
Tangan Anggara masih
mendekap dan menutup mulutnya sambil mengintip di luar kamarnya. Lelaki itu
masih tetap focus melihat sekelilingnya, tapi rupanya berbeda dengan Wulan, dia
tak memperdulikannya, ia justru tampat terpesona melihat wajah Anggara secara
dekat. Wajahnya langsung berubah menjadi merah padam dan panas. Anggara mulai
menyadari keadaannya sekarang dengan Wulan jadi ia dengan canggung melepaskan
tangannya itu dengan canggung.
“Maafkan aku
yang...tidak itu bukan hal yang penting sekarang. Wulan dengarkan aku, kau
harus melakukan perkataanku ini dengan benar
Kata-kata Anggara sungguh
langsung berubah menjadi serius membuat Wulan yang tadinya merasa senang
langsung berubah menjadi serius.
“aku akan keluar dari
kamar ini, lalu menuju ke ruang tamu, sedangkan kau.. kau keluar dari kamar
mandi ini perlahan ingat jangan sampai ketahuan. Di sebelah kiri dekat kamar
mandi ini terletak pintu keluar yang bisa kau akses menuju mobilku. Kau harus
langsung lari dengan cepat dan masuk ke dalam mobil. Ingat kata-kataku tadi
bukan? Jangan sampai ketahuan
“baik kak aku mengerti”,
Kata Wulan menurut.
Anggara kemudian
langsung keluar dan menemukan 2 orang yang sedang mengincar keberadaan Wulan.
“siapa kalian? Mengapa langsung
masuk ke rumahku dengan seenaknya?”, kata Anggara dengan jengkel.
“Maaf dokter Anggara jika
kami lancang, tapi kau tentu tahu apa tugas kami disini. Jadi dimana Nona
Wulan?”, Kata salah seorang itu langsung pada inti dari kedatangannya.
“kalian tidak perlu
mengkhawatirkannya, bukankah aku adalah dokternya. Aku tidak mungkin bukan
berencana untuk menyakitinya”, Kata Anggara mencoba mengalihkan perhatian dua orang
__ADS_1
itu.
Gadis itu memang pintar
ia melakukan sesuai dengan perkataan Anggara, sampai ia berhasil masuk ke dalam
mobil tanpa ketahuan sekalipun.
Saat melihat Wulan telah
di dalam mobil Anggara pun merasa lega.
“Wulan tadi sedang ke
kamar mandiku tadi, tapi ia sudah kembali ke dalam mobil. Coba kalian lihat
gadis itu sekarang sudah duduk di kurdi depan mobilku”, Kata Anggara sambil
menunjuk ke arah Wulan.
“apa? Tapi bagaimana dia
bisa ada di dalam mobil? Bukankah ia tadi masuk ke rumahmu?
“kalian tidak dengar dengan perkataanku barusan? Tadi ia masuk ke dalam
rumah karena ingin ke kamar mandi sebentar. Dan setelah selesai ia langsung
kembali ke mobil”, Kata Anggara kemudian masuk ke dalam kamarnya.
Perkara dalam rumah tadi
rupanya masih menjadi tanda tanya yang besar di kepala gadis itu.
mengenalnya, tapi mereka sungguh membuatku aneh sebenarnya apa yang mereka
bicarakan tadi?
Jika mereka orang jahat
mengapa kak Anggara dengan santainya berbicara dengan mereka*?
Anggara masih focus
menyetir sedangkan Wulan ia terlihat cemberut.
“Kak Anggara? Bisakah kau
menjelaskan padaku? Sebenarnya siapa mereka? “, tanya Wulan
“siapa mereka? Maksudmu mereka
siapa?
“tentu saja mereka tadi
yang masuk ke rumahmu tadi!
Anggara terdiam,
sesekali ia menoleh ke arah Wulan. Tapi ekspresi wajah lelaki itu tak bisa di
__ADS_1
baca membuat Wulan tampak bingung sekaligus kesal
“Katakan padaku!
Anggara menghela nafas
panjang-panjang mencoba untuk menjernihkan pikirannya.
Saat dirumah Wulan telah
merasa terganggu bahkan lebih parah dari itu, aku tak mungkin membuat gadis itu
sedih untuk kedua kalinya. Sebaiknya untuk sekarang aku tak boleh mengatakannya
padanya.
“tidak, itu bukan
siapa-siapa hanya penagih hutang, mereka selalu datang seperti itu untuk mencariku”,
Kata Anggara terlihat meyakinkan.
Wulan terdiam memikirkan
untuk mencerna perkataan Anggara
“jika mereka penagih
hutang untuk apa aku bersembunyi? Apalagi yah benar saat berbicara dengan
mereka kak Anggara menunjuk ke arahku. Bukankah itu terasa aneh?
“oh itu
Anggara tersenyum
membuat Wulan lebih terlihat kesal
“mereka bertanya siapa
wanita cantik yang duduk di sebelahku tadi, dan aku katakan jika kau adalah
Wulan gadis cantik calon istriku nanti
Kekesalan itu rupanya
langsung redup bergantian dengan wajah merah dan senyum malu-malu, bunga-bunga indah yang terasa di
hati gadis itu berjatuhan terasa menyenangkan. Ia hanya diam menahan malu. Gadis
itu tak bertanya lagi membuat Anggara merasa lega.
*Ada yang bilang jika
kata-kata itu adalah doa, aku hanya bisa mendoakan semoga saja perkataan
seperti kata-kata orang itu dapat terwujud di dunia nyata. Walaupun harus
berbohong, dan akhirnya kau harus membenciku aku tidak apa, yang penting kau
jangan sampai membenci orangtua mu Wulan
__ADS_1
Bersambung*