
“katakan
padaku yang sebenarnya kak “,Kata Wulan
“jangan
rewel aku sedang mengompres keningmu dengan es batu ini “, Kata Anggra
“Kak
Bisakah kau jawab jujur tentang kejadian malam itu? Katakan jika kau
benar-benar berciuman denganku “, Kata Wulan ngotot ingin mendapatkan jawaban
dari mulut Anggra.
“aku tak
bisa menjawab pertanyaanmu itu, jawabannya sudah ada di kepalamu itu sendiri “,Kata
Anggra tetap focus mengompres kening Wulan.
“Huh
baiklah kalau kau tidak ingin menjawabnya, sekarang aku ingin bertanya kau
keluar kemana tadi “, Tanya Wulan
“Aku
keluar jalan-jalan “, Kata Anggra membuat Wulan lebih penasaran lagi.
“Keluar
dengan siapa? Pacarmu ? Tanya Wulan
“Yah,
dengan pacarku “, Kata Anggra sungguh membuat Wulan terdiam membisu.
Apa jadi
Kak Anggra sudah memiliki pacar?
Tapi sejak
kapan? Aku tidak mengetahuinya
Benar selama
ini ia selalu menyembunyikan hal-hal pribadinya, ah ada apa denganku mengapa
aku sedih begini saat mendengarnya, kenapa aku jadi aneh begini sih?
“sejak
kapan kau pacaran dengannya “, Tanya Wulan lagi
__ADS_1
“entahlah,
belum lama ini “, Kata Anggra
“Terus
apa kau mencintainya? Tanya Wulan dengan serius saat menatap wajah Anggra
“mencintainya?
Yah tentu saja “, Kata Anggra
Setelah mendengar
perkataan Anggra tiba-tiba Wulan langsung gemetar tangannya gemetar tak karuan,
terlihat jelas jika ia tak bisa menahan diri untuk marah.
“Wulan ada
apa denganmu? Kau ah sial kau pasti belum minum obat
Anggra
langsung keluar kamarnya lalu masuk ke kamar Wulan dan membuka kotak obat milik
Wulan sambil membawa segelas air putih.
“Cepat
kau pasti belum minum obat “, Kata Anggra
Wulan
Anggra barusan
“Ayo
cepat minum obatmu Wulan, bukankah aku sudah katakan jika kau tidak boleh
terlambat minum obatmu
Tak disangka
Wulan langsung mengambil obatnya lalu membuangnya ke tempat sampah.
“Aku lelah
kak seperti ini, aku benci....
Sangat membencinya
kalian semua sama saja tidak ada satu pun yang menyanyangiku.... kau juga Kak Anggra
tidak ada bedanya dengan mereka...
“Wulan
__ADS_1
aku tidak bermaksud begitu hei kemarilah”, Kata Anggra kemudian memeluk tubuh
Wulan untuk menenangkannya.
Sebuah pelukan tentu bisa menenangkan stress yang sedang di rasa seseorang, bahkan bisa meredakan emosi seseorang. Yah Wulan langsung luluh dan merasa nyaman ketika di pelukan Anggra.
“kondisimu
belum stabil jika belum minum obat, siapa yang bilang aku tidak menyayangimu? Aku
sudah menyayangimu sejak lama Wulan. Jangan berkecil hati seperti itu, patuhlah
jika meminum obat. Jika kau melanggarnya ayahmu akan mengganti dokter lain yang
akan membuatmu lebih patuh dari pada...
Dengan
cepat Wulan langsung memotong perkataan Anggra
“Tidak!!
Aku tidak mau. Aku hanya mau kau yang menjadi dokterku “,Kata Wulan dengan
keras.
“Maka
dari itu cepatlah minum obatmu. Ingat kau harus patuh agar aku tidak akan di
ganti oleh dokter lain
Wulan pun
menganggukkan perkataan Anggra ia seperti anak kecil yang mudah di bujuk dengan
permen. Membuat Anggra sedikit legah ketika harus berhadapan dengan Wulan.
Terima
kasih kak, karenamu aku selalu semangat untuk menjalani hidup. Meskipun aku
sering merasa aneh dengan perasaan ku yang selalu aneh ketika bersamamu. Sesekali
aku merasa begitu bahagia ketika bersamamu, tapi seringkali juga aku selalu
terpukul jika mendengar kau dengan seorang wanita. Mungkin aku tidak ingin
berbagi apalagi terbagi oleh kasih sayangmu itu. Sungguh aku tak ingin terbagi
kasih sayangmu itu dengan kekasih yang kau cintai itu. Siapa pun dia aku
sungguh membencinya.
Bersambung
JANGAN
__ADS_1
LUPA LIKE, COMMENT AND POINT