
Hari itu Wulan sedang
berdiri di depan rumah rupanya Anggara baru saja akan pergi untuk kembali ke
rumahnya karena ia sudah menyelesaikan tujuannya tadi, yaitu untuk mengobati
luka tangan Wulan. Tapi bukannya pergi tangan Anggara justru di tahan Wulan,
gadis itu rupanya tak ingin melepaskan Anggara pergi. Ia tampat terlihat cemas
“Kak Anggara mengapa
harus kembali ke rumahmu secepat ini?
Gadis itu tampak tak
rela untuk melepaskan begitu saja tangan Anggara.
“aku sudah melakukan
tugas ku, yaitu untuk mengobati tanganmu, dan sekarang karena sudah selesai aku
akan langsung kembali “, Kata Anggara sambil memegang pipi Wulan.
Saat mendengar hal itu
tiba-tiba gadis itu melepaskan begitu saja tangan Anggara, ia tampak begitu
kecewa
“baiklah maaf, aku pikir
kak Anggara datang karena mencemaskanku tapi ternyata... sudahlah silahkan
pergi aku... pergi dulu
Anggara menahan tangan
Wulan, ia tak ingin jika gadis itu akan membencinya
“jangan bersikap begitu
padaku, aku akan kembali lagi. Percayalah “, kata Anggara.
Wulan membalikkan
tubuhnya
“kak Anggara pasti
dengar tadi bukan? Jika kak Mattew dan istrinya akan menginap di rumah ini. Menurut
mu apa yang akan terjadi nanti jika aku akan tinggal disini sendirian?
Sendirian bukankah
dirumah ada Bu Sherly dan beberapa pelayan, ah benar juga Wulan selalu merasa
sendirian, hal yang terakhir ku ingat ia sempat bertengkar dengan Indri, tidak
itu bukan hanya bertengkar biasa tapi.... aku tidak ingin jika itu terjadi lagi
“jadi apa maumu Wulan?
“aku ingin kak Anggara kembali
tinggal di rumah ini”, Kata Wulan
“Tinggal di rumah ini
sungguh benar-benar tidak mungkin. Mustahil karena Pak Iskandar tak akan
menyetujuinya.
Anggara memikirkan
beberapa ide untuk mencari jalan keluar
“begini saja, selama
mereka tinggal disini, aku akan datang bersama denganmu hingga sampai kau
tertidur baru aku akan kembali ke rumah ku”, kata Anggara
“ide bagus.
Rupanya Anggara sudah
memiliki rencana untuk melepaskan segala stress dan frustasi yang di alami Wulan
tadi.
“kau cepat bersiap, aku
akan mengajakmu ke suatu tempat. Kau pasti akan menyukainya”, Kata Anggara.
“serius? Baiklah kak. Tunggu
sebentar yah, ingat jangan pergi kemana-mana
Mulai ada senyuman di
wajah gadis itu, ia tampak riang gembira saat mendengar ajakkan Anggara tadi. Tapi
tentu sebelum pergi Anggara menelepon terlebih dahulu kepada sekretaris Pak
Iskandar.
“katakan langsung saja
pada intinya
“aku akan mengajak Wulan
jalan-jalan sebentar untuk
“pergilah
Anggara tak terkejut
__ADS_1
lagi dengan sikap tegas sekretaris Pak Iskandar karena ia sudah seperti itu
sikapnya
“aku memberimu izin
bukan berarti bisa membuatmu melakukan seenaknya saja, kau tentu sudah tahu
jika ada beberapa mata-mata yang akan ikut nanti dengan kalian. Ingat Dokter Anggara
pekerjaanmu itu hanya untuk menyembuhkan Nona Wulan. Ingat statusmu dengan
benar “, Penekanan di kata Status sungguh membuat Anggara terdiam.
Kau hanya perlu
melakukan hal yang sewajarnya saja. Jangan dengarkan gadis itu karena jika
sampai pak Iskandar tahu kau pasti sudah tahu bukan apa konsekuensinya ?
Anggara menghela nafas
panjang-panjang
“Yah, aku mengerti
terima kasih
telepon langsung dimatikan, tepat setelah gadis itu turun tangga kemudian
mendekat
“Kak Anggara aku sudah
siap, bagaimana penampilanku?
Anggara melihat
keseluruhan cara berpakaian Wulan
“biasa saja”, kata Anggara
dengan cuek kemudian langsung naik ke dalam mobil
Wulan pun duduk di kursi
depan dengan wajah cemberut
“Kak Anggara bagaimana
denganmu ? apa kau akan berpakaian seperti itu saat jalan bersamaku?
Anggara menatap
penampilannya secara keseluruhan
“apa kak Anggara pikir
kita akan pergi keklinik ?
Ah benar juga tadi aku
“kita ke rumah kak Anggara
sekarang “, kata Wulan dengan semangat
“hah? Kenapa? Dokter Anggara terkejut
“untuk apa lagi? Yah untuk
berganti pakaian
“Wulan kau tak boleh kerumahku”,
ucap Anggara kepada Wulan dengan khawatir
“ada apa? “, kata Wulan merasa
bingung
Aku tak mungkin mengatakan
jika kita sedang diikuti oleh mata-mata yang di kerjakan Pak Iskandar, lalu aku
harus beralasan apa?
“Kak Anggara ayo!!!
“baiklah, tapi kau harus
berjanji untuk tidak akan turun dari mobil, mengerti?
“kak Anggara kenapa aneh
begitu sih? Huh baiklah “, Kata Wulan tampak kesal.
Anggara pun menyalakan
mesin mobil dan melajukan mobilnya menuju ke rumahnya. Setelah menempuh sekitar
15 menit lamanya akhirnya mereka berdua pun sampai. Terlihat jelas jika daerah Anggara tinggal sungguh
berbeda dengan rumah Wulan. Rumah itu cukup terbilang sederhana, tidak terlalu
luas dan cocok untuk ditempati oleh satu orang saja.
Anggara pun memakirkan
mobilnya tepat didepan rumahnya.
“ini rumahku, tunggu
diisini, aku akan segera kembali. Ingat jangan turun dari mobil oke?
mata Wulan masih menatap rumah Anggara
Katanya kak Anggara hanya
hidup sebatang kara, orang tuanya telah meninggalkannya sejak masih bayi. Tapi jika
__ADS_1
dilihat rumahnya lumayan menurutku.
Wulan mengetahui hal itu
Tentu saja melalui informasi yang ia dapat dari berkas saat Anggara mengajukan
permohonan pekerjaan beberapa bulan yang lalu. Dulu memang Wulan tak terlalu
memperdulikannya tapi sekarang ia sungguh tertarik dengan segala hal yang berkaitan
dengan lelaki itu.
“Wulan apakah kau dengar
apa yang ku katakan? Kata Anggara membuyarkan lamunan gadis itu
“hah? Iya kak maaf apa yang kak Anggara katakan tadi?
“gadis ini memang,
jangan turun dari mobil tunggu aku disini saja”, ucap Anggara dengan tegas.
“huh baiklah
Anggara pun turun dari
mobil dan masuk ke dalam rumahnya, sedangkan Wulan hanya duduk memandang ke
arah lelaki itu.
“memangnya apa yang
disembunyikan kak Anggara sampai aku tidak di perbolehkan untuk masuk
kerumahnya?
Jiwa penasaran seorang
gadis tak bisa di tahan apalagi seorang seperti Wulan, ia sangat sensitif jika
melihat Anggara bersikap aneh.
Bagaimana jika
sebenarnya ia menyembunyikan sesuatu dariku? Sungguh aneh bukan jika melarang
ku untuk tidak turun? Apa sebenarnya kak Anggara sudah punya istri? Atau malah
lebih parah lagi jika ia menyimpan simpanan ? kak Anggara memang sangat
tertutup jadi tidak salah jika aku masuk ke rumahnya untuk memastikan. Yah itu
benar
Wulan pun turun dari
mobil, ia perlahan mulai memasuki ruang tamu Anggara. Dengan wajah was-was jika
memang benar nanti ia akan menemukan sesuatu yang selama ini Anggara simpan
dibelakang darinya.
Ruang tamu itu tampak
kecil, suasananya tampak sepi dan hening, matanya tak henti-hentinya memindai
sekeliling ruangan itu, tapi gadis itu tak menemukan sesuatu. Ia pun berpindah
dan menemukan sebuah kamar yang ternyata tak dikunci, perlahan gadis itu mulai
masuk ke kamar tersebut
“Kak Anggara? Kata Wulan
dengan suara memanggil yang kecil
“Kak Anggara?
Tidak ada seorangpun
diruangan itu. Tapi tiba-tiba ada seseorang yang bertubuh tinggi mendekap tubuhnya
sambil menutup mulutnya, kemudian menyeret tubuh Wulan agar mengikutinya ke
dalam kamar mandi.
“Shhttt diamlah
Mata Wulan terbelalak,
ia sungguh terkejut saat mendapati orang yang sedang menutup mulutnya adalah
kak Anggara.
Kak Anggara? Ada apa
mengapa ia ?
“diamlah, ada seseorang
yang masuk kerumah ku
Anggara tak melanjutkan
perkataannya, ia tak mungkin mengatakan jika ada beberapa orang suruhan Pak Iskandar
sedang mengikuti mereka yang sekarang sedang berada di ruang tamu rumah Anggara
Berada dengan dekat
begini dengan Kak Anggara sungguh membuat jantungku berdegub kencang, apalagi
aku bisa melihat dengan jelas matanya.
Rupanya pikiran gadis
itu langsung berlabuh kemana-mana.
BERSAMBUNG
__ADS_1