
Kata-kata Wulan seolah membuat suasana di dalam mobil menegang. Anggra yang
menyadari apa maksud dari perkataan Wulan langsung terdiam dan membisu. Wulan
memalingkan wajahnya menghadap jendela sebelah kiri. Tak memperlihat kekecewaan
yang ia rasakan saat ini.
“maafkan aku Wulan
Hanya itu yang dapat Anggra katakan, keberanian yang menciut karena
bayang-bayang Pak Iskandar tentang memberinya beasiswa ke luar negeri sungguh tak ingin ia lakukan. Jika nanti Pak Iskandar mengambil keputusan tersebut tak
menghitung waktu ia pasti akan berpisah dengan gadis yang duduk bersebelahan
dengannya.
Sepanjang perjalanan mereka berdua lebih memilih untuk saling berdiam diri.
Segala hal yang ada di kepala gadis itu tak mampu baginya untuk mengutarakan
isi pikirannya yang sebenarnya. Tapi itu yang terbaik karena bila dipikirkan
lagi bisa-bisa saja ia akan merusak hubungan yang terjalin baik diantara mereka
berdua dan di rusak hanya karena
perkataan yang keluar dari mulutnya. Sesungguhnya Wulan masih tak bisa
mengendalikan emosinya karena penyakit yang ia alami belum sepenuhnya sembuh
bahkan bayang-bayang trauma yang ia rasakan di masa lampau masih saja
terlintas.
Sesampainya di rumah Anggra baru saja hendak turun dari mobil Anggra di
buat bingung dengan sikap Wulan
“pulanglah kak, aku sudah tak akan keluar kemana-mana lagi. Jadi sampai
jumpa besok hari “, kata Wulan acuh dan langsung masuk ke dalam rumah.
Anggra terdiam melihat kepergian Wulan. Sejujurnya Anggra tak ingin membuat
gadis itu kecewa tapi jika bukan karena Pak Iskandar melarangnya untuk
berhubungan dengan Wulan tentu saja Anggra tak akan pernah menggantungkan
perasaan gadis itu.
Maafkan aku...
***
Wulan masuk ke dalam kamarnya, wajah yang murung menghiasi wajah gadis itu.
Hari yang berat baginya barusaja terjadi.
Merasa sedih dan kecewa terasa berbeda bagiku. Yah aku akui kak Anggra
sepetinya tak menyukaiku.
Wulan menghela nafas panjang-panjang mencoba untuk menetralkan isi
pikirannya sambil memejamkan matanya. Tapi gadis itu mengerutkan keningnya karena
menahan perih di perutnya
Ah sakit sekali perutku. Benar juga seharian ini aku belum juga makan
Baru saja ingin beranjak dari ranjang Wulan melihat makanan yang ada di
atas meja yang ia bawah tadi. Ketika itu juga terlihat seulas senyum di
wajahnya.
Kak Anggra memang yang terbaik terima kasih kak
Ucapan terima kasih dalam hati karena merasa bersyukur berkat Anggra ia
bisa makan sekarang apalagi ketika gadis itu tengah merasa lapar. Di rumah
memang selalu disediakan makanan di atas meja. Tapi Wulan seringkali tak
berselera jika memakan masakan dari beberapa pelayan dirumah tersebut.
__ADS_1
Wulan sudah mengambil nasi di piringnya dan bersiap untuk melahap makanan
tersebut. Tapi ia merasa ada yang kurang.
Sebuah pesan baru masuk membuat Anggra langsung mengambil handphone
tersebut. Nada pemberitahuan yang ia buat khusus untuk gadis itu jadi ia sudah
mengetahui jika siapa yang mengirim pesan untuknya tanpa harus melihat untuk
memastikannya. Bukan hanya sekedar menjadi pengingat jika itu adalah pesan dari
Wulan tapi Anggra merasa gadis itu penting baginya, dan bukan hanya menyangkut
soal pekerjaannya yang menjadi dokter untuk menyembuhkan gadis itu.
“Kak Anggra aku lapar “, kata Wulan dari pesan
“makanlah", balas Anggra singkat.
“sudah tapi...
Anggra rupanya sudah mengetahui segala keinginan dari gadis itu jadi tanpa
butuh penjelasan ia langsung menelepon gadis itu melalui Video call dimana
mereka berdua bisa bertatap muka.
“makanlah “, kata Anggra sambil tersenyum kepada Wulan.
Wulan hanya diam ketika memandang wajah Anggra
“aku masih marah pada Kak Anggra jadi jangan berpikir jika aku meneleponmu
karena sudah memaafkanmu “, kata Wulan dengan kesal.
“yah terserah kau saja. Tapi makanlan
Gadis itu memang tak bisa berlama-lama untuk menyimpan amarah kepada Anggra
kini ia sudah tertawa terbahak-bahak karena lolucon Anggra kepadanya. Suasana
baik-baik saja sebelum Mattew pulang ke rumah.
Ketika ia masuk ia melihat ke arah Wulan dimana gadis itu sedang makan tapi
Wulan? Mengapa ia tertawa?
Bukan karena tawa renyah gadis itu yang menjadi perhatian Mattew melainkan
ia merasa aneh karena Wulan sedang makan sendirian.
“kau makan sendiri? “, kata Mattew dari belakang langsung membuat Wulan
terkejut.
“sejak kapan kau mau makan sendiri? Sambungnya lagi
“aku tidak sendiri”, kata Wulan tetap asik menatap lawan bicaranya di
telepon.
Mattew pun melihat ke arah yang di maksudkan dari perkataan gadis itu
Dia lagi dia lagi kesal Mattew dalam hati.
“Kak Anggra menemaniku makan “, kata Wulan tanpa melihat ke arah Mattew
“mengapa kau makan makanan dari luar? bukankah dirumah ada beberapa pelayan untuk memasak makanan kesukaanmu?
Wulan hanya sibuk menanggapi perbincangannya dengan Anggra di telepon
sambil tersenyum
“makanan yang dijual di luar itu tak baik Wulan apalagi untuk kesehatanmu!
“bisakah kak Mattew diam? Aku sedang berbicara dengan Kak Anggra!”, kata
Wulan dengan jengkel.
Mattew merasa kesal dengan tanggapan Wulan yang dingin kepadanya membuat ia
akhirnya mengambil ayam yang ada dipiring gadis itu dan memakannya lahap tanpa merasa bersalah Sedikit pun.
“kak Mattew itu punyaku!!
“siapa suruh kau mengacuhkanku!
__ADS_1
Mattew berniat ingin bercanda dengan Wulan tapi gadis itu memberikan respon
yang berbeda dengan yang ia pikirkan.
“kak Mattew!
Wulan menatap Mattew dengan jengkel.
“apa kau ingat setiap ayam yang kau makan aku akan selalu merebutnya “,
kata Mattew mencoba mengembalikan kenangan di masa lampau tentang kisah mereka berdua yang selalu makan bersama.
“itu dulu dan sudah lama berlalu. Jangan pernah mengharapkan kejadian di
masa lalu akan terulang manis di masa sekarang karena bagiku itu tak akan
pernah terjadi. Bahkan aku merasa benci jika mengingatnya “, kata Wulan dengan
dingin.
“Wulan apa maksudmu?
Pertengkaran tersebut tentu di saksikan langsung oleh Anggra apalalgi karena Wulan tak mematikan camera miliknya. Anggra hanya diam Ketika melihat sikap Wulan yang kasar kepada Mattew. Tapi tentu ia sudah tahu alasan mengapa sikap gadis itu begitu kepada Mattew.
Seseorang tiba-tiba memegang lengan Mattew dari belakang kemudian mencium pipi Mattew tanpa menghiraukan keberadaan Wulan.
“sayang kau sudah pulang? “, kata Indri kemudian mendekati Mattew yang
berdiri di samping Wulan.
“aku sudah selesai makan. Tiba-tiba aku sudah tidak berselera makan lagi
Wulan langsung berdiri kemudian meninggalkan meja makan tersebut dan
menatap sinis ke arah Indri.
“sepertinya Kak Mattew merasa lapar mengapa kau tidak mencoba untuk memasak
makanan kesukaannya? Oh aku lupa kau tidak bisa memasak.
Indri tak mungkin jika tak mendengar kejadian barusan. Terlihat dengan
jelas jika Mattew yang mendekati Wulan duluan dan mencoba untuk terlihat akrab
kepada gadis itu dan menganggunya duluan. Sakit hati yang ia rasakan tentu menambah kebencian
yang ia rasakan kepada Wulan.
***
Hari sudah menunjukkan jam 00.23 dimana semua orang telah tertidur nyenyak
di ranjang mereka. Tapi berbeda dengan Wulan gadis itu terbangun karena merasa
haus, merasa tenggorokannya perlu di basahi oleh air membuat gadis itu terpaksa turun untuk mengambil air putih di bawah. Saat menuruni tangga ada yang membuat gadis itu merasa aneh.
Siapa orang yang sudah tengah malam begini belum tidur? Dan sedang
menelepon?
Wulan menengok ke arah suara tersebut sambil duduk untuk bersembunyi. Pelan-pelan
ia menengok ke arah suara tersebut. Terlihat Indri sedang duduk dan bertelepon
dengan seseorang tapi ia hanya berbisik-bisik ketika menjawab perkataan dari
seseorang yang menjadi lawan bicaranya saat itu.
“bodoh ! mana mungkin aku bisa memikirkan hal itu! Aku tidak bisa membuat gadis
itu menjauh dari Mattew sedangkan ia adalah adik tirinya ! pokoknya aku ingin
sampai kau berhasil menjalankan semua rencana itu !”, kata Indri dengan kesal
sambil meminum segelas anggur merah di tangannya. Terlihat jika ia tampak begitu frustasi.
Indri? Apa yang sedang ia rencanakan? Siapa yang sedang berbicara
dengannya?
Wulan terkejut ketika mendengar hal tersebut tapi yang lebih mengejutkan
lagi adalah ketika melihat Indri meneguk segelas Anggur ditangannya
*Indri meminum segelas Anggur? Tapi bukankah dia tidak boleh minum minuman
beralkohol ketika sedang hamil?
__ADS_1
Bersambung*