Pengobat Hati

Pengobat Hati
Episode 68


__ADS_3

Waktu telah menunjukkan 18.30 Anggra tepat waktu menjemput Wulan. Wulan tampak begitu cantik apalagi ketika gadis itu sudah di rias menggunakan make up. Tapi meskipun begitu make up yang di pakai gadis itu tak terlalu menor tak menghilangkan kecantikan alami gadis itu.


Anggra telah menunggu Wulan di depan rumah. Tiba-tiba ada seorang gadis cantik yang menepuk bahunya pelan.


“kak Anggra ayo”, ajak Wulan


Anggra hanya terdiam menatap penampilan gadis itu. Sampai tanpa ia sadari ia telah membukakan Pintu mobil tersebut layaknya seorang putri dalam cerita dongeng yang masuk ke dalam mobil kemudian dibukakan oleh pangeran. Melihat Anggra yang terpaku melihatnya tentu membuat Wulan salah tingkah.


“ada apa kak? Mengapa kak Anggra menatapku seperti itu? Tanya Wulan


“tidak. Tidak apa-apa ayo masuk”, kata Anggra dengan canggung.


Saat dimobil Anggra hanya diam tapi seringkali ia mencuri pandang untuk memandang gadis cantik yang sedang duduk di sebelahnya.


Setelah menempuh perjalanan yang agak jauh sampailah mereka disebuah hotel ternama yang sangat terkenal bagi kalangan artis bahkan kalangan pengusaha kaya raya yaitu Indoluxe hotel yang terletak di jln. Ramah sari No. 189. Pilihan yang tepat karena Ballroom yang dapat menampung begitu banyak orang apalagi ketika Anggie yang mengundang hampir 200 orang di acara pesta ulang tahunnya tersebut. Indoluxe hotel merupakan salah satu tempat terfavorit dan sering dicari karena memiiki fasilitas yang terbilang begitu lengkap. Fery pol & Lounge yang terletak di lantai 18 tak kalah menawarkan venue dengan pemandangan yang bisa di ragukan lagi.


Anggra telah memakirkan mobil miliknya


“sudah sampai ayo turun “, kata Anggra


Wulan hanya diam, terlihat dengan jelas jika gadis itu sekarang merasa panik, tangannya berkeringat dan gemetaran.


“kak Anggra apa aku bisa hadir di acara ini? Bagaimana jika nanti aku hanya merusak pesta ulang tahun Anggie?


Bukan hal itu yang di khawatirkan gadis itu, Anggra cukup tau jika sebenarnya Wulan belum terbiasa untuk hadis di tengah keramaian apalagi di acara pesta ulang tahun yang meriah ini. Dimana tentunya akan banyak sekali orang-orang yang akan hadir.


“hei tenanglah


Anggra memegang tangan Wulan


“kau pasti, ada aku yang akan menemanimu ingat?


Anggra mencoba untuk meyakinkan Wulan agar gadis itu mau untuk masuk dan hadir di acara pesta ulang tahun. Apalagi dengan segala persiapan yang telah mereka lakukan sebelumnya.


“yah kak Anggra benar, aku pasti bisa.


Mereka berdua pun masuk ke Hotel tersebut. Anggie memang menggelar acara pesta ulang tahun yang mewah dan meriah tapi tetap dengan penjagaan yang ketat. Bukan hanya dari pihak Hotel yang melakukan penjagaan ketat melainkan ada beberapa pengawal yang bekerja dengan Pak Cornelius yang membantu untuk menjaga keamanan, agar acara tersebut dapat berjalan dengan lancar tanpa memiliki kendala sedikit pun.


Sebelum masuk Anggra dan Wulan telah memberikan kartu undangan tersebut untuk menjadi tanda pengenal agar mereka dapat masuk ke dalam acara pesta tersebut.


Hadiah-hadiah yang di berikan oleh tamu sudah di sediakan tempatnya. Jadi Anggra tak repot-repot lagi untuk membawa hadiahnya untuk dibawah kedalam.


Anggra dan Wulan dapat berhasil masuk tapi melihat gadis itu yang terlihat murung membuat Anggra langsung menggenggam tangan Wulan dengan erat.


“jangan gugup kau sedang bersamaku sekarang. Jadi percayalah padaku “, bisik Anggra ditelinga Wulan


Wulan tersenyum melihatnya.

__ADS_1


“terima kasih kak.


Wulan telah duduk di bundaran meja yang disediakan disana. Saat sibuk membuka handphone tiba-tiba ada seseorang yang mendekati kemudian duduk disebelahnya.


“hai Wulan aku tak menyangka jika kau akan hadir di acara pesta ulang tahun Anggie “, kata Icha sambil tersenyum.


"Oh hai.


"Kau datang dengan siapa?", Tanya Icha sambil basa-basi.


Tamu yang di undang oleh Anggie terbilang Orang-orang penting yang memiliki peran penting baik dalam dunia bisnis. Teman-temannya yang berasal di kalangan artis bahkan tak bisa dihitung dengan jari. Tapi gadis itu terbilang bisa bergaul dengan siapa saja. Rupanya teman-temannya yang sekampus dengannya juga di undang, bahkan yang mengikuti Pemilihan Putra-Putri di kampus semuanya di undang.


"Aku datang dengan kak Anggra"


"Oh yang waktu itu menjemputmu?


Wulan hanya menganggukkan perkataan Icha.


" Kau datang bersama siapa? Tanya Wulan.


"Em aku datang dengan kak..


Baru saja akan mengatakan orang tersebut sudah muncul di belakang Icha


"Hai Wulan. Aku tak menyangka akan dengan mu di pesta ini", kata Nando tiba-tiba mendekati Wulan.


Meja bundaran tersebut di duduki oleh Anggra, Wulan, Icha, dan Nando. Tapi Satu kursi masih kosong.


Lagi-lagi lelaki ini yang selalu bersama dengan Wulan. Aku penasaran ada hubungan apa mereka berdua.


Beberapa acara tersebut terlaksanakan meriah tak ada kendali yang terjadi. Susunan acara yang banyak membuat Wulan merasa bosan. Sampai akhirnya semua acara terlaksanakan dengan baik. Bahkan Anggie telah turun dari kursi megahnya yang berada di depan. Ia mulai mendekati teman-temannya yang datang dan menyapa mereka satu-satu. Wulan lebih memilih makan daripada harus menyapa Anggie.


"Kau tidak akan menyapa Anggie?


Wulan hanya memandang Anggra.


"Maksud ku apa kau tidak akan memberinya selamat ulang tahun?


" Tidak, aku tidak mau. Setidaknya dia harus bersyukur aku bisa hadir di acara ulang tahunnya.


" Kak Anggra Terima kasih sudah datang ", tiba-tiba Anggie memeluk Anggra.


Tersadar dengan keadaan sekitar Ketika ada seseorang yang menatapnya dengan pandangan menusuk.


"Wulan? Kau datang?


Teriak Anggie membuat Icha dan Nando yang duduk di samping Wulan merasa terkejut.

__ADS_1


"Terima kasih kau sudah...


Anggie baru saja akan memeluk Wulan tapi rupanya gadis itu menolak dan tidak memberi Anggie kesempatan untuk memeluk nya.


"Jangan memeluk ku !!! ", Bentak Wulan tiba-tiba.


"Wulan ? Apa yang kau lakukan?


Icha merasa aneh dengan tingkah Wulan. Jika pada umumnya orang akan sangat menghormati orang yang menjadi tuan di acara tersebut. Wulan benar-benar berbeda. Ia justru terlihat tak menyukai dengan sikap Anggie.


"Wulan apa yang membuatmu...


Anggra menarik Tangan Wulan agar gadis itu bersembunyi di belakang punggungnya.


"Anggie jangan menganggu Wulan lagi


Apa? Orang ini terlihat lebih aneh lagi. Aku rasa lelaki ini sudah gila sama seperti Wulan gumam Icha dalam hati.


Anggie merasa terhina dengan sikap Anggra yang terlihat melindungi Wulan.


"Kak Anggra ikuti aku ada yang ingin kukatakan kepadamu.


***


Di sebuah ruangan Anggie terlihat begitu kesal saat memandang wajah Anggra.


"Mengapa Kak Anggara begitu?


"sejak kapan kak Anggra menjadi sangat perduli pada Wulan?


"bukankah aku sudah melarang kak Anggara untuk tidak mendekati Wulan?


"aku sudah memperhatikan sejak lama. Kak Anggra selalu mengantar Wulan kemanapun ia pergi. Dirumahnya Ada begitu banyak sopir aku rasa kak Anggra tak perlu mengatakan alasan lain. Bagaimana kak Anggra memperlakukannya. Aku tahu semuanya.


Anggra tak menjawab perkataan Anggie.


"Kak Anggra menyukai Wulan kan?


"Jawab jujur!


"Anggie, kau tahu bukan apa pekerjaan ku? Wulan hanya seorang pasien yang harus aku sembuhkan.


Anggie tersenyum sinis


"Tapi dalam pandanganku Kak Anggra tak pernah memandang Wulan sebagai pasien.


Kak Anggra tak pernah terlihat begitu dekat dengan Seorang gadis sebelumnya. Jadi jangan membohongiku!

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2