Pengobat Hati

Pengobat Hati
Episode 23


__ADS_3

Sore hari itu Wulan berencana untuk pergi jalan-jalan


bersama dengan kedua pacarnya


dan Angga. Dokter Anggra melarangnya keluar apalagi jika


mengajak pacarnya


“Jangan


keluar sekarang ada begitu banyak virus yang berbahaya menyebar di sekitar orang-orang”kata


Anggra sambil memainkan telepon genggamnya.


“Mengapa?


Bukankah aku seharusnya banyak melakukan kegiatan? Jika selalu mengurung diri


di rumah bukannya itu tidak bagus? Kak Anggra sendiri yang selalu mengatakannya


padaku” kata Wulan dengan ekspresi bingung.


“kau


tidak bertanya pada orang tuamu, apa yang akan mereka katakan jika kau


keluar tanpa sepengetahuan mereka?”kata Anggra masih tetap sibuk dengan telepon


genggamnya.


Aku tahu


itu hanyalah alasanmu Kak Anggra, kau saja yang tidak ingin keluar bersamaku.


Baiklah aku akan bertanya langsung pada ayahku sekarang juga.


Wulan


kemudian menelepon ayahnya,


Setelah


beberapa dering akhirnya di angkat


“hallo


ayah, aku ingin keluar dengan teman-temanku dan Angga. Apakah ayah


mengijinkanku? Tanya Wulan dari telepon, setelah mengatakannya ia langsung


mengeraskan speaker handphone tersebut agar supaya di dengar langsung oleh


Anggra


“Yah


pergilah Nak, jangan sampai pulang malam, ajak juga Anggra untuk pergi


bersamamu”, Kata Ayah dari telepon


“tidak, aku


akan pergi bersama Angga bagaimana bisa pergi bersamanya? Pokoknya aku bisa


pergikan? Sampai jumpa makasih ayah “, Kata Wulan kemudian langsung mematikan


panggilan tersebut.


Anggra


menatap wajah Wulan dengan kesal

__ADS_1


“siapa


juga yang akan pergi bersamamu, aku tidak ingin menganggumu pacaran “, Kata


Anggra kemudian masuk ke kamarnya.


“Kak


Anggra aku tidak bermaksud untuk...


Anggra


sudah menutup pintu kamarnya tanpa mendengar perkataan Wulan sampai habis.


Melihat Dokter Anggra menutup kamar itu dengan kasar Wulan jadi merasa bersalah


telah mengatakan hal itu pada Ayah.


Sebenarnya


aku tidak benar-benar bermaksud untuk mengatakan jika tidak ingin pergi bersama


Kak Anggra padahal aku hanya berniat untuk bercanda dengannya. Apa dia cemburu


aku pergi dengan....


*Ih


apasih perkataanku barusan Kak Anggra tak mungkin menyukaiku, tapi mengapa aku


yang menjadi sedih begini?


Ah


lupakanlah lebih baik aku segera bersiap untuk pergi*.


***


Setelah


“aku


sudah di depan rumah”, Kata Angga dari telepon


“Ah


maaf, tunggu sebenantar aku sedikit lagi selesai”,Kata Wulan kemudian langsung


cepat-cepat memakai sepatunya dan turun kebawah.


“Kak Anggra


aku pergi dulu yah”Kata Wulan sambil menuruni tangga


Aneh


mengapa kak Anggra tak menjawab perkataanku yah.


Tapi karena


takut nanti jika Anggra mencarinya akhirnya Wulan memutuskan untuk


mengatakannya pada satpam yang ada di rumahnya.


“Pak Sin


jika Dokter Anggra mencariku katakan saja aku sudah lama pergi “,Kata Wulan


“Baik,


Nona Muda “,Kata Pak Sin dengan sopan.

__ADS_1


Wulan


pun masuk ke dalam mobil Angga, ia tidak merasa aneh lagi dengan penampilan


Angga yang selalu tampak begitu narsis ketika berpakaian. Tubuhnya yang gemuk


di tampah dengan kacamata hitam dengan topi yang ia pakai sungguh membuat Wulan


geleng-geleng kepala.


“Kita


kemana sekarang Wulan? Tanya Angga yang sibuk melajukan mobilnya


“Kita ke


Restaurant XX, Nanda dan Selia telah lama menunggu disana “, Kata Wulan


Angga


hanya menganggukkan perkataan Wulan


Sesampainya


disana Wulan langsung disambut oleh Nanda karena Wulan telah berpesan jika ia


harus di jemput di bawah agar tidak repot nanti ketika mencari tempat duduk


yang sudah mereka Pesan.


“Wulan


disini “Teriak Nanda dengan keras.


Wulan


dan Angga menghampiri keberadaan Nanda sampai akhirnya mereka menuju ke meja


yang sudah di pesan makanan dari tadi.


“Eh dia


siapa? Tanya Selia penasaran dengan sosok yang berjalan dengan Wulan.


“Kenalan


dulu “, Kata Wulan sambil mengisyaratkan kepada Angga.


“Kenalkan


saya Angga Setiawan pacarnya Wulan, Senang bertemu dengan Kalian “,kata Angga dengan sopan


“Aku


Selia temannya Wulan


“Aku


Nanda temannya Wulan juga


Ketika mendengar


kata Pacar Mereka berdua langsung memasang wajah tidak percaya


Apa ? Pacar


Wulan Bagaimana bisa Wulan pacaran sama orang seperti dia. Benar-benar bukan


tipenya selama ini, jika dibandingkan dengan Kak Mattew dia sungguh tidak dapat


dibandingkan. Astaga Wulan kau sama seperti kehabisan Laki-laki tampan di dunia

__ADS_1


saja.


__ADS_2