Pengobat Hati

Pengobat Hati
Episode 64


__ADS_3

Setelah menghabiskan beberapa waktu berdua Anggara dan Wulan kembali ke


rumah karena hari sudah menunjukkan pukul 22.00. Anggara memutuskan untuk mengantar gadis itu pulang ke rumahnya


sesampainya di depan rumah


“kak Anggara tidak turun? Tanya Wulan


“tidak, masuklah jangan lupa untuk meminum obatmu, dan habis itu langsung tidur. Ingat


jangan begadang. Itu tak bagus untuk kesehatanmu “, kata Anggara


“baik kak, tenanglah aku akan cepat tidur”, kata Wulan kemudian turun dari


mobil sambil melambaikan tangannya kepada Anggra


Wulan masuk ke dalam rumah. Ia langsung bertemu tatap muka dengan Pak


Iskandar. Wajah lelaki tua itu menujukkan tak suka ketika mendapati Wulan yang


baru pulang apalagi tadi tak mengabarinya terlebih dulu.


“darimana saja kamu!


Wulan hanya berjalan terus tanpa menoleh ke arah Pak Iskandar sedikitpun


“bukan urusan ayah!


“Wulandari! Darimana saja kamu!


Suara keras memecahkan suasana rumah itu yang sepi


“aku pikir aku tak perlu mengatakannya pada Ayah karena ayah tak pernah


memperdulikan setiap keadaanku!


“sejak kapan kau berubah menjadi anak yang kurang ajar seperti ini? Kau dulu


tak pernah membantah ayah sekasar itu! Tapi sekarang! Lihatlah


Wulan menghela nafasnya


“maafkan aku ayah, tadi aku jalan-jalan keluar bersama kak Anggra”, Kata


Wulan


“duduk disini Ada yang ingin ayah katakan kepadamu”, Kata Pak Iskandar


“apa yang ingin ayah katakan?


Gadis itu menurut dan duduk seperti yang diperintahkan oleh Pak Iskandar


“bagaimana hubunganmu dengan Angelina?“. Kata Pak Iskandar


Oh jadi ini hal yang penting yang ingin ayah katakan kepadaku? Huh Anggie


memang selalu baik dimata ayahku. Gadis itu memang juaranya jika mengambil hati


seseorang. Dasar munafik


“Angelina siapa?


Tanya Wulan berpura-pura tak kenal dengan sosok yang ditanyakan Pak


Iskandar kepadanya


“Anggie anaknya Pak Cornelius sahabat dekatmu. Bagaimana bisa kau sampai


lupa namanya


“dia bukan sahabat ku lagi ayah, apalagi teman aku bahkan sekarang tak


mengangganya sebagai temanku”, Kata Wulan dengan kesal


“Wulan lusa adalah hari ulang tahunnya ayahnya sendiri yang berpesan kepada


ayah agar kau mau untuk hadir di acara pesta ulang tahunnya. Jangan berkelakuan


seperti anak kecil Wulan! Kau tentu tahu hubungan baik apa yang terjalin di


antara keluarga Iskandar dengan Cornelius. Ayah mohon jangan merusaknya hanya karena


pertengkaran kecil kalian.


“aku sudah memutuskannya tak akan datang, jadi jangan pernah untuk


melarangku “, kata Wulan kemudian beranjak pergi


“kau bisa mengajak dokter Anggara untuk pergi bersamamu


Mendengar perkataan Pak Iskandar langkah kaki Wulan terhenti


“ayah tak akan melarangmu untuk pergi bersamanya. Maksud ayah kau bisa


mengajak Anggara untuk datang kesana”, Bujuk pak Iskandar.

__ADS_1


Huh bujukan macam apa itu? tapi bukankah Kak Anggara memang di undang di acara pesta


ulang tahun Anggie. Ayah mungkin juga tak mengetahui tentang hubungan anggie


dengan Kak Anggra. Yah Anggie memang gadis yang hebat.


“aku tetap pada pendirianku ayah


***


Setelah selesai mencuci muka dan bersikat gigi Wulan mengganti pakaian


piyama miliknya. Gadis itu merebahkan tubuhnya ke atas ranjang yang empuk


miliknya.


Pikiran gadis itu mulai melayang kemana-mana


Mulai dari kejadian tadi dimana ia makan bersama dengan Anggra, ketika Anggra


untuk pertama kalinya menceritakan kisah hidupnya, bagaimana ia hidup selama


ini. Mendengar cerita tersebut membuat hati gadis itu merasa lega apalagi


ketika melihat sunset bersama dengan Dokter Anggara sungguh menambah suasana


yang menyenangkan dan menghanyutkan hati. Sehabis makan Wulan dan Anggara jalan-jalan


sebentar melihat pemandangan indah malam  pusat kota hari itu. Bahkan beberapa cerita


kecil yang lucu sungguh membuat Wulan tak ingin segera melupakannya. Beberapa foto


yang mereka ambil ketika bersama tadi sampai gadis itu dibuat senyum-senyum


sendiri.


sampai akhirnya Wulan mulai memikirkan tentang perkataan ayahnya mengenai


hubungannya dengan sahabatnya Anggie. Tidak lebih tepatnya mantan sahabat.


Sampai detik ini saja aku belum juga mengetahui hubungan apa yang terjalin


antara Anggie dengan kak Anggra. Memangnya apa yang spesial dari gadis itu? Di bandingkan


denganku aku yang lebih baik darinya


Wulan merasa bosan akhirnya ia memutuskan untuk mengirim pesan kepada


Dokter Anggra


Setelah menunggu beberapa menit lamanya akhirnya masuk pesan baru dari Anggra


“belum. jawab nya dengan singkat.


Wulan tersenyum kemudian mengirim pesan kembali


“Kak Anggra sedang apa sekarang?


Wulan melemparkan handphone miliknya di bawah ranjang. Gadis itu merasa kesal


karena dokter Anggra lama sekali membalas pesan darinya.


“tidur. lagi-lagi dengan Jawaban yang singkat.


Pesan singkat itu terasa menyebalkan bagi Wulan


“KAK ANGGRA BISAKAH KAU MEMBALAS PESANKU LEBIH PANJANG? AKU MERASA KESAL JIKA HARUS MENCARI IDE LAIN UNTUK MEMULAI PERCAKAPAN DENGANMU!!!


Anggra langsung membaca isi pesan tersebut.


“hahaha maafkan aku, aku tidak bermaksud begitu. Tadi aku hanya menonton tv


jadi aku tidak langsung melihat pesan darimu. Pesan dari Anggra di sertai


dengan emot tertawa.


“hei apa kau marah padaku? Tanya Anggra melalui pesan.


“aku bosan kak!


Melihat pesan dari gadis itu Anggra langsung menelepon Wulan


“hmm.. “, Wulan dengan cuek


“hei apa kau marah kepadaku? Tanya Anggra


“tidak!


“mengapa singkat sekali?


“kak Anggra juga sering begitu ketika menjawab pesanku!


“hahaha baiklah maafkan aku.


Suasana menjadi hening

__ADS_1


“apa kau sudah minum obatmu ? “, tanya Anggra


“sudah.


***


Pagi itu seperti biasanya Wulan berangkat ke kampus dan Saat di mobil Wulan hanya diam sampai akhirnya Anggra lah yang duluan untuk memulai topik pembicaran


“jadi apa kau akan pergi ke acara pesta ulang tahun Anggie? Tanya Anggara


memecahkan suasana yang hening


“tidak! Aku tidak akan pergi!


“baiklah kalau begitu.


Mendengar perkataan Anggra yang santai kepadanya membuat Wulan merasa


kesal.


Apa? Hanya itu tanggapannya kepadaku? Ihh kak Anggra sungguh menyebalkan!


“wulan sebentar kau pulang jam berapa?


“jam 11. Ada apa?


“tidak apa-apa. Aku ingin memberitahumu jika sebentar aku ingin ke suatu


tempat untuk membelikan kado untuk  Anggie


“, kata Anggra


Wulan merasa kesal saat mendengarnya


“baik terserah kak Anggra saja “, kata Wulan


Sampai di lobby Wulan tampak begitu kesal sampai Nanda dan selia pun


bertanya kepadanya


“kau sedang kesal kepada siapa?”, tanya Nanda


“kak Anggra. Aku tidak merasa kesal


hanya saja aku tak suka ketika dia


terlihat begitu perduli kepada orang lain”, kata Wulan


“siapa? Tolong perjelaslah kepada kami agar kami dapat mengerti apa


maksudmu”, kata selia


“kak Anggra akan pergi membelikan kado spesial untuk ulang tahun Anggie


besok


Nanda dan selia tentu saja tahu jika Wulan sangat membenci Anggie. Tapi mesikpun


kedua sahabatnya itu sering memberikan nasehat untuk berbaikkan dengan Anggie


gadis itu selalu menolaknya karena berbagai alasan apapun.


“kado spesial?jadi Anggra akan pergi ke ulang tahunnya Anggie?


“yah begitulah. Aku curiga jika Anggie sebenarnya memiliki hubungan yang


khusus. Apa kalian tidak pernah melihat bagaimana kedekatan diantara mereka?


Kata selia sungguh membuat Wulan jadi panas telinga saat mendengarnya


“kau harus melarangnya untuk pergi Wulan!


“hei aku tak mungkin untuk melarangnya!


“jika kau tak disana bagaimana kau bisa pantau tentang hubungan mereka


berdua? Jika saja kau diundang aku rasa kau bisa....


“aku diundang kok di acaranya”.


“terus ? mengapa kau  tak ingin


datang? Tanya Nanda merasa bingung


“aku tak ingin hadir disana.


“Wulan terus bagaimana bisa kau memantau segala kedekatan di antara mereka


berdua? Apa kau ingin jika mereka berdua malah justru lebih dekat?


Mendengar perkataan Nanda membuat Wulan merasa bingung


*Benar juga sih bagaimana jika nanti disana Kak Anggra justru lebih dekat


dengan Anggie? Ah benar itu tidak boleh sampai terjadi

__ADS_1


Bersambung*


__ADS_2