Pengobat Hati

Pengobat Hati
Episode 53


__ADS_3

Gadis itu sekarang telah berbaring di tepi ranjang. Ia hanya membiarkan


tangannya terluka tanpa mengobatinya sama sekali. Ia duduk termenung menatap


layar handphone, berharap orang yang ia cintai selama ini akan menghubunginya


karena merasa khawatir.


Tapi entah mengapa bukan handphone yang menjadi perhatian Wulan kini gadis itu


merasa aneh dengan lelaki yang langsung masuk ke kamarnya tanpa meminta izin


terlebih dahulu yang tak asing baginya


“Kak Anggara? Kak Anggara pergi kemana tadi?


Lelaki itu dengan cepat mengambil kotak P3K yang ia bawah tadi dan membalut


luka Wulan dengan penuh kekhawatiran. Rupanya tadi saat Wulan masuk ke ruang


kerja sekretaris Pak iskandar telah menghubungi Anggara kemudian memberi perintah agarcepat langsung


datang ke rumah.


Sepertinya tafsiran sekretaris itu benar jika nanti akan ada


kekacauan yang terjadi nanti jika Wulan datang. Tentu saja dengan sigap ia


langsung mengantisipasi untuk menghubungi Anggara dengan cepat. Tapi apa yang


ia bayangkan rupanya tak seperti ekspetasinya jika Wulan akan jatuh dan


dilarikan ke rumah sakit. Gadis itu rupanya lebih memilih melukai dirinya untuk


membuang segala amarahnya di bandingkan jika menahan sakit hati yang ia


rasakan.


“Sejak kapan kau menjadi gadis yang brutal seperti ini?


Anggara masih sibuk membersihkan luka Wulan, sementara gadis itu masih


menatap senang kedatangan Anggara.


“terima kasih kak sudah kembali karena menghawatirkanku”,


Ucap Wulan kemudian memeluk tubuh Anggara


tidak ku rasa kau tidak kembali karena keinginanmu melainkan karena perintah ayah


Setelah selesai mengobati tangan Wulan Anggara pun keluar


dari kamar gadis itu. Tapi baru beranjak pergi Wulan langsung menahan tangan Anggara.


“Jangan pergi!!! Aku tidak pernah mengijinkanmu pergi


Dokter Anggra menoleh ke arah gadis itu


“mengapa aku harus pergi? Bukankah aku harus menghukum


dulu gadis nakal yang sudah berulah ini? Kata Anggra sambil mencubit hidung


wulan sampai memerah.


“Kak Anggara! Hentikan jangan lakukan itu!


Melihat Anggara yang masih terlihat curiga membuat gadis


itu menundukkan kepalanya


“aku minta maaf kak Anggara.... Ayah pasti banyak

__ADS_1


mempersulit hidupmu akhir-akhir ini, kau bisa menyalahkanku itu semua salahku,


aku yang salah karena...


“hei sejak kapan gadis kecil ini menjadi rendah hati


begini? Aku tidak apa-apa. Kau yang salah paham karena menganggapmu


“tidak! Jangan berbohong! Kau selalu menyembunyikan


segalanya dariku, kak Anggara aku benar-benar...


Ada seorang pelayan mengetuk pintu kamar Wulan membuat


kedua orang itu langsung menoleh ke arah pintu tersebut


“Maaf menganggu tapi  Nona muda dan Dokter Anggara di panggil Nyonya


besar


Ibu? Ada apa? Huh aku sangat membencinya


“jangan pergi menemuinya aku tak ingin melihatnya”, Kata


Wulan sambil menahan Anggara agar tak melangkah pergi


“aku tahu dia pasti akan berkata hal yang kubenci,


sebaiknya jangan pergi. Nenek sihir sepertinya akan selalu merencanakan halyang


jahat.


tapi Dengan segala  bujukan akhirnya gadis itu mau tak mau bertemu dengan Ibu tirinya,


walalupun dengan wajah yang kesal Wulan akhirnya dapat duduk dengan tenang


saat di ruang tamu.


ada di genggaman tangannya, melihat kedatangan Wulan ia masih dengan santainya


meminum seteguk gelas itu sampai akhirnya menaruh kembali diatas meja.


Bu sherly menatap kedatangan Wulan dengan senyuman ramah


yang bisa ia tampilkan sekarang seolah-olah tidak terjadi apa-apa barusan.


“duduklah sayang


Gadis itu duduk dengan ekspresi wajah dingin dengan wajah


datar, Wulan merasa muak jika harus berhadapan lagi dengan ibu tirinya apalagi


barusan telah terjadi perseteruan.


“jangan sok manis tunjukkanlah wajah asli ibu...


Oh maaf maksudku tante”, gadis itu menekankan kata tante


berniat untuk membuat Bu Sherly kesal dan menujukkan sifat aslinya didepan


mereka.


Gadis ini..... tahan aku tidak boleh merusak suasana,


jika selalu marah nanti akan timbul banyak kerutan yang akan membuat ku pusing.


Hanya Tawa kecil yang dilemparkan oleh Bu Sherly saat


menanggapi perkataan Wulan


“begini sayang, besok anakku akan datang menginap di

__ADS_1


rumah ini selama beberapa hari mungkin 3 hari lamanya


Anak? Maksudnya Kak Mattew? Tapi mengapa dia


“tentu saja istrinya juga akan datang menginap disini,


jangan berpikir yang tidak-tidak Wulan


“Apa? Memangnya aku memikirkan apa?


Sudahlah aku tidak perduli, jika hanya itu yang ingin kau


katakan aku permisi kembali “. Kata Wulan langsung membuang muka lalu beranjak


pergi.


“aku bukan hanya ingin membahas itu tapi ini juga soal Dokter


Anggara!


Mendengar hal itu gadis itu langsung menoleh ke arah Bu


Sherly


"semuanya akan menjadi seperti semula, Anggara apa kau sudah selesai mengemas barang-barangmu? tanya Bu Sherly sambil melemparkan senyuman kepadanya


"Yah Sudah, maaf karena saya memakan beberapa waktu


“tidak, apa-apa. masih ada hal yang lebih penting dari pada itu.


kau diizinkan untuk tetap bersama dengan Anggra dan Anggara akan tetap menjadi


dokter pribadimu. Jadi apa kau senang? Hahaha tidak semudah itu Wulan, ayah mu


tetap akan pada prinsipnya ia tetap menentang hubungan kalian jika akan


berlanjut lebih dalam. Aku sengaja yang menjelaskan mengenai hal ini karena


sekarang ayahmu telah kembali kekantor karena urusan mendadak. aku rasa aku sebenarnya tak perlu menjelaskannya karena Anggara pasti sudah mengatakannya padamu


jika bukan karena ayahmu bermohon mana sudi aku mengatakan hal begini kepadamu


“oh begitu oke!


Perkataan Wulan hanya singkat dan padat, membuat Bu


Sherly terkejut mendengarnya


“aa..apa.. jadi kau.. maksudku hanya itu responmu? Apa kau


tidak mendengar setiap hal yang ku katakan?


“yah tentu saja, aku akan bersikap baik kepadamu,


sejujurnya aku merasa kasihan kepadamu karena telah membuat tante pusing dan


stress karena tingkah ku yang seenaknya, ouh lihatlah wajah tante sampai keriput


karena saking stressnya, aku tidak ingin menjadi anak yang durhaka


Mendengar hal itu Bu Sherly langsung memegang wajahnya


kemudian mengambil handphone untuk berkaca dengan penuh kekhawatiran


“Aku pergi selamat malam ibu, ups maksudku tante


Sial! Bagaimana gadis itu bisa melihat penampilanku?


Wulan tertawa menang karena aksinya barusan. Bu sherly


kalah telak karena tak dapat membalas mulut kurang ajar gadis itu.

__ADS_1


__ADS_2