
Photoshoot pertama telah di laksanakan, Wulan tampak mulai terbiasa dengan setiap keadaan yang tiba-tiba mengharuskan ia cepat-cepat ganti baju dan bermake-up sesuai dengan tema yang di berikan.
Sedikit-sedikit Wulan selalu menatap layar handphone, karena Dokter Anggra selalu memberikan Semangat kepadanya melalui Pesan WhatsApp. Percakapan yang tak habisnya selalu bermunculan di layar Handphone, Percakapan yang tidak memiliki tujuan apapun, justru membuat Wulan Senyum-senyum sendiri karena Dokter Anggra sering memberikan Lolucon yang tidak berfaedah, tetapi itu selalu terasa lucu baginya. Wulan merasa puas meski hanya bercakap lewat Chat, baginya itu sudah cukup karena terasa Anggra ada di sampingnya.
Beberapa Pemotretan pun selesai, seperti biasa Wulan bisa memuaskan apa yang di inginkan Fotografer itu, Wulan tampak seperti Model Profesional. Wulan lumayan bisa menyesuaikan diri dengan semua keadaan di sana, meski kadang ia tampak ragu dan bimbang.
Bahkan tak sedikit yang suka membanding-bandingkan ia dengan Anggie. Yah selain Wulan Anggie lah yang selalu tampil maksimal, bahkan cara berjalan etika cara duduk, dan saat terima materi Anggie lah yang selalu mendapat Pujian karena selalu menonjol dalam setiap kegiatan.
Wulan tak ingin mencari gara-gara padanya, Karena ia memang tahu Anggie lah yang pantas menjadi Putri Fakultas sesuai dengan kualitas yang Dimiliki gadis itu. Ia bahkan tak berharap lebih jika nanti terpilih karena dari awal ia hanya ingin mengikuti Pemilihan ini agar ia dapat Berkembang dan berubah menjadi Gadis Normal pada Umumnya.
Saat selesai Wulan lebih memilih duduk di sofa Karena itu terasa nyaman, Ia belum juga mendapat seorang teman Karena ia masih tampak begitu cuek dan lebih memilih untuk diam Ketika ada yang mencoba mendekatinya, berhubung Sesi pemotretan itu telah selesai dan sudah Pertemuan Seninor yang ada telah menyuruh para peserta untuk segera kembali ke rumah.
Tanpa menunggu lama Wulan mengirim pesan kepada Anggra jika ia sudah selesai dan ingin pulang. Tapi sebelum pulang Wulan meminta Anggra untuk membawakan Baju gantinya yang baru dimana berada di dalam mobil tepatnya di kursi kedua. Saat duduk nyaman Sambil memejamkan matanya untuk menunggu kedatangan Anggra tiba-tiba ada seorang Pria datang duduk di sebelahnya tentu membuat kenyamanan Wulan terusik karenanya.
"Hai Wulan Apa kabar?", Kata Seorang Pria dari sebelumnya sambil tersenyum ramah.
"Kak Leon? Ada apa?", Tanya Wulan dengan Wajah datar.
"Kau panggil aku apa barusan? Dasar anak ini! Aku ini Dosen mu tahu!", Kata Leon
"Tapi ini di luar area kampus, Karena kau masih muda aku pantas memanggil mu dengan sebutan 'Kak' ", kata Wulan dengan jutek.
Menurutku Karena ini di luar kampus aku berhak memanggilnya dengan sebutan Kak, sama halnya Ketika aku memanggil Dokter Anggra dengan sebutan kak.
Anggie saja memanggilnya dengan sebutan kak, mengapa aku tidak boleh?
__ADS_1
Sebenarnya Kak Leon masih terlalu muda untuk di panggil dengan sebutan 'Pak'
"Aku kemari ingin mengecek bagaimana kabar Kamu dan Anggie, serta memberikan semangat untuk kalian berdua", kata Leon kemudian duduk di sebelah Wulan.
"Ternyata kau memiliki hubungan yang begitu dekat dengan gadis jahat itu", kata Wulan dengan Ketus.
Tak di sangka sang gadis jahat yang di maksud oleh Wulan muncul sambil berkata:
"Yah tentu saja? Kalau begitu apa kau memiliki hubungan yang dekat juga dengan Kak Leon? ", Kata Anggie membuat Wulan terkejut.
"Tidak!!
"Ya
Kedua orang itu mengatakan hal yang saling berkebalikan dimana Wulan yang mengatakan Tidak, sedangkan Leon berkata Ya membuat Anggie merasa aneh dengan sikap kedua orang itu.
"Kami memang pernah memiliki Hubungan", kata Leon dengan seenaknya.
"Hahaha kami bahkan pernah berkencan, bukankah itu bisa di katakan sebagai Hubungan?", Kata Leon.
Saat sedang asik melihat Anggie dan Wulan saling aduh Ekspresi wajah tak senang tak disangka Anggra datang sambil berkata
"Tidak! mereka berdua tidak memiliki hubungan apa-apa Jangan percaya pada Leon dia itu suka berdusta Anggie", kata Anggra dari belakang
"Kak Anggara??
"Kak Anggra??
Dua orang yang saling tidak menyukai itu ternyata menyambut kehadiran Anggra secara bersamaan, Membuat Wulan kesal.
"Kau mengenal Kak Anggra juga? ", Kata Wulan dengan kesal.
__ADS_1
"Yah Tentu saja, aku bahkan dekat dengannya", Kata Anggie sambil memegang lengan Anggra.
"Jaga Sikapmu Anggie", Kata Anggra
"Jangan dekat-dekat dengan Kak Anggra ku!
kau tidak boleh dekat dengannya ", kata Wulan sambil menarik Tangan Anggra.
"Memangnya kenapa? apakah dia pacarmu?", Tanya Anggie dengan ekspresi Wajah jengkel
"Tidak! tapi aku lebih berhak daripada Seorang pacar ", Kata Wulan tak kalah kesalnya daripada Anggie.
"Sudah-sudah daripada kalian bertengkar begini, lebih baik kita makan malam bersama di Restaurant XX ku dengar mereka menjual makanan yang enak", kata Leon memecahkan perdebatan antara kedua gadis itu.
"Baik, itu ide bagus ", kata Anggra.
mau tak mau kedua gadis itu ikut untuk makan malam bersama meskipun tidak ada Senyuman sedikit pun yang terpancar pada wajah mereka.
Sebenarnya ada hubungan apa sih kak Anggra dengan Anggie ? mereka tampak begitu dekat!! ah sial aku sangat terganggu Karenanya
Tetapi bukan hanya Wulan yang memiliki segudang pertanyaan soal kedekatan Anggra dengan Anggie. Anggie pun sebaliknya ia memikirkan soal hubungan apa yang terjalin antara Anggra dengan Wulan.
Mengapa mereka berdua terlihat selalu bersama dan berdua?
Anggie tidak tahu memang soal penyakit Gangguan mental yang diderita oleh Wulan jadi ia berpikir yang tidak-tidak kepada Wulan.
Bersambung
Maaf yah jarang Update Karena aku selalu disibukkan dengan Tugas-tugas kuliah...
Mohon Pengertiannya yah...
__ADS_1