
Setelah Wulan tertidur lelap Anggara pun menarik selimut yang berada
di kaki Wulan untuk membuat gadis itu tetap merasa nyaman di dalam mimpi
indahnya itu lalu kemudian ia menyalahkan AC untuk mendinginkan ruangan yang
terasa panas karena permainan mereka tadi. Setelah melihat nafas gadis itu
mulai normal dokter Anggara mencium kening Wulan
“beristirahatlah “, Kecup mesra Anggara
Setelah memastikan keadaan Wulan yang terlihat nyaman Anggara akhirnya
melangkah keluar, namun ada yang mengganjil saat di ambang pintu rasanya lelaki
itu sangat berat jika akan melangkah keluar.
Ia sesekali memandang ke arah ranjang gadis itu berada,
senyuman terpaksa terlihat jelas di wajahnya. Bahkan lelaki yang biasanya
selalu di katakan sebagai makhluk yang kuat dan mungkin tak memiliki hati yang
kecil. Mata yang berkaca-kaca terpampang jelas di wajahnya.
Anggara hanya beberapa kali masuk ke ruang kerja pemilik rumah itu,
terlebih khusus biasanya hanya orang-orang penting yang bisa masuk ke ruang
kerja Pak Iskandar. Anggara tentu tahu apa maksud dari Pak Iskandar yang
mengundangnya untuk masuk ke ruangannya itu.
“silahkan duduk
Anggara duduk di sofa tepat berhadapan dengan Pak Iskandar dan Bu Sherly di
sebelah, di sampingnya yang sedang berdiri selayaknya seperti pengawal tentu
adalah sekretarisnya.
“saya rasa kamu sudah tahu apa maksudku mengundangmu datang ke ruang
kerjaku ini “, Kata Pak Iskandar memecahkan keheningan di ruangan kerja itu.
Dokter Anggara hanya menundukkan kepalanya dengan sopan tanda ia telah
mengerti
“kemasi semua barang-barangmu dan pergilah menjauh dari...
Oh tidak maksud ku adalah pergi menghilanglah dari kehidupan Wulan. Jangan pernah untuk bertemu dengannya lagi, aku sudah mengurus beasiswamu di luar negeri agar kau dapat melanjutkan studimu, tidak maksudku lebih tepatnya lagi aku ingin
agar Wulan tahu dengan jelas jika kau sedang focus belajar di luar negeri jadi
kalian tidak perlu untuk bertemu
Suasana menjadi hening....
“sebenarnya aku...
aku ingin mengatakan sesuatu tentang Wulan, sebenarnya Wulan belum sembuh
100% jika Pak Iskandar memaksanya untuk melupakanku itu akan...
“Diam! Jangan bertindak seolah-olah aku tak tahu tentang hubungan mu dengan
anakku! Aku tahu jika Wulan telah menaruh perasaan kepadamu! Diam-diam dia
telah mencintai dokternya sendiri! Jangan menggunakan kesempatan di saat
kondisinya sedang tak baik Anggara !
“Pak Iskandar saya ingin mengatakan jika kondisi Wulan belum sembuh total,
jika anda benar-benar akan memaksanya melupakan apa yang membuatnya senang itu
akan beresiko besar bagi kejiwaannya bisa-bisa saja...
__ADS_1
“KAUU!!
Pak iskandar sempat berdiri untuk memukul lelaki yang berbicara tepat di
depannya itu
“Anggara apa kau pikir kau siapa sehingga kau berharap bisa bersama dengan
anak perempuanku? Anak perempuan yang akan menjadi penerus perusahaanku ini!!!!
Kau harus ingat posisimu dengan Wulan! PENGAWAL!!!!!!
Kata-kata yang keluar langsung dari mulut Pak Iskandar entah mengapa
langsung membuat Bu Sherly terkejut
Apa? Wulan akan menjadi penerus perusahaan ini?
Ti..tidak mungkin dia kan hanya seorang perempuan bahkan seorang anak gadis
yang tidak tahu apa-apa... gumam wanita tua itu dalam hati.
Dua orang pengawal masuk ke ruang kerja itu, terlihat mereka memang telah
begitu sigap jika di perintah.
“seret orang tak tahu malu ini keluar!!!!
“dengarkan aku dulu Pak Iskandar, aku tak sedang mengambil kesempatan. Ini benar-benar
sepenuhnya tentang kondisi Wulan
Dua pengawal itu sudah memegang kedua lengan Anggara dan sudah bersiap
untuk diseret keluar. Tapi tiba-tiba sekretarisnya memberikan sebuah dokumen
data di atas meja.
“Perkataan dokter Anggara benar Pak Iskandar
Lelaki itu menoleh kearah sekretaris, kemudian melihat seisi berkas yang ia
serahkan tadi. Setelah membaca data-data itu dengan benar barulah ia menyadari
mulai melepaskan lengan Anggara
“Seperti yang anda lihat jika selama sebulan ini perkembangan Wulan cukup
meningkah secara signifikan. Gadis itu mulai memperlihatkan segala emosinya
secara terbuka apalagi ketika ia mulai mengikuti acara Fakultas yaitu Pemilihan
Putra-Putri tahun 2020 itu. Ia mulai bisa bersosialisasi dengan lingkungan
baru, apalagi ia sudah tak pemalu dan pendiam terlebih tak sekaku dulu lagi. Tentu
Pak Iskandar juga tahu jika mendadak ia akan di sakiti lagi secara otomatis
perkembangan ini akan musnah begitu saja, dan lebih parah lagi mungkin saja
akan kembali seperti awal menjadi 0%, aku tidak ada niatan untuk mengikat Wulan
agar tetap bersamaku. Aku berjanji tidak akan bersama dengan Wulan jika gadis
itu telah sembuh nanti
Suara Anggara mulai terdengar redup, tanda ada rasa kecewa terpampang jelas
di wajahnya.
“biarkan Wulan bersama dengan Anggara Mas “, Kata Bu Sherly
“ada apa? Apa kau sedang ingin mendekatkan Wulan dengan Anggara? “, Kata
Pak Iskandar dengan kesal.
“tidak! Mana mungkin aku mendekatkan mereka berdua. Kau tentu tahu aku
sangat mengharapkan yang terbaik untuk anak perempuan satunya-satunya di
__ADS_1
keluarga ini, jadi mana mungkin...
“saya mohon ini demi kesehatan Wulan”, Anggara memohon
Pak Iskandar tak langsung menjawab ia terdiam memikirkan sesuatu yang
panjang sampai akhirnya ia menemukan keputusan yang menurutnya yang paling
bijaksana
“kalau begitu aku akan membiarkanmu bersama dengan Wulan tapi tentu ada
syaratnya. Yang pertama kau tidak boleh terlalu dekat dengan Wulan, yang kedua
kau tetap akan kembali ke rumahmu sendiri, yang terakhir kalian berdua akan
selalu di pantau oleh orang-orangku, dan mengingat Wulan dengan kondisi Wulan sekarang
yang sudah jauh berkembang aku rasa 1 bulan cukup untuk membuatnya kembali
seperti gadis yang ku kenal. Cepat atau lambat aku rasa dia akan menyesuaikan
dengan segala keadaan yang ada. Hal yang perlu kau ingat rencanaku tetap akan
berjalan dengan lancar, hanya perlu kau ingat semuanya hanya di undur dan bukan
tidak dijalankan “, Kata Pak Iskandar dengan sedetai mungkin
“Baiklah, terima kasih Pak Iskandar.
“segela berkemaslah, sebelum Wulan bangun usahakan kau sudah ada di sini. Aku
tak ingin gadis itu datang bermohon kepadaku hanya karena dirimu
Dokter Anggara pun keluar dari ruangan dengan penuh
kelegaan tapi tak menutup fakta jika mulai sekarang ia akan menjaga jarak
dengan gadis yang cintai selama ini.tapi setidaknya demi kesehatan Wulan itulah
yang paling penting untuk sekarang.
“mas jangan terlalu memikirkannya, kau sudah mengambil keputusan yang
bijaksana jadi jangan telalu memusingkannya”, Kata Bu sherly sambil membelai
suaminya itu untuk menenangkan suasana yang menakutkan ini.
“aku hanya menginginkan Wulan tetap baik-baik saja “, Kata Pak Iskandar
sambil menghela nafas panjang-panjang.
“tapi mengapa kau begitu mendukung Wulan agar tak berpisah dengan Anggara ?
jangan bilang jika....
“tidak mas, aku selalu mengharapkan yang terbaik bagi Wulan, bagaimanapun
juga aku tak memiliki anak perempuan dimana-mana orang tua manapun tentu pasti
akan memikirkan masa depan anaknya yang terbaik bukan?
“baguslah akhirnya kau dapat menerima Wulan dengan baik sekarang “, seulas
senyum di wajah menandakan kebahagiaan.
Tapi sayangnya semua berbeda lain di wajah lain juga di hati
*Tentu saja aku ingin membuat agar Wulan akan berada di puncak kesehatannya
yang paling tinggi kemudian akan mendorongnya jatuh sampai ia tak akan bisa
bangkit lagi, bagiku Anggara hanya akan menjadi pancingan yang baik untukmu. Aku
akan sangat menunggunya nanti jika kau sudah mulai sembuh dan Anggara akan
langsung menghilang, bukannya membaik tapi kau akan menjadi lebih buruk dan
pasti akan berakhir di rumah sakit jiwa
__ADS_1
Bersambung
Jangan lupa dukung Author yah lewat Point dan Like trima kasih*