Pengobat Hati

Pengobat Hati
Episode 72


__ADS_3

Angin dingin bertiup sampai memasuki ruangan membuat hati terasa hanyut dengan suasana.


Anggra menyelimuti tubuh Wulan dan mendekapnya agar gadis itu tak merasa dingin. Anggra tertidur pulas


Wulan tersenyum melihat lelaki yang sedang memeluknya sekarang.


Wulan lebih memilih untuk Melupakan segala hal yang membuat kepala pusing. Pelan-pelan ia memegang pipi, dan hidung Anggra dengan lembut. Tangan gadis itu rupanya membuat Anggra terbangun ia kemudian melihat ke arah Wulan dengan mata sayu.


“kenapa kau belum tidur Wulan? Tanya Anggra sambil tersenyum.


“aku tak habis pikir denganmu kak”, kata Wulan


“lupakanlah dan langsung tidur”, kata Anggra sambil memejamkan kedua matanya.


“sejak kapan kau sudah menerima perasaanku? “, tanya Wulan membuat Anggra membuka matanya kembali dan menatap wajah Wulan.


“asal kau tahu saja aku lebih dulu menyukaimu sebelum kau menyukai ku Wulan.


Aku sudah mencintaimu dengan setulus hati. Apa kau tidak menyadarinya?", kata Anggra.


“bagaimana? Bisakah kak Anggra mengatakannya dengan jelas?


Anggra tersenyum sambil memegang pipi Wulan


“aku tidak pandai mengutarakan isi hatiku dengan kata-kata. Aku bahkan begitu bodoh jika mengutarakannya.


“katakanlah kak. Aku akan mendengarnya", kata Wulan dengan Antusias.


“hari itu hari pertama aku datang kerumahmu. Ketika itu juga aku melihat gadis pendiam sepertimu.


“apa kata pertama yang kak Anggra bayangkan ketika bertemu denganku? “, tanya Wulan dengan antusias


“ketika melihatmu pertama kali rasanya kau adalah gadis dingin tak berperasaan seperti robot dan lumayan menyebalkan.


Wulan merasa kesal saat mendengar hal itu. Tapi ia lebih memilih untuk diam, memberi kesempatan untuk Anggra menjelaskan lebih dalam lagi.


“pada awalnya aku sempat takut. Bagaimana jika aku tak bisa menyembuhkanmu? Karena melihat kau yang begitu dingin ketika bersama denganku. Tapi aku bersyukur perlahan-lahan kau mulai semakin dekat denganku.


Mendengar perkataan Anggra Wulan tersenyum


“bagaimana dengan perasaanmu ?tidak lebih tepatnya kapan kau menyukaiku?”, tanya Anggra


“aku tidak tau sejak kapan mulai menyukai kak Anggra. Tapi aku selalu merasa ingin selalu bersama dengan Kak Anggra. Aku bahkan membenci seseorang jika mereka begitu dekat dengan kak Anggra. perlahan aku mulai menyadari jika aku sebenarnya sudah mencintai kak Anggra.


Awalnya aku sempat menyangkal hal itu, karena aku tak mau terluka untuk kedua kalinya. Tapi kali ini aku akan mengambil keputusan yang menurutku benar. Aku tak perduli dengan perkataan Ayah bahkan ibu tiriku sekalipun.


Anggra mulai tersadar dengan


perkataan gadis itu

__ADS_1


“kau tidak boleh seperti itu Wulan. Bagaimana pun juga Pak Iskandar adalah ayahmu. Kau tidak boleh melawan segala kehendaknya.


Mata Wulan berkaca-kaca


“apa karena itu kau tidak berani meniduriku? Tidak maksudku kak Anggra tak berani untuk melangkah lebih jauh dari sekedar berciuman semata?


Anggra bangun dari ranjang dan mengambil baju kemeja tadi yang ia hempaskan di lantai..


Air mata sudah membasahi pipi gadis itu


“jangan menghindariku lagi kak Anggra”, kata Wulan sambil memeluk Anggra dari belakang


“maafkan aku tapi seharusnya kita tak boleh seperti ini. Aku akan mengantarmu pulang sekarang “, kata Anggra sambil menarik tangan Wulan.


“lepaskan aku! Aku begitu kesal dengan sikap kak Anggra!


Tadi kak Anggra mengatakannya sendiri jika kau menginginkanku! Tapi kak Anggra justru hanya menciumku dan menyuruhku untuk tidur! Bagaimana bisa seorang lelaki bisa menahan hasratnya kepada seorang wanita. Tadi kak Anggra katakan jika kau mencintaiku lalu ada apa? Bukankah kita saling mencintai? Apa salahnya?


Anggra memeluk tubuh Wulan


“tenanglah. Tahan emosimu Wulan.


“lepaskan! Bagaimana kak Anggra bisa berkata kepadaku dengan sesantai itu? Kau sungguh membuat ku malu!


“Aku tak akan pernah mau menidurimu ! aku mencintaimu bukan karena nafsu Wulan! hal yang kau bayangkan seperti itu tak akan pernah aku lakukan sebelum kita menikah!


“jadi kak Anggra akan menikahiku?


“maksudku adalah aku tak akan mengambil kesucianmu sebelum menikah.


Wulan tersenyum sambil mengigit bibirnya


“sekarang kita pulang yah? “, kata Anggra membujuk Wulan


“kak Anggra?


“yah? Ada apa?


“berjanjilah kepadaku.


“berjanji apa?


“berjanji kepadaku kau tak akan pernah menikah dengan siapapun kecuali dengan ku. Aku sangat mencintaimu kak “, kata Wulan


Anggra hanya menganggukkan kepalanya.


Anggra sibuk mengendarai mobil tersebut. Jalanan rupanya sudah sepi karena jam telah menujukkan hampir setengah 3.


“sebentar lagi kan pagi mengapa kita tak sekalian saja pulang pagi kak?

__ADS_1


Anggra hanya diam dan tak menjawab perkataan Wulan.


Anggra dan Wulan sudah masuk ke dalam rumah. Dengan perasaan takut Wulan melihat ke arah Pak Iskandar.


“ayah jangan salah paham acara tersebut memang selesai jam.


“Diam!!! Suara keras nyaring pak Iskandar mengelilingi rumah itu.


Kemarahan Pak Iskandar bisa langsung dilihat di wajahnya


“maafkan saya. Semua itu adalah kesalahan saya Pak Iskandar”, kata Anggra


“tidak! Itu bukan salah Kak Anggara ayah! Itu salahku. Ku mohon jangan menyalahkannya ayah.


“sudah berapa kali aku katakan kepadamu? Panggil dia dengan sebutan Dokter Anggrara! Tapi kau selalu keras kepala! Lihat hasilnya sekarang!!! Kemurkaan Pak Iskandar baru terlihat hari ini.


“tapi ayah


“jika saja kau mendengarkan perkataanku! Kau pasti hanya akan memandangnya sebagai dokter! Ingat Wulan dia hanya dokter pribadimu! Bukan seorang lelaki atau kakak bagimu!


“aku sudah katakan bukan? Aku mencintai kak Anggra ayah! Bukankah ayah yang katakan sendiri jika tak akan melarangku untuk berkencan dengan siapapun? Mengapa sekarang ayah melarang hubunganku?”, kata Wulan sambil menahan air matanya.


“yah tapi tidak dengan Dokter Anggara! Sudah berapa kali aku katakan Wulan!


“Ayah tapi aku hanya mencintai Kak Anggara.


“bawah Wulan ke kamarnya sekarang”, perintah Pak Iskandar kepada kedua pengawalnya.


“tidak tunggu ayah kumohon! Kedua tangan Wulan sudah pegang erat oleh kedua pengawal Pak Iskandar.


“ayah kumohon dengarkan aku dulu ayah.


Lepaskan aku! Lepaskan! Ayah tanganku sakit! Ayah kumohon. Jangan sakiti Kak Anggra ayah!


Melihat Wulan yang sudah di kunci di kamarnya membuat Pak Iskandar merasa legah.


“ikut denganku”, kata Pak Iskandar.


Lagi-lagi mereka masuk ke ruang kerja Pak Iskandar.


Ruangan tersebut hanya ada Bu Sherly Pak Iskandar, dan sekretarisnya.


Pak Iskandar sudah duduk di meja kerjanya. Sekretaris dan Dokter Anggra hanya berdiri, yang menjadi perbedaanya hanya dokter Anggra yang berdiri tepat didepan meja kerja Pak Iskandar sedangkan Sekretarisnya berdiri tepat dibelakang Pak Iskandar.


“kau sudah melakukan kesalahan yang besar Dokter Anggra!”,Kata Pak Iskandar sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


“maafkan saya”, kata Anggra sambil menundukkan kepalanya


Diatas meja telah tersedia beberapa berkas yang di serahkan oleh Pak Iskandar khusus untuk Dokter Anggra

__ADS_1


“bacalah dan cermati isi dari dokumen tersebut. Karena kesepakatan kita akan berakhir”, kata Pak Iskandar.


bersambung


__ADS_2