
Setelah menghabiskan beberapa waktu berdua Anggara dan Wulan kembali ke
rumah karena hari sudah menunjukkan pukul 22.00. Anggara memutuskan untuk mengantar gadis itu pulang ke rumahnya
sesampainya di depan rumah
“kak Anggara tidak turun? Tanya Wulan
“tidak, masuklah jangan lupa untuk meminum obatmu, dan habis itu langsung tidur. Ingat
jangan begadang. Itu tak bagus untuk kesehatanmu “, kata Anggara
“baik kak, tenanglah aku akan cepat tidur”, kata Wulan kemudian turun dari
mobil sambil melambaikan tangannya kepada Anggra
Wulan masuk ke dalam rumah. Ia langsung bertemu tatap muka dengan Pak
Iskandar. Wajah lelaki tua itu menujukkan tak suka ketika mendapati Wulan yang
baru pulang apalagi tadi tak mengabarinya terlebih dulu.
“darimana saja kamu!
Wulan hanya berjalan terus tanpa menoleh ke arah Pak Iskandar sedikitpun
“bukan urusan ayah!
“Wulandari! Darimana saja kamu!
Suara keras memecahkan suasana rumah itu yang sepi
“aku pikir aku tak perlu mengatakannya pada Ayah karena ayah tak pernah
memperdulikan setiap keadaanku!
“sejak kapan kau berubah menjadi anak yang kurang ajar seperti ini? Kau dulu
tak pernah membantah ayah sekasar itu! Tapi sekarang! Lihatlah
Wulan menghela nafasnya
“maafkan aku ayah, tadi aku jalan-jalan keluar bersama kak Anggra”, Kata
Wulan
“duduk disini Ada yang ingin ayah katakan kepadamu”, Kata Pak Iskandar
“apa yang ingin ayah katakan?
Gadis itu menurut dan duduk seperti yang diperintahkan oleh Pak Iskandar
“bagaimana hubunganmu dengan Angelina?“. Kata Pak Iskandar
Oh jadi ini hal yang penting yang ingin ayah katakan kepadaku? Huh Anggie
memang selalu baik dimata ayahku. Gadis itu memang juaranya jika mengambil hati
seseorang. Dasar munafik
“Angelina siapa?
Tanya Wulan berpura-pura tak kenal dengan sosok yang ditanyakan Pak
Iskandar kepadanya
“Anggie anaknya Pak Cornelius sahabat dekatmu. Bagaimana bisa kau sampai
lupa namanya
“dia bukan sahabat ku lagi ayah, apalagi teman aku bahkan sekarang tak
mengangganya sebagai temanku”, Kata Wulan dengan kesal
“Wulan lusa adalah hari ulang tahunnya ayahnya sendiri yang berpesan kepada
ayah agar kau mau untuk hadir di acara pesta ulang tahunnya. Jangan berkelakuan
seperti anak kecil Wulan! Kau tentu tahu hubungan baik apa yang terjalin di
antara keluarga Iskandar dengan Cornelius. Ayah mohon jangan merusaknya hanya karena
pertengkaran kecil kalian.
“aku sudah memutuskannya tak akan datang, jadi jangan pernah untuk
melarangku “, kata Wulan kemudian beranjak pergi
“kau bisa mengajak dokter Anggara untuk pergi bersamamu
Mendengar perkataan Pak Iskandar langkah kaki Wulan terhenti
“ayah tak akan melarangmu untuk pergi bersamanya. Maksud ayah kau bisa
mengajak Anggara untuk datang kesana”, Bujuk pak Iskandar.
__ADS_1
Huh bujukan macam apa itu? tapi bukankah Kak Anggara memang di undang di acara pesta
ulang tahun Anggie. Ayah mungkin juga tak mengetahui tentang hubungan anggie
dengan Kak Anggra. Yah Anggie memang gadis yang hebat.
“aku tetap pada pendirianku ayah
***
Setelah selesai mencuci muka dan bersikat gigi Wulan mengganti pakaian
piyama miliknya. Gadis itu merebahkan tubuhnya ke atas ranjang yang empuk
miliknya.
Pikiran gadis itu mulai melayang kemana-mana
Mulai dari kejadian tadi dimana ia makan bersama dengan Anggra, ketika Anggra
untuk pertama kalinya menceritakan kisah hidupnya, bagaimana ia hidup selama
ini. Mendengar cerita tersebut membuat hati gadis itu merasa lega apalagi
ketika melihat sunset bersama dengan Dokter Anggara sungguh menambah suasana
yang menyenangkan dan menghanyutkan hati. Sehabis makan Wulan dan Anggara jalan-jalan
sebentar melihat pemandangan indah malam pusat kota hari itu. Bahkan beberapa cerita
kecil yang lucu sungguh membuat Wulan tak ingin segera melupakannya. Beberapa foto
yang mereka ambil ketika bersama tadi sampai gadis itu dibuat senyum-senyum
sendiri.
sampai akhirnya Wulan mulai memikirkan tentang perkataan ayahnya mengenai
hubungannya dengan sahabatnya Anggie. Tidak lebih tepatnya mantan sahabat.
Sampai detik ini saja aku belum juga mengetahui hubungan apa yang terjalin
antara Anggie dengan kak Anggra. Memangnya apa yang spesial dari gadis itu? Di bandingkan
denganku aku yang lebih baik darinya
Wulan merasa bosan akhirnya ia memutuskan untuk mengirim pesan kepada
Dokter Anggra
Setelah menunggu beberapa menit lamanya akhirnya masuk pesan baru dari Anggra
“belum. jawab nya dengan singkat.
Wulan tersenyum kemudian mengirim pesan kembali
“Kak Anggra sedang apa sekarang?
Wulan melemparkan handphone miliknya di bawah ranjang. Gadis itu merasa kesal
karena dokter Anggra lama sekali membalas pesan darinya.
“tidur. lagi-lagi dengan Jawaban yang singkat.
Pesan singkat itu terasa menyebalkan bagi Wulan
“KAK ANGGRA BISAKAH KAU MEMBALAS PESANKU LEBIH PANJANG? AKU MERASA KESAL JIKA HARUS MENCARI IDE LAIN UNTUK MEMULAI PERCAKAPAN DENGANMU!!!
Anggra langsung membaca isi pesan tersebut.
“hahaha maafkan aku, aku tidak bermaksud begitu. Tadi aku hanya menonton tv
jadi aku tidak langsung melihat pesan darimu. Pesan dari Anggra di sertai
dengan emot tertawa.
“hei apa kau marah padaku? Tanya Anggra melalui pesan.
“aku bosan kak!
Melihat pesan dari gadis itu Anggra langsung menelepon Wulan
“hmm.. “, Wulan dengan cuek
“hei apa kau marah kepadaku? Tanya Anggra
“tidak!
“mengapa singkat sekali?
“kak Anggra juga sering begitu ketika menjawab pesanku!
“hahaha baiklah maafkan aku.
Suasana menjadi hening
__ADS_1
“apa kau sudah minum obatmu ? “, tanya Anggra
“sudah.
***
Pagi itu seperti biasanya Wulan berangkat ke kampus dan Saat di mobil Wulan hanya diam sampai akhirnya Anggra lah yang duluan untuk memulai topik pembicaran
“jadi apa kau akan pergi ke acara pesta ulang tahun Anggie? Tanya Anggara
memecahkan suasana yang hening
“tidak! Aku tidak akan pergi!
“baiklah kalau begitu.
Mendengar perkataan Anggra yang santai kepadanya membuat Wulan merasa
kesal.
Apa? Hanya itu tanggapannya kepadaku? Ihh kak Anggra sungguh menyebalkan!
“wulan sebentar kau pulang jam berapa?
“jam 11. Ada apa?
“tidak apa-apa. Aku ingin memberitahumu jika sebentar aku ingin ke suatu
tempat untuk membelikan kado untuk Anggie
“, kata Anggra
Wulan merasa kesal saat mendengarnya
“baik terserah kak Anggra saja “, kata Wulan
Sampai di lobby Wulan tampak begitu kesal sampai Nanda dan selia pun
bertanya kepadanya
“kau sedang kesal kepada siapa?”, tanya Nanda
“kak Anggra. Aku tidak merasa kesal
hanya saja aku tak suka ketika dia
terlihat begitu perduli kepada orang lain”, kata Wulan
“siapa? Tolong perjelaslah kepada kami agar kami dapat mengerti apa
maksudmu”, kata selia
“kak Anggra akan pergi membelikan kado spesial untuk ulang tahun Anggie
besok
Nanda dan selia tentu saja tahu jika Wulan sangat membenci Anggie. Tapi mesikpun
kedua sahabatnya itu sering memberikan nasehat untuk berbaikkan dengan Anggie
gadis itu selalu menolaknya karena berbagai alasan apapun.
“kado spesial?jadi Anggra akan pergi ke ulang tahunnya Anggie?
“yah begitulah. Aku curiga jika Anggie sebenarnya memiliki hubungan yang
khusus. Apa kalian tidak pernah melihat bagaimana kedekatan diantara mereka?
Kata selia sungguh membuat Wulan jadi panas telinga saat mendengarnya
“kau harus melarangnya untuk pergi Wulan!
“hei aku tak mungkin untuk melarangnya!
“jika kau tak disana bagaimana kau bisa pantau tentang hubungan mereka
berdua? Jika saja kau diundang aku rasa kau bisa....
“aku diundang kok di acaranya”.
“terus ? mengapa kau tak ingin
datang? Tanya Nanda merasa bingung
“aku tak ingin hadir disana.
“Wulan terus bagaimana bisa kau memantau segala kedekatan di antara mereka
berdua? Apa kau ingin jika mereka berdua malah justru lebih dekat?
Mendengar perkataan Nanda membuat Wulan merasa bingung
*Benar juga sih bagaimana jika nanti disana Kak Anggra justru lebih dekat
dengan Anggie? Ah benar itu tidak boleh sampai terjadi
__ADS_1
Bersambung*