
Gadis itu sekarang telah berbaring di tepi ranjang. Ia hanya membiarkan
tangannya terluka tanpa mengobatinya sama sekali. Ia duduk termenung menatap
layar handphone, berharap orang yang ia cintai selama ini akan menghubunginya
karena merasa khawatir.
Tapi entah mengapa bukan handphone yang menjadi perhatian Wulan kini gadis itu
merasa aneh dengan lelaki yang langsung masuk ke kamarnya tanpa meminta izin
terlebih dahulu yang tak asing baginya
“Kak Anggara? Kak Anggara pergi kemana tadi?
Lelaki itu dengan cepat mengambil kotak P3K yang ia bawah tadi dan membalut
luka Wulan dengan penuh kekhawatiran. Rupanya tadi saat Wulan masuk ke ruang
kerja sekretaris Pak iskandar telah menghubungi Anggara kemudian memberi perintah agarcepat langsung
datang ke rumah.
Sepertinya tafsiran sekretaris itu benar jika nanti akan ada
kekacauan yang terjadi nanti jika Wulan datang. Tentu saja dengan sigap ia
langsung mengantisipasi untuk menghubungi Anggara dengan cepat. Tapi apa yang
ia bayangkan rupanya tak seperti ekspetasinya jika Wulan akan jatuh dan
dilarikan ke rumah sakit. Gadis itu rupanya lebih memilih melukai dirinya untuk
membuang segala amarahnya di bandingkan jika menahan sakit hati yang ia
rasakan.
“Sejak kapan kau menjadi gadis yang brutal seperti ini?
Anggara masih sibuk membersihkan luka Wulan, sementara gadis itu masih
menatap senang kedatangan Anggara.
“terima kasih kak sudah kembali karena menghawatirkanku”,
Ucap Wulan kemudian memeluk tubuh Anggara
tidak ku rasa kau tidak kembali karena keinginanmu melainkan karena perintah ayah
Setelah selesai mengobati tangan Wulan Anggara pun keluar
dari kamar gadis itu. Tapi baru beranjak pergi Wulan langsung menahan tangan Anggara.
“Jangan pergi!!! Aku tidak pernah mengijinkanmu pergi
Dokter Anggra menoleh ke arah gadis itu
“mengapa aku harus pergi? Bukankah aku harus menghukum
dulu gadis nakal yang sudah berulah ini? Kata Anggra sambil mencubit hidung
wulan sampai memerah.
“Kak Anggara! Hentikan jangan lakukan itu!
Melihat Anggara yang masih terlihat curiga membuat gadis
itu menundukkan kepalanya
“aku minta maaf kak Anggara.... Ayah pasti banyak
__ADS_1
mempersulit hidupmu akhir-akhir ini, kau bisa menyalahkanku itu semua salahku,
aku yang salah karena...
“hei sejak kapan gadis kecil ini menjadi rendah hati
begini? Aku tidak apa-apa. Kau yang salah paham karena menganggapmu
“tidak! Jangan berbohong! Kau selalu menyembunyikan
segalanya dariku, kak Anggara aku benar-benar...
Ada seorang pelayan mengetuk pintu kamar Wulan membuat
kedua orang itu langsung menoleh ke arah pintu tersebut
“Maaf menganggu tapi Nona muda dan Dokter Anggara di panggil Nyonya
besar
Ibu? Ada apa? Huh aku sangat membencinya
“jangan pergi menemuinya aku tak ingin melihatnya”, Kata
Wulan sambil menahan Anggara agar tak melangkah pergi
“aku tahu dia pasti akan berkata hal yang kubenci,
sebaiknya jangan pergi. Nenek sihir sepertinya akan selalu merencanakan halyang
jahat.
tapi Dengan segala bujukan akhirnya gadis itu mau tak mau bertemu dengan Ibu tirinya,
walalupun dengan wajah yang kesal Wulan akhirnya dapat duduk dengan tenang
saat di ruang tamu.
ada di genggaman tangannya, melihat kedatangan Wulan ia masih dengan santainya
meminum seteguk gelas itu sampai akhirnya menaruh kembali diatas meja.
Bu sherly menatap kedatangan Wulan dengan senyuman ramah
yang bisa ia tampilkan sekarang seolah-olah tidak terjadi apa-apa barusan.
“duduklah sayang
Gadis itu duduk dengan ekspresi wajah dingin dengan wajah
datar, Wulan merasa muak jika harus berhadapan lagi dengan ibu tirinya apalagi
barusan telah terjadi perseteruan.
“jangan sok manis tunjukkanlah wajah asli ibu...
Oh maaf maksudku tante”, gadis itu menekankan kata tante
berniat untuk membuat Bu Sherly kesal dan menujukkan sifat aslinya didepan
mereka.
Gadis ini..... tahan aku tidak boleh merusak suasana,
jika selalu marah nanti akan timbul banyak kerutan yang akan membuat ku pusing.
Hanya Tawa kecil yang dilemparkan oleh Bu Sherly saat
menanggapi perkataan Wulan
“begini sayang, besok anakku akan datang menginap di
__ADS_1
rumah ini selama beberapa hari mungkin 3 hari lamanya
Anak? Maksudnya Kak Mattew? Tapi mengapa dia
“tentu saja istrinya juga akan datang menginap disini,
jangan berpikir yang tidak-tidak Wulan
“Apa? Memangnya aku memikirkan apa?
Sudahlah aku tidak perduli, jika hanya itu yang ingin kau
katakan aku permisi kembali “. Kata Wulan langsung membuang muka lalu beranjak
pergi.
“aku bukan hanya ingin membahas itu tapi ini juga soal Dokter
Anggara!
Mendengar hal itu gadis itu langsung menoleh ke arah Bu
Sherly
"semuanya akan menjadi seperti semula, Anggara apa kau sudah selesai mengemas barang-barangmu? tanya Bu Sherly sambil melemparkan senyuman kepadanya
"Yah Sudah, maaf karena saya memakan beberapa waktu
“tidak, apa-apa. masih ada hal yang lebih penting dari pada itu.
kau diizinkan untuk tetap bersama dengan Anggra dan Anggara akan tetap menjadi
dokter pribadimu. Jadi apa kau senang? Hahaha tidak semudah itu Wulan, ayah mu
tetap akan pada prinsipnya ia tetap menentang hubungan kalian jika akan
berlanjut lebih dalam. Aku sengaja yang menjelaskan mengenai hal ini karena
sekarang ayahmu telah kembali kekantor karena urusan mendadak. aku rasa aku sebenarnya tak perlu menjelaskannya karena Anggara pasti sudah mengatakannya padamu
jika bukan karena ayahmu bermohon mana sudi aku mengatakan hal begini kepadamu
“oh begitu oke!
Perkataan Wulan hanya singkat dan padat, membuat Bu
Sherly terkejut mendengarnya
“aa..apa.. jadi kau.. maksudku hanya itu responmu? Apa kau
tidak mendengar setiap hal yang ku katakan?
“yah tentu saja, aku akan bersikap baik kepadamu,
sejujurnya aku merasa kasihan kepadamu karena telah membuat tante pusing dan
stress karena tingkah ku yang seenaknya, ouh lihatlah wajah tante sampai keriput
karena saking stressnya, aku tidak ingin menjadi anak yang durhaka
Mendengar hal itu Bu Sherly langsung memegang wajahnya
kemudian mengambil handphone untuk berkaca dengan penuh kekhawatiran
“Aku pergi selamat malam ibu, ups maksudku tante
Sial! Bagaimana gadis itu bisa melihat penampilanku?
Wulan tertawa menang karena aksinya barusan. Bu sherly
kalah telak karena tak dapat membalas mulut kurang ajar gadis itu.
__ADS_1