Pengobat Hati

Pengobat Hati
Episode 14


__ADS_3

Keesokkan harinya Seperti biasa Wulan berangkat pergi ke kampus, ia tampak normal-normal saja menjalankan aktivitas tapi tidak secara mental. Dokter Anggra memahami hal itu, ia cukup paham keadaan Wulan hingga Dokter Anggra selalu mengusahakan beberapa cara agar dapat membantu Wulan untuk cepat membaik.


Hari demi hari Dokter Anggra selalu merencanakan kencan buta tersebut. Sudah hampir 20 orang yang Wulan temui setiap hari tapi rata-rata orang tersebut tidak ada yang cocok dengannya, mulai dari ada yang ingin mengajak menikah, bahkan ada yang minta aneh-aneh, ada yang anak mami, ada yang baru ketemu langsung minta pelukan, ciuman bahkan lebih dari itu. Wulan tak tahan lagi untuk kencan dengan orang-orang seperti itu, ia sudah muak dengan orang yang tidak ia kenal sebelumnya.


"Sudahlah kak aku tak pernah membutuhkan kencan buta seperti ini, aku akan menemukan seseorang yang benar-benar mencintai ku dengan tulus cepat atau lambat. Kau tunggu saja ", kata Wulan


"Kumohon satu kali ini saja, kau mungkin akan menyukainya jangan sampai melewatkan kesempatan ini Wulan ", kata Dokter Anggra sambil bermohon


Wulan pun menghela nafas panjang-panjang mencoba untuk menenangkan dirinya


"Baiklah, bisakah memberikan identitasnya padaku? Aku ingin melihat seperti apa dia", kata Wulan.


"Ambil Amplop yang ada di saku belakang, amplop yang berwarna coklat, kau bisa ambil yang di dalamnya", kata Anggra sambil memberi instruksi.


Wulan pun mengambil Amplop yang dimaksudkan tadi, setelah menemukannya ia cepat-cepat membuka profil identitas Pria yang dimaksudkan oleh dokter Anggra tadi. Ia cukup teliti ketika membaca setiap hal yang tertulis dalam kertas tersebut.


"Angga Setiawan dia seumuran dengan mu kak, Orangnya terlihat begitu cupuh dan alay masa harus mengenakan Kacamata dan topi di saat bersamaan. Hm


Wulan melanjutkan membaca pekerjaannya


Dia seorang dokter sama seperti mu kak, dan hal yang paling dia sukai adalah bahagia. Menurut ku dia cukup aneh kak tubuh gendut, riasan wajah kayak Oppa-oppa korea anaknya pasti K-popers, tidak ada yang menarik dari dia ", kata Wulan kemudian menutup lembaran itu ke dalam amplop.


"Coba saja, aku janji ini akan menjadi hari kencan terakhir mu karena aku tak akan memaksa lagi kau untuk berkencan sama siapapun ", kata Anggra.


Wulan menghela nafasnya kembali, tampak ia sudah lelah jika harus berkencan setiap hari karena itu menguras beberapa tenaga dan waktu.


"Baiklah kak, akan ku lakukan hanya untuk hari ini saja


Sesampainya di rumah Wulan telah bersiap-siap seperti biasa dengan Riasan wajah yang Natural menambah kesan penampilan yang baik jika dilihat. Dokter Anggra terlihat tidak sabaran ingin cepat-cepat pergi ke Cafe yang sudah dijanjikan itu.


"Sabar kak, aku harus memakai lipstik dulu", kata Wulan


"Sudah begitu saja, jangan terlalu tebal memakainya ingat dia tidak suka melihat gadis memakai riasan yang terlalu tebal", kata Dokter Anggra membuat Wulan cemberut lalu langsung turun ke bawah.


Memangnya seberapa spesial sih orang yang akan kita akan temui ini? Aku saja tak begitu seantusias kak Anggra, cih untung saja ini hari terakhir ku untuk berkencan.


Setelah menempuh perjalanan kira-kira


15 menit akhirnya Wulan tiba disebuah Restaurant XX yang terlihat tidak begitu ramai.


Mereka berdua pun duduk di tempat yang sudah di janjikan, Wulan memasang wajah suntuk ia tampak begitu kesal.


"Dimana dia? Masa aku yang harus menunggunya disini sendirian, kak Anggra aku lupa memesan sesuatu aku paling benci jika harus menunggu seseorang, dia itu kan cowok masa aku yang harus menunggunya", kata Wulan dengan kesal.


"Maaf-maaf tenanglah, 10 menit lagi ia akan segera sampai disini jangan cepat marah Wulan tarik nafas, ingat bersikap anggun seperti seorang Wanita tersenyumlah", Kata Anggra memberikan nasehat.


__ADS_1


Wulan pun tersenyum sesuai dengan Nasehat Dokter Anggra, dan tak lupa ia menghela nafas panjang-panjang seperti biasa.


"Baiklah aku akan menunggunya dalam sepuluh menit dari sekarang, jika ia tak datang aku akan langsung pergi pulang", kata Wulan.


"Oke, aku tunggu dimobil kalau begitu", kata Dokter Anggra Sambil beranjak pergi.


"Tunggu, mengapa kak Anggra harus menungguku didalam mobil ? biasanya kak Anggra menunggu ku di beberapa kursi dekat ku? ", Kata Wulan sambil mencegat kepergian Dokter Anggra.


"Kali ini aku ingin kau melakukannya sendirian, tenanglah aku tetap memantau mu dari arah jauh sana. Aku akan pastikan kau selalu aman", kata Dokter Anggra sambil menenangkan Wulan


Wulan pun akhirnya pasrah dan menunggu selama sepuluh menit, ia sudah menunggu lama tapi orang yang ia tunggu tak kunjung datang. Sudah menggurutu dalam hati akhirnya orang yang di tunggu datang.


Astaga dia memakai kacamata hitam begitu, hampir saja aku ingin menertawakannya rambutnya bahkan keriting hihihi


Tiba-tiba kekesalan Wulan meredup karena orang yang berada tepat didepannya ini begitu lucu hingga merubah keadaan. Astaga aku hampir lupa dia adalah orang yang akan kau kencani Wulan bangun bangun gumam Wulan sambil menggelengkan kepalanya.


"Ada apa? " Kata Angga


"Ah tidak apa-apa " kata Wulan


Suaranya seperti dokter Anggra, tapi lebih halus dokter Anggra juga sih.


"Kau suka makan apa? ", Tanya Angga


"Aku bisa memakan apa saja, kau bisa merekomendasikan Beberapa Makanan untukku", kata Wulan.


"Aku sudah memilih beberapa makanan dan minuman aku rasa kau akan menyukainya, tenanglah aku handal dalam memilih makanan", kata Angga sok akrab.


Ahh mana ada kak Anggra gendut perut buncit seperti dia. Ups jangan mengatai orang begitu Wulan


"Jadi apa hobby mu? ", Tanya Angga


"Aku tidak memiliki hobby yang tetap", kata Wulan dengan singkat.


"Maaf sebelumnya menyinggung tentang penyakitmu, aku dengar kau memiliki Penyakit mental yang bernama Anhedonia. Apa itu benar?", Tanya Angga pelan-pelan ia takut jika melukai perasaan Wulan.


"Yah itu benar, apa kau tidak risih jika berkencan dengan orang yang tidak waras seperti ku?", Tanya Wulan.


Karena kau sudah tahu ku rasa habis ini kau akan lari terbirit-birit takut jika aku mencakar mu hahaha ada beberapa pria jika mengetahui aku memiliki gangguan mental mereka lari terbirit-birit karena takut aku ingin melihat ekspresi mu seperti apa nantinya


"Tidak apa-apa, aku senang kau memiliki kekurangan karena dari segi penampilan kau begitu sempurna dimataku", kata Angga membuat Wulan terkejut setengah mati.


Apa? Tidak mungkin bagaimana ia bisa bersikap santai seperti itu? Ah benar dia seorang dokter, kak Anggra juga tak menganggap ku gila sih mungkin itu karena mereka sama profesi.


Makanan yang dipesan akhirnya datang


Wulan pun memakan Makanan yang di rekomendasikan oleh Angga, matanya terbelalak seolah tak percaya.

__ADS_1


Ini enak, bagaimana bisa ia tahu soal seleraku? aku tahu pasti ia bertanya pada Kak Anggra yah itu pasti.


"Bagaimana enak? tanya Angga.


Wulan hanya menganggukkan kepalanya


"kau pasti banyak bertanya pada Dokter Anggra", kata Wulan.


"tidak, aku tak menanyakan apa-apa pada Dokter Anggra", kata Angga.


wah jadi dia sendiri yang merekomendasikannya jadi ia cukup handal dalam memilih menu, lumayan menarik


Mereka berdua pun tampak begitu cocok ketika bersama, Wulan tampak mulai menerima sosok Angga.


Dimatanya ia cukup menarik jika di ajak berbincang, ia bahkan penuh perhatian dan kasih sayang sampai Wulan mulai berpikir akhirnya ia menemukan seseorang yang cocok untuk bersama dengannya. Penampilan fisik bagi Wulan omong kosong ia lebih mengutamakan tentang kepribadian dan hati. Itu yang ia perlukan sekarang.


"Aku akan mengantarmu pulang" kata Angga.


"Tidak, kau tidak perlu mengantar ku pulang", kata Wulan.


"Benarkah? Apa kau serius? ", Tanya Angga.


"Yah, kau bisa pulang duluan aku harus bertemu dengan dokter ku dulu", kata Wulan.


"Baiklah sampai jumpa ku harap kita bisa bertemu di lain waktu lagi", kata Angga.


Wulan begitu senang sampai akhirnya ia mengirim pesan ke dokter Anggra untuk menghampirinya ke meja tadi mereka duduk.


"Kak Anggra bisakah kau kemari? Ada yang ingin ku bicarakan dengan mu penting",


"Sekarang aku berada di Toilet Tunggu 10 menit aku akan segera kesana.


Sebelum sepuluh menit akhirnya dokter Anggra menghampirinya dengan wajah penasaran apa yang akan di katakan oleh Wulan.


"Ada apa Wulan? "Tanya dokter Anggra.


"Kak aku menyukainya", kata Wulan dengan senyuman


"Menyukai siapa? Apa maksudmu?", Tanya dokter Anggra sambil mengerutkan keningnya


"Aku sudah berpacaran dengannya kak, dengan Angga. Kau pasti tak percaya kan? Wulan sungguh merasa senang akhirnya ia menemukan seseorang yang memahami keadaannya.


"Kau serius? Bukankah sebelumnya kau bilang dia tak menarik sekali pun dimata mu? Kata Dokter terheran-heran


"Aku tarik kata-kata ku waktu itu, menurut ku dia cukup baik aku lebih mengutamakan hati daripada penampilan", kata Wulan


penampilan bukanlah segalanya bagiku seseorang yang bisa memahami isi hati dan keadaan ku adalah yang nomor satu, jika wanita melihat fisik kurasa ia salah besar karena seseorang bisa saja akan bertambah ataupun berkurang Cantik/gantengnya jika ia bertambah menarik tentu akan cepat pergi meninggalkan mu sedang kan jika ia berkurang Cantik/gantengnya kau akan pergi meninggalkannya. Jadi apa yang akan sebenarnya kau cari dalam sebuah hubungan? saling menerima kekurangan dan kelebihan pasangan masing-masing adalah kunci dari sebuah hubungan

__ADS_1


kalau kalian bagaimana Readers? lebih mengutamakan penampilan atau soal hati? atau soal dompet hihihi jangan lupa comment di bawah, Eh Jangan lupa Like dan kasih Poin seikhlasnya


Bersambung


__ADS_2