
Tak terasa hari sudah
menunjukkan jam 12 siang, selesai mata kuliah Wulan segera menghubungi Dokter
Anggara untuk datang menjemputnya. Memang seringkali jika jam pulang sering
terundur ketika dosen masih menahan para mahasiswa untuk memberikan tugas
lebih. Walau begitu Wulan menunggu jam pulang dengan sabar. Saat menunggu
Anggra tiba-tiba Mobil toyota yaris berwarna Silver Metallic.
Saat mobil itu berhenti tepat di depannya ia tentu saja merasa bingung
Ini siapa sih? Perasaan aku tidak memesan gocar. Tapi mengapa ia berhenti
di depanku?
Permilik mobil tersebut menurunkan kaca mobilnya membuat Wulan langsung
menoleh ke arah pengemudi tersebut.
“hai Wulan”, sapa Nanda sambil tersenyum saat menyapanya
“oh kak Nando. Ada apa kak? Aku kira tadi...
“kau sedang menunggu siapa? Jika tidak sedang menunggu siapapun aku
bersedia untuk mengantarmu pulang. Tidak maksudku kemana pun kau ingin pergi “,
tawarnya tiba-tiba
Wulan menggelengkan kepalanya
“tidak, terima kasih kak. Aku akan di jemput
Wulan melihat jam tangan di tangannya
“sedikit lagi Kak Anggra pasti sudah ada “, kata Wulan menolak tawaran
Nando tapi tetap memberikan senyum sebagai salah satu cara jika ia menghormati
lawan bicaranya tersebut.
“ayolah, kau pasti berbohongkan? Kau pasti merasa tidak enakkan kepadaku? Ayolah
Wulan aku berniat baik kepadamu “, Kata Nando mencoba untuk membujuk Wulan.
“bukan begitu kak
Handphone Wulan tiba-tiba berdering tanda ada telepon masuk dan rupanya
panggilan dari dokter Anggra
“hallo kak? Yah aku disini. Oh disana baik. Aku segera kesana “, tutup Wulan
“kak Aku sudah di jemput sampai jumpa”.
Wulan langsung berlari ke arah mobil Anggra yang tepat berseberangan dengan
mobil Nando.
jadi namanya Anggra? Apakah dia pacar Wulan? tapi aku sudah mencari tahu
jika Wulan tak memiliki kekasih. Anggara? Bukannya dia yang bertemu denganku? Yang
waktu itu mengaku sebagai calon suami Wulan? Seorang sepertinya yang tidak
pantas berada di samping Wulan. Dengan Seenaknya berkata omong kosong!
Mobil tersebut melaju meninggalkan area kampus.
Saat di mobil Wulan merasa aneh dengan sikap Anggra
“siapa dia? “, tanya dokter Anggra
“siapa maksudnya?
“yang tadi yang sedang berbicara denganmu
“oh itu kak Nando. Bukankah
kak Anggra sudah mengenalnya?
“tidak! Aku tak
mengenalnya. Sejauh ini aku tak pernah
melihat kau dekat dengan teman pria”, kata Anggra tetap focus menyetir.
“dia memang bukan
temanku. Tapi dia senior di kampusku kak”, kata Wulan sambil tersenyum.
Senyuman gadis itu
rupanya tak di terima baik oleh Anggra
“jangan menyebar pesona
begitu. Ketika kau tersenyum Kau terlihat jelek “, kata Anggra dengan tak
memperdulikan perasaan Wulan. Ia hanya memasang wajah dingin.
“jelek? Hah bukannya kak
Anggra yang selalu mengatakan kepadaku jika harus selalu tersenyum? Kak Anggra
sungguh aneh !!!”, kata Wulan dengan kesal.
__ADS_1
Menyebar pesona dari
mana? Apa dia melihat jika aku tadi sedang mengibaskan rambutku untuk mencari
perhatian? dan senyum ? apa maksudnya ? bukankah aku hanya selalu tersenyum kepada
kak Anggra? Aku rasa hari ini ada yang salah dengan Kak Anggra gumam Wulan
dalam hati.
Beberapa menit saling berdiam
diri membuat Wulan tersadar dan akhirnya bertanya kepada Anggra
“kita mau kemana kak? “,
tanya Wulan menyadari jika arah jalan tidak sedang menuju ke rumahnya.
“aku ingin ke suatu
tempat. Apa kau lupa yang tadi kukatakan? “, tanya Anggra
Ah benar juga kak Anggra
pasti ingin membelikan Anggie hadiah. Huh pantas saja
Mereka sampai di kawasan
pertokoan, orang-orang yang berlalu lalang di sekitar perbelanjaan tersebut
tidak terlalu ramai tetapi tidak juga terlalu sepi. Setelah melewati beberapa
toko dan restaurant
Mereka pun sampai di
sebuah toko boneka. Setelah memakirkan mobil Anggra dan Wulan pun masuk ke toko
tersebut.
“jadi kak Anggra akan
membelikan boneka untuk Anggie? “, tanya Wulan
“yah”, jawabnya dengan singkat
Sesampainya disana Anggra
menanyakan kepada salah seorang penjaga toko tersebut jika ia ingin membeli
sebuah boneka panda. Seorang penjaga toko wanita yang terlihat berumur 20an
tahun menujukkan jalan untuk melayani keinginan dari pembeli.
Karena toko
tersebut cukup besar akhirnya setelah masuk ke beberapa lorong akhirnya Anggra
yang mini berukuran 12 Cm dengan harga Rp 25.000, kemudian Anggra melihat
boneka panda yang sedang dengan ukuran 35 Cm, tak puas melihat itu Dokter
Anggra pun melihat Boneka panda yang berukuran besar dengan berukuran 60 Cm. Tak puas lagi Anggra ingin melihat yang lebih besar. Pelayan toko tersebut
mengambil boneka panda jumbo 1 meter. Pelayan itu pun membawa boneka yang
begitu besar tersebut.
“aku ingin yang itu”,
kata Dokter Anggra.
Tapi saat baru saja
ingin membayar Anggra baru tersadar jika gadis yang tadi bersamanya sekarang
tak berada di belakangnya.
Anggra melihat
sekelilingnya tapi menemukan gadis tersebut.
“tunggu sebentar, bawah
saja dulu di kasir aku ingin mencari seseorang”, kata Anggra.
Anggra menelepon Wulan tapi
gadis itu tak mengangkatnya. Sudah beberapa kali ia menelepon tapi tak ada jawaban
darinya. Anggra sungguh merasa khawatir, ia sudah mencari ke lorong-lorong toko
tersebut tapi tak menemukan gadis itu. Sampai akhirnya Anggra menemukan
keberadaan Wulan. Gadis itu terlihat tengah memegang sebuah boneka Teddy bear.
Anggra pun menghela
nafas merasa legah kemudian langsung mendekati Wulan
“kau dari mana saja Wulan?
Apa kau tahu kau membuatku khawatir
Gadis itu masih terpaku
menatap boneka yang ia pegang tersebut membuat Anggra menepuk bahunya dengan
pelan.
__ADS_1
“kak Anggra?
Wulan memalingkan
wajahnya mencoba untuk menghindari tatapan Anggra. Mata gadis itu kini tengah
berkaca-kaca dengan cepat ia langsung mengusapnya agar tak terlihat.
“hei ada apa? Tanya Anggra
langsung memegang bahu Wulan agar ia dapat melihat wajah gadis itu dengan
benar.
“katakan padaku apa yang
terjadi? ", kata Anggra merasa bingung.
“tidak, tidak apa-apa
kak”, kata Wulan
Gadis itu menghela nafas
panjang-panjang kemudian mencoba tersenyum kembali dan mengalihkan topik
pembicaraan mereka
“apa kak Anggra sudah selesai memilih hadiah untuk Anggie? “, tanya Wulan kemudian melangkah meninggalkan Anggra
Setelah selesai membeli boneka tersebut Anggra dan Wulan pun masuk ke dalam
mobil dan meninggalkan kawasan tersebut.
“kita kemana sekarang? “, tanya Anggra
“pulang, aku merasa mengantuk “, kata Wulan
“kau sudah makan? “, tanya Anggra.
“belum
Anggra pun singgah ke restaurant terdekat lalu memesan beberapa makanan. Seperti
sudah mengetahui apa yang menjadi keinginan Wulan Anggra sudah memesannya. Setelah
selesai Anggra pun melajukan mobilnya untuk kembali ke rumah tapi saat di mobil
ada sesuatu yang mengganjal di pikirannya saat itu.
“mengapa kau menangis tadi? Tanya Anggra
“menangis ? aku tidak menangis kak
“jangan berbohong!
Wulan tak menjawab perkataan Anggra
“apa dia melukaimu? Atau ada yang ia katakan sampai kau merasa sedih?
“jangan menuduh sembarangan begitu kak”, kata Wulan membela Nando
“aku tak menuduh, tapi bukankah sebelum bertemu denganku kau habis bertemu
dengannya? Tanya Anggra.
“tidak kak hentikan jangan menuduh orang dengan sembarangan apalagi tanpa
bukti!
“dia menyukaimu Wulan!”,
kata Anggra tiba-tiba membuat Wulan terkejut
Wulan hanya diam
“yah aku tahu”, kata
Wulan dengan singkat
“jadi karena kau sudah
tahu, kau tetap akan merespon perasaannya? Jangan terlalu dekat dengannya! “,
kata Anggra tak suka
“aku memang
mengetahuinya kak tapi itu hanya lewat gosip di kampus. Itu belum bisa
dibuktikan dan mana mungkin gosip itu benar.
“dia sudah jelas
menyukaimu apa kau tidak memperhatikannya bagaimana ia memandangmu, kemudian cara
bicaranya kepadamu yang lembut seolah ingin menarik pehatianmu.
bagaimana bisa kau tak
mengetahuinya? “, Kata Anggra dengan kesal.
“kak Anggra kenapa kau
yang marah kepadaku? Apa salahnya jika ia hanya dekat denganku?
“nanti kau akan menyukainya.
“jika aku menyukainya
__ADS_1
apa kau akan menahanku?
bersambung