
Pagi itu setelah semua Finalis dan Panitia telah berkumpul apel pagi pun dimulai dimana mereka di beri sambutan oleh beberapa dosen, dan di beri pengarahan dari beberapa sumber yang telah di undang. Semua tampak begitu antusias sesuai dengan tema yang di ambil yaitu “Go Beyond yourself and enspire others”, dengan harapan agar seluruh Finalis dapat melampaui dirinya sendiri dan menjadi inspirasi bagi orang lain.
Tiba saatnya hari pertama yang berat
baru akan di jalani oleh Wulan, meskipun ia sedikit gugup tapi berkat motivasi yang di berikan dokter Anggra tentu membuat ia menjadi wanita yang tangguh, dan kuat.
Yah ini hanya 3 hari, tidak akan lama, aku harus patuh sesuai perintah Kak Anggra
Kata-kata itu tak henti-hentinya di gumamkan oleh Wulan karena ia merasa mungkin itu salah satu hal yang penting baginya.
Beberapa materi mulai dilaksanakan seperti Lasallien Values, yang di sajikan oleh beberapa sumber yang terpercaya. Ada begitu banyak Peserta yang berpartisipasi dalam sesi tanya jawab saat itu, sehingga membuat Wulan tak ingin menjadi pasif. Ia ingin menjadi seseorang yang aktif seperti pesan Kak Anggra kepadanya.
Bahkan Ada beberapa pertanyaan yang bisa di jawab oleh Wulan, membuat para penyaji merasa puas dengan suasana membawa materi itu. Setidaknya semua berjalan dengan lancar bahkan tak canggung atau garing sama sekali.
***
Tiba saatnya jam istirahat atau bisa dikatakan dengan jam makan siang sekaligus menjadi sebuah hadiah ketenangan yang dapat dirasakan oleh semua orang. Setelah makan siang Wulan lebih memilih menyendiri sambil menatap layar handphone miliknya.
Wulan menghela nafas panjang-panjang.
Kira-kira kak Anggra sedang apa yah...
aku sedang tidak berada dirumah selama 3 hari Apa mungkin ayah akan memberinya libur? Tapi mengapa perasaanku berubah menjadi tidak enak begini?
Huh berada jauh darinya sungguh membuatku tersiksa. Mau menelepon tapi aku malu, jadi apa yang harus kulakukan? Ah Wulan kau sungguh bodoh.
Sedang asik berkhayal dan memejamkan mata Wulan terkejut mendengar suara perempuan yang menepuk bahunya yang tentu langsung membuatnya terkejut.
__ADS_1
“Hai Wulan “, Sapa gadis itu sambil tersenyum ramah.
Wulan pun memandang perempuan yang sedang duduk menatapnya dengan manis.
Siapa dia?
“ahaha sayang sekali kau pasti tidak mengenalku”, Tawa garing perempuan itu.
“Kenalin aku Marshanda, biasa di panggil icha. Aku dari jurusan Pemerintahan “, Kata Marshanda tetap memasang senyuman yang ramah.
“Oh hai, namaku Wulan “, Sapa balik Wulan sambil tersenyum canggung ke arah Icha.
“Wulan aku ingin berteman baik denganmu, kuharap kelak kita dapat menjadi sahabat “, Kata Icha.
Wulan hanya membalas senyum garing kepada Icha.
Hening kembali mulai dirasakan oleh kedua orang tersebut, disaat semua peserta lebih memilih untuk jalan-jalan keluar ruangan Wulan dan Icha lebih memilih duduk di kursi belakang yang disediakan oleh panitia.
“Ternyata benar juga yah, kata orang-orang kau sedikit pendiam dan tertutup “, Kata Icha memecahkan keheningan ruangan itu.
“Entahlah, aku memang seperti ini. Tapi percayalah jika sedang bersama dengan Kak Anggra aku tidak akan diam dan membisu seperti ini “, Kata Wulan.
“Kak Anggra ? siapa dia? Apakah dia pacarmu? Ahahha rupanya seperti itu, tapi apa kau sedang merindukannya? “, Tanya Icha dengan penasaran.
“Yah Bagaimana kau tahu?
“itu terlihat dengan jelas dari cara kau bicara dan ekspresi wajahmu, jika kau sedang sangat merindukannya “, Kata Icha.
__ADS_1
Oh rupanya seperti itu pantas saja, dia langsung tahu
“jika kak Anggra adalah pacarmu terus bagaimana tentang Mattew? “, Tanya Icha
Kak Mattew bukanlah pacarku tau!
Tapi hey bagaimana kau tahu tentang keluargaku?
Tiba-tiba tanda tanya di pikiran Wulan langsung menghiasi kepalanya hingga membuat mulutnya tak bisa menahan diri untuk bertanya.
“Kak Mattew? Bagaimana bisa kau tahu tentang keluargaku? Tanya Wulan dengan curiga.
“Oh itu, maafkan aku yang sengaja mendengar percakapanmu dengan Anggie, ketahuilah Wulan aku tak berniat untuk mencampuri urusan keluarga mu “, Kata Icha dengan panik.
Aneh, gerak gerik wanita ini sungguh membingungkan
“sudahlah ini sudah hampir jam 1 sebaiknya kita bersiap untuk kembali ke Aula “, Kata Wulan kemudian beranjak pergi.
“Ah iya baiklah.
Huh hampir saja ketahuan, bagaimana bisa aku bisa seceroboh itu sampai langsung mengatakan tentang Mattew?
Tidak jangan ini masih terlalu pagi untuk menunjukkan identitasmu Icha, dengan menjalin hubungan yang baik dengan Wulan tentu menjadikan awal yang baik bagiku. Yah aku harus sabar sampai semua rencana berhasil.
Materi kedua yang diberikan yaitu leadership, sekali lagi ada begitu banyak contoh dan materi yang diberikan oleh Pembicara yang di sertai dari beberapa narasumber yang terpercaya, suasana ruangan disana cukup kondusif membuat semuanya tetap focus pada materi yang dibicarakan tersebut.
Bersambung
__ADS_1