
Materi Selanjutnya di hari kedua ini adalah tentang Public Speaking, dimana pembicara telah berdiri di depan untuk memberikan materi dan pengarahan. Saat itu Wulan duduk tegak dengan punggung lurus dan bahu ke belakang. Ia duduk sampai bagian belakang tubuh menyentuh kursi dengan tak lupa posisi lutut sejajar dengan pinggul sungguh sesuai dengan tata cara duduk yang sopan.
Di depan sudah ada Ibu yang akan menjadi narasumber dari isi tema sore pada waktu itu, ia terlihat berumur 40 Tahunan sudah mulai tua tapi tetap terlihat cantik, dan elegan.
Dengan sapaan yang ramah sambil tersenyum
"Selamat sore untuk Semua Finalis Putra-Putri yang hadir pada sore hari ini, saya sangat bangga Karena adik-adik sampai detik ini masih terlihat begitu antusias dan semangat, tentu membuat saya sangat bersyukur hadir menjadi salah satu Narasumber di tempat ini. Tentunya Semua sudah tahu apa tema yang akan saya bawakan pada sore ini?
Para Finalis Langsung menjawab dengan serentak " Public Speaking ".
"Yah benar, siapa yang tahu tentang pengertiannya Public Speaking? ", Tanya Narasumber itu.
Dua tiga orang mengangkat tangan salah satunya Wulan. Tentu hanya 1 jawaban saja yang di perlukan. Akhirnya yang menjadi Narasumber itu menunjuk Wulan untuk memberikan ia kesempatan menjawabnya.
Wulan pun maju kedepan sambil memegang gagang Mic dan tak lupa ia memberikan senyuman yang sopan sebagai bentuk ia menghormati sang pembicara.
"Baik, Perkenalkan nama saya Wulandari Putri Ayu dari Jurusan Administrasi Bisnis Angkatan 2020. Baik menurut saya Public Speaking adalah komunikasi lisan berupa pidato, ceramah, presentasi, dan jenis berbicara di depan umum (orang banyak) lainnya. Public Speaking juga diartikan sebagai "pembicaraan publik" yang maksudnya berbicara di depan orang banyak juga. Terima kasih itu jawaban dari saya ", Kata Wulan Kemudian mengembalikan kembali Microfon kepada salah satu Narasumber itu.
__ADS_1
"Baik, silahkan duduk. Yah tepat sekali apa yang di katakan oleh Wulan. Jadi dapat kita simpulkan bahwa Public Speaking itu adalah.....
Materipun berlanjut sebagaimana mestinya, semua Finalis selalu memberikan senyuman yang ramah tapi tidak dengan Icha dan Anggi. Mungkin jika dari luar mereka berdua terlihat biasa saja, tapi dalam hati mereka berdua ingin menjawab pertanyaan tadi tapi tak bisa karena yang di tunjuk adalah Wulan.
Tapi masih ada beberapa pertanyaan yang bisa mereka jawab, Anggie masih beruntung karena bisa di tunjuk untuk maju kedepan. Berbeda dengan Icha ia tak memiliki kesempatan untuk menunjukkan kualitas di dalam dirinya. Saat Materi berlangsung Wulan sungguh merasa risih. Ia cukup terganggu saat Kak Nando selalu menatapnya dari kejauhan.
Kak Nando? ada apa dengannya?
mengapa selalu memperhatikan dan melirik kearah ku? ih sebenarnya apa maunya dia sih?
bukan merasa sok pede, tapi Wulan telah Memperhatikan dengan jelas jika Kak Nando memang terus menatapnya. Sesekali Wulan dengan Sengaja mengambil bukunya untuk menutupi Wajahnya dari pandangan Kak Nando dengan begitu Ia tak akan merasa terusik lagi. Tapi bukannya membaik malah membuat Wulan geram dan ingin Berteriak karena rupanya Ketua Panitia itu justru berdiri di samping Wulan.
"tidakkah Kak Nando bertanya tentang apa alasanku menutup wajahku dengan buku?", Kata Wulan dengan judes.
kata-kata Wulan sungguh membuat Ketua Panitia itu Tertawa sampai ia langsung keluar dari ruangan Karena takut jika tawanya itu akan meledak dan menganggu suasana ruangan yang tenang itu.
huh pergi menjauhlah aku tak suka orang aneh seperti kau!
__ADS_1
Sesi Materi yang ke tiga telah selesai di laksanakan, tak lupa untuk mengakhiri tema saat itu semua Finalis dan Narasumber yang hadir melakukan foto bersama. Foto kedua yaitu foto bersama para Tamu penting, Narasumber yang di undang, ketua Panitia, dan terakhir Salah satu Finalis Putra-Putri perwakilan dari para Finalis. Beruntungnya yang di tunjuk adalah Wulan tentu membuat ia Senang.
***
Jam Makan malam telah tiba membuat semua Finalis berkumpul di meja dan kursi yang telah di sediakan oleh para Panitia.
Kursi dan meja di atur memanjang sesuai dengan jumlah para Finalis yang hadir. Para Finalis duduk secara terpisah sesuai Gender, Disisi kanan di isi oleh para Finalis Putra dan sebaliknya di sisi Kiri di isi oleh para Finalis Putri.
Sebelum makan malam ada Beberapa arahan yang di sampaikan oleh senior terutama ketua Panitia.
Ketupat tahun ini sungguh cerewet mengapa langsung makan saja sih? Gumam Icha dalam hati.
"Maaf sudah banyak bicara, silahkan makan malam hari ini sudah bisa dimulai. Dan terakhir saya minta satu orang untuk berdoa terserah Putra atau Putri yang mewakili silahkan ", kata Ketua Panitia.
Tanpa menunggu lama Anggie langsung mengangkat Tangannya dengan cepat.
"Silahkan maju kedepan
__ADS_1
Huh padahal aku baru saja akan mengangkat tangan, dasar Anggie terlalu banyak cari Muka. Aku tak suka dengannya!! Gumam Icha dalam hati.