
Langkah kaki Wulan terhenti, ia tak menyangka jika Kak
Nando benar mendengar percakapannya dengan Dokter Anggra.
“itu... itu hanya obat biasa obat... obat vitamin untuk
meningkatkan stamina atau lebih tepatnya lagi adalah untuk meningkatkan
kekebalan tubuh, seperti yang kak Nando ketahui segala kegiatan selama
karantina ini sungguh menguras banyak tenaga. Jadi Dokterku merekomendasikan
agar selalu meminum vitamin “, Kata Wulan mencoba untuk meyakinkan lawan bicara
yang penasaran itu.
Aku tentu tak mungkin untuk membicarakan soal penyakit
mentalku ini kepada siapapun apalagi dengan Kak Nando yang bahkan kami tak terlalu
mengenal satu sama lain.
“maaf tadi kau menyebutkan dokterku? Maksudmu apa kau
memiliki dokter khusus? Atau
Sial aku keceplosan tadi
Dengan senyuman Wulan menjawabnya dengan santai
“Yah, tentu saja dirumah kami sekeluarga memiliki dokter
khusus untuk memantau kesehatan kami masing-masing, ayahku memang over
protektif sekali jadi dia...
“Kau sedang bercanda bukan? Ayolah Wulan kau bisa
mengatakannya padaku tak usah takut “, Kata Nando.
“tidak kak aku serius
“aku tahu kau berbohong Wulan, aku bisa saja menyuruh
__ADS_1
salah seorang senior wanita untuk memeriksa isi tasmu obat apa sebenarnya yang
kau minum selama karantina ini “, Kata Nando sedikit memaksa dan menekan jika
ia serius untuk membongkar isi tas Wulan.
“Kak Nando, kau sebaiknya tidak boleh bersikap seperti
pada Wulan! Dia juga memiliki privasinya sendiri! “, Kata Anggie dari belakang.
Anggie ? Mengapa ia ada disini?
“Maaf lancang berkata seperti itu, tapi sebaiknya kak
Nando tidak boleh berlaku semena-mena begitu apalagi jika menganggu privasi
seseorang itu tentu sudah melanggar dan melewati batas”, Kata Anggie membela Wulan.
“bukan begitu Anggie, aku hanya ingin memastikan seluruh
finalis yang hadir di sini bebas dari obat-obatan terlarang”, Kata Nando
“obat-obatan terlarang ? maksud kak Nando Narkoba? Aku tidak
“jangan menuduh sembarangan kak, kau tidak memiliki bukti
yang kuat untuk menuduh Wulan begitu! Dan berhubung ini sudah lewat jam
istirahat sepertinya kita harus kembali ke ruangan. Para senior sudah menunggu
kita, sebaiknya kita segera kembali “, Kata Anggie beranjak pergi sambil
menarik tangan Wulan.
“hei tunggu! Bukan seperti itu maksudku, kalian berdua
salah paham tunggu dengarkan aku!!
Kedua gadis itu tak memperdulikan panggilan Nando, mereka
berdua masuk ke ruangan tanpa menoleh sedikitpun ke belakang saking kesalnya.
Sebenarnya aku hanya ingin lebih dekat denganmu Wulan,
__ADS_1
aku tak bermaksud untuk menyinggung ataupun menuduh yang tidak-tidak kepadamu.
Rasa bersalah yang dalam sungguh menganggu Nando.
***
“ada apa? Apa kau memiliki masalah dengan Kak Nando?
Tanya Icha yang berhubung ia bersebelahan dengan ranjang Wulan.
“bagaimana kau bisa tahu jika aku memiliki masalah dengan
Kak Nando? Tanya Wulan dengan bingung.
apa jangan-jangan Icha juga mendengar pembicaraan kami
tadi? Yah Icha memang menjadi salah satu orang yang melihat aku minum obat
secara terang-terangan.
“tidak, aku hanya sekilas tadi lewat dan melihat tadi Anggie dan terlihat seperti sedang membelamu “, Kata Icha.
Ah syukurlah rupanya kau tidak mendengar semuanya setidaknya aku selamat sekarang
“tidak, itu bukan apa-apa, kami hanya mendiskusikan
sebuah masalah makanya terbawa dengan emosi. Aku ke toilet dulu yah untuk
membersihkan make up sekaligus untuk membersihkan diri ", kata Wulan kemudian beranjak pergi.
Saat di Toilet Wulan melihat ke arah cermin yang ada di
depannya, mengingat kejadian barusan terjadi
*Anggie, dia tadi membelaku? Rasanya begitu aneh jika anak
itu berlagak sok seperti penyelamat bagiku. Yah setidaknya aku bersyukur dia
ada tadi. Aku tak bisa membayangkan jika kak Nando benar-benar membongkar isi
tasku, memang dia bersikap baik tadi, tapi bukan berarti aku dengan mudahnya melupakan segala kebencian yang terjadi di antara kami. Apalagi sekarang dia belum juga berubah bahkan Kak Anggra dia terlihat ingin merebutnya dariku. Dia selalu sama ingin merebut segala yang ku inginkan. Aku tak mungkin dengan polosnya melupakan segala hal buruk yang terjadi dulu. Tapi ngomong-ngomong Icha tadi ah ia benar bagaimana aku bisa bodoh begitu!
obatku!! obatku aku lupa Memasukannya kembali ke dalam tas
__ADS_1
Bersambung*