
Masih beberapa menit lagi jam istirahat baru akan berakhir. Wulan dan Icha duduk sambil membaca buku yang mereka terima tadi saat materi berlangsung. Namun Wulan lebih memilih membaca Novel daripada membaca Buku kecantikan, karena ia tidak terlalu tertarik dengan dunia kecantikan itu. Icha yang dari tadi melihat Wulan ia merasa aneh.
Wulan tak seperti gadis pada umumnya,
Jujur saja ia terlihat berbeda, jika gadis lain akan mengutamakan penampilan, dan kecantikan, gadis ini lebih memilih diam dan bersantai dengan buku yang ia genggam dari tadi. Huh aku yakin Wulan pasti memiliki sejuta rahasia di dalam dirinya.
"Wulan? Apa kau tidak akan ke kamar mandi untuk memakai bedak dan lipstik? Kau lihat mereka? Mereka semua Tampak terlihat segar kembali setelah TouchUp ", kata Icha.
"Tidak, aku merasa make up yang ku pakai tadi masih bagus sampai saat ini, jika kau ingin TouchUp silahkan", Kata Wulan tetap masih focus dengan buku Novel miliknya.
Huh seperti yang ku katakan Wulan tak seperti gadis lain
"Wulan?
"Hmm
"Pertanyaan kak Nando tadi, bagaimana tanggapan mu?", Tanya Icha.
Wulan pun terdiam, ia terlihat tersinggung dengan perkataan Icha. Namun Wulan mencoba untuk tidak membuat Icha merasa aneh.
"Oh soal hubungan? Yah seperti kata Kak Nando aku memang belum Pernah berpacaran sebelumnya ", kata Wulan dengan sedikit membumbuinya dengan senyuman.
"Kau bercanda bukan? Hahaha itu tidak mungkin! berapa umurmu sekarang Wulan? Tapi tentu kau pernah menjalin kisah asmara bukan?
"Yah aku pernah menjalin Kisah asmara
Kata Wulan berubah dengan ekspresi sedih, wajah yang terlihat tawa tadi langsung berubah jelas. Ia terlihat menyimpan kisah asmara yang kelam.
__ADS_1
"apa kau tahu, aku pernah dekat dengan seseorang tapi tak berjalan mulus. Kami memang saling mencintai tapi terhalang karena orang ketiga, yah rasanya memang sangat sakit tapi untungnya saja aku langsung menemukan pengganti yang baru, tentu saja yang lebih daripada mantan gila ku itu. Lalu bagaimana dengan mu? apa hubungan mu dengan dia berjalan dengan lancar? atau apakah sama saja dengan ku? yang berujung kepahitan?
Deg....deg....deg....
Tidak aku tidak boleh panik seperti ini, jantung ku berdegup kencang, aku tidak boleh gelisah.
Wulan tampak syok jika mendengar perkataan atau pertanyaan tentang masa lalu. Tangannya gemetar saat memegang Novel, mendengar cerita Icha sungguh membuat ia teringat kisah-kisah dulu saat ia mendekati Mattew bagaimana mereka dekat sampai bagaimana berakhirnya hubungan mereka
TIDAK SEMUA ITU MASIH JELAS SAKIT!!!
"Wulan ? Apa kau baik-baik saja? ", Tanya Icha dengan khawatir.
Wulan tak menjawab perkataan Icha, ia cepat-cepat berlari ke tempat dimana tasnya berada, dengan cepat ia mencari dimana keberadaan obat yang ia bawah di dalam tas. Segera setelah menemukan obat tersebut, ia langsung menelannya dengan paksa. Setelah menunggu beberapa menit sambil memejamkan matanya, dengan keringat yang membasahi pelipisnya Icha yang berada di sebelah Wulan tentu merasa aneh.
Wulan? Mengapa ia minum obat?
Apa tadi aku kelewatan? aku kan hanya
"Wulan ? Apa kau baik-baik saja?", Tanya Icha
Handphone Wulan berdering tanda ada telepon masuk dan ternyata itu dari Dokter Anggra. Dengan cepat Wulan pun mengangkatnya, tapi ia menghindari Icha agar gadis itu tidak akan mendengar pembicaraan mereka nanti.
Wulan masuk ke dalam sebuah ruangan yang tampaknya begitu sepi, pas untuk dia berbicara dengan Dokter Anggra.
"Hallo Wulan apa kau baik-baik saja disana?", Tanya Anggra dari Telepon.
Wulan tersenyum dan tak langsung menjawab, Sementara Anggra terdengar sangat panik jika Wulan tak menjawab perkataannya.
__ADS_1
"Aku baik-baik saja kak ", kata Wulan dengan nada lemah.
"Tidak! Aku tidak percaya kau terdengar lemah, aku akan menjemputmu sekarang", Kata Anggra dengan tegas.
"Tidak, percayalah padaku kak", Kata Wulan mencoba untuk meyakinkan
"Video Call! Aku ingin melihat keadaan mu sekarang!
Tanpa menunggu lama Dokter Anggra pun mengalihkan ke video call, tentu saja Wulan terlihat pucat karena tadi ia mengalami syok.
"Kau sudah minum obat? Apa yang terjadi dengan mu tadi?", Tanya Anggra langsung menyimpulkan saat melihat kondisi Wulan sekarang.
"Sudah, jangan terlalu dipikirkan. Aku hanya merasa pusing tadi
"pusing? apa kau belum makan?
"bukan karena itu, tapi karena mengingat kenangan masa lalu".
Dokter Anggra terdiam
Jadi Wulan Masi belum bisa melupakan masa lalunya? Masa lalu bersama dengan Mattew... Lalu apakah dia juga masih belum melupakan Mattew? Lalu bagaimana dengan aku?
"Aku baik-baik saja, nanti sebentar malam aku akan menghubungimu lagi, jam istirahat Sudah selesai kak, aku matikan yah", kata Wulan Kemudian langsung menuju ke Aula.
BERSAMBUNG.
Maaf yah kemarin gak update karena aku kuliah online banyak banget tugas yang harus di kerjakan.
__ADS_1
oh iya dalam waktu dekat ini kayaknya aku Bakalan langsung mengakhiri kisah dari novel ini karena saking banyaknya tugas, sampe menumpuk aku gak pengen membuat kalian para readers menunggu karena aku gak suka menunggu. jjur aja aku juga suka baca novel, dan aku gak pling suka klo update nya lama jadi aku memutuskan akan langsung mengakhiri kisah asmara Dokter Anggara dengan Wulan tapi tentu dengan alur kisah cinta yang menarik. mohon di tunggu yah kisahnya.