
Keadaan pagi ini seperti
biasanya, Wulan merasa sangat semangat, ia bahkan tak sabar untuk cepat-cepat
bertemu dengan Dokter Anggara.
“ada apa? Kau terlihat
semangat sekali pagi ini”, Kata Anggra heran.
“tidak apa-apa aku hanya
merasa senang sekarang.
kak Anggra senang melihat mu pagi ini, rasanya aku ingin terus bersama mu sepanjang waktu
perjalanan yang ditempuh cukup dekat hingga tak sadar Wulan sudah sampai di kampus.
"Aku pergi dulu yah kak sampai nanti ", kata Wulan kemudian beranjak pergi.
Saat di kampus Wulan
bertemu dengan teman-temannya Fernanda dan selia. Pagi itu kedua sahabatnya
telah menunggu Wulan di Lobby.
“Hai Wulan bagaimana
kabarmu? aku sangat merindukan mu “, Tanya Selia
“aku? Baik-baik saja”,
Kata Wulan sambil tersenyum
“tumben sekali kau
menjawab dengan tersenyum begitu, kau sudah mulai berubah”, kata Selia
“yah kau tidak seperti
dulu yang selalu menjawab setiap pertanyaan kami seperti robot. Kau selalu
berkata, yah baik, yah tentu. Baik. Iya, dan oke”, Kata Nanda sedikit
melebih-lebihkan sehingga mereka bertiga tak dapat menahan tawa mereka.
Tidak bisa di katakan
pendiam jika Nanda dan selia telah berkumpul, mereka bertiga sungguh memiliki
selera humor yang tinggi. Hingga Wulan menjadi ikut menahan tawa karena tingkah
kedua sahabatnya itu yang jahil.
“Wulan, ada yang ingin
ku tanyakan kepadamu ? Tanya Nanda tiba-tiba kepada Wulan.
“um? Ada apa? Tanyakan saja.
Mengapa kau harus bertanya begitu dulu?
“begini, aku memang
hanya mendengar sedikit-sedikit dari anak-anak lain.maaf yah tapi aku cukup
penasaran, apa terjadi sesuatu saat kau karantina selama 3 hari itu? Tanya
nanda dengan penasaran.
“apa? Tidak. Tidak terjadi
apa-apa kok “,Kata Wulan
“jangan berbohong. Aku mendengar
soal ketua panitia yang sedang dekat denganmu “, Kata Nanda dengan tegas
“oh soal kak Nando? Kami
tidak terlalu dekat kok, ia memang baik. Jangan mendengarkan gosip belakang
begitu “, kata Wulan
“Wulan! Gadis manis yang
polos memang tak mungkin mengetahuinya. Apa kau tahu dia itu terkenal dingin
kepada semua orang. Dan jika dia memperlakukan mu baik itu tentu hanya di
perlihatkannya kepadamu “, Kata Selia
“yah, aku dengar dia
begitu perhatian kepadamu saat disana “, sambung Nanda.
“sudahlah, aku tidak
terlalu memperdulikannya “, Kata Wulan dengan cuek
“apa kau tidak
menyukainya? Sedikitpun. Atau tertarik mungkin kepadanya “, Kata Nanda
__ADS_1
“suka? Kepada Kak Nando?
Jangan bercanda. Tertarik? Umm aku tidak terlalu suka menilai orang sampai
merasa tertarik kepada seseorang”, Kata Wulan.
“Wulan? Bangun kau baru
saja menyia-nyiakan kesempatan emas! Apa kau tahu bagaimana terkenalnya dia? Bahkan
ada begitu banyak perempuan yang ingin mendekatinya! Tapi dia terlalu dingin”,
Kata Selia sambil menepuk pundak Wulan.
“apa yang kalian
bicarakan sebenarnya? Apa kalian menyuruhku untuk menyukai kak Nando? Hei itu
tidak mungkin aku bahkan tak merasa tertarik kepadanya sedikitpun “, Kata Wulan
merasa bingung dengan tingkah kedua sahabatnya.
“lupakanlah,
Nanda menghela nafasnya
panjang-panjang
“aku rasa kau memang
belum sepenuhnya sembuh “, Kata Nanda pasrah.
“jangan berkata seperti
itu, sebenarnya aku menyukai seseorang “, Kata Wulan langsung membuat Selia dan
Nanda terkejut
“Apa? Siapa? Kapan?
Wulan hanya terdiam
ketika melihat kedua sahabatnya yang terlihat terkejut. Tidak heran jika mereka
berdua cukup merasa aneh begitu karena sejauh ini sampai detik itu mereka
berdua tak mendengar kisah asmara Wulan, terakhir kali yang mereka ketahui yaitu
tentang kisah cinta gadis itu dengan Kakak tirinya. Cinta pertamanya yang
mereka kenal yaitu Mattew.
Setelah semua masalah dan lika-liku kisah asmara
yang rumit Wulan dengan Mattew gadis itu tak pernah membuka hatinya lagi kepada
bisa gadis dingin yang memiliki sifat pendiam bisa jatuh cinta? Jika melihat
sikapnya yang dingin begitu mungkin dalam pikiran Nanda dan selia mereka tak
pernah terbayangkan jika ada seseorang yang bisa mengisi hati gadis polos itu.
“siapa? Hahaha kau pasti bercanda kan?
“tidak, aku serius
sekarang “, Kata Wulan
“yah tapi dengan siapa?
“namanya Kak Anggara “, Kata Wulan dengan malu-malu
Selia dan Nanda saling
memandang satu sama lain memastikan jika mereka mendengar nama lelaki itu
dengan seksama
“kak Anggara? Apa dia satu
kampus dengan kita? Tanya selia
“tidak bukan
“Lalu siapa? “, Tanya
nanda
“di..dia Kak Anggara maksudku
Dokter Anggara yang sering datang mengantarku ke kampus. Kalian ingat tidak?
“tunggu... tunggu dulu
Wulan. Jangan katakan jika kau menyukai Dokter Pribadimu itu “, Kata Nanda tak
percaya
“yah begitulah. Aku memang..
“Wulan apa kau bercanda?
Bagaimana bisa kau jatuh cinta dengan Dokter Anggara? Dokter yang dikerjakan
__ADS_1
oleh Ayah mu sendiri”, Kata Nanda
Perkataan Nanda rupanya
tak di terima oleh Selia. Terlihat jika kedua sahabatnya itu memiliki pikiran
masing-masing
“memangnya apa yang
salah dengan menyukai dokter Anggara? Jika kau lihat itu memang normal bukan? Lelaki
yang selalu bersama dengan Wulan itu
adalah Dokter Anggara? Kemanapun ia pergi dokter Anggara selalu menemaninya. Pantas
saja Wulan jadi menyukainya. Memangnya apa kau pernah melihat jika Wulan
bersama atau berteman dengan pria lain? Ku rasa satupun tidak ada “, Kata selia
“bukan begitu maksudku,
tapi apa Pak Iskandar menyetujuinya? Tidak maksudku adalah apa pak Iskandar
tahu soal perasaanmu kepada Dokter Anggara? “, Tanya Nanda dengan hati-hati.
Wulan terdiam
“kau pasti tahu bukan
maksudku, ku rasa sebelum kau mengatakannya ayahmu sudah mengetahui lebih dahulu soal hubungan kalian. Jangan menyusahkannya Wulan kau tahu bukan jika
Pak Iskandar bisa melakukan segala hal diluar yang kau pikirkan “, kata Nanda.
“hei Nanda jika kau jadi
Wulan aku rasa kau juga akan menyukai Kak Anggara, jika kau selalu bersama dengan
orang yang ganteng, baik hati, perhatian rasanya aku ingin meleleh”, Kata Selia
“hei, bersihkan air
liurmu itu. Jangan bermimpi bisa bersama dengannya.
Suara gelak tawa itu
menghiasi suasana pagi itu. Wulan memang sering mencurahkan hatinya kepada
kedua sahabatnya itu. Sehingga ia dengan mudahnya dapat menceritakannya pada
mereka berdua. ada yang memberinya saran, tapi ada juga yang memihaknya untuk
mendukung hubungannya dengan Anggara.
“sepertinya Pak Leon tak
akan masuk kelas pagi ini, karena ia akan mengikuti rapat”, Kata Selia sambil
melihat layar handphone
“benarkah ?
“yah apa kau belum
melihat pemberitahuan di Grub?
“asik, aku sangat senang
jika hari ini jam kita kosong, sejujurnya aku ingin menghabiskan waktuku
bersama dengan kalian.
“baiklah kalau begitu
kita ke Mall saja, nonton Flm terbaru yang baru saja tayang”, Kata Selia dengan
semangat
“bagus itu ide yang
bagus, kalau begitu tunggu apa lagi ayo ke tempat parkir. Hari ini aku membawa
mobil”, Kata Nanda
“tunggu aku ingin
menelpon kak Anggara untuk memberi kabar kepadanya”, Kata Wulan.
“bukankah kau seharusnya
memberitahukan kepada ayahmu? Dia yang lebih membutuhkan kabarmu daripada
Dokter Anggara.
“hm itu menurut
pendapatmu, tapi aku lebih penting mengabari kak Anggara daripada ayahku”, Kata Wulan
Tapi baru saja akan menelepon tiba-tiba Nanda menujuk ke arah seseorang yang tampaknya terlihat seperti seseorang yang tak asing bagi mereka
"Wulan? bukankah itu adalah Dokter Anggra? tapi mengapa ia sedang bersama dengan Anggie?
wajah Wulan tiba-tiba langsung berubah, ia terlihat begitu kesal saat melihatnya apalagi terlihat jika mereka begitu sangat dekat.
__ADS_1
tanpa menunggu lama gadis itu langsung mendekati Dokter Anggra.
Bersambung