
Angelina Jennifer
aku masih ingat dia pernah menjadi
sahabat terbaik ku saat kami duduk di SMA,
ia anak yang pintar kami berdua selalu support satu sama lain, bahkan begitu kompak ketika bersama, kadang-kadang ada yang sering mengatakan jika kami tampak seperti kakak beradik. Aku memang hanya anak tunggal dalam keluargaku jadi aku selalu menganggapnya sebagai Kakak perempuan yang begitu baik.
Tapi itu tidak bertahan sampai pada suatu hari aku mengetahui jika ia mulai menyukai Kak Mattew, bisa di anggap dia adalah orang pertama yang akan selalu ku ceritakan tentang Kak Mattew, bahkan sering kali kami selalu jalan bersama. Aku tak menyangka jika di belakang ia telah lama menyukai Kak Mattew, Ia selalu ingin bersama berdua dengan Kak Mattew. Dalam pikiran ku waktu itu Anggie tak seharusnya menaruh perasaan pada Kak Mattew karena ia bahkan tahu jika aku Benar-benar mencintai Kak Mattew sejak lama. Karena sudah tak tahan lagi akhirnya aku memutuskan untuk berbicara empat mata dengannya tepat dimalam Minggu di sebuah cafe tempat dimana kami sering Nongkrong bersama.
"Anggie? Aku ingin bertanya sesuatu yang penting denganmu, tapi aku ingin kau jawab dengan sejujurnya, tanpa menyimpan rahasia sedikit pun di antara kita, kita sudah berteman lebih dari 10 tahun lamanya aku tak pernah menyembunyikan apapun darimu mulai dari soal keluarga, tentang diriku, bahkan tentang hubungan asmara ku ", kata Wulan dengan serius.
"Yah, Wulan kau benar jadi apa yang ingin kau tanyakan padaku? ", Tanya Anggie dengan penasaran.
"Aku hanya akan bertanya satu hal penting ini kepada mu, aku berharap kau akan menjawabnya dengan jujur", kata Wulan.
"Baiklah, katakan apa yang ingin kau tanyakan aku akan menjawabnya dengan jujur", kata Anggie sambil tersenyum.
Wulan akhirnya menghela nafas panjang-panjang, ia tampak begitu serius tentang pertanyaan yang akan ia ajukan kali ini, hingga membuat Anggie begitu penasaran. Namun tanpa basa-basi Wulan langsung to the point' dengan pertanyaan tersebut.
"Apa kau menyukai Kak Mattew?
Pertanyaan singkat,padat, dan jelas itu sungguh membuat Anggie terdiam dan membisu, tubuhnya bahkan tak berkutik apalagi dengan ekspresi Wajahnya.
"Aaa..apa maksudmu Wulan?", Tanya Anggie dengan terbata-bata. Ia tampak dengan jelas jika merasa risih ketika di tanya soal perasaannya kepada Kak Mattew apalagi harus di jawab dengan Jujur.
"Ku rasa aku tak perlu mendengar jawaban dari mulut mu itu, karena dari ekspresi wajah mu saja sudah terlihat sangat jelas dengan jawaban yang selama ini aku benci", kata Wulan dengan Ekspresi datar.
"Aku...aku bisa jelaskan soal hubungan ku dengan...
"Kau tidak bedanya dengan teman-teman ku yang lainnya Anggie. Kau tampak berbeda secara fisik tapi begitu sama jika mengenai Akhlak, aku tak menyangka jika orang yang begitu ku percaya selama ini bisa-bisanya menusukku dari belakang", kata Wulan.
__ADS_1
"Yah!! Yah Wulan kau benar aku juga menyukai Kak Mattew, aku... Sama seperti mu aku juga memiliki perasaan. Aku juga seorang wanita apa kau tahu jika selama ini laki-laki yang selalu bersama dengan kita Hanya Kak Mattew! Bagaimana bisa aku tak jatuh hati padanya, tapi aku tak bermaksud untuk merebutnya dari mu Wulan
"Diam!!! Itu hanya alasan! Kau bahkan mempunyai pacar bagaimana bisa kau menaruh perasaan pada Kak Mattew? Lalu apa yang bisa kau jelaskan mengenai foto-fotomu yang begitu dekat dengannya ini? Kata Wulan sambil melemparkan beberapa foto tentang kedekatan Anggie dan Kak Mattew.
Tangannya bergetar karena ketakutan, dengan mata berkaca-kaca ia sungguh merasa bersalah kepada Wulan.
"Aku tak bermaksud begitu Wulan, aku memang dekat dengan Kak Mattew tapi kami tak menjalin hubungan yang lebih. Kau.. kau tahu juga kan jika kak Mattew Hanya menyukai mu", kata Anggie
"Jangan memberi alasan yang membosankan, aku sudah kecewa dengan semua ini. Jika dulu adalah kau adalah sahabat ku, ingatlah hari ini aku sudah menjadi musuhmu yang paling kau benci di antara banyaknya musuh mu", kata Wulan dengan ekspresi datar Wulan pun meninggalkan Anggie duduk sendirian dengan mata yang berkaca-kaca.
Aku bahkan terlalu percaya padamu, mungkin aku telah menjadi salah satu orang yang bodoh dalam memilih teman, sebelumnya aku tak pernah membayangkan jika Anggie akan menusukku dari belakang, karena aku selalu berpikir jika ia adalah sahabat terbaik ku. Tapi nyatanya salah, ia bahkan tak meminta maaf tentang kesalahannya itu padaku, yah Membencinya adalah cara yang paling tepat untuk sekarang.
Keesokkan harinya Anggie sudah menunggu Wulan di depan kelas, ia membawa coklat kesukaan Wulan. Ia berharap permintaan maafnya itu dapat di kabulkan, tapi usahanya itu tak di bantu oleh beberapa temannya.
"Hei Wulan mengapa kau membawa coklat? Apa kau sedang bertengkar dengan Wulan lagi? Tanya siti
"Aku tidak apa-apa meminta maaf duluan kepadanya, tunggu saja Wulan pasti akan memaafkan ku setelah ini", kata Anggie tak memperdulikan perkataan teman-temannya itu.
Semua tak berlangsung seperti rencananya, saat Wulan datang ia dengan baiknya memberikan Coklat tersebut di tangan Wulan sambil berkata
"Wulan ini coklat kesukaan mu aku membelinya khusus untuk mu...
Belum menyelesaikan semua perkataannya Wulan langsung memotong dan melemparkan coklat tersebut di tempat sampah.
"Hentikan! Jangan bersikap seolah-olah kau adalah sahabat ku lagi! Apa kau tidak malu menyogok orang dengan coklat seperti itu? Anggie aku sekarang adalah musuhmu apa kau lupa soal kejadian tadi malam? ", Kata Wulan dengan keras.
Anggie tidak percaya dengan sikap Wulan yang mempermalukannya di depan kelas, ia tak menyangka jika Wulan akan membencinya dengan sungguh-sungguh, dengan mata yang berkaca-kaca ia menatap wajah Wulan dengan sedih.
"Jangan membuat ku seperti orang jahat Anggie! Aku disini sebagai korban mu bukan sebagai orang yang jahat! ", Kata Wulan.
"Jika tak ingin menerimanya kau tak perlu membuangnya, aku baru tahu jika kau begitu sombong! Haha aku yang jahat? Baiklah akanku tunjukkan bagaimana orang jahat bersikap ", kata Anggie sambil mencengkeram dagu Wulan membuat ia merintih kesakitan.
"Lepaskan tanganmu Anggie kau melukai wajahku", kata Wulan sambil menahan tangan Anggie
__ADS_1
Mulai saat kejadian itu mereka berdua tak lagi akur, bahkan sering bersaing dalam segala apapun, mulai dari peringkat dalam kelas, lomba-lomba yang ada di dalam dan diluar sekolah. Mereka taj bisa di satukan dalam team jika tak ingin terjadi sesuatu yang fatal.
Bahkan ada yang menjuluki dengan sebutan devil's twin yang berarti kembar Iblis, memang kedua gadis itu tak berkelakuan seperti iblis yang jahat kepada semua orang tetapi kelakuan mereka berdua jika di persatukan akan berubah menjadi Iblis yang tak bisa di pisahkan.
Mulai sejak itu Kak Mattew tak pernah terlihat dekat lagi dengan Anggie, Wulan memang tak tahu mengenai alasan Anggie menjauh darinya tapi yang ada di benaknya jika Anggie tak mampu bersaing untuk mendapatkan Kak Mattew sepenuh hati dengannya.
Tapi dalam kenyataannya Anggie bertemu dengan Kak Mattew sehari setelah mereka bertengkar. Anggie menceritakan semua kejadian yang mereka alami mulai dari malam dimana Wulan membencinya sampai hari dimana mereka mulai saling membenci satu sama lain.
"Maaf kak, untuk kedepannya aku tak akan dekat lagi dengan mu, kau tak perlu berpikir yang aneh-aneh, kau tak melakukan hal yang salah sampai aku ingin menjauhi mu, melainkan aku yang sudah berbuat salah selama ini. Jujur aku sudah melukai Wulan, aku melanggar janji kita tentang tak akan pernah menyukai orang yang sama. Dia benar-benar membenci ku karena sudah melanggar, aku tak bermaksud menyangkalnya, aku memang sempat menyukai Kak Mattew. Tapi tenanglah sekarang aku sudah melupakan mu, aku juga tahu diri sudah memiliki kekasih", kata Anggie
"Jadi kalian berdua bertengkar hanya karena itu? Aku tak percaya jika Wulan akan membencimu sampai begitu besar seperti ini", kata Mattew.
"Yah, mungkin menurut kak Mattew ini hanyalah masalah kecil, tapi entahlah dimata Wulan itu menjadi penghianatan yang besar baginya apalagi aku adalah orang yang begitu dekat dengannya selama ini, ia pasti sangat terluka karena ku", kata Anggie
"tenanglah aku akan membantumu untuk berbaikkan dengannya, Jangan di masukkan ke dalam hati perkataan Wulan waktu itu, kau tahu Wulan bagaimana orangnya ia memang begitu keras kepala ", kata Kak Mattew.
"Tidak apa-apa kak, aku merasa senang melihat ia bersaing dengan ku. Wulan tampak seperti adikku Kak Mattew tentu tahu jika ia hanya anak tunggal jadi ia memiliki ciri khas tak mau jika ada hal yang ia inginkan di rebut oleh orang lain. Aku tak ingin cepat berbaikkan dengannya karena ku rasa itu cukup menyenangkan untuk sekarang", kata Anggie.
"Yah terserah kau saja, tapi jangan sampai lama, akan terasa asing jika kalian berdua tak bersama dengan ku", kata Mattew.
"tenanglah kak, oh yah aku ingin kau berjanji satu hal kepada ku tenanglah janji ini hanya begitu simple", kata Anggie.
"Baiklah katakan padaku
"Aku ingin kau tak akan pernah meninggalkannya apalagi menyakiti hatinya, aku tahu sekarang ia tak memiliki seorang pun untuk mencurahkan segala isi hatinya jika nanti menghadapi masalah, jika dulu aku yang akan selalu berada di sampingnya situasi sekarang sangatlah berbeda dan pasti akan tampak asing baginya, ku harap kau mengerti maksud ku", kata Anggie.
"Permintaan mu itu Simple jika dikatakan tapi sulit untuk dilakukan, tapi tenanglah aku akan mengusahakannya. Aku juga ingin berpesan sesuatu kepada mu", kata Mattew.
"Apa itu kak?
"Jaga hubungan yang telah kau bangun sejak lama, dan....
"dan apa? tanya Anggie dengan penasaran
"dan jangan berpacaran berlebihan", kata Mattew dengan nada merayu membuat Anggie merinding ketika mendengar kata tersebut.
"Apa sih kak, apa maksudmu Berpacaran berlebihan, memangnya pacaran berlebihan itu seperti apa? aku tak mengerti maksud mu", kata Anggie
__ADS_1