Pengobat Hati

Pengobat Hati
Episode 62


__ADS_3

Keadaan pagi ini seperti


biasanya, Wulan merasa sangat semangat, ia bahkan tak sabar untuk cepat-cepat


bertemu dengan Dokter Anggara.


“ada apa? Kau terlihat


semangat sekali pagi ini”, Kata Anggra heran.


“tidak apa-apa aku hanya


merasa senang sekarang.


kak Anggra senang melihat mu pagi ini, rasanya aku ingin terus bersama mu sepanjang waktu


perjalanan yang ditempuh cukup dekat hingga tak sadar Wulan sudah sampai di kampus.


"Aku pergi dulu yah kak sampai nanti ", kata Wulan kemudian beranjak pergi.


Saat di kampus Wulan


bertemu dengan teman-temannya Fernanda dan selia. Pagi itu kedua sahabatnya


telah menunggu Wulan di Lobby.


“Hai Wulan bagaimana


kabarmu? aku sangat merindukan mu “, Tanya Selia


“aku? Baik-baik saja”,


Kata Wulan sambil tersenyum


“tumben sekali kau


menjawab dengan tersenyum begitu, kau sudah mulai berubah”, kata Selia


“yah kau tidak seperti


dulu yang selalu menjawab setiap pertanyaan kami seperti robot. Kau selalu


berkata, yah baik, yah tentu. Baik. Iya, dan oke”, Kata Nanda sedikit


melebih-lebihkan sehingga mereka bertiga tak dapat menahan tawa mereka.


Tidak bisa di katakan


pendiam jika Nanda dan selia telah berkumpul, mereka bertiga sungguh memiliki


selera humor yang tinggi. Hingga Wulan menjadi ikut menahan tawa karena tingkah


kedua sahabatnya itu yang jahil.


“Wulan, ada yang ingin


ku tanyakan kepadamu ? Tanya Nanda tiba-tiba kepada Wulan.


“um? Ada apa? Tanyakan saja.


Mengapa kau harus bertanya begitu dulu?


“begini, aku memang


hanya mendengar sedikit-sedikit dari anak-anak lain.maaf yah tapi aku cukup


penasaran, apa terjadi sesuatu saat kau karantina selama 3 hari itu? Tanya


nanda dengan penasaran.


“apa? Tidak. Tidak terjadi


apa-apa kok “,Kata Wulan


“jangan berbohong. Aku mendengar


soal ketua panitia yang sedang dekat denganmu “, Kata Nanda dengan tegas


“oh soal kak Nando? Kami


tidak terlalu dekat kok, ia memang baik. Jangan mendengarkan gosip belakang


begitu “, kata Wulan


“Wulan! Gadis manis yang


polos memang tak mungkin mengetahuinya. Apa kau tahu dia itu terkenal dingin


kepada semua orang. Dan jika dia memperlakukan mu baik itu tentu hanya di


perlihatkannya kepadamu “, Kata Selia


“yah, aku dengar dia


begitu perhatian kepadamu saat disana “, sambung Nanda.


“sudahlah, aku tidak


terlalu memperdulikannya “, Kata Wulan dengan cuek


“apa kau tidak


menyukainya? Sedikitpun. Atau tertarik mungkin kepadanya “, Kata Nanda

__ADS_1


“suka? Kepada Kak Nando?


Jangan bercanda. Tertarik? Umm aku tidak terlalu suka menilai orang sampai


merasa tertarik kepada seseorang”, Kata Wulan.


“Wulan? Bangun kau baru


saja menyia-nyiakan kesempatan emas! Apa kau tahu bagaimana terkenalnya dia? Bahkan


ada begitu banyak perempuan yang ingin mendekatinya! Tapi dia terlalu dingin”,


Kata Selia sambil menepuk pundak Wulan.


“apa yang kalian


bicarakan sebenarnya? Apa kalian menyuruhku untuk menyukai kak Nando? Hei itu


tidak mungkin aku bahkan tak merasa tertarik kepadanya sedikitpun “, Kata Wulan


merasa bingung dengan tingkah kedua sahabatnya.


“lupakanlah,


Nanda menghela nafasnya


panjang-panjang


“aku rasa kau memang


belum sepenuhnya sembuh “, Kata Nanda pasrah.


“jangan berkata seperti


itu, sebenarnya aku menyukai seseorang “, Kata Wulan langsung membuat Selia dan


Nanda terkejut


“Apa? Siapa? Kapan?


Wulan hanya terdiam


ketika melihat kedua sahabatnya yang terlihat terkejut. Tidak heran jika mereka


berdua cukup merasa aneh begitu karena sejauh ini sampai detik itu mereka


berdua tak mendengar kisah asmara Wulan, terakhir kali yang mereka ketahui yaitu


tentang kisah cinta gadis itu dengan Kakak tirinya. Cinta pertamanya yang


mereka kenal yaitu Mattew.


Setelah semua masalah dan lika-liku kisah asmara


yang rumit Wulan dengan Mattew gadis itu tak pernah membuka hatinya lagi kepada


bisa gadis dingin yang memiliki sifat pendiam bisa jatuh cinta? Jika melihat


sikapnya yang dingin begitu mungkin dalam pikiran Nanda dan selia mereka tak


pernah terbayangkan jika ada seseorang yang bisa mengisi hati gadis polos itu.


“siapa? Hahaha kau pasti bercanda kan?


“tidak, aku serius


sekarang “, Kata Wulan


“yah tapi dengan siapa?


“namanya Kak Anggara “, Kata Wulan dengan malu-malu


Selia dan Nanda saling


memandang satu sama lain memastikan jika mereka mendengar nama lelaki itu


dengan seksama


“kak Anggara? Apa dia satu


kampus dengan kita? Tanya selia


“tidak bukan


“Lalu siapa? “, Tanya


nanda


“di..dia Kak Anggara maksudku


Dokter Anggara yang sering datang mengantarku ke kampus. Kalian ingat tidak?


“tunggu... tunggu dulu


Wulan. Jangan katakan jika kau menyukai Dokter Pribadimu itu “, Kata Nanda tak


percaya


“yah begitulah. Aku memang..


“Wulan apa kau bercanda?


Bagaimana bisa kau jatuh cinta dengan Dokter Anggara? Dokter yang dikerjakan

__ADS_1


oleh Ayah mu sendiri”, Kata Nanda


Perkataan Nanda rupanya


tak di terima oleh Selia. Terlihat jika kedua sahabatnya itu memiliki pikiran


masing-masing


“memangnya apa yang


salah dengan menyukai dokter Anggara? Jika kau lihat itu memang normal bukan? Lelaki


yang selalu bersama  dengan Wulan itu


adalah Dokter Anggara? Kemanapun ia pergi dokter Anggara selalu menemaninya. Pantas


saja Wulan jadi menyukainya. Memangnya apa kau pernah melihat jika Wulan


bersama atau berteman dengan pria lain? Ku rasa satupun tidak ada “, Kata selia


“bukan begitu maksudku,


tapi apa Pak Iskandar menyetujuinya? Tidak maksudku adalah apa pak Iskandar


tahu soal perasaanmu kepada Dokter Anggara? “, Tanya Nanda dengan hati-hati.


Wulan terdiam


“kau pasti tahu bukan


maksudku, ku rasa sebelum kau mengatakannya ayahmu sudah mengetahui lebih dahulu soal hubungan kalian. Jangan menyusahkannya Wulan kau tahu bukan jika


Pak Iskandar bisa melakukan segala hal diluar yang kau pikirkan “, kata Nanda.


“hei Nanda jika kau jadi


Wulan aku rasa kau juga akan menyukai Kak Anggara, jika kau selalu bersama dengan


orang yang ganteng, baik hati, perhatian rasanya aku ingin meleleh”, Kata Selia


“hei, bersihkan air


liurmu itu. Jangan bermimpi bisa bersama dengannya.


Suara gelak tawa itu


menghiasi suasana pagi itu. Wulan memang sering mencurahkan hatinya kepada


kedua sahabatnya itu. Sehingga ia dengan mudahnya dapat menceritakannya pada


mereka berdua. ada yang memberinya saran, tapi ada juga yang memihaknya untuk


mendukung hubungannya dengan Anggara.


“sepertinya Pak Leon tak


akan masuk kelas pagi ini, karena ia akan mengikuti rapat”, Kata Selia sambil


melihat layar handphone


“benarkah ?


“yah apa kau belum


melihat pemberitahuan di Grub?


“asik, aku sangat senang


jika hari ini jam kita kosong, sejujurnya aku ingin menghabiskan waktuku


bersama dengan kalian.


“baiklah kalau begitu


kita ke Mall saja, nonton Flm terbaru yang baru saja tayang”, Kata Selia dengan


semangat


“bagus itu ide yang


bagus, kalau begitu tunggu apa lagi ayo ke tempat parkir. Hari ini aku membawa


mobil”, Kata Nanda


“tunggu aku ingin


menelpon kak Anggara untuk memberi kabar kepadanya”, Kata Wulan.


“bukankah kau seharusnya


memberitahukan kepada ayahmu? Dia yang lebih membutuhkan kabarmu daripada


Dokter Anggara.


“hm itu menurut


pendapatmu, tapi aku lebih penting mengabari kak Anggara daripada ayahku”, Kata Wulan


Tapi baru saja akan menelepon tiba-tiba Nanda menujuk ke arah seseorang yang tampaknya terlihat seperti seseorang yang tak asing bagi mereka


"Wulan? bukankah itu adalah Dokter Anggra? tapi mengapa ia sedang bersama dengan Anggie?


wajah Wulan tiba-tiba langsung berubah, ia terlihat begitu kesal saat melihatnya apalagi terlihat jika mereka begitu sangat dekat.

__ADS_1


tanpa menunggu lama gadis itu langsung mendekati Dokter Anggra.


Bersambung


__ADS_2