Pengobat Hati

Pengobat Hati
Episode 22


__ADS_3

Pagi itu


Wulan mengikuti Anggra dari arah belakang. Ia melihat Anggra sedang sibuk


mengambil es batu yang ada di kulkas.


Tidak biasanya


kak Anggra minum es batu di pagi hari ini, tapi bukannya memberi salep pada


memarku ia malah sibuk dengan minuman dingininnya itu.


“kak Anggra


mengapa kau minum air dingin di pagi hari?Tanya Wulan dengan bingung


Anggra tetap


sibuk mengerjakan apa yang sedang ia kerjakan, tampak ia mengambil beberapa es


batu dan menaruhnya di piring. Sambil menarik tangan Wulan agar mengikutinya ke


atas kamarnya.


“kita


kemana kak? Tanya Wulan


“tenanglah,


ikuti saja apa kataku. Ini untuk mengobati nyamuk yang menggigit lehermu itu”kata


Anggra


Wulan hanya


menurut ketika masuk ke kamar Anggra, mereka duduk di sofa dan Anggra tampak


serius untuk mengompres leher Wulan.


“kak


Anggra apa yang kau lakukan? Tanya Wulan dengan ekspresi heran sambil mundur


menolak ketika Anggra mencoba mengompres menggunakan es batu tersebut.


“aku


tidak sedang demam kak, mengapa kau ingin mengompres kepalaku?


Wulan


kenapa kau begitu polos sih yang beginian saja tidak tahu


“aku

__ADS_1


akan mengompres tanda merah yang ada di lehermu itu “kata Anggra sambil


menempelkan es batu itu tepat di leher Wulan.


Keadaan macam


apa ini? Mengapa sekarang suasana tampak canggung begini? Wajah Kak Anggra


sungguh begitu dekat denganku. Yah Tuhan kenapa sekarang aku sakit jantung?


Wulan


tak bisa focus ketika harus menatap wajah Anggra begitu dekat apalagi jika ia


mengingat soal mimpinya semalam


Apasih


umurku berapa sampai bermimpi aneh begitu.


*Apalagi mimpi


di cium oleh Kak Anggra?


Itu tidak


mungkin, sangat-sangat tidak mungkin


Ingat Wulan


sudah punya pacar. Oh iya benar semalam aku tidur di kamarnya sudah pasti


sampai terbawah mimpi yang aneh seperti itu*.


“kak


Anggra semalam tidur dimana? Tanya Wulan.


“tidur


dikamar ku memangnya kenapa? Tanya Anggra kembali pada Wulan


Apa? Tidak


mungkin kan aku sampai tidur serajang dengan Kak Anggra? Itu tidak mungkin


“Ti...tidur


denganku? Ma..maksudku tidur seranjang dengan Wulan? Tanya Wulan dengan


terbata-bata.


Kalau aku


katakan itu benar, bisa-bisa Wulan akan berpikir yang aneh-aneh.

__ADS_1


“tidak,


aku tidur di sofa “kata Anggra


“bohong,


katakan dengan jujur padaku kak, kau bahkan tak mengatakan dengan menatap


mataku. Kata orang-orang jika kalian berkata sesuatu dan tidak melihat matanya


itu tanda kau sedang berdusta “kata Wulan


“apa sih,


jadi kau berharap dapat tidur bersamaku? Kata Anggra jelas-jelas membuat Wulan


malu dan salah tingkah


“Aa..aku


tidak!! Aku tidak mengharapkan itu tahu, dasar kak Anggra sok tahu! “kata Wulan


kemudian langsung berdiri


“hei mau


kemana sarapan dulu”kata Anggra


Mereka sarapan


dengan biasanya, Wulan sepertinya telah membuang jauh-jauh tentang pertanyaan


barusan karena tak ingin membahasnya karena ia menganggap itu hanya mimpi


konyol yang kebetulan karena mengingat ia tidur di kamar Anggra jadi tak


mengherankan mengapa sampai ia bermimpi hal seperti itu, Tapi lain dengan Anggra


sampai saat ini ia masih mengingat jelas tentang kejadian semalam, setiap


sentuhan ia terima ketika sedang bersama dengannya sungguh tak dapat di


sembunyikan.


*Aku seharusnya


tidak boleh bersikap kelewatan begini, aku tidak profesional jika melakukan


pekerjaanku. Apalagi sekarang aku sudah terlanjur...


Tidak itu


tidak boleh terjadi aku tidak boleh menyimpan perasaan kepada pasienku


Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2