetap memaksa dia ingin damar mengatakan sesuatu atau bertanya padanya setidaknya damar menunjukan rasa perduli padanya. Namun damar sudah muak dan lelah dengan kelakuan Jessica. Jessica membela jika dia dijebak oleh mantan pacar damar, pengacara serta istrinya si pengacara itu. Namun damar justru merasa kesal padanya, karena dia percaya jika Jessica sudah menipunya.


" Aku tidak menipumu damar, mantan pacarku itu dan pengacara mereka sudah bekerja sama untuk menjebak ku." Kata Jessica agar damar percaya padanya.


" Bukan masalah ini, tapi selama kita menikah apakah kamu pernah tidak menipuku, hah!" Bentak damar.


Damar meraih kedua tangan istrinya, dia ingin sebuah kejujuran yang keluar dari mulut istrinya, " Jess, jika apa yang kamu katakan tentang pak denis itu benar, aku berjanji akan memberimu kesempatan. Tetapi, bisakah kamu jujur padaku jika pria yang aku temui tadi adalah kekasih mu?"


Damar melihat wajah istrinya, airmata mengalir merasakan rasa sakit yang lagi-lagi dia rasakan. Sudah berkali-kali dia dikhianati oleh istrinya, dia butuh kejujuran dari Jessica. Bahwa apa yang ditemui barusan bukanlah kekasih Jessica. Namun Jessica malah terdiam, dan tidak menjawabnya sama sekali.


" Kenapa kamu diam saja? Kenapa kamu tidak menjawab jika kamu telah menipuku?" Bentak damar ingin sebuah kejujuran dari Jessica.


"Tidak! Aku tidak pernah menipumu! Aku sudah mengatakan jika Vernon hanyalah teman junior ku, bukanlah kekasih seperti apa yang mereka katakan." Jessica membantah semua tuduhan itu.


" Benarkah! Apa kamu berani untuk bersumpah?"


Jessica terdiam sejenak lalu menjawab, " Untuk apa? Kamu sendiri tidak pernah percaya padaku. Justru itu yang menjadi alasan untuk segera menceraikan ku!"


" Sebenarnya, aku sudah kalau kamu sudah berbohong kepadaku! Kamu telah berbohong padaku selama ini, kamu menipuku dan bahkan telah membodohi ku tapi aku bukan orang bodoh! Aku bukan orang bodoh yang tanpa otak! Aku tidak sebodoh itu, Jess! Tidaklah kamu terima jika kamu sudah tidak setia! Tidak bisakah kamu terima jika kamu sudah menipuku! Katakan!" Bentak damar kepada Jessica.


Jessica justru menampar wajah damar, dia mendorong damar dengan mengatakan jika damar adalah suami yang mengerikan. Dia terus mendorong suaminya itu. Hingga damar yang sudah tersulut emosi, hampir mengangkat tangannya untuk memukul Jessica. Namun damar mengurungkannya, damar tidak melakukan hal semacam itu. Jessica terdiam, menangis dan duduk di sofa. Sedangkan yang sudah kacau, menendang sofa mengumpat karena hampir mencelakakan istrinya. Damar mengambil kunci dan ingin pergi dari rumah.

__ADS_1


" Kamu mau kemana?" Tanya Jessica melihat damar yang hendak pergi.


" Diam! Jika aku berada disini, aku mungkin akan membunuhmu!" Bentak damar lalu kendang lagi sofa, kemudian pergi begitu saja.


Jessica hanya bisa menangis, dia teringat akan janjinya untuk menjadi istri yang baik untuk suaminya. Dia sudah berjanji untuk berbuah dan menjadi istri yang baik bagi suaminya. Namun seketika janji itu hilang karena sebuah jebakan yang membuat suaminya makin percaya jika Jessica tidak akan berubah. Jessica begitu kesal, dia mengepalkan tangannya, Jessica tidak ingin pernikahannya hancur. Dia tidak ingin damar menceraikannya. Dia harus membalas dendamnya, dan mencari bukti jika dirinya memanglah dijebak oleh Maharani dan Denis.


Sedangkan damar mengendarai mobil dengan penuh emosi. Dia seperti orang gila karena memikirkan masalah yang baru saja terjadi. Dia ingin Jessica berkata dengan jujur, namun lagi-lagi Jessica mengelak. Damar seperti orang bodoh, di berteriak didalam mobil sambil memukul setir mobilnya. Meluapkan semua amarahnya dan kekesalannya.


Jessica tidak ingin berdiam saja, dia ingin membalas dendamnya. Jessica membuka brankasnya, mengambil sebuah pistol yang tersimpan. Dilihatnya pistol tersebut dengan mata penuh amarah. Malam ini juga dia ingin membalas dendamnya, karena sudah membuat semua rencananya hancur. Jessica membawa pistol itu keluar bersamanya. Menemui seseorang yang ingin dia balaskan dendamnya.


Didalam apartemen, Vernon seperti tidak tenang. Dia gemetaran, karena wajahnya sudah diketahui oleh damar. Bisa saja hal buruk akan terjadi padanya. Apalagi Maharani justru mengatakan didepan damar jika dia adalah kekasih Jessica, membuat Vernon tidak tenang. Dia takut jika damar bisa saja melakukan hal yang buruk padanya, apalagi dia sudah merebut istri orang lain.


Vernon mempersilahkan Jessica untuk masuk ke apartemennya. Sebelum masuk Jessica mengucapkan terima kasih terlebih dahulu kepada kekasih Vernon yang sudah membantunya. Ketika Jessica masuk, Vernon terus berjalan mundur, dia begitu ketakutan melihat Jessica membawa sebuah pistol.


" Kak Jess, aku mohon tenang. Jangan memalukan sesuatu yang buruk padaku."" Ucap Vernon memohon, dia tidak ingin terjadi apa-apa pada dirinya.


" Beraninya kamu menjebak ku! Terlepas dari semua yang pernah aku lakukan padamu, hah!" Bentak Jessica.


Vernon sangat takut, dia sampai berlutut dan memohon didepan Jessica." Kak Jess, aku mohon maafkan aku. Aku harus melakukan itu, kalau tidak mereka mengancam ku dengan akan menganggu hidupku serta akan melaporkan ku ke polisi. Aku takut."


" Apa? Kamu takut pada mereka tetapi bukan padaku!" Bentak Jessica mengangkat pistol yang dibawanya.

__ADS_1


" Kak Jess, aku mohon." Teriak Vernon takut jika Jessica akan betul-betul menembak dirinya. Namun menahan sakit bukan karena ditembak oleh Jessica melainkan Jessica menendangnya.


Vernon memohon dan bahkan memeluk kaki Jessica, " kak Jess, mereka mengancam ku, jika aku membantumu, mereka akan melaporkan aku ke polisi atas kasus percobaan pelecehan seksual. Katanya dia memilih seorang kenalan polisi yang kuat, " kata Vernon begitu ketakutan.


"Siapa yang bilang?" Tanya Jessica.


" Maharani." Jawab Vernon.


" Bodoh! Bagaimana orang seperti dia bisa punya koneksi! Dan kenapa kamu begitu percaya begitu saja padanya!" Bentak Jessica mendorong Vernon.


" Bagaimana apa yang dia katakan itu adalah benar? Aku sangat takut ancaman itu." Ucap Vernon.


" Kenapa kamu tidak memberitahu ku terlebih dahulu? Kenapa kamu membiarkan mereka menggunakan mu?"


" Itu karena kamu tidak pernah menghubungi ku, bahkan kamu seolah seperti menjauh dariku. Bagaimana aku bisa percaya jika kamu akan membantu ku?"


" Dasar bodoh! Sekarang kamu menyadari betapa bodohnya kamu, hah!" Bentak Jessica dengan kesal terus menendang Vernon karena sudah membantu Maharani untuk menjebaknya.


Damar berjalan sendirian di jembatan, banyak mobil dan motor berlalu-lalang. Damar mencoba menenangkan pikirannya dengan melihat lautan lepas. Suasana malam yang menyejukkan membuat hatinya begitu lega. Namun, tiba-tiba Denis meneleponnya dengan mengatakan jika Denis mendapatkan sebuah telepon dari seorang gadis suruhannya jika dia melihat Jessica berkunjung ke apartemen Vernon. Damar begitu terkejut mendengar hal itu, padahal belum juga mereka berdua menyelesaikan masalah. Namun Jessica kembali membuat masalah lagi dengan datang berkunjung ke apartemen Vernon. Damar mematikan sambungan teleponnya dan segera berlari menuju mobilnya.


Denis yang menelpon damar tersenyum penuh kemenangan, kini dendamnya sudah terpenuhi dan pekerjaan dilakukan dengan baik. Tinggal menunggu damar meminta bantuannya. Tanpa Denis sadari Laras mendengar semuanya, dia mengintip kelakuan suaminya itu.

__ADS_1


__ADS_2