
Saat di mobil Wulan tampak begitu kesal Karena tadi bertemu dengan orang yang selama ini ia musuhi yang tak lain adalah Anggie.
"Kak Anggra Kenal sama Anggie? Tadi ku lihat kalian tampak begitu dekat ", Tanya Wulan kepada Anggra yang masih focus menyetir.
"Yah kami saling kenal", kata Anggra dengan singkat, jawabannya tersebut sangat tidak memuaskan bagi Wulan.
"Saling kenal bagaimana? Bisakah kau memperjelas maksud dari saling kenal? Sedekat apa? ", Tanya Wulan namun tak satupun dijawab oleh Anggra.
"Yah kau bahkan masih merahasiakan hal-hal pribadimu....
Wulan menghela nafas panjang-panjang
"Aku hanya berharap kau tak memiliki hubungan yang spesial dengannya " Kata Wulan dengan Wajah serius.
"Mengapa? "Tanya Dokter Anggra.
"Aku membencinya, tidak lebih tempatnya sangat sangat membencinya, aku bahkan tak tahan jika melihat kau dekat dengannya. Pokokknya orang yang dekat denganku tak boleh dekat dengan Anggie", kata Wulan dengan menekankan beberapa kata yang menyangkut dengan Nama Anggie.
"Aku penasaran mengapa kau sangat membenci Anggie? Bukankah ia gadis yang pintar dan baik. Kalian bahkan terlihat cocok jika berteman dekat", kata Dokter Anggra tentu membuat Wulan kesal
"TIDAK! jika dulu aku akan mau untuk berteman baik dengannya sekarang
cih tidak akan pernah, ia pasti akan merebut semua yang ku inginkan. Jangan terlalu percaya dengannya kak, dia gadis polos yang menusuk yang pernah kukenal", kata Wulan
"Lalu bagaimana? Apa kau ingin mengikuti Pendaftaran Putra-Putri Fakultas? Kurasa kau akan cocok untuk ikut seperti itu, dan ku dengar Anggie juga akan ikut berpartisipasi mewakili jurusannya, bagaimana denganmu?", Tanya dokter Anggra kepada Wulan.
"Aku ikut kok dan, ku rasa setelah ia mendengar aku akan ikut, sudah pasti jangan di tanya lagi, ia tipe orang yang suka bersaing dengan ku, aku akan berusaha ikut kontes tersebut kak", kata Wulan dengan penuh semangat
"Baguslah anak yang pintar
Tidak sia-sia aku gunakan nama Anggie sebagai asap untuk membakar semangat Wulan agar mengikuti Pemilihan tersebut.
Dengan mengikuti acara-acara seperti itu sudah pasti akan membantu mu mengobati Penyakit mu.
"Ada apa kak? Mengapa tersenyum seperti itu? ", Tanya Wulan
"Tidak apa-apa aku sedang merencanakan sesuatu untuk PR ku besok-besok.
***
Wulan pun masuk ke kamarnya mencari beberapa buku Novel miliknya yang di beli waktu ia keluar bersama dengan Dokter Anggra, setelah mengambil beberapa buku Wulan mengetuk ke pintu Kak Anggra.
Tok...tok..tok
__ADS_1
"Kak Anggra? Bisakah aku masuk? Tanya Wulan dengan keras.
"Masuklah
Setelah mendengar izin dari pemilik
kamar Wulan pun masuk sambil
memegang buku-buku tersebut.
"Kak Anggra lagi tidur? Apa aku menganggu? Tanya Wulan Karena melihat Anggra sedang berbaring di tempat tidur.
"Tidak aku hanya berguling sebentar karena capek seharian", kata Dokter Anggra.
"Buku Apa yang kau bawa itu? Tanya dokter Anggra.
"Ini beberapa novel kubawa untuk kau baca ", kata Wulan.
"Mengapa aku yang harus membacanya? Bukankah itu tugasmu di waktu senggang? Ingat bukan pesanku
"Iya-iya aku ingat kak, Sekarang aku sedang membacanya Kau lihat? "Kata Wulan Kemudian berbaring di Cafe dekat dengan jendela.
"Apa yang kau baca di novel itu Wulan? Tanya Dokter Anggra
Tak di sangka Wulan terkejut melihat Dokter Anggra sudah begitu dekat di depannya membuat ia jadi salah tingka dan menyembunyikan Novel yang ia baca tersebut ke belakang punggungnya dan mengganti dengan Buku lain, sambil menutupi Mulutnya dan berkata.
"Aku..aku tidak sedang membaca Novel kak, Lihat Aku membaca buku inspirasi ini", kata Wulan tetapi tentu itu kebohongan kecil yang dengan mudahnya dapat di pahami oleh Dokter Anggra.
"Aku tahu kau menyembunyikan sesuatu dari ku, sini perlihatkan Novel itu padaku, jika tidak....
"Jika tidak apa?? Tanya Wulan dengan nada mengancam
Ahahahah....aahha .... Suara tawa yang begitu nyaring jelas begitu terdengar di seluruh ruangan tersebut saking kuatnya Wulan tertawa terbahak-bahak.
"Kak Anggra hentikan.... Jangan menggelitikku begitu... Ahahaha... Geli kak...
Ahahaah ....
Wulan pun menyerah, ia kalah telak karena kak Anggra dengan mudahnya mengambil buku yang sudah susah payah ia sembunyikan di belakang punggungnya itu, namun hasilnya sia-sia Karena kak Anggra begitu usil menggelitiknya tak ampun.
__ADS_1
Wulan langsung terdiam Ketika kak Anggra sudah memegang buku yang ia baca tadi, Wulan sudah seperti tikus basah yang di pergoki Ketika membaca Novel Erotis.
"Jadi ini Novel yang kau baca? Perasaan aku tak merekomendasikan Novel yang satu ini ", Kata Anggra tentu membuat Wulan menjadi Malu.
Dokter Anggra kemudian membuka lembar demi lembar halaman buku tersebut, ia sampai mengeleng-gelengkan kepalanya
Terlihat jelas di matanya jika ia tak percaya jika Wulan berani membaca buku itu dari sekian banyaknya buku yang ia beli beberapa hari kemarin.
"Aku ...aku tak Membacanya sampai habis, hanya beberapa halaman saja ", kata Wulan mencoba untuk membela dirinya.
Jtak...
Kak Anggra menjitak dahi Wulan
ia tampak meringis kesakitan
"Kak Anggra sakit, mengapa kau menjitakku? Apa aku melakukan kesalahan?", Tanya Wulan dengan kesal
"Itu hukuman Karena membaca Novel Erotis ini tanpa sepengetahuan dan seizin ku", kata Anggra
"Memangnya apa salahnya? Bukankah aku hanya membaca? Aku bahkan tak memperagakannya seperti teman-teman ku pada Umumnya", kata Wulan sambil memegang dahinya.
"Jadi maksud mu, membaca Novel Erotis seperti itu tidak salah jika tidak di peragakan? Kata Dokter Anggra sambil menggoda Wulan yang duduk tepat di sebelahnya itu.
"Ti..tidak.. aku tidak bermaksud seperti itu
Tiba-tiba dokter Anggra membacakan sepotong kalimat di halaman Novel tersebut di depan Wulan sehingga terdengar begitu jelas
"Saat itu ia menarik tubuh ku di atas ranjang, malam itu begitu dingin diguyur hujan, tapi karena berdua dengannya tentu membuat tubuhku tersihir dengan kehangatan bibir manisnya itu. Ia mencium bibir ku dengan Lembut hingga aku merasa akan terbang tinggi-tinggi sampai ke langit, ia kemudian melucuti
"Hentikan kak!! Aku..aku tak ingin mendengarnya " Kata Wulan sambil menutup telinganya.
"Bukankah itu bagian yang kau baca? Mengapa kau...
Wulan langsung memotong pembicaraan Dokter Anggra dengan kesal.
"Kau begitu menyebalkan ", kata Wulan langsung merebut Buku Novel yang dipegang oleh Dokter Anggra dengan kasar. Ia kemudian keluar dari kamar dokter Anggra sambil membanting pintu tersebut dengan keras.
"Kau boleh membacanya Tapi jangan coba-coba membayangkannya Wulan ", teriak dokter Anggra supaya di dengar Wulan ketika telah keluar dari kamarnya.
"Aaaahhh hentikan", teriak Wulan dari kamar sebelahnya.
Dokter Anggra tak bisa menahan tawanya Ketika melihat ekspresi Wulan yang begitu menggemaskan seperti tadi, bahkan wajahnya tampak seperti udang goreng.
__ADS_1
Wulan ... Wulan....