Pengobat Hati

Pengobat Hati
Episode 55


__ADS_3

Tangan Anggara masih


mendekap dan menutup mulutnya sambil mengintip di luar kamarnya. Lelaki itu


masih tetap focus melihat sekelilingnya, tapi rupanya berbeda dengan Wulan, dia


tak memperdulikannya, ia justru tampat terpesona melihat wajah Anggara secara


dekat. Wajahnya langsung berubah menjadi merah padam dan panas. Anggara mulai


menyadari keadaannya sekarang dengan Wulan jadi ia dengan canggung melepaskan


tangannya itu dengan canggung.


“Maafkan aku


yang...tidak itu bukan hal yang penting sekarang. Wulan dengarkan aku, kau


harus melakukan perkataanku ini dengan benar


Kata-kata Anggara sungguh


langsung berubah menjadi serius membuat Wulan yang tadinya merasa senang


langsung berubah menjadi serius.


“aku akan keluar dari


kamar ini, lalu menuju ke ruang tamu, sedangkan kau.. kau keluar dari kamar


mandi ini perlahan ingat jangan sampai ketahuan. Di sebelah kiri dekat kamar


mandi ini terletak pintu keluar yang bisa kau akses menuju mobilku. Kau harus


langsung lari dengan cepat dan masuk ke dalam mobil. Ingat kata-kataku tadi


bukan? Jangan sampai ketahuan


“baik kak aku mengerti”,


Kata Wulan menurut.


Anggara kemudian


langsung keluar dan menemukan 2 orang yang sedang mengincar keberadaan Wulan.


“siapa kalian? Mengapa langsung


masuk ke rumahku dengan seenaknya?”, kata Anggara dengan jengkel.


“Maaf dokter Anggara jika


kami lancang, tapi kau tentu tahu apa tugas kami disini. Jadi dimana Nona


Wulan?”, Kata salah seorang itu langsung pada inti dari kedatangannya.


“kalian tidak perlu


mengkhawatirkannya, bukankah aku adalah dokternya. Aku tidak mungkin bukan


berencana untuk menyakitinya”, Kata Anggara mencoba mengalihkan perhatian dua orang

__ADS_1


itu.


Gadis itu memang pintar


ia melakukan sesuai dengan perkataan Anggara, sampai ia berhasil masuk ke dalam


mobil tanpa ketahuan sekalipun.


Saat melihat Wulan telah


di dalam mobil Anggara pun merasa lega.


“Wulan tadi sedang ke


kamar mandiku tadi, tapi ia sudah kembali ke dalam mobil. Coba kalian lihat


gadis itu sekarang sudah duduk di kurdi depan mobilku”, Kata Anggara sambil


menunjuk ke arah Wulan.


“apa? Tapi bagaimana dia


bisa ada di dalam mobil? Bukankah ia tadi masuk ke rumahmu?


“kalian tidak dengar dengan perkataanku barusan? Tadi ia masuk ke dalam


rumah karena ingin ke kamar mandi sebentar. Dan setelah selesai ia langsung


kembali ke mobil”, Kata Anggara kemudian masuk ke dalam kamarnya.


Perkara dalam rumah tadi


rupanya masih menjadi tanda tanya yang besar di kepala gadis itu.


mengenalnya, tapi mereka sungguh membuatku aneh sebenarnya apa yang mereka


bicarakan tadi?


Jika mereka orang jahat


mengapa kak Anggara dengan santainya berbicara dengan mereka*?


Anggara masih focus


menyetir sedangkan Wulan ia terlihat cemberut.


“Kak Anggara? Bisakah kau


menjelaskan padaku? Sebenarnya siapa mereka? “, tanya Wulan


“siapa mereka? Maksudmu mereka


siapa?


“tentu saja mereka tadi


yang masuk ke rumahmu tadi!


Anggara terdiam,


sesekali ia menoleh ke arah Wulan. Tapi ekspresi wajah lelaki itu tak bisa di

__ADS_1


baca membuat Wulan tampak bingung sekaligus kesal


“Katakan padaku!


Anggara menghela nafas


panjang-panjang mencoba untuk menjernihkan pikirannya.


Saat dirumah Wulan telah


merasa terganggu bahkan lebih parah dari itu, aku tak mungkin membuat gadis itu


sedih untuk kedua kalinya. Sebaiknya untuk sekarang aku tak boleh mengatakannya


padanya.


“tidak, itu bukan


siapa-siapa hanya penagih hutang, mereka selalu datang seperti itu untuk mencariku”,


Kata Anggara terlihat meyakinkan.


Wulan terdiam memikirkan


untuk mencerna perkataan Anggara


“jika mereka penagih


hutang untuk apa aku bersembunyi? Apalagi yah benar saat berbicara dengan


mereka kak Anggara menunjuk ke arahku. Bukankah itu terasa aneh?


“oh itu


Anggara tersenyum


membuat Wulan lebih terlihat kesal


“mereka bertanya siapa


wanita cantik yang duduk di sebelahku tadi, dan aku katakan jika kau adalah


Wulan gadis cantik calon istriku nanti


Kekesalan itu rupanya


langsung redup bergantian dengan wajah merah dan senyum  malu-malu, bunga-bunga indah yang terasa di


hati gadis itu berjatuhan terasa menyenangkan. Ia hanya diam menahan malu. Gadis


itu tak bertanya lagi membuat Anggara merasa lega.


*Ada yang bilang jika


kata-kata itu adalah doa, aku hanya bisa mendoakan semoga saja perkataan


seperti kata-kata orang itu dapat terwujud di dunia nyata. Walaupun harus


berbohong, dan akhirnya kau harus membenciku aku tidak apa, yang penting kau


jangan sampai membenci orangtua mu Wulan

__ADS_1


Bersambung*


__ADS_2