Pengobat Hati

Pengobat Hati
Episode 54


__ADS_3

Hari itu Wulan sedang


berdiri di depan rumah rupanya Anggara baru saja akan pergi untuk kembali ke


rumahnya karena ia sudah menyelesaikan tujuannya tadi, yaitu untuk mengobati


luka tangan Wulan. Tapi bukannya pergi tangan Anggara justru di tahan Wulan,


gadis itu rupanya tak ingin melepaskan Anggara pergi. Ia tampat terlihat cemas


“Kak Anggara mengapa


harus kembali ke rumahmu secepat ini?


Gadis itu tampak tak


rela untuk melepaskan begitu saja tangan Anggara.


“aku sudah melakukan


tugas ku, yaitu untuk mengobati tanganmu, dan sekarang karena sudah selesai aku


akan langsung kembali “, Kata Anggara sambil memegang pipi Wulan.


Saat mendengar hal itu


tiba-tiba gadis itu melepaskan begitu saja tangan Anggara, ia tampak begitu


kecewa


“baiklah maaf, aku pikir


kak Anggara datang karena mencemaskanku tapi ternyata... sudahlah silahkan


pergi aku... pergi dulu


Anggara menahan tangan


Wulan, ia tak ingin jika gadis itu akan membencinya


“jangan bersikap begitu


padaku, aku akan kembali lagi. Percayalah “, kata Anggara.


Wulan membalikkan


tubuhnya


“kak Anggara pasti


dengar tadi bukan? Jika kak Mattew dan istrinya akan menginap di rumah ini. Menurut


mu apa yang akan terjadi nanti jika aku akan tinggal disini sendirian?


Sendirian bukankah


dirumah ada Bu Sherly dan beberapa pelayan, ah benar juga Wulan selalu merasa


sendirian, hal yang terakhir ku ingat ia sempat bertengkar dengan Indri, tidak


itu bukan hanya bertengkar biasa tapi.... aku tidak ingin jika itu terjadi lagi


“jadi apa maumu Wulan?


“aku ingin kak Anggara kembali


tinggal di rumah ini”, Kata Wulan


“Tinggal di rumah ini


sungguh benar-benar tidak mungkin. Mustahil karena Pak Iskandar tak akan


menyetujuinya.


Anggara memikirkan


beberapa ide untuk mencari jalan keluar


“begini saja, selama


mereka tinggal disini, aku akan datang bersama denganmu hingga sampai kau


tertidur baru aku akan kembali ke rumah ku”, kata Anggara


“ide bagus.


Rupanya Anggara sudah


memiliki rencana untuk melepaskan segala stress dan frustasi yang di alami Wulan


tadi.


“kau cepat bersiap, aku


akan mengajakmu ke suatu tempat. Kau pasti akan menyukainya”, Kata Anggara.


“serius? Baiklah kak. Tunggu


sebentar yah, ingat jangan pergi kemana-mana


Mulai ada senyuman di


wajah gadis itu, ia tampak riang gembira saat mendengar ajakkan Anggara tadi. Tapi


tentu sebelum pergi Anggara menelepon terlebih dahulu kepada sekretaris Pak


Iskandar.


“katakan langsung saja


pada intinya


“aku akan mengajak Wulan


jalan-jalan sebentar untuk


“pergilah


Anggara tak terkejut

__ADS_1


lagi dengan sikap tegas sekretaris Pak Iskandar karena ia sudah seperti itu


sikapnya


“aku memberimu izin


bukan berarti bisa membuatmu melakukan seenaknya saja, kau tentu sudah tahu


jika ada beberapa mata-mata yang akan ikut nanti dengan kalian. Ingat Dokter Anggara


pekerjaanmu itu hanya untuk menyembuhkan Nona Wulan. Ingat statusmu dengan


benar “, Penekanan di kata Status sungguh membuat Anggara terdiam.


Kau hanya perlu


melakukan hal yang sewajarnya saja. Jangan dengarkan gadis itu karena jika


sampai pak Iskandar tahu kau pasti sudah tahu bukan apa konsekuensinya ?


Anggara menghela nafas


panjang-panjang


“Yah, aku mengerti


terima kasih


telepon langsung dimatikan, tepat setelah gadis itu turun tangga kemudian


mendekat


“Kak Anggara aku sudah


siap, bagaimana penampilanku?


Anggara melihat


keseluruhan cara berpakaian Wulan


“biasa saja”, kata Anggara


dengan cuek kemudian langsung naik ke dalam mobil


Wulan pun duduk di kursi


depan dengan wajah cemberut


“Kak Anggara bagaimana


denganmu ? apa kau akan berpakaian seperti itu saat  jalan bersamaku?


Anggara menatap


penampilannya secara keseluruhan


“apa kak Anggara pikir


kita akan pergi keklinik ?


Ah benar juga tadi aku


“kita ke rumah kak Anggara


sekarang “, kata Wulan dengan semangat


“hah? Kenapa? Dokter Anggara terkejut


“untuk apa lagi? Yah untuk


berganti pakaian


“Wulan kau tak boleh kerumahku”,


ucap Anggara kepada Wulan dengan khawatir


“ada apa? “, kata Wulan merasa


bingung


Aku tak mungkin mengatakan


jika kita sedang diikuti oleh mata-mata yang di kerjakan Pak Iskandar, lalu aku


harus beralasan apa?


“Kak Anggara ayo!!!


“baiklah, tapi kau harus


berjanji untuk tidak akan turun dari mobil, mengerti?


“kak Anggara kenapa aneh


begitu sih? Huh baiklah “, Kata Wulan tampak kesal.


Anggara pun menyalakan


mesin mobil dan melajukan mobilnya menuju ke rumahnya. Setelah menempuh sekitar


15 menit lamanya akhirnya mereka berdua pun sampai. Terlihat  jelas jika daerah Anggara tinggal sungguh


berbeda dengan rumah Wulan. Rumah itu cukup terbilang sederhana, tidak terlalu


luas dan cocok untuk ditempati oleh satu orang saja.


Anggara pun memakirkan


mobilnya tepat didepan rumahnya.


“ini rumahku, tunggu


diisini, aku akan segera kembali. Ingat jangan turun dari mobil oke?


mata Wulan masih menatap rumah Anggara


Katanya kak Anggara hanya


hidup sebatang kara, orang tuanya telah meninggalkannya sejak masih bayi. Tapi jika

__ADS_1


dilihat rumahnya lumayan menurutku.


Wulan mengetahui hal itu


Tentu saja melalui informasi yang ia dapat dari berkas saat Anggara mengajukan


permohonan pekerjaan beberapa bulan yang lalu. Dulu memang Wulan tak terlalu


memperdulikannya tapi sekarang ia sungguh tertarik dengan segala hal yang berkaitan


dengan lelaki itu.


“Wulan apakah kau dengar


apa yang ku katakan? Kata Anggara membuyarkan lamunan gadis itu


“hah? Iya kak maaf apa yang kak Anggara katakan tadi?


“gadis ini memang,


jangan turun dari mobil tunggu aku disini saja”, ucap Anggara dengan tegas.


“huh baiklah


Anggara pun turun dari


mobil dan masuk ke dalam rumahnya, sedangkan Wulan hanya duduk memandang ke


arah lelaki itu.


“memangnya apa yang


disembunyikan kak Anggara sampai aku tidak di perbolehkan untuk masuk


kerumahnya?


Jiwa penasaran seorang


gadis tak bisa di tahan apalagi seorang seperti Wulan, ia sangat sensitif jika


melihat Anggara bersikap aneh.


Bagaimana jika


sebenarnya ia menyembunyikan sesuatu dariku? Sungguh aneh bukan jika melarang


ku untuk tidak turun? Apa sebenarnya kak Anggara sudah punya istri? Atau malah


lebih parah lagi jika ia menyimpan simpanan ? kak Anggara memang sangat


tertutup jadi tidak salah jika aku masuk ke rumahnya untuk memastikan. Yah itu


benar


Wulan pun turun dari


mobil, ia perlahan mulai memasuki ruang tamu Anggara. Dengan wajah was-was jika


memang benar nanti ia akan menemukan sesuatu yang selama ini Anggara simpan


dibelakang darinya.


Ruang tamu itu tampak


kecil, suasananya tampak sepi dan hening, matanya tak henti-hentinya memindai


sekeliling ruangan itu, tapi gadis itu tak menemukan sesuatu. Ia pun berpindah


dan menemukan sebuah kamar yang ternyata tak dikunci, perlahan gadis itu mulai


masuk ke kamar tersebut


“Kak Anggara? Kata Wulan


dengan suara memanggil yang kecil


“Kak Anggara?


Tidak ada seorangpun


diruangan itu. Tapi tiba-tiba ada seseorang yang bertubuh tinggi mendekap tubuhnya


sambil menutup mulutnya, kemudian menyeret tubuh Wulan agar mengikutinya ke


dalam kamar mandi.


“Shhttt diamlah


Mata Wulan terbelalak,


ia sungguh terkejut saat mendapati orang yang sedang menutup mulutnya adalah


kak Anggara.


Kak Anggara? Ada apa


mengapa ia ?


“diamlah, ada seseorang


yang masuk kerumah ku


Anggara tak melanjutkan


perkataannya, ia tak mungkin mengatakan jika ada beberapa orang suruhan Pak Iskandar


sedang mengikuti mereka yang sekarang sedang berada di ruang tamu rumah Anggara


Berada dengan dekat


begini dengan Kak Anggara sungguh membuat jantungku berdegub kencang, apalagi


aku bisa melihat dengan jelas matanya.


Rupanya pikiran gadis


itu langsung berlabuh kemana-mana.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2