
"Pak Leon? Mengapa bisa anda yang menjadi Teman kencanku hari ini", kata Wulan dengan ekspresi tak percaya
"Ternyata kau anak Pak Iskandar? Pantas saja kau mengatakan orang tua mu Sangat sibuk rupanya...",
Tiba-tiba Wulan langsung pergi meninggalkan Pak Leon yang masih sibuk berbicara didepannya. Dengan ekspresi marah ia langsung menahan kepergian Wulan.
"Lihatlah kau sungguh tak punya sopan santun. Perbiasakan jika sedang berbicara dengan seseorang kau harus mendengarkan pembicaraan mereka sampai habis bukan langsung pergi begitu saja", kata Pak Leon
"Maaf, mungkin jika di area kampus aku boleh menghormati mu dengan sopan, tapi ini di luar area kampus ku pikir karena umur kita tak beda jauh aku tak perlu menghormatimu seperti orang tua", kata Wulan dengan judes.
"Hahaha dasar gadis ini kau pikir kau itu siapa?", Kata Pak Leon
Wulan kemudian langsung memanggil Dokter Anggra seperti mengisyaratkan sesuatu yang penting, Sehingga membuat Dokter Anggra menghampirinya dengan segera.
"Ada apa Wulan? Apa terjadi sesuatu? Tanya dokter Anggra dengan wajah bingung
"Tidak, hari ini aku ingin membatalkan kencanku dengan orang tua yang ada di depanku ini", kata Wulan sambil menatap jengkel ke arah Pak Leon.
"Leon?? Kata Anggra dengan kaget
"Anggra? Mengapa sampai kau datang ke sini? Apa kau mengenal gadis nakal ini?", Tanya Pak Leon.
"Kalian saling mengenal? Tanya Wulan dengan ekspresi tak percaya.
"Wah..wah.. wah tak ku sangka jika dunia ini begitu sempit rupanya sampai aku harus bertemu dengan teman baikku ini", Kata Pak Leon sambil memegang bahu Anggra.
"Jaga bicaramu Leon!, Aku bukanlah temanmu", tegas Anggra.
"teman baik? Jadi kalian saling kenal? Bagaimana bisa Dokter Anggra kau tak mengatakan profil orang yang akan ku kencani ini", kata Wulan
"Maaf aku tak mengeceknya dulu, Karena tak sempat membacanya, ayahmu langsung menyuruh ku tadi pagi secara tiba-tiba jadi aku tak mengetahuinya ", kata Dokter Anggra.
"Apa maksudmu? Apa dia Pacarmu Anggra? Tanya Leon.
"Tidak! Dia adalah pasien yang ku tangani, jadi kau jangan macam-macam", kata Anggra.
Wulan langsung mengisyaratkan kepada Dokter Anggra untuk tak mengatakan apapun mengenai penyakitnya
"Kurasa kencan hari ini di batalkan, Karena Wulan harus cepat pulang sekarang juga", kata Dokter Anggra sambil memandang sinis ke arah Leon.
Mereka berdua pun langsung keluar dari Cafe Tersebut, sementara Leon terpaku melihat kepergian mereka berdua.
Tak ku sangka jika kita berdua harus selalu di sangkut pautkan dengan perempuan yang sama. tapi pasien? apa Wulan sedang sakit?
***
Saat di mobil Wulan pun langsung menanyakan soal hubungan pertemanan antara Dosennya itu dengan Dokter Anggra.
"Apa kau kenal dekat dengan
Pak Leon?", Tanya Wulan
Masih dengan keadaan focus menyetir akhirnya Anggra menjawab pertanyaan Wulan.
"Aku tak pernah memiliki hubungan pertemanan yang baik dengan orang seperti Leon", kata Dokter Anggra dengan kesal.
"Sebenarnya Pak Leon terlihat lebih tua darimu apa kalian seumuran?", Tanya Wulan.
"Tidak, dia lebih tua 2 atau 3 tahun dariku, enthalah aku tak terlalu mengenalnya.
Kami memang satu Sekolah saat SMA tapi tidak begitu dekat", kata Dokter Anggra dengan menekankan kata Tidak Begitu dekat, saking ia membenci orang tersebut.
"Lalu apa hubunganmu dengan Leon? ", Tanya Dokter Anggra kembali
"Dia adalah dosenku di kampus, dan yang akan kau temui besok itu adalah Pak Leon", kata Wulan membuat Dokter Anggra terkejut.
"Jadi dia dosen Killer yang kau bicarakan tadi? Dia sungguh tak pernah berubah. Jangan khawatir Wulan aku akan membantumu sampai kapanpun ", kata dokter Anggra
"aku penasaran mengapa kau begitu membenci Pak Leon? tanya Wulan dengan penasaran.
__ADS_1
Pertanyaan Wulan sungguh membuat kenangan Buruk Dokter Anggra teringat kembali,
hatinya masih terasa begitu sakit jika mengingat hal itu. tetapi ia tak bisa untuk membicarakan Hal pribadi dengan Wulan karena ia menyadari jika hubungan mereka hanya sebatas Dokter dan Seorang Pasien, tidak lebih dan tidak kurang.
"Maaf Wulan aku tak bisa mengatakan Hal pribadiku dengan mu, yang jelas aku tidak memiliki jalinan hubungan pertemanan yang baik dengannya", kata Dokter Anggra tentu membuat Wulan sedih.
Bagaimana bisa ia berpikir begitu, bukankah hampir setiap hari aku selalu bersama dengannya. seharusnya jika masalah ku ia ketahui akupun sebaliknya.
Akhirnya mereka pun sampai di suatu Restaurant XX, Namun Mereka tak langsung turun dari Mobil.
"Kak Anggra kau curang", kata Wulan
dengan kesal.
"Hei jangan menatap ku galak seperti itu, baiklah sebagai gantinya aku akan mengabulkan Beberapa permintaan mu padaku. ku beri 3 permintaan", kata Dokter Anggra mencoba untuk membujuk Wulan.
"apa kau berpikir aku seorang anak kecil yang bisa di sogok dengan permintaan seperti itu? kau pikir aku Alladin?", tanya Wulan dengan cemberut.
"Yah sudah kalau kau tidak Mau,
aku juga tak memaksanya.
Tetapi dengan cepat Wulan langsung berkata "Baiklah!, baik jika kak Anggra memaksaku", kata Wulan.
"siapa yang memaksa mu, aku hanya mengatakannya jika kau mau", kata Dokter Anggra dengan sedikit mengejek.
Wulan pun langsung memukul Lengan Anggra beberapa kali, tapi tangannya langsung berhenti ketika dokter Anggra memegangnya sambil menatap kedua mata Wulan dengan serius. Wajah Wulan pun tiba-tiba langsung berubah.
"Me.. mengapa kak Anggra menatapku seperti itu? ", Kata Wulan dengan terbata-bata.
"Kamu cantik tapi aku belum menyukai mu,", kata Dokter Anggra dengan sedikit merayu
Wulan menjadi kaku ketika mendengar perkataan Dokter Anggra barusan, Beberapa saat akhirnya Dokter Anggra melepaskan tangan Wulan saat ia memegangnya
"Itu kata Seorang Pria yang ku baca dari Novelku barusan", kata Dokter Anggra tentu langsung membuat Wulan kesal
Tangannya Spontal Wulan langsung memukul Lengan Anggra.
Apa kau Pikir kau Dilan? Cih dilan bukanlah seorang dokter, melainkan anak SMA yang begitu tampan nan mempesona tak sama dengan Dokter Anggra yang begitu Menyebalkan.
Mereka pun memasuki Mall tersebut. DRCY City masuk dalam jajaran mall yang relatif baru di yang cocok bagi para pecinta film, karena terdapat bioskop IMAX 3D yang cukup besar. Mall dengan enam lantai ini terletak di kawasan di Jalan S.Iskandar. Memiliki enam lantai terdiri dari dua lantai parkir, empat Lantai pusat perbelanjaan.
Dokter Anggra Sebenarnya tak bermaksud mengajak jalan-jalan bersama Wulan tapi ia sudah terlanjur Mengatakan akan memberi 3 permintaan untuknya, Sebagai seorang laki-laki yang jantan ia harus bertanggung jawab dengan apa yang ia katakan barusan.
"Kita akan kemana kak?? Tanya Wulan.
"Aku juga tidak tahu", kata Dokter Anggra.
"Terus Mengapa kau mengajakku datang ke sini?", Tanya Wulan kembali.
"Aku pikir jika aku mengajak mu datang ke Mall mungkin akan membuat mu ingin melakukan sesuatu. Katakan saja apa yang kau inginkan akan ku kabulkan", kata Dokter Anggra.
Wulan hanya memasang wajah datar, ia mencoba berpikir hal apa yang ia sukai untuk di lakukan. Sudah beberapa menit ia berpikir nyatanya tidak dapat menemukan sesuatu.
"Aku tak ingin melakukan apapun kak, tak ada satupun yang ku sukai", kata Wulan.
"Yah aku lupa tentang penyakitmu, maaf kalau Begitu kita nonton saja", kata Dokter Anggra tentu langsung memegang tangan Wulan agar dapat mengikuti langkah kakinya dari belakang.
Wulan hanya terdiam saat melihat Dokter Anggra memegang tangannya. Ini pertama kalinya ia tak merasa risih, apakah ia sudah mulai terbiasa dengan sentuhan?. Entahlah yang jelas dokter Anggra Dapat membuat ia bisa membalas uluran tangan tersebut.
Saat memilih Flm Dokter Anggra bertanya Beberapa pertanyaan pada Wulan untuk memastikan bahwa Wulan bisa menikmati ketika flm tersebut dimulai.
"Apa kau bisa menonton flm Horror?", Tanya Dokter Anggra sambil memandang ke arah Wulan.
"Tentu saja, memangnya Kak Anggra pikir aku Gadis yang penakut? ", Kata Wulan.
"Ah Bagaimana jika Flm bergenre Romantis?", Kata Dokter Anggra.
"Tidak, aku tak menyukainya", kata Wulan dengan ekspresi wajah datar.
__ADS_1
"Mengapa?', tanya dokter Anggra karena merasa aneh.
"ku pikir Pasti kalau flm romantis selalu berakhir dengan Ending yang bahagia", kata Wulan.
"Memangnya kau tak menyukai jika kisah cinta mu berakhir bahagia?", Tanya dokter Anggra tentu membuat ekspresi Wulan berubah.
"Ma.. Maafkan aku, aku tidak bermaksud untuk menyinggung tentang Kisah cinta mu Wulan", kata dokter Anggra.
"Tidak Kak, tidak apa-apa", Kata Wulan
"Kalau begitu kita akan memilih Flm Horror itu saja ", kata Dokter Anggra.
Mereka pun memesan 2 tiket Flm Horror, Di tambah dengan membeli Popcorn Sweet Glaze untuk nanti di makan saat nonton.
Mereka pun menunggu beberapa menit sebelum flm tersebut mulai, Dokter Anggra melihat Ekspresi Wajah Wulan tampak murung, sehingga membuat ia khawatir.
"Ada apa Wulan? Apa kau tidak menyukai Flm ini?", Tanya Dokter Anggra.
"Tidak, bukan apa-apa", kata Wulan.
Tentu Dokter Anggra tak bisa dibohongi ia dapat mengetahui setiap gerak-gerik pasien yang sedang ia tangani ini.
"Apa kau teringat sesuatu?", Tanya Dokter Anggra dengan Hati-hati.
"Yah, bagaimana kau bisa mengetahuinya?
"Apa kau lupa jika aku seorang Dokter, aku dengan mudah dapat membaca setiap gerak-gerik yang kau lakukan Wulan", Kata Dokter Anggra.
"Aku menjadi teringat ketika nonton bersama dengan Kak Mattew.
Wulan pun mengambil nafas panjang-panjang.
"Sekarang aku tidak akan lagi bisa menonton dengannya", kata Wulan.
"Hei, aku akan selalu menemani mu pergi menonton, makan, dan jalan-jalan. Kemanapun kau pergi aku pasti akan selalu menemanimu", kata Dokter Anggra mencoba untuk meyakinkan Wulan
"Selalu menemani ku kemanapun aku pergi, Apa kau berjanji? Tanya Wulan sambil mengulurkan jari Kelingking nya.
"Tidak! Dokter Anggra langsung menjawabnya dengan cepat.
"Mengapa bukankah kau barusan bilang...
Dokter Anggra langsung memotong pembicaraan Wulan.
"Apa kau ingat waktu itu aku mengulurkan jari telunjukku kau mengatakan padaku jika hanya anak kecil saja yang melakukan hal itu", kata Dokter Anggra
Wulan langsung berubah menjadi cemberut membuat Dokter Anggra tak bisa menahan tawa, Wulan sungguh terlihat seperti anak kecil yang menggemaskan saat bertingkah begitu.
"Jangan menertawakan ku!!! ", Kata Wulan
Akhirnya Flm yang akan mereka nonton sudah akan dimulai membuat kedua orang tersebut masuk ke dalam Bioskop.
Saat Wulan duduk di dekat Dokter Anggra, ia merasa kaku dan tegang karena takut jika flm Horror yang ia bayangkan benar-benar menakutkan. Sehingga dokter Anggra berbisik kecil di telinganya.
"Jika kau takut kau boleh memegang tanganku", kata Dokter Anggra
"Siapa yang takut? Ingat aku ini gadis pemberani" kata Wulan dengan judes ia tak ingin di anggap sebagai gadis yang lemah
***
Saat di pertengahan Flm, Wulan merasa takut karena melihat Monster yang ada di flm karena ditambah dengan Suara Volume keras yang didengar sehingga Tubuhnya refleks langsung memeluk Dokter Anggra dan menutup mata.
"Apa yang kau lakukan Wulan? Bukankah tadi ku katakan jika kau takut kau harusnya memegang tanganku bukan memelukku begitu", kata Dokter Anggra dengan berbisik ke telinga Wulan.
"Aku takut kak Maaf, Kata Wulan kemudian langsung duduk seperti semula. Tapi Dokter Anggra memegang tangannya.
"Jika kau takut pegang saja tanganku seperti ini, dan tutup matamu", kata Dokter Anggra sambil memperagakan dengan memegang tangan Wulan.
Wulan pun kembali memandang ke arah layar, jika ia takut ia hanya perlu memegang tangan Dokter Anggra dan menutup mata, ia melakukannya seperti yang di katakan barusan.
__ADS_1
Akhirnya Flm pun akan segera berakhir sehingga ada adegan flm yang memperlihatkan kedua lawan jenis sedang berciuman mesra, sehingga Wulan langsung menutup matanya. Dokter Anggra tersenyum melihat tingkah Wulan yang menggemaskan membuat ia berbisik untuk merayu Wulan.
"Mengapa kau menutup matamu apa kau takut? ", Tanya Dokter Anggra tentu langsung membuat Wulan malu.