
Benar Aku tidak boleh menyerah sebelum berusaha melangkah maju, Wulan kau harus kuat... Aku ingin melangkah maju kedepan tanpa harus takut gagal..
aku pasti bisa...
aku pasti bisa...
aku pasti bisa..
Wulan mengulangi perkataannya itu terus untuk menyemangati dirinya.
Wulan tampak menguatkan tekatnya untuk mengikuti Pemilihan Tersebut. Ia langsung pulang ke rumah untuk Mempersiapkan semua berkas-berkas yang di butuhkan nanti.
Saat di kamar
"Kak Menurutmu apa aku boleh untuk ikut Pemilihan ini? Apa aku terlihat pantas?", Tanya Wulan dengan Wajah penuh harap.
"Mengapa kau tidak yakin begitu?
Wulan aku akan terus mendukungmu apapun yang akan menjadi mimpimu, yakinlah bahwa kau bisa", kata Anggra sambil mengepalkan tangannya
Dokter Anggra tampak memberi Semangat kepada Wulan, dengan segala cara ia Akan lakukan demi mimpi Wulan itu.
"Aku akan menyiapkan Segala berkas yang akan di perlukan besok, kau makanlah dulu sekarang", kata Anggra kemudian beranjak mendekati Lemari Wulan dimana tempat ia menyimpan Segala berkasnya.
__ADS_1
"Aku ingin mandi dulu kak setelah itu baru makan ", kata Wulan.
"Kalau begitu aku tunggu di bawah saja, jangan lupa untuk...
Belum menyelesaikan perkataannya Wulan langsung memotong perkataan Anggra.
"Sudah turun ke bawah dulu, aku akan segera mandi kau bisa keluar sekarang Kak", kata Wulan sambil mendorong tubuh Anggra.
"Hei.. aku bisa keluar sendiri.. kau tidak perlu repot-repot untuk mendorong ku keluar. Apa kau ingin membalas sikapku waktu lalu karena mendorong mu...
"Kak Anggra jangan cerewet, kapan aku mandi jika kau terus berada di kamarku", kata Wulan akhirnya berhasil mendorong tubuh Anggra sampai keluar dari kamarnya.
Dokter Anggra tersenyum
melihat tingkah Wulan
Tapi aku tidak perlu terkejut mengenai itu, tapi sejak kapan Wulan terbiasa dengan kehadiran ku? Aku masih ingat jika Terakhir kalinya Mattew mengacuhkannya. Bagaimana bisa dia tak melakukan hal yang sama padaku. Ah benar jangan berharap lebih ia mungkin menganggap ku sebagai Dokternya jadi bisa bebas keluar masuk kamarnya semauku.
Tapi aku bersyukur sekarang Wulan mulai Berkembang dan ingin mengikuti Acara-acara tersebut, setidaknya ada peningkatan sedikit. Kedepannya aku berjanji akan membantu mu dalam segala hal*
***
Setelah Beberapa lamanya akhirnya Dokter Anggra naik ke atas dan mengetuk pintu kamar Wulan, Karena ia sudah bosan menunggu lama di meja makan sendirian
__ADS_1
Tok...tok..tok..
"Masuk kak", teriak Wulan dari dalam kamar.
Setelah mendengar tanda lampu hijau dari pemilik kamar akhirnya Dokter Anggra masuk ke dalam, sambil mendapati Wulan yang sedang sibuk membaca bukunya di atas ranjang sambil menatap Ke arah Anggra dengan senyuman.
Bagaimana bisa ia terlihat seperti malaikat Ketika membaca begitu, pertahananku bisa lengah jika selalu melihat pemandangan seperti ini. Lamunan Anggra Langsung dibuyarkan dengan perkataan Wulan
"Kak Anggra mengapa menatap ku begitu?", Tanya Wulan dengan ekspresi bingung.
"Kau anak nakal yang Tidak patuh!! Sudah ku katakan untuk makan setelah selesai mandi, tapi lihat kau malah mengacuhkan perkataan ku dan malah membaca buku yang Tidak jelas sekarang", kata Anggra dengan kesal.
"Maaf kak aku lupa, baiklah aku akan segera turun untuk makan", kata Wulan kemudian langsung menuruni tangga.
"Dasar Kak Anggra sudah seperti Kakek-kakek Cerewet", kata Wulan dengan suara kecil dengan sedikit umpatan yang ia tambahkan di katanya barusan.
Dengan Keras Anggra Langsung berkata dan otomatis membuat Wulan terkejut setengah mati sambil berlari terbirit-birit keluar kamarnya.
"AKU MENDENGARNYA", Tegas Anggra
Haahaha tingkah anak ini sungguh menggemaskan gumam Anggra dalam hati
__ADS_1
"Ba...baik kak Maafkan aku", kata Wulan langsung berlari keluar kamarnya
Bersambung