
Dokter Anggra di bangunkan
oleh Pak Iskandar, Dokter Anggra tak menyangka jika kedua orang tua Wulan sudah pulang ke rumah.
"ku mohon Tante dan om jangan berpikir yang tidak-tidak, aku dan Wulan tidak melakukan apapun saat di Kamar, saya hanya sebatas menemani Wulan sampai tertidur", kata Dokter Anggra .
Pak Iskandar hanya bisa nenghela nafasnya.
"Aku tahu, Wulan bahkan tak bisa
merasakan sentuhan apapun, tapi
aku hanya merasa aneh mengapa sampai ia tidur bersama denganmu di kamarnya, bukankah sebelumnya dia tidak mengizinkan siapa pun untuk menyentuhnya?", Tanya Ayah Wulan dengan ekspresi bingung.
"Sebelumnya aku juga kaget saat ia
meminta ku untuk menemaninya tidur
tapi kemungkinan ia merasa aman
karena aku dokter Pribadinya, aku juga bertujuan agar ia terbiasa dengan sentuhan apapun, aku berjanji jika
tidak akan menyimpan perasaan
apapun pada Wulan ", kata Dokter Anggra mencoba meyakinkan.
"Baiklah, aku percaya padamu Anggara
aku juga tahu jika kau anak yang baik,
mulai besok kau bisa tinggal di rumah
ini, dan kamarmu tepat di sebelah kamar Wulan. Jadi kau bisa dengan muda mengontrolnya. Akhir-akhir ini
Perusahaan banyak urusan jadi akan
rumit jika aku tak mengontrol
Keadaan Wulan. Aku mempercayaimu Nak", kata Ayah sambil memegang bahu Anggara.
Anggara hanya membalas dengan senyuman ramah, meski dalam hati ia masih bimbang jika harus pindah ke rumah ini. Tapi disisi positifnya ia dapat dengan mudah untuk selalu mengontrol Keadaan Wulan.
"Tante juga bermohon agar kau
membantu Wulan menemukan
pacar di kampus, mungkin itu bisa
membantu menyembuhkan kesehatan Wulan", ujar Ibu mencoba memberikan masukan.
"Baiklah, aku akan berusaha untuk
mencoba membantu Wulan mencari
pacar baru ", kata Anggra.
Tiba-tiba telepon genggam Ibu berdering tanda ada telepon masuk
"Hallo! sayang ada apa kau menelepon
ibu tengah malam begini, apa kau belum tidur?", Tanya Ibu.
"Aku tidak bisa tidur ibu, aku hanya
ingin menanyakan kabar Wulan.
bagaimana kabarnya bu ? apa ia sudah membaik? ", Tanya Mattew
"Dia akan cepat membaik Ayahmu bahkan sudah mempekerjakan seorang Psikiater Khusus untuknya, sebaiknya kau cepat tidur sayang, Indri dimana?
Bagaimana kabarnya?", Tanya ibu
"Dia sudah tidur bu, aku hanya ingin mengetahui kabar Wulan, bolehkah
aku datang ke rumah untuk menjenguk Wulan? aku sangat merindukan gadis itu
__ADS_1
"Tidak!! .....Maksud ibu, keadaannya
baik-baik saja seperti biasa, kau tak perlu repot-repot untuk datang menjenguknya ", kata ibu.
Kabar Wulan sama seperti biasa,
sama gila seperti biasa
lebih tepatnya
"Baiklah ibu, titip salamku untuk Wulan, katakan padanya jika aku sungguh merindukan dia", Kata Mattew.
"Iyaiya, selamat Malam sayang. Semoga mimpi mu indah ", kata Ibu langsung mematikan telepon tersebut.
Untuk apa aku repot-repot mengatakan
pesan rindumu itu pada gadis tidak
berguna seperti Wulan? Dia hanya
menjadi parasit di keluarga ini Mattew.
Sementara itu ayah dan Dokter Anggra masih melanjutkan perbincangan mereka
"Apa masih ada hal yang penting untuk di bicarakan?", tanya Ibu tiri langsung memotong pembicaraan Mereka.
"Aku hanya ingin memastikan Wulan
baik-baik saja saat berkuliah di Universitas XX karena seperti yang kita ketahui bersama jaman sekarang ada begitu banyak kenakalan di usia belasan seperti mereka walaupun Wulan sudah berumur 18 tahun aku tetap menganggapnya kecil untuk melakukan
kegiatan pantauanku", kata Ayah
"Jangan terlalu over protektif padanya, ingat jika dia memiliki penyakit gangguan mental jadi harus selalu berada dalam kegiatan yang menyibukkan diri, jika membuatnya selalu di rumah tentu akan membuat penyakitnya tambah parah ", kata Ibu
"Meskipun Pak Iskandar tidak akan
selalu memantaunya,
aku yang akan selalu bersama dengannya mengontrol setiap kegiatan yang bersangkutan dengan Wulan ", sambung Dokter Anggra.
"Kencan apa maksudmu siapa
yang akan berkencan?", Tanya ibu tiri
dengan penasaran
"Wulan, aku ingin jika ia akan mulai menjalin sebuah hubungan dengan seorang pria tetapi tentu dari latar belakang yang
baik. Besok kau harus mulai membantu Wulan untuk dekat dengan salah satu
dari mereka, meskipun akan merepotkan mungkin ini cara yang bisa membuat ia
cepat sembuh dari penyakitnya", kata Ayah
Ibu tiri menertawakan perkataan
yang ia dengar tentang kencan yang
akan Wulan lakukan besok
"Siapa juga lelaki yang ingin berkencan dengan orang yang memiliki gangguan mental seperti Wulan", kata Ibu tiri
sambil Tertawa. Tetapi tawanya tersebut langsung hilang ketika Ayah memukul meja dengan keras, tentu pasti membuat Ibu tiri langsung terkejut dan ketakutan saat mendengar Ayah marah saat mengatakan anak perempuannya itu memiliki gangguan mental.
"Tutup mulutmu itu Sherly!!! Aku tak
pernah mengijinkanmu untuk
mengatakan Wulan seperti itu! Ini semua
juga salahmu yang terlalu cepat
menikahkan Mattew dengan Indri.
Padahal kau tahu betul jika Wulan
__ADS_1
belum sembuh dari penderitaannya.
Mattew menjadi kakak tirinya, apa kau
tidak pernah memikirkan tentang perasaannya sedikit pun???",
Namun Kemarahan Ayah
tak berhenti disitu Bu Sherly tak
mau kalah untuk melawan Argumen dengannya.
"Jadi maksudmu kau akan membiarkan
mereka berhubungan gelap di belakang kita? Apa kau tahu jika saja malam itu kita tak cepat pulang Tentu terjadi sesuatu yang besar yang akan merusak nama baik keluarga kita??? Kau juga tahu betul jika mereka berdua itu susah untuk di pisahkan !
Aku menikahkan Mattew secepatnya agar Wulan tak akan pernah mau menggoda Mattew Lagi!!
Pafff...
Tiba-tiba terdengar suara tamparan
yang keras mengenai pipi bu Sherly,
dengan mata berkaca-kaca ia tampak
tak percaya jika suaminya akan membela Wulan.
"Ka...kau bahkan berani menamparku, bu..bukankah sebelumnya kau tak
pernah menamparku? ", Kata bu Sherly
sambil memegang pipi yang sudah berbekas tanda merah itu.
Pak Iskandar langsung memeluk
tubuh bu Sherly dengan wajah
menyesal karena telah melakukannya
"Maafkan aku, aku menyesal telah menamparmu ", kata Pak Iskandar
Akhirnya Pak Iskandar mengantar
bu Sherly ke kamar untuk beristirahat, setelah itu ia kembali ke ruang tamu untuk membicarakan hal terakhir Kepada Dokter Anggra.
"Kau boleh pulang, ku harap kau
jangan menyimpan apa yang kau dengar
soal tadi. Keluargaku memang
tampak berantakan akhir-akhir ini", kata Pak Iskandar
"Baiklah Pak, kalau begitu aku permisi
Anggara pun pergi meninggalkan
rumah kediaman keluarga Iskandar dengan
penuh tanda tanya di pikirannya.
Sebenarnya apa yang terjadi
dengan Malam itu?
Mengapa sampai Bu Sherly
menikahkan Mattew dengan cepat
dan Wulan yang duluan menggoda ? Rasanya tak mungkin seorang gadis polos dan lugu sepertinya maumenggoda Mattew. Ah sudahlah aku tak perlu mengetahuinya.
jangan mencampuru urusan orang lain
Bersambung*
__ADS_1