
Cinta bisa tumbuh ketika selalu bersama, dan saling melengkapi satu sama lain. Mungkin itu kata-kata yang bisa di lukiskan pada malam yang indah itu.
Kehangatan bibir Anggra sungguh membuat hati Wulan luluh olehnya. Rasanya ingin larut terus dalam ciuman tersebut, sampai akhirnya ciuman itu boleh sampai turun ke leher dan meninggalkan tanda bekas merah disana.
Ahhh.... Aku tidak bisa menahannya lagi....
Gumam Anggra dalam hati
Wulan bahkan tak melepaskan pelukannya itu, ia terlihat tak ingin cepat-cepat melepaskannya. Dunia serasa milik berdua, dengan mata terpejam dan nafas yang tak beraturan sungguh bayangan orang yang sedang di mabuk oleh asmara cinta. Tak terasa ciuman itu mulai melewati batas, tampakny Wulan ingin menyelam dalam lautan lebih dalam lagi, tapi Anggra tentu tak akan mengizinkannya.
"Tunggu, tidak jangan lakukan itu Wulan", kata Anggra sambil menahan tangan Wulan agar tidak membuka bajunya.
Dengan mata sayu Wulan tampak kecewa dengan perkataan barusan Anggra, meskipun ia sebenarnya ingin lebih dari sekedar ciuman saja.
"Mulai sekarang jangan menyentuh orang lain kecuali aku, dan terlebih jangan pernah memberi ciumanmu pada orang lain", Kata Anggra kemudian tidur di sebelah Wulan sambil memejamkan matanya.
Wulan tak menjawab perkataan itu, matanya sayu seperti orang mabuk. Ia begitu bahagia bisa merasakan sensasi dari sentuhan bahkan lebih dari sentuhan fisik biasa yaitu ciuman. Yah itu adalah ciuman pertamanya dengan Anggra.
Dulu Ketika selalu bersama dengan Mattew, ia tak pernah merasa sesenang ini, Wulan bahkan tak pernah memberi ciuman pertamanya pada Mattew, yah dan Anggra adalah orang pertama.
"Kau sudah meminum obatmu bukan?", Tanya Anggra.
"Yah Tentu sudah
"Bagus sekarang....
Wulan langsung membungkam mulut Anggra dengan ciumannya, membuat Anggra terkejut.
"Shtttt, jika sedang berada di mimpi orang kau tidak boleh cerewet", kata Wulan dengan mata sayu.
__ADS_1
Apa? Jadi ia hanya menganggap
Ciuman barusan hanya sebuah mimpi?
Astaga Wulan apa yang sebenarnya....
Ah benar ini mungkin efek dari obat depresimu sehingga kau tidak bisa membedakan mana dunia nyata dan mana dunia mimpi.
Anggra menghela nafasnya,
Yah setidaknya aku memberi mimpi yang indah Untuknya, tapi mengapa aku merasa kecewa? Bukankah aku harus senang karena ia tak tahu jika aku Menciumnya?
"Tidurlah, kemari sini mendekatlah", kata Anggra sambil memeluk erat Tubuh Wulan.
Wulan pun memejamkan matanya sampai tertidur pulas, Dokter Anggra mengecup kening Wulan dengan penuh kasih sayang.
***
Pagi Harinya, Wulan pun Terbangun karena perut keroncongan dari tadi.
"Huayemmm,
Mata Wulan terbelalak melihat sekeliling ruangan kamar itu.
"Ini? Ini kamar kak Anggra? Aku tidur disini semalam? Ah benar aku menonton flm bersama dengannya semalam. Tapi kak Anggra dimana? Dia tidak mungkin bukan tidur seranjang disini bersamaku?
Wulan pun keluar dari kamar Anggra dengan hati-hati, jika sekeliling terasa aman ia langsung cepat-cepat berlari ke kamarnya dan langsung masuk ke kamar mandi.
Saat di kamar mandi Wulan sedang menggosok gigi, tiba-tiba ia teringat soal kejadian semalam.
__ADS_1
"Apa yang terjadi? Mengapa leherku ada tanda merah begini? Aku bermimpi semalam di cium kak Anggra tapi tidak mungkin
bukan jika itu jadi kenyataan? Apa yang harus ku lakukan demi menyembunyikan tanda merah ini?
Setelah selesai mandi Seseorang sedang mengetuk pintu kamarnya
"Wulan? Ayo turun Sarapan, aku membuat roti panggang untukmu", kata Anggra
"Tunggu sebentar kak", kata Wulan
Ia pun membuka pintu kamarnya, tapi tingkah Wulan sungguh aneh karena menutup-nutupi lehernya dengan syal
"Ada apa dengan mu? Memangnya kau sedang Batuk?", Kata Anggra Sambil menarik syal itu sampai terlihat tanda merah di lehernya.
Wulan terlihat canggung
"Kak Anggra ini apa? Apa aku digigit nyamuk sampai memerah keunguan begini?", Tanya Wulan dengan malu.
Astaga itu bukan di gigit serangga Wulan, itu
Tunggu tunggu jadi semalam aku meninggalkan Bekas? Tapi untungnya Wulan hanya menganggap semalam adalah mimpi jadi aku tidak perlu khawatir.
"Wulan, itu sungguh berbahaya! Biarkan aku membantumu mengoles salep memar di lemariku", kata Anggra dengan ekspresi takut terjadi hal yang besar.
"Apa kau serius? Apa aku akan mati? Aku takut kak, bagaimana ini? Aku saja belum menikah bagaimana bisa akan cepat meninggalkan", kata Wulan merengek seperti anak kecil.
"Ayo cepat sini aku obati", kata Anggra
Hahqaha anak ini sungguh bisa di bohongi, maafkan aku Wulan ini semua Karena ulahku
__ADS_1