Pengobat Hati

Pengobat Hati
Episode 27


__ADS_3

Suasana di


kampus mulai berjalan seperti biasa, ada begitu banyak mahasiswa yang lalu


layang sesuai dengan tujuan mereka masing-masing, ada yang sibuk bermain game,


ada yang sibuk membaca buku sampai ada yang asik mengobrol gosip dengan teman


disekitar mereka. Wulan sekarang menjadi tipe orang pendiam, jika tidak di ajak


bicara ia tidak akan pernah membuka mulutnya sedikitpun. Arselia dan Nanda


seperti sudah tahu tentang kondisi Wulan, mereka selalu berusaha untuk


membangkitkan suasana mereka seheboh dengan teman-teman yang lainnya.


Tapi Wulan


selalu tersenyum seadanya bahkan mereka tahu ia hanya melakukannya karena ingin


menghargai segala usaha mereka.


Entah


siapa seseorang yang bisa membuat hari-harimu berwarna Wulan, aku sungguh


berharap kau dapat hidup normal seperti orang lain pada umumnya. Melihatmu


hanya pasif begitu sungguh membuatku ikut sedih gumam Nanda dalam hati.


“Sebentar


Pendaftaran Putra-Putri Fakultas Tahun 2020 akan segera di buka apa kau serius


akan benar-benar mendaftarkan diri? Tanya Selia dengan ragu kepada Wulan.


Mereka


berdua hanya khawatir karena jadwal menjadi Putra-Putri Fakultas sungguh


menguras banyak tenaga, dan jadwalnya padat yang di awali dengan pendaftaran


peserta, perkumpulan berkas, dan seleksi berkas.


Tak lupa harus dilalui dengan


technical Meeting dan interview, pengumpulan finalis, sampai hal yang paling di nantikan yaitu Photoshoot  Finalis.


Kegiatan selanjutnya yang tak kalah menguras banyak tenaga yaitu karantina

__ADS_1


selama 3 hari dengan beberapa materi mulai dari Lasallien Values, leadership,


Public Speaking, dan terakhir Pageant. Serta dengan rangkaian Latihan


Koreografi yang sudah di susun rapi, opening number, sampai pada Catwalk.


“Aku


akan mendukung semua usahamu Wulan tapi jika kau benar-benar akan melangkah


maju dengan begitu cepat seperti ini sungguh membuatku ragu apalagi kau belum


sepenuhnya pulih dari gangguan mentalmu itu “, Nasehat Selia sambil menepuk


bahu Wulan.


Wulan


terduduk diam sambil memegang minuman kalengnya, perkataan Selia barusan benar,


setelah dipikir-pikir menjadi seorang putri Fakultas sungguh besar baginya.


Karena jika dilihat dari kesehatan Fisiknya ia memang sehat tapi secara mental


ia sungguh tidak dapat menjaminnya.


“Kau


Mereka


pun mulai masuk ke kelas, karena dalam beberapa menit lagi kelas akan segera


akan di mulai. Kebetulan yang masuk adalah Pak Leon, banyak menyampaikan


beberapa Motivasi hidup untuk mahasiswanya yang hadir.


“Luka


yang kau dapat tak sepenuhnya tak bisa kau tanggung.


Aku yakin


setiap masalah yang ada didepanmu akan bisa kau melewatinya meskipun harus di


bumbuhi dengan semangat perjuangan yang banyak menguras air mata. Hidup itu


keras...


Kita

__ADS_1


tidak akan pernah bisa naik level jika tidak ada kemauan untuk melangkah


maju...akan selalu ada airmata dan darah yang mengiringi setiap langkah kaki


kita...


Tidak usah


mengurusinya Tuhan selalu mengukur setiap batas kekuatan kita, tidak akan


pernah ada usaha yang sia-sia jika kita senantiasa berusaha.


 Thomas Edison Mengatakan :


“Being busy does not always mean real work. The object of all


work is production or accomplishment and to either of these ends there must be


forethought, system, planning, intelligence, and honest purpose, as well as


perspiration. Seeming to do is not doing.”


Yang berarti :


“Menjadi sibuk tidak selalu berarti benar-benar bekerja. Tujuan


dari semua pekerjaan adalah memproduksi atau mencapai sesuatu dan pada akhirnya


hal tersebut harus dipikirkan mengenai sistem, perencanaan, kecerdasan dan


tujuan yang jujur yang sebanding dengan keringat.”


Tetaplah


semangat pada pendirian dan pilihanmu itu.


Sekian dulu


untuk kelas hari ini.


Tutup Pak Leon sambil memberi sapa yang riang kepada semua orang


“Selamat Siang, sampai jumpa minggu depan...


Perkataan Pak Leon sungguh membuat Wulan membuka matanya Lebar-lebar. Ia menjadi tersadar dengan setiap Motivasi Pak Leon Barusan.


Jika Mahasiswa lain akan mengumpat dalam hati setiap perkataan Pak Leon Karena terlalu Narsis sok Alim sekaligus terlalu lama bicara membuat mereka bosan berbeda dengan Wulan, ia sungguh mendengar semua perkataan Pak Leon Karena termotivasi karenanya.


BENAR AKU HARUS MELAKUKANNYA!!

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2