Pengobat Hati

Pengobat Hati
Episode 51


__ADS_3

Setelah Wulan tertidur lelap Anggara pun menarik selimut yang berada


di kaki Wulan untuk membuat gadis itu tetap merasa nyaman di dalam mimpi


indahnya itu lalu kemudian ia menyalahkan AC untuk mendinginkan ruangan yang


terasa panas karena permainan mereka tadi. Setelah melihat nafas gadis itu


mulai normal dokter Anggara mencium kening Wulan


“beristirahatlah “, Kecup mesra Anggara


Setelah memastikan keadaan Wulan yang terlihat nyaman Anggara akhirnya


melangkah keluar, namun ada yang mengganjil saat di ambang pintu rasanya lelaki


itu sangat berat jika akan melangkah keluar.


Ia sesekali memandang ke arah ranjang gadis itu berada,


senyuman terpaksa terlihat jelas di wajahnya. Bahkan lelaki yang biasanya


selalu di katakan sebagai makhluk yang kuat dan mungkin tak memiliki hati yang


kecil. Mata yang berkaca-kaca terpampang jelas di wajahnya.


Anggara hanya beberapa kali masuk ke ruang kerja pemilik rumah itu,


terlebih khusus biasanya hanya orang-orang penting yang bisa masuk ke ruang


kerja Pak Iskandar. Anggara tentu tahu apa maksud dari Pak Iskandar yang


mengundangnya untuk masuk ke ruangannya itu.


“silahkan duduk


Anggara duduk di sofa tepat berhadapan dengan Pak Iskandar dan Bu Sherly di


sebelah, di sampingnya yang sedang berdiri selayaknya seperti pengawal tentu


adalah sekretarisnya.


“saya rasa kamu sudah tahu apa maksudku mengundangmu datang ke ruang


kerjaku ini “, Kata Pak Iskandar memecahkan keheningan di ruangan kerja itu.


Dokter Anggara hanya menundukkan kepalanya dengan sopan tanda ia telah


mengerti


“kemasi semua barang-barangmu dan pergilah menjauh dari...


Oh tidak maksud ku adalah pergi menghilanglah dari kehidupan Wulan. Jangan pernah untuk bertemu dengannya lagi, aku sudah mengurus beasiswamu di luar negeri agar kau dapat melanjutkan studimu, tidak maksudku lebih tepatnya lagi aku ingin


agar Wulan tahu dengan jelas jika kau sedang focus belajar di luar negeri jadi


kalian tidak perlu untuk bertemu


Suasana menjadi hening....


“sebenarnya aku...


aku ingin mengatakan sesuatu tentang Wulan, sebenarnya Wulan belum sembuh


100% jika Pak Iskandar memaksanya untuk melupakanku itu akan...


“Diam! Jangan bertindak seolah-olah aku tak tahu tentang hubungan mu dengan


anakku! Aku tahu jika Wulan telah menaruh perasaan kepadamu! Diam-diam dia


telah mencintai dokternya sendiri! Jangan menggunakan kesempatan di saat


kondisinya sedang tak baik Anggara !


“Pak Iskandar saya ingin mengatakan jika kondisi Wulan belum sembuh total,


jika anda benar-benar akan memaksanya melupakan apa yang membuatnya senang itu


akan beresiko besar bagi kejiwaannya bisa-bisa saja...

__ADS_1


“KAUU!!


Pak iskandar sempat berdiri untuk memukul lelaki yang berbicara tepat di


depannya itu


“Anggara apa kau pikir kau siapa sehingga kau berharap bisa bersama dengan


anak perempuanku? Anak perempuan yang akan menjadi penerus perusahaanku ini!!!!


Kau harus ingat posisimu dengan Wulan! PENGAWAL!!!!!!


Kata-kata yang keluar langsung dari mulut Pak Iskandar entah mengapa


langsung membuat Bu Sherly terkejut


Apa? Wulan akan menjadi penerus perusahaan ini?


Ti..tidak mungkin dia kan hanya seorang perempuan bahkan seorang anak gadis


yang tidak tahu apa-apa... gumam wanita tua itu dalam hati.


Dua orang pengawal masuk ke ruang kerja itu, terlihat mereka memang telah


begitu sigap jika di perintah.


“seret orang tak tahu malu ini keluar!!!!


“dengarkan aku dulu Pak Iskandar, aku tak sedang mengambil kesempatan. Ini benar-benar


sepenuhnya tentang kondisi Wulan


Dua pengawal itu sudah memegang kedua lengan Anggara dan sudah bersiap


untuk diseret keluar. Tapi tiba-tiba sekretarisnya memberikan sebuah dokumen


data di atas meja.


“Perkataan dokter Anggara benar Pak Iskandar


Lelaki itu menoleh kearah sekretaris, kemudian melihat seisi berkas yang ia


serahkan tadi. Setelah membaca data-data itu dengan benar barulah ia menyadari


mulai melepaskan lengan Anggara


“Seperti yang anda lihat jika selama sebulan ini perkembangan Wulan cukup


meningkah secara signifikan. Gadis itu mulai memperlihatkan segala emosinya


secara terbuka apalagi ketika ia mulai mengikuti acara Fakultas yaitu Pemilihan


Putra-Putri tahun 2020 itu. Ia mulai bisa bersosialisasi dengan lingkungan


baru, apalagi ia sudah tak pemalu dan pendiam terlebih tak sekaku dulu lagi. Tentu


Pak Iskandar juga tahu jika mendadak ia akan di sakiti lagi secara otomatis


perkembangan ini akan musnah begitu saja, dan lebih parah lagi mungkin saja


akan kembali seperti awal menjadi 0%, aku tidak ada niatan untuk mengikat Wulan


agar tetap bersamaku. Aku berjanji tidak akan bersama dengan Wulan jika gadis


itu telah sembuh nanti


Suara Anggara mulai terdengar redup, tanda ada rasa kecewa terpampang jelas


di wajahnya.


“biarkan Wulan bersama dengan Anggara Mas “, Kata Bu Sherly


“ada apa? Apa kau sedang ingin mendekatkan Wulan dengan Anggara? “, Kata


Pak Iskandar dengan kesal.


“tidak! Mana mungkin aku mendekatkan mereka berdua. Kau tentu tahu aku


sangat mengharapkan yang terbaik untuk anak perempuan satunya-satunya di

__ADS_1


keluarga ini, jadi mana mungkin...


“saya mohon ini demi kesehatan Wulan”, Anggara memohon


Pak Iskandar tak langsung menjawab ia terdiam memikirkan sesuatu yang


panjang sampai akhirnya ia menemukan keputusan yang menurutnya yang paling


bijaksana


“kalau begitu aku akan membiarkanmu bersama dengan Wulan tapi tentu ada


syaratnya. Yang pertama kau tidak boleh terlalu dekat dengan Wulan, yang kedua


kau tetap akan kembali ke rumahmu sendiri, yang terakhir kalian berdua akan


selalu di pantau oleh orang-orangku, dan mengingat Wulan dengan kondisi Wulan sekarang


yang sudah jauh berkembang aku rasa 1 bulan cukup untuk membuatnya kembali


seperti gadis yang ku kenal. Cepat atau lambat aku rasa dia akan menyesuaikan


dengan segala keadaan yang ada. Hal yang perlu kau ingat rencanaku tetap akan


berjalan dengan lancar, hanya perlu kau ingat semuanya hanya di undur dan bukan


tidak dijalankan “, Kata Pak Iskandar dengan sedetai mungkin


“Baiklah, terima kasih Pak Iskandar.


“segela berkemaslah, sebelum Wulan bangun usahakan kau sudah ada di sini. Aku


tak ingin gadis itu datang bermohon kepadaku hanya karena dirimu


Dokter Anggara pun keluar dari ruangan dengan penuh


kelegaan tapi tak menutup fakta jika mulai sekarang ia akan menjaga jarak


dengan gadis yang cintai selama ini.tapi setidaknya demi kesehatan Wulan itulah


yang paling penting untuk sekarang.


“mas jangan terlalu memikirkannya, kau sudah mengambil keputusan yang


bijaksana jadi jangan telalu memusingkannya”, Kata Bu sherly sambil membelai


suaminya itu untuk menenangkan suasana yang menakutkan ini.


“aku hanya menginginkan Wulan tetap baik-baik saja “, Kata Pak Iskandar


sambil menghela nafas panjang-panjang.


“tapi mengapa kau begitu mendukung Wulan agar tak berpisah dengan Anggara ?


jangan bilang jika....


“tidak mas, aku selalu mengharapkan yang terbaik bagi Wulan, bagaimanapun


juga aku tak memiliki anak perempuan dimana-mana orang tua manapun tentu pasti


akan memikirkan masa depan anaknya yang terbaik bukan?


“baguslah akhirnya kau dapat menerima Wulan dengan baik sekarang “, seulas


senyum di wajah menandakan kebahagiaan.


Tapi sayangnya semua berbeda lain di wajah lain juga di hati


*Tentu saja aku ingin membuat agar Wulan akan berada di puncak kesehatannya


yang paling tinggi kemudian akan mendorongnya jatuh sampai ia tak akan bisa


bangkit lagi, bagiku Anggara hanya akan menjadi pancingan yang baik untukmu. Aku


akan sangat menunggunya nanti jika kau sudah mulai sembuh dan Anggara akan


langsung menghilang, bukannya membaik tapi kau akan menjadi lebih buruk dan


pasti akan berakhir di rumah sakit jiwa

__ADS_1


Bersambung


Jangan lupa dukung Author yah lewat Point dan Like trima kasih*


__ADS_2