
“apa maksudmu Wulan? Mengapa kau sekarang menjadi sangat berubah begini? “,
kata Mattew seolah tak menerima dengan perlakuan Wulan barusan.
Mattew memang merasa aneh dengan sikap Wulan sekarang.
Karena ia seringkali menitip salam kepada Ibunya untuk mengatakan kepada gadis
itu jika ia sangat merindukannya. Bu sherly selalu mengatakan pada Mattew jika
Wulan juga sangat merindukan kakak tirinya tersebut. Tapi tentu saja semua itu
berlawanan dengan semua hal yang dikatakan oleh Bu Sherly, bahkan segalanya
sangat berlawanan dengan fakta jika gadis itu sekarang sudah sangat membenci
Kakak tirinya tersebut. Selain kenangan yang pahit Wulan juga sangat membenci
setiap hal manis yang di lakukannya pada Wulan.
“aku berharap kak Mattew tak akan pernah bersikap baik lagi kepadaku karena
aku sangat membencinya “, Kata Wulan langsung melemparkan stik playstation
tersebut sampai jatuh kelantai hingga menimbulkan suara yang keras.
Mattew menahan tangan Wulan, ia mencegah kepergian gadis itu
“apa kau marah padaku karena sesuatu? Tapi apa? Mengapa kau menjadi sangat
berubah begini Wulan?
Gadis itu langsung menepis tangan Mattew, dengan wajah penuh amarah yang ia
lemparkan kepada Mattew
“jangan menyentuhku! Apa kau tahu aku sangat!!!!
“hentikan itu!!
Semua orang yang hadir di tempat itu langsung menengok ke arah suara
tersebut. Rupanya tuan rumah itu telah kembali ke rumah dengan cepat dan
seperti biasanya ia kembali ke rumah.
“jangan menimbulkan kekacauan lagi!
Mendengar perintah tersebut tentu membuat semua orang yang menontonnya
langsung tersadar. Beberapa pelayan yang melihat keributan tersebut langsung
berbalik ke dapur untuk menjalankan segala tugas yang akan mereka kerjakan
nanti.
“katakan jika sekarang aku ingin makan malam dengan semua orang “, Kata Pak
Iskandar kepada sekretarisnya.
Sementara itu Lelaki tua itu tak memperdulikan dengan pertengkaran Gadis
itu dengan Mattew. Ia kemudian masuk ke kamarnya untuk membersihkan diri
sekaligus untuk bersiap untuk makan malam
Wulan langsung meninggalkan tempat itu, ia lebih memilih menarik tangan Anggara
agar lelaki itu mengikuti langkah kakinya.
“Nona Wulan, sebaiknya anda menunggu ayahmu di ruang makan, karena sebentar
lagi Pak Iskandar ingin mengatakan sesuatu yang penting”, kata Sekretaris
tersebut dengan sopan sambil menundukkan kepalanya
“tidak ! aku tidak mau
“tentu saja dengan Dokter Anggara. Ia akan menemani anda
“apa semua orang akan makan bersama di atas meja? Tanya Mattew dengan
ekspresi bingung.
__ADS_1
“tentu saja Tuan Muda.
Semua orang telah duduk di tempat mereka, beberapa hidangan makanan telah
tersedia lengkap di atas meja. Semua tampak terlihat normal sama seperti makan
malam biasa.
Indri yang terlihat sangat perhatian memberikan beberapa lauk makanan di
atas piring suaminya, rupanya tak membuat Wulan terusik sama sekali. Dengan santainya
ia hanya makan seperti biasanya. Ia justru hanya mengajak berbicara dengan
Anggara. Membuat keadaan seperti hanya ada mereka berdua yang ada di tempat
tersebut, sehingga membuat Bu Sherly merasa terganggu dengan suara tawa gadis
tersebut.
“jadi apa yang ingin kau katakan sayang? Bukankah ada yang ingin kau
katakan tadi “, Kata Bu Sherly memotong percakapan Wulan.
Indri terlihat tersenyum malu-malu
“itu... ibu.. aku merasa agak canggung jika mengatakannya sekarang
sepertinya aku harus mengatakannya nanti saja
Pak Iskandar langsung memotong perkataan tersebut
“aku harap kepulangan ku ini tidak terbuang dengan sia-sia begitu saja
Suasana menjadi serius membuat Indri kemudian langsung tersadar jika ia
harus mengatakannya sekarang
“mungkin ini adalah suasana yang paling tepat, aku ingin mengatakan kabar
gembira untuk keluarga ini
Indri memasang wajah gembira sekaligus malu-malu di wajahnya
Suara kebahagiaan itu rupanya membuat Bu Sherly tak menanggapinya dengan
benar, hingga membuat ia menyuruh Indri untuk mengulang kembali perkataannya
“apa? Bisakah kau mengatakannya kembali
“ibu aku hamil! Aku hamil anak Mattew sekarang “, Kata Indri mengulanginya
kembali untuk memperjelas.
“sayang, ibu turut bahagia mendengar kabar baik itu dari mu. Ibu sangat
senang “, kata Ibu kemudian langsung memegang tangan Indri memberikan ucapan
jika ia sangat senang saat mendengarnya.
“itu kabar yang sangat bagus, sudah berapa bulan? Tanya Pak Iskandar.
“usia kehamilanku baru saja menginjak 6 minggu ayah. Aku harap bayi kecil
ku ini bisa selalu sehat terus “, Kata Indri sambil mengusap perut datarnya.
Mattew sungguh terkejut, ia tak menyangka jika gadis yang nikahi ini
secepat itu mengandung.
“apa kau yakin ? bagaimana bisa kau sedang mengandung?
Indri dan Ibu bahkan semua orang merasa terkejut dengan eskpresi wajah
Mattew. Dalam benak mereka bagaimana bisa suaminya sendiri tidak tahu tentang
kehamilan istrinya.
“sayang, maafkan aku yang tidak mengatakannya padamu. Selama ini kau selalu
sibuk di kantor jadi aku memutuskan untuk merahasiakannya sementara waktu ini.
“mulai sekarang Mattew akan selalu memfocuskan diri kepadamu Indri, ia akan
__ADS_1
menjagamu, bahkan merawatmu mulai sekarang “, Kata Pak Iskandar dengan tegas.
Mendengar kabar bahagia itu rupanya tak membuat Wulan terkejut, ia justru
lebih memilih melahap sampai habis makanannya.
“aku sudah selesai makannya, jadi selamat malam”, Kata Wulan kemudian
beranjak pergi dari kursi dimana ia duduk.
“duduk! Ayah belum mengizinkanmu untuk pergi begitu saja!
Gadis itu menoleh ke arah Pak Iskandar dengan tatapan dingin.
“maafkan aku yang tidak mengucapkan selamat. Selamat atas kehamilanmu kakak
ipar “, Kata Wulan sambil memberikan senyuman yang hambar.
“WULANDARI !!! AYAH BILANG DUDUK !!
Mendengar perkataan ayah yang dengan keras di penuhi dengan amarah itu
Wulan lansung duduk kembali. Ia menyadari mengapa sampai ayahnya itu bersikap
keras kepadanya.
“ada yang ingin ayah tanyakan kepadamu
“tanyakan saja ayah, apapun itu aku akan menjawabnya. Tapi bukankah hampir
segalanya yang menyangkut denganku ayah tahu semuanya?
“darimana saja kamu? Tanya Pak Iskandar dengan penuh amarah
“tadi aku jalan-jalan sebentar dengan kak Anggara.
“diam!!! Apa kau lupa dengan statusnya? Panggil namanya dengan betul! Kau seharusnya
memanggilnya dengan sebutan Dokter Anggara! Dia bukan kakakmu atau....
Gadis itu geram dan langsung memotong
“hentikan ayah !! aku punya hak untuk memilih!
“sampai kapanpun ayah tidak akan pernah mengizinkanmu untuk bersama dengannya!!
“, Kata Pak Iskandar dengan terang-terangan.
Wulan hanya diam, dan termenung. Matanya hanya menatap lurus tanpa ekspresi
sedikitpun.
Dokter Anggara yang melihatnya langsung memegang tangan Wulan.
“Pak Iskandar maafkan saya. Saya yang salah karena telah mengajak Wulan untuk
keluar tadi.
“sayang jangan terlalu keras pada Wulan. Dia masih terlalu muda untuk
mengambil keputusan yang bijaksana”, Kata Bu Sherly untuk menenangkan suaminya
tersebut dari amarahnya.
“kembalilah ke kamarmu Wulan “, Kata Pak Iskandar kemudian menatap ke arah
Anggara
“antarkan Wulan ke kamarnya sekarang.
Suasana kembali mencair saat melihat kepergian Wulan, sekarang bergantian
dengan Indri. Ia tampak begitu kesal.
Sial seharusnya aku yang di bahas malam ini,seharusnya ayah lebih
memberikan perhatiannya kepadaku. Wulan memang merusak semua suasana
kebahagiaan malam ini. Semua yang ku impikan yang kudambakan justru rusak
karena gadis itu. Aku hanya berharap jika dia tak akan pernah pulih dari
penyakitnya. Dasar wanita sial
__ADS_1