Pengobat Hati

Pengobat Hati
Episode 66


__ADS_3

Kata-kata Wulan seolah membuat suasana di dalam mobil menegang. Anggra yang


menyadari apa maksud dari perkataan Wulan langsung terdiam dan membisu. Wulan


memalingkan wajahnya menghadap jendela sebelah kiri. Tak memperlihat kekecewaan


yang ia rasakan saat ini.


“maafkan aku Wulan


Hanya itu yang dapat Anggra katakan, keberanian yang menciut karena


bayang-bayang Pak Iskandar tentang memberinya beasiswa ke luar negeri sungguh tak ingin ia lakukan. Jika nanti Pak Iskandar mengambil keputusan tersebut tak


menghitung waktu ia pasti akan berpisah dengan gadis yang duduk bersebelahan


dengannya.


Sepanjang perjalanan mereka berdua lebih memilih untuk saling berdiam diri.


Segala hal yang ada di kepala gadis itu tak mampu baginya untuk mengutarakan


isi pikirannya yang sebenarnya. Tapi itu yang terbaik karena bila dipikirkan


lagi bisa-bisa saja ia akan merusak hubungan yang terjalin baik diantara mereka


berdua  dan di rusak hanya karena


perkataan yang keluar dari mulutnya. Sesungguhnya Wulan masih tak bisa


mengendalikan emosinya karena penyakit yang ia alami belum sepenuhnya sembuh


bahkan bayang-bayang trauma yang ia rasakan di masa lampau masih saja


terlintas.


Sesampainya di rumah Anggra baru saja hendak turun dari mobil Anggra di


buat bingung dengan sikap Wulan


“pulanglah kak, aku sudah tak akan keluar kemana-mana lagi. Jadi sampai


jumpa besok hari “, kata Wulan acuh dan langsung masuk ke dalam rumah.


Anggra terdiam melihat kepergian Wulan. Sejujurnya Anggra tak ingin membuat


gadis itu kecewa tapi jika bukan karena Pak Iskandar melarangnya untuk


berhubungan dengan Wulan tentu saja Anggra tak akan pernah menggantungkan


perasaan gadis itu.


Maafkan aku...


***


Wulan masuk ke dalam kamarnya, wajah yang murung menghiasi wajah gadis itu.


Hari yang berat baginya barusaja terjadi.


Merasa sedih dan kecewa terasa berbeda bagiku. Yah aku akui kak Anggra


sepetinya tak menyukaiku.


Wulan menghela nafas panjang-panjang mencoba untuk menetralkan isi


pikirannya sambil memejamkan matanya. Tapi gadis itu mengerutkan keningnya karena


menahan perih di perutnya


Ah sakit sekali perutku. Benar juga seharian ini aku belum juga makan


Baru saja ingin beranjak dari ranjang Wulan melihat makanan yang ada di


atas meja yang ia bawah tadi. Ketika itu juga terlihat seulas senyum di


wajahnya.


Kak Anggra memang yang terbaik terima kasih kak


Ucapan terima kasih dalam hati karena merasa bersyukur berkat Anggra ia


bisa makan sekarang apalagi ketika gadis itu tengah merasa lapar. Di rumah


memang selalu disediakan makanan di atas meja. Tapi Wulan seringkali tak


berselera jika memakan masakan dari beberapa pelayan dirumah tersebut.

__ADS_1


Wulan sudah mengambil nasi di piringnya dan bersiap untuk melahap makanan


tersebut. Tapi ia merasa ada yang kurang.


Sebuah pesan baru masuk membuat Anggra langsung mengambil handphone


tersebut. Nada pemberitahuan yang ia buat khusus untuk gadis itu jadi ia sudah


mengetahui jika siapa yang mengirim pesan untuknya tanpa harus melihat untuk


memastikannya. Bukan hanya sekedar menjadi pengingat jika itu adalah pesan dari


Wulan tapi Anggra merasa gadis itu penting baginya, dan bukan hanya menyangkut


soal pekerjaannya yang menjadi dokter untuk menyembuhkan gadis itu.


“Kak Anggra aku lapar “, kata Wulan dari pesan


“makanlah", balas Anggra singkat.


“sudah tapi...


Anggra rupanya sudah mengetahui segala keinginan dari gadis itu jadi tanpa


butuh penjelasan ia langsung menelepon gadis itu melalui Video call dimana


mereka berdua bisa bertatap muka.


“makanlah “, kata Anggra sambil tersenyum kepada Wulan.


Wulan hanya diam ketika memandang wajah Anggra


“aku masih marah pada Kak Anggra jadi jangan berpikir jika aku meneleponmu


karena sudah memaafkanmu “, kata Wulan dengan kesal.


“yah terserah kau saja. Tapi makanlan


Gadis itu memang tak bisa berlama-lama untuk menyimpan amarah kepada Anggra


kini ia sudah tertawa terbahak-bahak karena lolucon Anggra kepadanya. Suasana


baik-baik saja sebelum Mattew pulang ke rumah.


Ketika ia masuk ia melihat ke arah Wulan dimana gadis itu sedang makan tapi


Wulan? Mengapa ia tertawa?


Bukan karena tawa renyah gadis itu yang menjadi perhatian Mattew melainkan


ia merasa aneh karena Wulan sedang makan sendirian.


“kau makan sendiri? “, kata Mattew dari belakang langsung membuat Wulan


terkejut.


“sejak kapan kau mau makan sendiri? Sambungnya lagi


“aku tidak sendiri”, kata Wulan tetap asik menatap lawan bicaranya di


telepon.


Mattew pun melihat ke arah yang di maksudkan dari perkataan gadis itu


Dia lagi dia lagi kesal Mattew dalam hati.


“Kak Anggra menemaniku makan “, kata Wulan tanpa melihat ke arah Mattew


“mengapa kau makan makanan dari luar? bukankah dirumah ada beberapa pelayan untuk memasak makanan kesukaanmu?


Wulan hanya sibuk menanggapi perbincangannya dengan Anggra di telepon


sambil tersenyum


“makanan yang dijual di luar itu tak baik Wulan apalagi untuk kesehatanmu!


“bisakah kak Mattew diam? Aku sedang berbicara dengan Kak Anggra!”, kata


Wulan dengan jengkel.


Mattew merasa kesal dengan tanggapan Wulan yang dingin kepadanya membuat ia


akhirnya mengambil ayam yang ada dipiring gadis itu dan memakannya lahap tanpa merasa bersalah Sedikit pun.


“kak Mattew itu punyaku!!


“siapa suruh kau mengacuhkanku!

__ADS_1


Mattew berniat ingin bercanda dengan Wulan tapi gadis itu memberikan respon


yang berbeda dengan yang ia pikirkan.


“kak Mattew!


Wulan menatap Mattew dengan jengkel.


“apa kau ingat setiap ayam yang kau makan aku akan selalu merebutnya “,


kata Mattew mencoba mengembalikan kenangan di masa lampau tentang kisah mereka berdua yang selalu makan bersama.


“itu dulu dan sudah lama berlalu. Jangan pernah mengharapkan kejadian di


masa lalu akan terulang manis di masa sekarang karena bagiku itu tak akan


pernah terjadi. Bahkan aku merasa benci jika mengingatnya “, kata Wulan dengan


dingin.


“Wulan apa maksudmu?


Pertengkaran tersebut tentu di saksikan langsung oleh Anggra apalalgi karena Wulan tak mematikan camera miliknya. Anggra hanya diam Ketika melihat sikap Wulan yang kasar kepada Mattew. Tapi tentu ia sudah tahu alasan mengapa sikap gadis itu begitu kepada Mattew.


Seseorang tiba-tiba memegang lengan Mattew dari belakang kemudian mencium pipi Mattew tanpa menghiraukan keberadaan Wulan.


“sayang kau sudah pulang? “, kata Indri kemudian mendekati Mattew yang


berdiri di samping Wulan.


“aku sudah selesai makan. Tiba-tiba aku sudah tidak berselera makan lagi


Wulan langsung berdiri kemudian meninggalkan meja makan tersebut dan


menatap sinis ke arah Indri.


“sepertinya Kak Mattew merasa lapar mengapa kau tidak mencoba untuk memasak


makanan kesukaannya? Oh aku lupa kau tidak bisa memasak.


Indri tak mungkin jika tak mendengar kejadian barusan. Terlihat dengan


jelas jika Mattew yang mendekati Wulan duluan dan mencoba untuk terlihat akrab


kepada gadis itu dan menganggunya duluan. Sakit hati yang ia rasakan tentu menambah kebencian


yang ia rasakan kepada Wulan.


***


Hari sudah menunjukkan jam 00.23 dimana semua orang telah tertidur nyenyak


di ranjang mereka. Tapi berbeda dengan Wulan gadis itu terbangun karena merasa


haus, merasa tenggorokannya perlu di basahi oleh air membuat gadis itu terpaksa turun untuk mengambil air putih di bawah. Saat menuruni tangga ada yang membuat gadis itu merasa aneh.


Siapa orang yang sudah tengah malam begini belum tidur? Dan sedang


menelepon?


Wulan menengok ke arah suara tersebut sambil duduk untuk bersembunyi. Pelan-pelan


ia menengok ke arah suara tersebut. Terlihat Indri sedang duduk dan bertelepon


dengan seseorang tapi ia hanya berbisik-bisik ketika menjawab perkataan dari


seseorang yang menjadi lawan bicaranya saat itu.


“bodoh ! mana mungkin aku bisa memikirkan hal itu! Aku tidak bisa membuat gadis


itu menjauh dari Mattew sedangkan ia adalah adik tirinya ! pokoknya aku ingin


sampai kau berhasil menjalankan semua rencana itu !”, kata Indri dengan kesal


sambil meminum segelas anggur merah di tangannya. Terlihat jika ia tampak begitu frustasi.


Indri? Apa yang sedang ia rencanakan? Siapa yang sedang berbicara


dengannya?


Wulan terkejut ketika mendengar hal tersebut tapi yang lebih mengejutkan


lagi adalah ketika melihat Indri meneguk segelas Anggur ditangannya


*Indri meminum segelas Anggur? Tapi bukankah dia tidak boleh minum minuman


beralkohol ketika sedang hamil?

__ADS_1


Bersambung*


__ADS_2