Pengobat Hati

Pengobat Hati
Episode 65


__ADS_3

Tak terasa hari sudah


menunjukkan jam 12 siang, selesai mata kuliah Wulan segera menghubungi Dokter


Anggara untuk datang menjemputnya. Memang seringkali jika jam pulang sering


terundur ketika dosen masih menahan para mahasiswa untuk memberikan tugas


lebih. Walau begitu Wulan menunggu jam pulang dengan sabar. Saat menunggu


Anggra tiba-tiba Mobil toyota yaris berwarna Silver Metallic.


Saat mobil itu berhenti tepat di depannya ia tentu saja merasa bingung


Ini siapa sih? Perasaan aku tidak memesan gocar. Tapi mengapa ia berhenti


di depanku?


Permilik mobil tersebut menurunkan kaca mobilnya membuat Wulan langsung


menoleh ke arah pengemudi tersebut.


“hai Wulan”, sapa Nanda sambil tersenyum saat menyapanya


“oh kak Nando. Ada apa kak? Aku kira tadi...


“kau sedang menunggu siapa? Jika tidak sedang menunggu siapapun aku


bersedia untuk mengantarmu pulang. Tidak maksudku kemana pun kau ingin pergi “,


tawarnya tiba-tiba


Wulan menggelengkan kepalanya


“tidak, terima kasih kak. Aku akan di jemput


Wulan melihat jam tangan di tangannya


“sedikit lagi Kak Anggra pasti sudah ada “, kata Wulan menolak tawaran


Nando tapi tetap memberikan senyum sebagai salah satu cara jika ia menghormati


lawan bicaranya tersebut.


“ayolah, kau pasti berbohongkan? Kau pasti merasa tidak enakkan kepadaku? Ayolah


Wulan aku berniat baik kepadamu “, Kata Nando mencoba untuk membujuk Wulan.


“bukan begitu kak


Handphone Wulan tiba-tiba berdering tanda ada telepon masuk dan rupanya


panggilan dari dokter Anggra


“hallo kak? Yah aku disini. Oh disana baik. Aku segera kesana “, tutup Wulan


“kak Aku sudah di jemput sampai jumpa”.


Wulan langsung berlari ke arah mobil Anggra yang tepat berseberangan dengan


mobil Nando.


jadi namanya Anggra? Apakah dia pacar Wulan? tapi aku sudah mencari tahu


jika Wulan tak memiliki kekasih. Anggara? Bukannya dia yang bertemu denganku? Yang


waktu itu mengaku sebagai calon suami Wulan? Seorang sepertinya yang tidak


pantas berada di samping Wulan. Dengan Seenaknya berkata omong kosong!


Mobil tersebut melaju meninggalkan area kampus.


Saat di mobil Wulan merasa aneh dengan sikap Anggra


“siapa dia? “, tanya dokter Anggra


“siapa maksudnya?


“yang tadi yang sedang berbicara denganmu


“oh itu kak Nando. Bukankah


kak Anggra sudah mengenalnya?


“tidak! Aku tak


mengenalnya.  Sejauh ini aku tak pernah


melihat kau dekat dengan teman pria”, kata Anggra tetap focus menyetir.


“dia memang bukan


temanku. Tapi dia senior di kampusku kak”, kata Wulan sambil tersenyum.


Senyuman gadis itu


rupanya tak di terima baik oleh Anggra


“jangan menyebar pesona


begitu. Ketika kau tersenyum Kau terlihat jelek “, kata Anggra dengan tak


memperdulikan perasaan Wulan. Ia hanya memasang wajah dingin.


“jelek? Hah bukannya kak


Anggra yang selalu mengatakan kepadaku jika harus selalu tersenyum? Kak Anggra


sungguh aneh !!!”, kata Wulan dengan kesal.

__ADS_1


Menyebar pesona dari


mana? Apa dia melihat jika aku tadi sedang mengibaskan rambutku untuk mencari


perhatian? dan senyum ? apa maksudnya ? bukankah aku hanya selalu tersenyum kepada


kak Anggra? Aku rasa hari ini ada yang salah dengan Kak Anggra gumam Wulan


dalam hati.


Beberapa menit saling berdiam


diri membuat Wulan tersadar dan akhirnya bertanya kepada Anggra


“kita mau kemana kak? “,


tanya Wulan menyadari jika arah jalan tidak sedang menuju ke rumahnya.


“aku ingin ke suatu


tempat. Apa kau lupa yang tadi kukatakan? “, tanya Anggra


Ah benar juga kak Anggra


pasti ingin membelikan Anggie hadiah. Huh pantas saja


Mereka sampai di kawasan


pertokoan, orang-orang yang berlalu lalang di sekitar perbelanjaan tersebut


tidak terlalu ramai tetapi tidak juga terlalu sepi. Setelah melewati beberapa


toko dan restaurant


Mereka pun sampai di


sebuah toko boneka. Setelah memakirkan mobil Anggra dan Wulan pun masuk ke toko


tersebut.


“jadi kak Anggra akan


membelikan boneka untuk Anggie? “, tanya Wulan


“yah”, jawabnya dengan singkat


Sesampainya disana Anggra


menanyakan kepada salah seorang penjaga toko tersebut jika ia ingin membeli


sebuah boneka panda. Seorang penjaga toko wanita yang terlihat berumur 20an


tahun menujukkan jalan untuk melayani keinginan dari pembeli.


Karena toko


tersebut cukup besar akhirnya setelah masuk ke beberapa lorong akhirnya Anggra


yang mini berukuran 12 Cm dengan harga Rp 25.000, kemudian Anggra melihat


boneka panda yang sedang dengan ukuran 35 Cm, tak puas melihat itu Dokter


Anggra pun melihat Boneka panda yang berukuran besar dengan berukuran 60 Cm. Tak puas lagi Anggra ingin melihat yang lebih besar. Pelayan toko tersebut


mengambil boneka panda jumbo 1 meter. Pelayan itu pun membawa boneka yang


begitu besar tersebut.


“aku ingin yang itu”,


kata Dokter Anggra.


Tapi saat baru saja


ingin membayar Anggra baru tersadar jika gadis yang tadi bersamanya sekarang


tak berada di belakangnya.


Anggra melihat


sekelilingnya tapi menemukan gadis tersebut.


“tunggu sebentar, bawah


saja dulu di kasir aku ingin mencari seseorang”, kata Anggra.


Anggra menelepon Wulan tapi


gadis itu tak mengangkatnya. Sudah beberapa kali ia menelepon tapi tak ada jawaban


darinya. Anggra sungguh merasa khawatir, ia sudah mencari ke lorong-lorong toko


tersebut tapi tak menemukan gadis itu. Sampai akhirnya Anggra menemukan


keberadaan Wulan. Gadis itu terlihat tengah memegang sebuah boneka Teddy bear.


Anggra pun menghela


nafas merasa legah kemudian langsung mendekati Wulan


“kau dari mana saja Wulan?


Apa kau tahu kau membuatku khawatir


Gadis itu masih terpaku


menatap boneka yang ia pegang tersebut membuat Anggra menepuk bahunya dengan


pelan.

__ADS_1


“kak Anggra?


Wulan memalingkan


wajahnya mencoba untuk menghindari tatapan Anggra. Mata gadis itu kini tengah


berkaca-kaca dengan cepat ia langsung mengusapnya agar tak terlihat.


“hei ada apa? Tanya Anggra


langsung memegang bahu Wulan agar ia dapat melihat wajah gadis itu dengan


benar.


“katakan padaku apa yang


terjadi? ", kata Anggra merasa bingung.


“tidak, tidak apa-apa


kak”, kata Wulan


Gadis itu menghela nafas


panjang-panjang kemudian mencoba tersenyum kembali dan mengalihkan topik


pembicaraan mereka


“apa kak Anggra sudah selesai memilih hadiah untuk Anggie? “, tanya Wulan kemudian melangkah meninggalkan Anggra


Setelah selesai membeli boneka tersebut Anggra dan Wulan pun masuk ke dalam


mobil dan meninggalkan kawasan tersebut.


“kita kemana sekarang? “, tanya Anggra


“pulang, aku merasa mengantuk “, kata Wulan


“kau sudah makan? “, tanya Anggra.


“belum


Anggra pun singgah ke restaurant terdekat lalu memesan beberapa makanan. Seperti


sudah mengetahui apa yang menjadi keinginan Wulan Anggra sudah memesannya. Setelah


selesai Anggra pun melajukan mobilnya untuk kembali ke rumah tapi saat di mobil


ada sesuatu yang mengganjal di pikirannya saat itu.


“mengapa kau menangis tadi? Tanya Anggra


“menangis ? aku tidak menangis kak


“jangan berbohong!


Wulan tak menjawab perkataan Anggra


“apa dia melukaimu? Atau ada yang ia katakan sampai kau merasa sedih?


“jangan menuduh sembarangan begitu kak”, kata Wulan membela Nando


“aku tak menuduh, tapi bukankah sebelum bertemu denganku kau habis bertemu


dengannya? Tanya Anggra.


“tidak kak hentikan jangan menuduh orang dengan sembarangan apalagi tanpa


bukti!


“dia menyukaimu Wulan!”,


kata Anggra tiba-tiba membuat Wulan terkejut


Wulan hanya diam


“yah aku tahu”, kata


Wulan dengan singkat


“jadi karena kau sudah


tahu, kau tetap akan merespon perasaannya? Jangan terlalu dekat dengannya! “,


kata Anggra tak suka


“aku memang


mengetahuinya kak tapi itu hanya lewat gosip di kampus. Itu belum bisa


dibuktikan dan mana mungkin gosip itu benar.


“dia sudah jelas


menyukaimu apa kau tidak memperhatikannya bagaimana ia memandangmu, kemudian cara


bicaranya kepadamu yang lembut seolah ingin menarik pehatianmu.


bagaimana bisa kau tak


mengetahuinya? “, Kata Anggra dengan kesal.


“kak Anggra kenapa kau


yang marah kepadaku? Apa salahnya jika ia hanya dekat denganku?


“nanti kau akan menyukainya.


“jika aku menyukainya

__ADS_1


apa kau akan menahanku?


bersambung


__ADS_2