
Suasana di
kampus mulai berjalan seperti biasa, ada begitu banyak mahasiswa yang lalu
layang sesuai dengan tujuan mereka masing-masing, ada yang sibuk bermain game,
ada yang sibuk membaca buku sampai ada yang asik mengobrol gosip dengan teman
disekitar mereka. Wulan sekarang menjadi tipe orang pendiam, jika tidak di ajak
bicara ia tidak akan pernah membuka mulutnya sedikitpun. Arselia dan Nanda
seperti sudah tahu tentang kondisi Wulan, mereka selalu berusaha untuk
membangkitkan suasana mereka seheboh dengan teman-teman yang lainnya.
Tapi Wulan
selalu tersenyum seadanya bahkan mereka tahu ia hanya melakukannya karena ingin
menghargai segala usaha mereka.
Entah
siapa seseorang yang bisa membuat hari-harimu berwarna Wulan, aku sungguh
berharap kau dapat hidup normal seperti orang lain pada umumnya. Melihatmu
hanya pasif begitu sungguh membuatku ikut sedih gumam Nanda dalam hati.
“Sebentar
Pendaftaran Putra-Putri Fakultas Tahun 2020 akan segera di buka apa kau serius
akan benar-benar mendaftarkan diri? Tanya Selia dengan ragu kepada Wulan.
Mereka
berdua hanya khawatir karena jadwal menjadi Putra-Putri Fakultas sungguh
menguras banyak tenaga, dan jadwalnya padat yang di awali dengan pendaftaran
peserta, perkumpulan berkas, dan seleksi berkas.
Tak lupa harus dilalui dengan
technical Meeting dan interview, pengumpulan finalis, sampai hal yang paling di nantikan yaitu Photoshoot Finalis.
Kegiatan selanjutnya yang tak kalah menguras banyak tenaga yaitu karantina
__ADS_1
selama 3 hari dengan beberapa materi mulai dari Lasallien Values, leadership,
Public Speaking, dan terakhir Pageant. Serta dengan rangkaian Latihan
Koreografi yang sudah di susun rapi, opening number, sampai pada Catwalk.
“Aku
akan mendukung semua usahamu Wulan tapi jika kau benar-benar akan melangkah
maju dengan begitu cepat seperti ini sungguh membuatku ragu apalagi kau belum
sepenuhnya pulih dari gangguan mentalmu itu “, Nasehat Selia sambil menepuk
bahu Wulan.
Wulan
terduduk diam sambil memegang minuman kalengnya, perkataan Selia barusan benar,
setelah dipikir-pikir menjadi seorang putri Fakultas sungguh besar baginya.
Karena jika dilihat dari kesehatan Fisiknya ia memang sehat tapi secara mental
ia sungguh tidak dapat menjaminnya.
“Kau
Mereka
pun mulai masuk ke kelas, karena dalam beberapa menit lagi kelas akan segera
akan di mulai. Kebetulan yang masuk adalah Pak Leon, banyak menyampaikan
beberapa Motivasi hidup untuk mahasiswanya yang hadir.
“Luka
yang kau dapat tak sepenuhnya tak bisa kau tanggung.
Aku yakin
setiap masalah yang ada didepanmu akan bisa kau melewatinya meskipun harus di
bumbuhi dengan semangat perjuangan yang banyak menguras air mata. Hidup itu
keras...
Kita
__ADS_1
tidak akan pernah bisa naik level jika tidak ada kemauan untuk melangkah
maju...akan selalu ada airmata dan darah yang mengiringi setiap langkah kaki
kita...
Tidak usah
mengurusinya Tuhan selalu mengukur setiap batas kekuatan kita, tidak akan
pernah ada usaha yang sia-sia jika kita senantiasa berusaha.
Thomas Edison Mengatakan :
“Being busy does not always mean real work. The object of all
work is production or accomplishment and to either of these ends there must be
forethought, system, planning, intelligence, and honest purpose, as well as
perspiration. Seeming to do is not doing.”
Yang berarti :
“Menjadi sibuk tidak selalu berarti benar-benar bekerja. Tujuan
dari semua pekerjaan adalah memproduksi atau mencapai sesuatu dan pada akhirnya
hal tersebut harus dipikirkan mengenai sistem, perencanaan, kecerdasan dan
tujuan yang jujur yang sebanding dengan keringat.”
Tetaplah
semangat pada pendirian dan pilihanmu itu.
Sekian dulu
untuk kelas hari ini.
Tutup Pak Leon sambil memberi sapa yang riang kepada semua orang
“Selamat Siang, sampai jumpa minggu depan...
Perkataan Pak Leon sungguh membuat Wulan membuka matanya Lebar-lebar. Ia menjadi tersadar dengan setiap Motivasi Pak Leon Barusan.
Jika Mahasiswa lain akan mengumpat dalam hati setiap perkataan Pak Leon Karena terlalu Narsis sok Alim sekaligus terlalu lama bicara membuat mereka bosan berbeda dengan Wulan, ia sungguh mendengar semua perkataan Pak Leon Karena termotivasi karenanya.
BENAR AKU HARUS MELAKUKANNYA!!
__ADS_1
Bersambung