Pengobat Hati

Pengobat Hati
Episode 57


__ADS_3

Gadis itu sekarang terlihat gembira dan ceria, moodnya yang kadang-kadang


cepat sekali berubah-ubah tentu memiliki kelebihan untuk menenangkannya dengan


mudah. Anggara hanya mengikuti segala hal yang dilakukan anak itu apalagi saat


ia mulai bermain dengan air pantai itu. Semburan air yang menyentuh kulit


rupanya mulai terasa apalagi hari mulai gelap karena sudah malam.


setelah puas dan asik


bermain air di pantai Wulan dan Anggara pun kembali ke mobil. Karena angin yang


berhembus kencang dari arah laut mulai terasa begitu menyiksa, Wulan sampai memegang kedua tangannya di depan dada hingga menggigil


karena merasa dingin. Rambut yang basah memang membuat gadis itu tak bisa


berlama-lama lagi berada di pantai.


“kita kembali ke mobil sekarang”, Kata Anggara sambil menarik tangan Wulan.


Gadis itu pun menurut dan mengikuti setiap langkah kaki Anggara.


Untung saja jarak dari tepi pantai dengan jarak mobil Anggara memakirkan


mobilnya hanya dekat, jadi dengan cepatnya lelaki itu langsung membuka pintu


mobil lalu ia terlihat sibuk mencari pakaian yang ia simpan tepat di kursi


belakang.


Rupanya Anggara memang menyediakan beberapa kemeja berwarna ptuih untuk di


bawahnya pergi kemana-mana. Jadi Anggara memberikannya kepada Wulan agar gadis


itu bisa berganti pakaian miliknya.


“Pakailah bajuku ini cepat sebelum kau masuk angin”, Kata Anggara sambil


menyodorkan pakaian miliknya itu kepada Wulan.


“tapi berganti pakaian dimana?”, Kata Wulan dengan canggung.


Anggara melihat situasi dan keadaan mereka sekelilingnya. Tidak mungkin jika


gadis itu akan berganti pakaian di dalam mobil, nanti bisa-bisa saja dilihat


oleh orang lain, apalagi kaca mobilnya itu transparant. Akhirnya Anggara


melihat sebuah toilet di dekat mereka berada.


“Ikuti aku


“kemana kak?


Anggara tak menjawabnya ia berjalan kemudian mendekati seorang tante yang


sepertinya berjaga di toilet tersebut.

__ADS_1


“Permisi bu, toilet ini bisa di gunakan? Tanya Anggara dengan senyum ramah


dan sopan.


“boleh, silahkan masuk


“oh, terima kasih.


Anggara memandang ke arah Wulan


“Wulan kau bisa masuk ke toilet ini


Gadis itu memandang ke arah Anggara dengan canggung kemudian berbisik kecil


“aku tidak mau kak, toilet disini kecil dan jorok.


Anggra menghela nafas mencoba untuk membujuk gadis itu.


Memang toilet umum di tempat itu terbilang tidak seperti kamar mandi


dirumah Wulan. Jika kamar mandi dirumahnya tentu hampir selalu di bersihkan


karena beberapa pelayan selalu dengan sigap menjaga kebersihannya. Jika hanya


melihat dari penampilan luar dari toilet itu sudah terlihat jelas bagaimana


wujud asli di dalamnya nanti. Wulan sudah terbayang bagaimana rupa dari toilet


tersebut sampai ia rasanya ingin langsung beranjak pergi dari tempat itu.


Anggara langsung memahami maksud gadis itu, tapi tidak ada cara lain hari


ia akan masuk angin.


“tidak apa-apa. Kau hanya akan masuk ke dalam kamar mandi ini, kemudian


berganti pakaian itu lalu keluar”, Kata Anggra dengan sederhana.


“a..aku tidak mau kak


“ayolah Wulan itu tak seburuk dengan apa yang kau pikirkan


“aku takut kak, bagaimana jika didalam ada kecoa?atau tikus?


Drama untuk berganti pakaian hampir memakan waktu 15 menit lamanya, anggra


dengan semua cara untuk membujuk gadis itu hampir merasa lelah.


“baiklah begini saja, aku akan masuk ikut denganmu. Aku akan berjaga diluar


jika kau butuh sesuatu atau terjadi apapun langsung berteriak dan katakan


padaku.


“setuju! Kak Anggara berjaga di luar yah jangan pergi kemana-mana


Rupanya ibu yang menjaga toilet itu hampir menyimak pembicaan mereka jika


gadis ini takut masuk jika ada kecoa, tikus.

__ADS_1


“silahkan kau bisa menemani adikmu berganti pakaian didalam “, Kata Ibu itu


sambil memandang ke arah Anggara


Mereka berdua pun masuk ke dalam toilet tersebut.


Apa? Adik? Aku bukan adiknya Kak Anggara! Memangnya aku terlihat seperti


adiknya? Ih membayangkannya saja aku sungguh merasa geli


“ayo masuk aku tunggu diluar sini”, Kata Anggara sambil membalikkan


tubuhnya.


“jangan pergi kemana-mana!


Wulan pun masuk dan menutup pintu tersebut gadis itu menggigit bibirnya


karena merasa kesal. Tapi bukan merasa kesal karena berganti pakaian di toilet


umum tersebut melainkan ia merasa kesal karena ibu-ibu yang tadi mengatakan


jika Anggara dan Wulan terlihat seperti kakak beradik.


Huh memangnya aku terlihat seperti adiknya? Apa dia tidak tahu jika umurku


sebentar lagi 19 tahun! Aku bukan lagi anak kecil! Dan umurku dengan kak Anggara


bahkan tidak terlalu jauh !


Tak disangka gadis itu boleh berganti pakaian dengan lancar. Toilet yang Wulan


gunakan rupanya tak seburuk penampilan diluarnya karena didalamnya sungguh


bersih dan tidak terlalu sempit yah meskipun masih ada beberapa kotoran


didinding yang terlihat kusam mungkin efek karena sudah lama.


Gadis itu terlihat sangat cantik saat mengenakannya apalagi ketika


rambutnya yang setengah basah. Meskipun terlihat agak sedikit longgar apalagi


di bagian tangan kelewat karena ukuran baju Anggara dan Wulan sungguh berbeda


membuat Anggara merasa kagum saat melihatnya.


Celana jeans warna putih pendek sampai lutut kemudian di paduhkan dengan


kemeja yang agak kebesaran sungguh terlihat menggemaskan jika dipakai oleh


gadis itu.


“Bagaimana penampilanku? “, tanya Wulan membuyarkan lamunan Anggara


“mulai besok-besok jangan memakai kemeja laki-laki apalagi jika memakai


celana pendek begitu kau terlihat jelek! Kata Anggara kemudian membalikkan


badannya untuk keluar dari toilet itu

__ADS_1


bersambung


__ADS_2