Pengobat Hati

Pengobat Hati
Episode 6


__ADS_3

Dokter Anggra di bangunkan


oleh Pak Iskandar, Dokter Anggra tak menyangka jika kedua orang tua Wulan sudah pulang ke rumah.


"ku mohon Tante dan om jangan berpikir yang tidak-tidak, aku dan Wulan tidak melakukan apapun saat di Kamar, saya hanya sebatas menemani Wulan sampai tertidur", kata Dokter Anggra .


Pak Iskandar hanya bisa nenghela nafasnya.


"Aku tahu, Wulan bahkan tak bisa


merasakan sentuhan apapun, tapi


aku hanya merasa aneh mengapa sampai ia tidur bersama denganmu di kamarnya, bukankah sebelumnya dia tidak mengizinkan siapa pun untuk menyentuhnya?", Tanya Ayah Wulan dengan ekspresi bingung.


"Sebelumnya aku juga kaget saat ia


meminta ku untuk menemaninya tidur


tapi kemungkinan ia merasa aman


karena aku dokter Pribadinya, aku juga bertujuan agar ia terbiasa dengan sentuhan apapun, aku berjanji jika


tidak akan menyimpan perasaan


apapun pada Wulan ", kata Dokter Anggra mencoba meyakinkan.


"Baiklah, aku percaya padamu Anggara


aku juga tahu jika kau anak yang baik,


mulai besok kau bisa tinggal di rumah


ini, dan kamarmu tepat di sebelah kamar Wulan. Jadi kau bisa dengan muda mengontrolnya. Akhir-akhir ini


Perusahaan banyak urusan jadi akan


rumit jika aku tak mengontrol


Keadaan Wulan. Aku mempercayaimu Nak", kata Ayah sambil memegang bahu Anggara.


Anggara hanya membalas dengan senyuman ramah, meski dalam hati ia masih bimbang jika harus pindah ke rumah ini. Tapi disisi positifnya ia dapat dengan mudah untuk selalu mengontrol Keadaan Wulan.


"Tante juga bermohon agar kau


membantu Wulan menemukan


pacar di kampus, mungkin itu bisa


membantu menyembuhkan kesehatan Wulan", ujar Ibu mencoba memberikan masukan.


"Baiklah, aku akan berusaha untuk


mencoba membantu Wulan mencari


pacar baru ", kata Anggra.


Tiba-tiba telepon genggam Ibu berdering tanda ada telepon masuk


"Hallo! sayang ada apa kau menelepon


ibu tengah malam begini, apa kau belum tidur?", Tanya Ibu.


"Aku tidak bisa tidur ibu, aku hanya


ingin menanyakan kabar Wulan.


bagaimana kabarnya bu ? apa ia sudah membaik? ", Tanya Mattew


"Dia akan cepat membaik Ayahmu bahkan sudah mempekerjakan seorang Psikiater Khusus untuknya, sebaiknya kau cepat tidur sayang, Indri dimana?


Bagaimana kabarnya?", Tanya ibu


"Dia sudah tidur bu, aku hanya ingin mengetahui kabar Wulan, bolehkah


aku datang ke rumah untuk menjenguk Wulan? aku sangat merindukan gadis itu

__ADS_1


"Tidak!! .....Maksud ibu, keadaannya


baik-baik saja seperti biasa, kau tak perlu repot-repot untuk datang menjenguknya ", kata ibu.


Kabar Wulan sama seperti biasa,


sama gila seperti biasa


lebih tepatnya


"Baiklah ibu, titip salamku untuk Wulan, katakan padanya jika aku sungguh merindukan dia", Kata Mattew.


"Iyaiya, selamat Malam sayang. Semoga mimpi mu indah ", kata Ibu langsung mematikan telepon tersebut.


Untuk apa aku repot-repot mengatakan


pesan rindumu itu pada gadis tidak


berguna seperti Wulan? Dia hanya


menjadi parasit di keluarga ini Mattew.


Sementara itu ayah dan Dokter Anggra masih melanjutkan perbincangan mereka


"Apa masih ada hal yang penting untuk di bicarakan?", tanya Ibu tiri langsung memotong pembicaraan Mereka.


"Aku hanya ingin memastikan Wulan


baik-baik saja saat berkuliah di Universitas XX karena seperti yang kita ketahui bersama jaman sekarang ada begitu banyak kenakalan di usia belasan seperti mereka walaupun Wulan sudah berumur 18 tahun aku tetap menganggapnya kecil untuk melakukan


kegiatan pantauanku", kata Ayah


"Jangan terlalu over protektif padanya, ingat jika dia memiliki penyakit gangguan mental jadi harus selalu berada dalam kegiatan yang menyibukkan diri, jika membuatnya selalu di rumah tentu akan membuat penyakitnya tambah parah ", kata Ibu


"Meskipun Pak Iskandar tidak akan


selalu memantaunya,


aku yang akan selalu bersama dengannya mengontrol setiap kegiatan yang bersangkutan dengan Wulan ", sambung Dokter Anggra.


"Kencan apa maksudmu siapa


yang akan berkencan?", Tanya ibu tiri


dengan penasaran


"Wulan, aku ingin jika ia akan mulai menjalin sebuah hubungan dengan seorang pria tetapi tentu dari latar belakang yang


baik. Besok kau harus mulai membantu Wulan untuk dekat dengan salah satu


dari mereka, meskipun akan merepotkan mungkin ini cara yang bisa membuat ia


cepat sembuh dari penyakitnya", kata Ayah


Ibu tiri menertawakan perkataan


yang ia dengar tentang kencan yang


akan Wulan lakukan besok


"Siapa juga lelaki yang ingin berkencan dengan orang yang memiliki gangguan mental seperti Wulan", kata Ibu tiri


sambil Tertawa. Tetapi tawanya tersebut langsung hilang ketika Ayah memukul meja dengan keras, tentu pasti membuat Ibu tiri langsung terkejut dan ketakutan saat mendengar Ayah marah saat mengatakan anak perempuannya itu memiliki gangguan mental.


"Tutup mulutmu itu Sherly!!! Aku tak


pernah mengijinkanmu untuk


mengatakan Wulan seperti itu! Ini semua


juga salahmu yang terlalu cepat


menikahkan Mattew dengan Indri.


Padahal kau tahu betul jika Wulan

__ADS_1


belum sembuh dari penderitaannya.


Mattew menjadi kakak tirinya, apa kau


tidak pernah memikirkan tentang perasaannya sedikit pun???",


Namun Kemarahan Ayah


tak berhenti disitu Bu Sherly tak


mau kalah untuk melawan Argumen dengannya.


"Jadi maksudmu kau akan membiarkan


mereka berhubungan gelap di belakang kita? Apa kau tahu jika saja malam itu kita tak cepat pulang Tentu terjadi sesuatu yang besar yang akan merusak nama baik keluarga kita??? Kau juga tahu betul jika mereka berdua itu susah untuk di pisahkan !


Aku menikahkan Mattew secepatnya agar Wulan tak akan pernah mau menggoda Mattew Lagi!!


Pafff...


Tiba-tiba terdengar suara tamparan


yang keras mengenai pipi bu Sherly,


dengan mata berkaca-kaca ia tampak


tak percaya jika suaminya akan membela Wulan.


"Ka...kau bahkan berani menamparku, bu..bukankah sebelumnya kau tak


pernah menamparku? ", Kata bu Sherly


sambil memegang pipi yang sudah berbekas tanda merah itu.


Pak Iskandar langsung memeluk


tubuh bu Sherly dengan wajah


menyesal karena telah melakukannya


"Maafkan aku, aku menyesal telah menamparmu ", kata Pak Iskandar


Akhirnya Pak Iskandar mengantar


bu Sherly ke kamar untuk beristirahat, setelah itu ia kembali ke ruang tamu untuk membicarakan hal terakhir Kepada Dokter Anggra.


"Kau boleh pulang, ku harap kau


jangan menyimpan apa yang kau dengar


soal tadi. Keluargaku memang


tampak berantakan akhir-akhir ini", kata Pak Iskandar


"Baiklah Pak, kalau begitu aku permisi


Anggara pun pergi meninggalkan


rumah kediaman keluarga Iskandar dengan


penuh tanda tanya di pikirannya.


Sebenarnya apa yang terjadi


dengan Malam itu?


Mengapa sampai Bu Sherly


menikahkan Mattew dengan cepat


dan Wulan yang duluan menggoda ? Rasanya tak mungkin seorang gadis polos dan lugu sepertinya maumenggoda Mattew. Ah sudahlah aku tak perlu mengetahuinya.


jangan mencampuru urusan orang lain


Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2