
Nama Kak Mattew terngiang-ngiang di pikiran Wulan, ia sungguh merasa terganggu karenanya.
Saat berjalan ke area parkir Wulan tampak begitu pusing, bayangan-bayangan tentang masa lalu yang kelam sungguh membuat kepalanya berat. Nafasnya tak beraturan seperti sesak nafas, bahkan penglihatan berubah menjadi berkunang-kunang dan gelap, sedikit-sedikit matanya mulai terpejam.
Kak Mattew mencintai ku....
yah dia mencintai ku...
Tapi semuanya berubah setelah ia menjadi kakak Tiriku....
Kak Mattew hanya mencintai Wulan....
Seketika itu bayang-bayang kenangan Wulan dengan Mattew muncul satu persatu, semua melayang di pikirannya membuat ia tak bisa berjalan dengan tegak lagi.
Kak Mattew tega meninggalkanku....
Angga Sudah beberapa hari ini aku tak mendengar kabarnya...
Apa dia akan meninggalkan ku juga ...
Pada akhirnya semua yang ku sayangi akan pergi meninggalkanku....
Ibu... Aku sangat merindukanmu....
Sudah begitu lama sekali kau tidak menjenguk ku....
Semua tak ada yang benar-benar mencintaiku dengan tulus...
__ADS_1
tak sadar telepon Wulan berdering tanda ada telepon masuk dari seseorang. Wulan sempat mengangkat telepon tersebut tapi mulutnya seolah tak bisa berbicara, karena kepalanya sangat berat ia tak mampu untuk berdiri sampai terjatuh di lantai area parkiran.
"Hallo, Wulan kau dimana? Mengapa belum kembali?", Tanya Anggra dari Telepon.
"Kak Anggra....
"Hallo, Wulan kau dimana? Jawab aku?", Kata Anggra dengan panik.
Sudah memanggil beberapa kali namanya, Namun Wulan tak menjawab perkataan Anggra membuat ia sungguh panik sampai keluar dari mobil untuk mencari keberadaan Wulan berada.
Wulan kau dimana, kumohon jangan bilang padaku jika kau terluka atau sakit. Karena aku sungguh tak ingin melihat mu jatuh sakit. Wulan kumohon bertahanlah....
Saat mencari sekeliling, dan melihat layar handphone Beruntungnya Anggra langsung menemukan Wulan, tapi dengan keadaan yang terjatuh pingsan di area Parkir tak jauh dengan lokasi Mobil mereka, dan dengan cepat dan sigap Anggra langsung berlari mendekati Wulan dan menggendongnya ke dalam mobil dan Dokter Anggra sungguh merasa panik.
Dengan kecepatan yang tinggi Dokter Anggra melajukan Mobilnya, agar sampai ke rumah.
Aku sungguh merasa khawatir melihat mu tak berdaya begitu....
Aku... Aku... Merasa gila jika kau begini..
Saat sudah sampai dengan cepat Dokter Anggra langsung menggendong Wulan ke atas Kamarnya dan membaringkan Tubuh Wulan dengan hati-hati.
Dokter Anggra kemudian membuatkan bubur untuk Wulan makan, Karena ia merasa yakin jika Wulan pasti pingsan karena dengan perut kosong. Setelah capek-capek membuatnya, Dokter Anggra langsung mengambil obat dengan segelas air untuk Wulan Minum jika ia sudah sadar nanti.
Dengan sabar Dokter Anggra menunggu sampai Wulan sadar, ia duduk di kursi tepat di sebelah ranjang Wulan berada, sambil memegang tangan Wulan dengan wajah begitu panik.
Wulan kumohon sadarlah....
__ADS_1
Beberapa menit kemudian Wulan tersadar, saat membuka matanya ia langsung berteriak histeris.
"Tidak!!!! Kak Mattew Jangan pergi", teriak Wulan dengan histeris Matanya sembab karena menangis.
"Wulan... Tenanglah... Lihat ini aku Dokter Anggra... ", Kata Dokter Anggra sambil menenangkan Wulan.
"Tidak!!! Kalian semua jahat.... Aku...aku... Benci kalian semua....
Lebih baik Aku mati saja....
Pergi menjauhlah... Hikss...hikss...hiksss..
Tidak ada satupun yang mencintaiku dengan tulus....
Dokter Anggra hanya bisa memeluk Wulan meski pun ia terus mengamuk dan berteriak. Dokter Anggra berbicara dengan pelan lemah lembut mencoba mencairkan suasana
"Aku akan menjadi satu-satunya orang yang mencintaimu dengan tulus Wulan... Yakinlah itu... Jangan pernah berkecil hati seperti itu kau cukup berharga dimataku...
Kau gadis imut yang sungguh menggemaskan tanpa dosa sekalipun yang tidak berhak menerima segala kesakitan dimuka bumi ini...
Entah mengapa saat mendengar perkataan Anggra hati Wulan sungguh merasa baikkan, ia merasa cukup nyaman jika di berada di pelukkan Anggra, dengan airmata yang tak henti-hentinya mengalir karena rasa sakit yang ada dihatinya ini sungguh belum seratus persen sembuh.
Jika kalian menjadi aku... Apa kalian mampu Setiap malam harus selalu untuk minum obat ? Rasanya aku tak kuat untuk melakukannya... Aku Juga ingin menjadi orang yang benar-benar normal seperti pada umumnya... Aku sangat bersyukur memiliki seseorang yang mengerti dengan kondisi yang memprihatinkan ku ini, jika kalian tahu selama ini aku selalu menganggapnya sebagai Kak Anggra dan bukanlah seorang dokter dengan tujuan menyembuhkan penyakit Gila ku ini.
Bersambung
Jangan lupa dukung Novel ku ini yah...
__ADS_1