
Saat itu Anggara dan Wulan memutuskan untuk kembali ke rumah lebih awal, Karena waktu sudah menunjukkan pukul 21.00 Sedikit lagi Wulan harus minum obat jadi mereka tak melanjutkan Aktifitas yang dilakukan oleh Leon dan Anggie.
"Kami duluan yah", Kata Anggara kemudian beranjak pergi.
"Hati-hati di jalan kak", Kata Anggie sambil melambaikan tangannya.
Saat di mobil Wulan hanya diam, terlihat ia begitu cemberut saat selesai dari Makan malam itu. Melihat Wulan cemberut tentu Anggra Langsung berupaya untuk menghibur bocah kecil kesayangannya itu.
"Kenapa cemberut?", Tanya Anggra memecahkan keheningan di dalam mobil.
Aku pernasaran sekali kak..
siapa Anggie di dalam hidup mu?
Priskila? dia siapa?
apa mereka berdua seseorang yang penting bagimu?
Bertanya pada kak Anggara ku rasa sama saja, ia pasti tak akan menjawabnya.
Huh apa aku harus mencari tahu sendiri saja? Kak Anggra benar-benar menutup diri, aku jengkel Karenanya.
"Tidak bukan apa-apa. Ku rasa aku menjadi sedikit sensitif jika belum minum obat", kata Wulan.
Sesampainya di rumah Wulan cepat-cepat masuk ke kamarnya untuk meminum obat.
Sebaliknya Anggara juga masuk ke kamarnya untuk membersihkan dirinya, karena seharian ini cukup melelahkan baginya.
Setelah minum obat, Wulan tampak sibuk melihat layar Handphone ia berharap agar ada pesan dari seseorang yang ia harapkan.
Angga? Sebenarnya kau kemana saja belakangan ini? Aku sungguh merindukanmu
Sampai detik ini aku masih tidak percaya kau sudah menjauh dariku, mengingat semua hal sederhana yang kita lakukan dulu sungguh membuatku putus asa.
Sesekali Wulan menelepon Angga
Kumohon angkat lah....
Aku ingin mendengar suaramu sekali ini saja....
Jika kau sudah membaca pesanku cepat kabari aku....
Angga kau sungguh jahat...
Aku membencimu...
__ADS_1
Jangan pernah kembali lagi....
Semua Pesan yang Wulan kirim tak satupun yang di balas oleh Angga membuat Wulan tampak Frustasi.
Kumohon sekali ini saja, aku sungguh merindukanmu....
Telepon berdering tapi tetap saja Angga tak mengangkatnya. Wulan pun menyerah ia melemparkan Handphone miliknya ke atas ranjang dengan kesal.
Karena merasa suntuk Wulan membuka jendela kamarnya, meskipun hari itu tampak dingin bintang-bintang yang menghiasi langit menunjukkan hari sedang cerah tapi tidak secerah hati Wulan. Ia memejamkan matanya sambil menghirup udara yang menyegarkan itu. Dalam hati ia ingin tenang dan tak ingin mengamuk berteriak histeris layaknya orang seperti orang gila.
Tak disangka Anggra juga sedang membuka jendelanya, hingga melihat Wulan yang sedang termenung.
"Mengapa belum tidur?", Tanya Anggra membuat Wulan terkejut.
"Aaah Astaga...
Kak Anggra kau mengagetkanku Tahu!!", Kata Wulan dengan kesal.
Melihat ekspresi mu seperti itu
Kau pasti sedang kesal sekarang.
"Aku tak bisa tidur kak
"Kenapa? bukankah seharian ini kau melakukan aktivitas yang padat? apa aku tidak merasa lelah?", Kata Anggra dengan Khawatir.
Mata Wulan Berkaca-kaca.
"Aku bingung kak dengan perasaanku sendiri, apa aku memang tidak waras sampai tidak bisa memilah perasaan ku dengan benar?", Kata Wulan dengan sedih.
"Apa maksudmu? katakan padaku. Nanti aku akan membantumu untuk memilah perasaanmu", kata Anggra
"Aku mencintai Angga tapi anehnya aku juga mencintai Kak ....
Wulan tak langsung melanjutkan perkataannya
"Kak siapa? Tanya Anggra
Jangan bilang kau mencintaiku Wulan
kumohon jangan diriku, atau aku akan lengah dengan pekerjaanku.
__ADS_1
"Aku juga mencintai Kak Leon", Kata Wulan terpaksa.
Deg ..deg....
Sakit....
"Oo...ohh jadi kau mencintai Leon juga?
Tuh kan, aku tak bisa mengatakan tentang perasaanku padamu kak...
aku takut kau menolakku...
Apa Anggie sebenarnya pacaran denganmu?
aaah dunia ini tidaklah adil.
"Yah tapi aku harus seperti apa?
"Mengapa kau menyukai Leon? bukankah kau membencinya?
"Aku menyukainya karena baik, perhatian kepadaku, selalu ada untukku, selalu menganggap diriku spesial di hidupnya", Kata Wulan.
Jadi begitu pantas saja sekarang kau sudah terlihat lebih dekat dengannya.
Baguslah Sekarang kau sudah lebih berkembang lagi Wulan. Aku akan terus mendukungmu Gumam Anggra dalam hati.
"Jangan lagi mencari Angga, aku rasa di juga berharap kau bisa lebih dekat dengan pria lain, yah seperti Leon misalnya", kata Anggra dengan senyuman.
"Ini sudah malam, kau masuk ke dalam dan langsung tutup jendelanya. Aku permisi kembali", kata Anggra langsung masuk dan menutup jendela.
Wulan masih diam dan menatap dengan keindahan pemandangan Suasana Malam di kota X itu, ramainya jalan membuat hati tenang.
Anggra langsung merobohkan tubuhnya di atas ranjang, menghela nafas panjang-panjang agar pikiran kembali normal.
Rasanya aku cukup kecewa...
Aku sudah berumur berapa sampai harus merasakan patah hati?
hahaha ....
Senyum tawa Anggra tak menghiasi dengan perasaan yang ia rasakan dalam hati.
Itu berlawanan
Aku berharap kau cepat sembuh Wulan agar aku dapat melanjutkan studiku dan pergi keluar negeri.
__ADS_1
Aku bukan siapa-siapa yang pantas mengisi hatimu...