Pengobat Hati

Pengobat Hati
Episode 47


__ADS_3

Hari kedua karantina ini mulai terasa melelahkan bagi Wulan, apalagi ketika harus melakukan setiap gerakan tari yang akan nanti mereka peragakan nanti saat grand final mendatang. Ada beberapa pelatih yang datang untuk mengajarkan semua finalis.


Suasana di ruangan itu cukup luas cukup untuk menampung semua finalis, setiap gerakan yang harus dilakukan. Memang banyak menguras tenaga, walaupun setiap sudut ruangan itu di lengkapi dengan AC tetap saja keringat semua orang bercucuran karena banyak memaksakan tubuh agar melakukan setiap gerakan dengan benar. Lagu yang di putar cukup bersemangat karena itu Wulan tak ingin menyerah begitu saja.


Semua materi telah didapat mulai dari Lasallien Values, Leadership, Public speaking, dan terakhir Pageant. Serta dengan rangkaian latihan koreografi yang sudah tersusun rapi, opening number yang telah di atur sampai pada Catwalk.


Terlepas dari semua itu kak Nando selalu sibuk mendekati Wulan, terlihat sekali dari cara-cara ia mendekati mulai memberikan hal yang sama sekali tidak dibutuhkan oleh Wulan. Tentu saja gadis itu tak pernah meresponnya tapi selalu menghargai setiap pemberian ketua Panitia itu.


“Wulan ? apa kau tahu Kak Nando sangat menyukaimu ?”, Tanya Icha


“tidak, jangan salah mengartikan begitu “, Kata Wulan masih focus dengan Novelnya.


“apa kau tidak lihat setiap perlakuannya padamu? Dia selalu menganggapmu spesial, dan terlebih dia tak sebaik itu jika sedang bersamamu. Apa kau tahu dia itu sebenarnya cowok yang jutek “, Kata Icha dengan serius.


Wulan tak menjawabnya


“Wulan ? bagaimana tanggapanmu ? Tanya Icha kembali.


“menurutku, kak Nando hanya tertarik kepadaku. Perasaan suka sayang, dan cinta itu berbeda. Contohnya aku suka menonton jadi akan selalu aku lakukan yang kedua tentang sayang, aku menyayangi anjingku di rumah nenekku, tapi aku juga sayang dengan peliharaan ibu tiriku dirumah dia mirip dengan tikus tapi ternyata Hamster. Jadi dapat di simpulkan kata sayang itu bisa kepada siapa saja. Berbeda juga dengan Cinta, menurutku cinta itu hal yang bersifat intim atau dekat dan ingin ada rasa memiliki dan tak ingin kehilangan. Biasanya rasa cinta itu hanya diberi kepada orang-orang tertentu yang memang pantas untuk kita cintai. Jadi menurutmu kak Nando di posisi yang mana?“, Tanya Wulan sambil membuka kembali Novelnya.


“Kalau menurutmu kak Anggra ada di posisi mana? Tanya Icha.


“Di posisi Suka atau biasa di katakan kebanyakan orang-orang dengan sebutan gaul “cinta monyet” yaitu cinta sementara. Cinta monyet adalah istilah informal yang berarti perasaan cinta yang terjadi antara sepasang anak muda yang masih dalam masa remaja. Istilah ini juga dapat digunakan sebagai kata sindiran yang digunakan kepada seseorang yang masih kurang mencintai “, Kata Wulan dengan menjelaskan sedetail mungkin.


Wah ternyata Wulan bukan hanya cantik tapi pintar dalam segala aspek

__ADS_1


“tapi apa kau tidak merasa bersyukur? Atau memiliki perasaan sedikit saja kepada Kak Nando? Hei Wulan tidak kah kau sadari kak Nando itu cukup sempurna untuk seorang lelaki tampan dan pintar sepertinya. Tak sedikit yang mengaguminya bahkan ingin mendekatinya, tapi kau ......


Atau jangan bilang kau sebenarnya suka sesama.....


“tidak! AKU MASIH NORMAL ! “, Kata Wulan dengan Kesal.


“siapa? Bukankah kau bilang tadi tak memiliki pacar?


Wulan menghela nafas panjang-panjang mencoba untuk menenangkan diri karena kekesalannya


“aku juga memiliki perasaan suka kepada seseorang yah walaupun aku memang belum pacaran dengannya tapi setidaknya.... ah lupakanlah aku sedang tak ingin membahas hubungan pacaran atau apalah itu


***


Semua orang telah menunggu jemputan di lobby, semua barang yang telah rapi dikemas bersiap untuk kembali ke rumah masing-masing. Karantina yang dilakukan selama 3 hari lamanya memang cukup melelahkan.


“ah ini, aku di jemput kak Anggra “, Kata Wulan.


Icha berencana ingin menumpang, ia sangat penasaran dengan sosok Anggra yang sering di bicarakan oleh Wulan.


“Aku ingin me....


Telepon berdering


“Hallo kak Anggra ? yah aku disini kak “, Kata Wulan sambil melambaikan tangannya.

__ADS_1


Tanpa menunggu lama Wulan langsung berlari menghampiri Anggra


Ada yang aneh dengan pemandangan sore itu, Wulan terlihat langsung memeluk seseorang yang menghampirinya itu membuat semua mahasiswa yang belum kembali ke rumah atau kos mereka langsung menoleh ke arah yang menjadi pusat perhatian itu.


“Kak Anggra aku sangat merindukanmu kak “, Kata Wulan sambil memeluk Anggra dengan erat.


Gila ! itu kak Anggra yang dimaksudkan Wulan? Astaga dia tampan sekali gumam Icha dalam hati tak menyembunyikan kekagumannya melalui ekspresi wajahnya terlihat mulutnya masih terbuka karena merasa kagum.


Pelukan itu dibalas tapi tak bertahan lama dokter Anggra langsung memahami kondisi mereka sekarang. Di lobby saat itu memang banyak mahasiswa. Bisa-bisa mereka akan menjadi perbincangan yang hangat di sana nanti.


“Wulan ? dimana barang-barangmu ? Tanya Anggra kemudian Wulan langsung menunjuk arah letak barang-barangnya berada.


Anggra langsung meletakkan barang-barang bawaan Wulan di bagasi mobil.


“Wulan? Aku baru saja ingin mengantarmu pulang “, Kata Nando tiba-tiba langsung berada di samping Wulan.


“Terima kasih kak Nando maaf tapi aku sudah di jemput”, Kata Wulan sambil melirik ke arah Anggra.


“oh, siapa dia? Sopirmu ? Sindir Nando sambil menatap Ke arah Anggra yang telah selesai di letakkan di dalam bagasi.


“Ah dia... Kak...


“aku ? suaminya “, Kata Anggra sambil memegang lengan Wulan dengan posesif


Kak Anggra? Apa yang dia lakukan? Mengapa berbohong seperti itu?

__ADS_1


Detak jantung Wulan berdebar-debar bahkan wajahnya tak bisa menyembunyikan merah merona yang terlihat jelas di wajah cantiknya. Ia menatap wajah Kak Anggra dengan bingung sambil melihat tangan kak Anggra yang tak ingin melepaskan tangan Wulan.


Bersambung


__ADS_2