
Gadis itu sekarang terlihat gembira dan ceria, moodnya yang kadang-kadang
cepat sekali berubah-ubah tentu memiliki kelebihan untuk menenangkannya dengan
mudah. Anggara hanya mengikuti segala hal yang dilakukan anak itu apalagi saat
ia mulai bermain dengan air pantai itu. Semburan air yang menyentuh kulit
rupanya mulai terasa apalagi hari mulai gelap karena sudah malam.
setelah puas dan asik
bermain air di pantai Wulan dan Anggara pun kembali ke mobil. Karena angin yang
berhembus kencang dari arah laut mulai terasa begitu menyiksa, Wulan sampai memegang kedua tangannya di depan dada hingga menggigil
karena merasa dingin. Rambut yang basah memang membuat gadis itu tak bisa
berlama-lama lagi berada di pantai.
“kita kembali ke mobil sekarang”, Kata Anggara sambil menarik tangan Wulan.
Gadis itu pun menurut dan mengikuti setiap langkah kaki Anggara.
Untung saja jarak dari tepi pantai dengan jarak mobil Anggara memakirkan
mobilnya hanya dekat, jadi dengan cepatnya lelaki itu langsung membuka pintu
mobil lalu ia terlihat sibuk mencari pakaian yang ia simpan tepat di kursi
belakang.
Rupanya Anggara memang menyediakan beberapa kemeja berwarna ptuih untuk di
bawahnya pergi kemana-mana. Jadi Anggara memberikannya kepada Wulan agar gadis
itu bisa berganti pakaian miliknya.
“Pakailah bajuku ini cepat sebelum kau masuk angin”, Kata Anggara sambil
menyodorkan pakaian miliknya itu kepada Wulan.
“tapi berganti pakaian dimana?”, Kata Wulan dengan canggung.
Anggara melihat situasi dan keadaan mereka sekelilingnya. Tidak mungkin jika
gadis itu akan berganti pakaian di dalam mobil, nanti bisa-bisa saja dilihat
oleh orang lain, apalagi kaca mobilnya itu transparant. Akhirnya Anggara
melihat sebuah toilet di dekat mereka berada.
“Ikuti aku
“kemana kak?
Anggara tak menjawabnya ia berjalan kemudian mendekati seorang tante yang
sepertinya berjaga di toilet tersebut.
__ADS_1
“Permisi bu, toilet ini bisa di gunakan? Tanya Anggara dengan senyum ramah
dan sopan.
“boleh, silahkan masuk
“oh, terima kasih.
Anggara memandang ke arah Wulan
“Wulan kau bisa masuk ke toilet ini
Gadis itu memandang ke arah Anggara dengan canggung kemudian berbisik kecil
“aku tidak mau kak, toilet disini kecil dan jorok.
Anggra menghela nafas mencoba untuk membujuk gadis itu.
Memang toilet umum di tempat itu terbilang tidak seperti kamar mandi
dirumah Wulan. Jika kamar mandi dirumahnya tentu hampir selalu di bersihkan
karena beberapa pelayan selalu dengan sigap menjaga kebersihannya. Jika hanya
melihat dari penampilan luar dari toilet itu sudah terlihat jelas bagaimana
wujud asli di dalamnya nanti. Wulan sudah terbayang bagaimana rupa dari toilet
tersebut sampai ia rasanya ingin langsung beranjak pergi dari tempat itu.
Anggara langsung memahami maksud gadis itu, tapi tidak ada cara lain hari
ia akan masuk angin.
“tidak apa-apa. Kau hanya akan masuk ke dalam kamar mandi ini, kemudian
berganti pakaian itu lalu keluar”, Kata Anggra dengan sederhana.
“a..aku tidak mau kak
“ayolah Wulan itu tak seburuk dengan apa yang kau pikirkan
“aku takut kak, bagaimana jika didalam ada kecoa?atau tikus?
Drama untuk berganti pakaian hampir memakan waktu 15 menit lamanya, anggra
dengan semua cara untuk membujuk gadis itu hampir merasa lelah.
“baiklah begini saja, aku akan masuk ikut denganmu. Aku akan berjaga diluar
jika kau butuh sesuatu atau terjadi apapun langsung berteriak dan katakan
padaku.
“setuju! Kak Anggara berjaga di luar yah jangan pergi kemana-mana
Rupanya ibu yang menjaga toilet itu hampir menyimak pembicaan mereka jika
gadis ini takut masuk jika ada kecoa, tikus.
__ADS_1
“silahkan kau bisa menemani adikmu berganti pakaian didalam “, Kata Ibu itu
sambil memandang ke arah Anggara
Mereka berdua pun masuk ke dalam toilet tersebut.
Apa? Adik? Aku bukan adiknya Kak Anggara! Memangnya aku terlihat seperti
adiknya? Ih membayangkannya saja aku sungguh merasa geli
“ayo masuk aku tunggu diluar sini”, Kata Anggara sambil membalikkan
tubuhnya.
“jangan pergi kemana-mana!
Wulan pun masuk dan menutup pintu tersebut gadis itu menggigit bibirnya
karena merasa kesal. Tapi bukan merasa kesal karena berganti pakaian di toilet
umum tersebut melainkan ia merasa kesal karena ibu-ibu yang tadi mengatakan
jika Anggara dan Wulan terlihat seperti kakak beradik.
Huh memangnya aku terlihat seperti adiknya? Apa dia tidak tahu jika umurku
sebentar lagi 19 tahun! Aku bukan lagi anak kecil! Dan umurku dengan kak Anggara
bahkan tidak terlalu jauh !
Tak disangka gadis itu boleh berganti pakaian dengan lancar. Toilet yang Wulan
gunakan rupanya tak seburuk penampilan diluarnya karena didalamnya sungguh
bersih dan tidak terlalu sempit yah meskipun masih ada beberapa kotoran
didinding yang terlihat kusam mungkin efek karena sudah lama.
Gadis itu terlihat sangat cantik saat mengenakannya apalagi ketika
rambutnya yang setengah basah. Meskipun terlihat agak sedikit longgar apalagi
di bagian tangan kelewat karena ukuran baju Anggara dan Wulan sungguh berbeda
membuat Anggara merasa kagum saat melihatnya.
Celana jeans warna putih pendek sampai lutut kemudian di paduhkan dengan
kemeja yang agak kebesaran sungguh terlihat menggemaskan jika dipakai oleh
gadis itu.
“Bagaimana penampilanku? “, tanya Wulan membuyarkan lamunan Anggara
“mulai besok-besok jangan memakai kemeja laki-laki apalagi jika memakai
celana pendek begitu kau terlihat jelek! Kata Anggara kemudian membalikkan
badannya untuk keluar dari toilet itu
__ADS_1
bersambung