
“aku tidak mau tahu ! pokoknya kau harus membuat Wulan jatuh di acara grand
final nanti. Aku sangat membenci jika gadis itu akan membangga-banggakan
kemenangannya. Kontrol semua aktivitasnya disana! Gadis sepertinya gampang
untuk di jatuhkan! Sudah aku sudah mengantuk! Mattew sebentar lagi akan
mencariku jika terlalu lama diluar!
Indri sudah mau beranjak dari tempat duduknya. Wulan Menyadari keberadaan
sekarang berbahaya karena jika ia ketahuan menguping pembicaraanya entah apa yang akan terjadi nanti. Wulan langsung
berjongkok dan segera kembali ke kamarnya. Untung saja ia baru saja turun beberapa
tangga jadi dengan cepat gadis itu dapat kembali ke kamarnya.
Setelah masuk ke kamar Wulan pun keluar lagi lalu berakting berpura-pura mengantuk sambil memegang rambutnya yang acak-acakan. Indri yang saling bertatap muka dengan Wulan wajahnya langsung berubah menjadi sangat terkejut.
“Wulan!
“hm? Kenapa kau berteriak begitu? “, kata Wulan berpura-pura.
“ti..tidak.
Indri terlihat salah Tingkah Ketika menatap Wulan.
Sial apa gadis bodoh ini mendengar ucapanku tadi?
“kau darimana saja? Sambung Indri
“minggir aku mau turun untuk minum.
“tidak tunggu! Maksudku kau darimana tadi?
Wulan berpura-pura merasa aneh dengan perkataan Indri
“aku dari kamar! Ada apa ? mengapa wajahmu pucat seperti itu? Kau seperti
melihat hantu saja “, kata Wulan merasa aneh
Indri merasa lega
“yah aku barusaja melihat hantu apalagi ia sekarang sedang berdiri didepan
ku saat ini!
Wulan kan merasa kesal
“apa katamu!
Indri mengacuhkan Wulan ia meninggalkan Wulan yang berdiri di belakangnya
tanpa menoleh kebelakang.
Syukur saja Wulan tak mendengarnya jadi Indri dapat bernafas dengan lega saat
mendengar jawaban ataupun melihat tanggapan Wulan tadi. Gadis itu pintar dalam
menyembunyikan segala hal, membuat Indri percaya jika ia barusaja keluar dari
kamarnya.
Sedangkan gadis itu kini sibuk mengambil segelas air putih yang diisi dengan
beberapa es batu dari kulkas. Setelah meneguk air putih Wulan berpikir lagi dengan perkataan Indri tadi yang ia
dengar barusan.
Barusan dia berbicara dengan seseorang tapi aku tak mendengar suara
penelpon itu. Entah pria atau wanita aku tak tahu
__ADS_1
Wulan memutar otaknya kembali untuk memikirkan percakapan tadi
*Tadi Indri mengatakan kepada penelpon untuk menjatuhkanku ketika grand
final? Tapi.. grand final apa?
Tunggu-tunggu jangan bilang grand final pemilihan putra-putri Fakultas
dikampus ku? Jika di pikirkan orang tersebut pasti akan merencanakan sesuatu
yang jahat kepadaku entah lelaki atau perempuan aku harus selalu berhati-hati. Aku
tak menyangka jika selama ini ada seseorang yang mengintaiku di kampus*.
***
Keesokkan harinya Wulan beraktivitas seperti biasa dimana ia pergi ke
kampus yang di jemput dan di antar oleh Anggra.
Mata kuliah pertama baru saja dimulai Wulan salah satu gadis yang mulai
aktif ketika berada di kelas. Merespon segala perkataan bahkan pertanyaan yang
di ajuhkan oleh beberapa teman-temannya ketika presentasi sedang berlangsung. Melihat kemajuan gadis itu dosen yang mengajar saat itu memberi Wulan pujian karena sekarang gadis itu tidak pemalu dan pendiam seperti dulu.
Bukan hanya Dokter Anggra dan
teman-teman yang dekat dengan Wulan yang melihat kemajuan gadis itu tapi
sekarang sudah banyak yang melihat jika gadis yang dulu mereka kenal sekarang
telah berubah. Jika di pikirkan Wulan adalah gadis cantik yang berhati dingin
dan jutek sekarang telah berubah menjadi gadis cantik, ceria dan aktif bahkan
ada beberapa teman sekelas Wulan yang mengagumi gadis itu bahkan ingin dekat
penolakan yang tidak membuat mereka malu.
Setelah kelas berakhir Wulan dengan kedua sahabatnya pergi ke kantin untuk
membeli beberapa cemilan untuk dimakan.
“hari ini ulang tahun Anggie apa kau tidak akan pergi? “, tanya Nanda yang
sibuk dengan coklat di tangannya
Wulan menghela nafas panjang-panjang
“tidak, aku sudah memutuskannya tidak akan pergi
“hei Wulan! Jangan bercanda. Apa kau akan membiarkan nanti Dokter Anggara
akan bermesraan dengan Anggie disana? Atau jangan-jangan kau sudah menyerah
dengan perasaanmu kepadanya? Aku yakin kau sudah kalah telak dari Anggie “,
sindir Selia kepada Wulan.
“tidak! Aku sudah berapa kali katakan bukan jika Kak Anggra dan Anggie tak
punya hubungan apa-apa!
“terus mengapa kau tak mau pergi ke acaranya? rasanya aku tak mampu Membayangkan jika dokter Anggra disana
bersama Anggie. Kira-kira ada kejutan apa yang dilakukan Anggie kepada Dokter Anggra?“, kata Nanda
“iya apalagi Dokter Anggra begitu tampan aku rasa ia pasti akan terlihat
begitu menawan apalagi bersama dengan putri di acara tersebut”, kata Selia
seolah membuat Wulan memanas.
__ADS_1
“huh baiklah AKU AKAN PERGI! . aku tak akan membiarkan jika Anggie mendekati Kak Anggra
tidak akan pernah!
Selia dan Nanda tertawa puas dengan hasil jeri payah yang mereka lakukan. Sehari
sebelumnya sekretaris Pak Iskandar telah bertemu dengan kedua gadis itu. Pesan Sekretaris Pak Iskandar memang terdengar sederhana apalagi hanya menyuruh mereka untuk membujuk Wulan pergi ke Acara ulang tahun anak dari Pak Cornelius.
Bukan rahasia lagi jika acara tersebut akan diselenggarakan megah dan meriah, dengan di hadiri oleh beberapa anak dari pengusaha kaya raya tentu membuat acara tersebut lebih
tambah meriah. Nanda dan Selia yang berasal dari keluarga biasa-biasa saja tentu tak
akan diundang jadi agak sedikit susah jika membujuk Wulan untuk datang ke acara
tersebut. Akan lebih mudah jika mereka berdua di undang tapi semua berlawanan
dengan harapan mereka. Anggie rupanya tak mengundang mereka berdua karena
mengingat hanya orang-orang penting saja yang hadir nanti disana. Untung saja
ada ide cemerlang yang mereka berdua temukan yaitu kehadiran dokter Anggra disana membuat mereka berdua bertekat untuk membuat Wulan agar gadis itu mau untuk datang kesana dengan alasan Anggie pasti akan semakin dekat Dokter Anggra.
Misi pun selesai
“terima kasih Wulan, kau harus berjuang terus dengan perasaanmu ! jangan
menyerah aku dan Nanda akan selalu mendukungmu.
***
“aku akan datang kak, jemput aku nanti jam 18.30 nanti. Pesan mengejutkan
yang dikirim oleh Wulan sungguh membuat Anggra tak percaya jika gadis itu yang
kemarin bersikeras tak akan pernah hadir sekarang justru berkata lain.
Gadis itu telah mempersiapkan diri untuk menghadiri acara tersebut. Beberapa
persiapan sudah dilaksanakan mulai dari hadiah yang telah lama disiapkan.
Aku sudah cukup lama berteman dengannya jadi hadiah ulang tahun tak
akan menyusahkan bagiku.
Wulan sudah mengatur jika jam 5 sore nanti ia akan segera bersiap. karena
saat bersiap nanti akan memakan waktu yang cukup lama apalagi ketika memakai
make up tentu akan lebih memakan waktu. Tapi berhubung acara tersebut akan
mulai jam 7 malam jadi gadis itu masih memiliki beberapa jam lagi mungkin
sekitar 3 jam lagi. Karena sekarang baru jam 4 sore.
Wulan telah menentukan dress apa yang nanti ia kenakan.
Wulan terkejut melihat Indri yang masuk kekamarnya tiba-tiba.
“jadi kau akan pergi? “, tanya Indri kepada Wulan
“yah tentu saja memangnya kenapa? “, kata Wulan
“tidak, tidak apa
*Selamat menikmati acara disana Wulan, aku yakin kau pasti akan sangat
senang ketika hadir di pesta itu. Pertunjukkan yang menawan barusaja akan
terjadi. Akan ku tunggu kepulanganmu dengan penuh kesabaran
Bersambung*
__ADS_1