
Keesokkan
harinya Wulan pun datang ke kampus satu jam sebelum Mata kuliah dimulai, Dokter
Anggra merasa aneh dengan keinginan Wulan saat itu.
“Bukankah
kelas akan dimulai masih satu Jam kedepan, mengapa kau ingin datang lebih
awal? Tanya Anggra kepada Wulan.
Wulan
masih duduk terdiam di kursi depan dengan Dokter Anggra, ia terlihat begitu
serius seperti sedang memikirkan sesuatu di dalam pikirannya itu.
“Kak apa
menurutmu aku benar-benar bisa melakukan ini? Tanya Wulan dengan cemas.
“Oh jadi
kau sebenarnya mencemaskan tentang Pemilihan itu? Hei Lihat aku, dan lihat
mataku dengan baik.
Kata Anggra
sambil memegang bahu Wulan agar ia dapat melihat matanya dengan jelas. Itu salah
satu hal yang dapat ia lakukan untuk sekarang ini
“Yakinlah
bahwa seorang Wulan bisa melakukannya, aku akan selalu mendukungmu dari belakang”,
Kata Anggra.
Kata-kata
Anggra bagaikan penawar bagi Wulan,
Bisa
dilihat dengan ekspresi Wulan bisa dengan mudahnya tersenyum bahkan setelah mendengar perkataan
Anggra Wulan langsung memeluknya dengan erat.
“Terima
__ADS_1
kasih kak, Aku akan berusaha “, Kata Wulan sambil memeluk Anggra.
Deg...deg...deg..
Wajah Anggra
berubah menjadi kaku dan bersemu merah atas perlakuan Wulan padanya, membuat ia merasa aneh.
Berapa umurku
sampai dengan mudahnya berdebar-debar ketika di peluk seorang gadis seperti
Wulan. Ahh apa yang aku pikirkan aku tidak mungkin bukan menyukai anak gadis
ini, apalagi dia Wulan aku sudah berjanji pada orangtuanya untuk tidak
melibatkan perasaan. Ingat pekerjaanmu Anggara.
“Wulan
mulai sekarang aku akan mengajarimu untuk bisa menjadi Putri Fakultas tahun
ini, semuanya serahkan padaku “, Kata Anggra.
“Iya
terima kasih kak, Tapi aku cukup sedih Angga dari kemarin tak membalas
“Mungkin
dia sedang sibuk Wulan......
Aku tidak
menyangka jika hubungan kalian akan begitu lama sampai sekarang ini”, Kata
Anggra.
“jadi
Maksud kak Anggra aku hanya menyukainya karena cinta Monyet? Tanya Wulan
“Lalu
apakah kau benar-benar ingin menjalin hubungan yang serius dengannya ? Kata Anggra
kemudian mengambil botol minuman.
“Yah
tentu saja, aku sungguh mencintainya, aku bersyukur bisa bertemu dengan orang
__ADS_1
yang bisa menerima kondisiku tanpa mempermasalahkannya, sampai kapanpun aku
tidak akan pernah ingin putus dengannya “, Kata Wulan
“Jangan
terlalu dalam mencintai seseorang itu bisa menyakitimu juga, bagaimana jika
suatu hari nanti dia akan meninggalkanmu demi orang lain? “, Kata Anggra.
“Tidak,
Angga tidak akan pernah meninggalkan demi wanita lain, aku tahu dia bukan tipe
cowok yang suka melirik penampilan fisik seseorang jadi dia tak mungkin
meninggalkanku “, Kata Wulan.
“Lalu
bagaimana jika suatu hari nanti dia akan meninggalkanmu tanpa kabar”, Kata Anggra
sungguh membuat Wulan terdiam, terlihat jelas ekspresi wajahnya ia cukup sedih
dengan perkataan Anggra barusan.
“Hei,
aku hanya bercanda jangan dimasukkan ke dalam hati. Angga tidak mungkin akan
meninggalkanmu begitu saja. Karena kau gadis patuh yang pernah ia kenal “, Kata
Anggra sambil mengacak-acak rambut Wulan.
“Kak Kau usil sekali padaku. Tapi apa kau memang mengenalnya dekat? Sejak kapan
kau tahu jika dimatanya aku seorang gadis yang patuh? Tanya Wulan dengan
serius.
“Ah
sudah membahasnya aku capek kelasmu setengah jam lagi baru dimulai bukan? Sekarang
gunakan setengah jam itu untuk beristirahat “, Kata Anggra sambil menyandarkan kepalanya
ke kursi mobil sambil memejamkan matanya.
“Ah kak
Anggra... jawab dulu.....
__ADS_1
Bersambung