
Setelah mata
kuliah selesai Wulan pun mengumpulkan berkasnya untuk mendaftarkan diri sebagai
peserta Putra-Putri Fakultas tahun 2020. Dokter Anggra sungguh berharap lebih dengan Acara yang diselenggarakan tersebut, ia berharap semoga dengan mengikutinya Wulan dapat berubah dan meningkat menjadi Gadis yang normal seperti pada umumnya. Dokter Anggra memutuskan untuk menunggu Wulan di dalam Mobil sementara Wulan sendiri yang masuk ke dalam Aula tempat Pengisian Berkas-berkas tersebut.
Ada banyak Pria yang datang untuk mengikuti Pemilihan itu, dan Ada pula banyak
gadis-gadis yang cantik dengan tubuh Proporsional, yang memiliki beberapa
talenta bahkan tak hanya sekedar di pandang dari sudut kecantikan saja. Wulan
sungguh merasa risih, bukan karena merasa malu karena tak cantik justru ia
merasa tersendiri karena tak ada yang mengajaknya berbicara, karena Wulan selalu
menyendiri. Hal yang paling ia benci adalah ketika untuk kesekian kalinya ia
harus satu kompetisi dengan Anggie teman lamanya, yang menurutnya sangat
menjengkelkan.
Anggie
seringkali menatap ke arah Wulan, terlihat dari wajahnya ia merasa aneh dengan
sikap Wulan sekarang yang berubah.
Jadi Wulan
memang ikut dalam pemilihan ini? Aku tak menyangka jika ia memang ingin
mengikutinya. Akhirnya aku akan bersaing lagi dengannya. Beberapa tahun lalu Aku bersaing dengannya tapi ia kalah, terlihat jelas waktu itu jika Wulan tak menerima kekalahannya itu.
Tapi Apa
yang terjadi dengan gadis itu? Mengapa sekarang ia menjadi pendiam begitu? Bukankah
Wulan yang ku kenal selalu bertingkah ceria layaknya matahari menerangi
dimanapun ia berada. Entahlah mungkin saja ia sekarang menjadi agak pemalu, ku
harap kedepannya ia bisa menemukan seorang teman nantinya gumam Anggie dalam hati.
Setelah memasukkan
Berkas miliknya Wulan di tanya beberapa wawancara sederhana, ia tampak begitu
pendiam.
“Kau
harus memberikan senyuman yang ramah kepada seniormu saat wawancara
berlangsung, dan jangan lupa untuk meninggalkan kesal yang bersahabat “,
Kata-kata Dokter Anggra sungguh meninggalkan bekas di otak Wulan, dengan
beberapa latihan telah mereka lakukan tadi sebelum kelas dimulai membuat Wulan
menjadi terlatih menjawab setiap pertanyaan yang di ajuhkan dengan penuh
senyuman yang ramah.
Saat selesai
dokter Anggra sudah menunggu Wulan di dalam mobil, ia tampak begitu khawatir dengan
hasil wawancara yang di jalani Wulan tadi. Saat masuk ke dalam mobil Dokter
Anggra langsung bertanya tentang keadaan tadi.
“Wulan Bagaimana?
Apa yang mereka katakan? Kau tidak mengalami kesulitan bukan? Tanya Anggra dengan
Khawatir.
“Memangnya
aku datang kesana dalam keadaan mabuk sampai mengacaukan wawancara itu? Aku
cukup bisa untuk melakukannya kak, dan semuanya berjalan dengan lancar
tenanglah. Aku menuruti semua nasehatmu tadi “, Kata Wulan.
“Baguslah,
langkah pertama dapat kau lakukan dengan begitu baik. Aku bangga padamu Wulan, aku sudah yakin kau pasti bisa”,
Kata Anggra kemudian menyalakan mobilnya untuk keluar dari area parkir dan
melajukan mobilnya untuk pulang ke rumah.
Sampai menunggu
beberapa hari akhirnya Wulan lulus seleksi berkas sampai ia bisa melangkah ke
tahap yang ke dua yaitu technical Meeting
dan interviewtak bisa di gambarkan bagaimana Wulan bisa melangkah maju karena semua
berkat dari Motivasi dokter Anggra dan Angga yang selalu memberinya semangat, Wulan
tak ingin membuat kedua orang yang berharganya itu akan kecewa atas kelalaian
dan kesalahannya. Ia sangat mengoptimalkan agar setiap langkah yang ia ambil
itu adalah yang terbaik.
__ADS_1
Selang beberapa hari kemudian tiba saatnya sampai hal yang paling di nantikan yaitu Photoshoot Finalis.
Wulan tampak begitu gugup jika akan melakukan pemotretan akhirnya ia
memutuskan untuk menelepon dokter Anggra.
“Kak Anggra aaa...aku takut kak “, Kata Wulan dengan terbata-bata karena gugup
“dengarkan aku semuanya akan baik-baik saja, semua akan berjalan dengan
lancar ingat kau pasti Bisa, dengan melakukan photoshoot bagi Wulan itu sungguh
hal yang kecil, ingat dengan apa yang aku ajarkan bukan? Tarik nafas
panjang-panjang sambil pejamkan matamu, ingat setiap kata-kataku. Katakan lagi
Wulan pasti bisa, ini hanya hal yang kecil karena bagiku ini hal yang kecil “,
Kata Dokter Anggra mencoba untuk menenangkan Wulan agar tidak gugup.
Wulan pun melakukan hal yang telah di perintahkan oleh dokternya itu,
“Terima kasih kak, aku pasti bisa. Tunggu aku pulang yah “, Kata Wulan kemudian
mematikan teleponnya itu.
Kini giliran Wulan, jika tadi ia tampak begitu pucat dan gugup sekarang
berbalik ia tampak begitu percaya diri.
Membuat beberapa senior yang ada di
tempat itu sungguh merasa kagum dengan kecantikan Wulan. Meskipun ia selalu di
lihat karena pemalu, faktanya ia bisa melakukan sesi pemotretan dengan begitu
baik tanpa celah. Sampai ada beberapa orang yang membicarkannya dari belakang.
“Ia tampak Cantik dan hebat saat mengenakan Pakaian itu....
“Wulan ternyata tidak sependiam yang kita lihat, dia terlihat begitu
cantik...
“Sepertinya ia memang model, caranya melakukan sesi pemotretan tampak
begitu sempurna dan mulus....
“Aku ingin berteman dengannya..
“Tapi Anggie juga tampak hebat, tak kalah dengan Wulan...
"Sepertinya Wulan dan Anggie tampak cocok ketika photo shoot bersama mereka akan terlihat mengagumkan
lebih ramah dan tidak pendiam seperti Wulan
"Aku lebih merasa Wulan yang terlihat cocok, karena ia salah satu Putri yang berbakat. kau bisa melihatnya....
"Dia terlihat cantik, tap Aku lebih suka melihat Anggie Maaf...
Ada beberapa orang yang terpesona dengan hasil photoshoot milik Wulan,
sampai akhirnya Anggie tampak tak ingin tinggal diam dia ingin terlihat sama
hebatnya dengan Wulan.
“Sekarang karena ada dua kandidat yang terlihat begitu menawan aku putuskan
untuk melakukan sesi pemotretan bersama mereka berdua.
Untuk Wulan dan Anggie silahkan ganti baju karena kalian berdua akan
berfoto extra karena pencapaian yang terbaik.
Mendengar perintah itu tak perlu berlama-lama Wulan dan Anggie langsung
mengganti baju, tapi mereka sangat terkejut saat melihat baju yang mereka
kenakan tampak sama yang beda hanya pada warna saja. Membuat Anggie tak tinggal
diam untuk mengatai Wulan.
“Ternyata kita memang di takdirkan harus selalu bersaing satu dengan yang
lain, hahaha aku baru sadar benar kata orang-orang jika dunia itu begitu sempit ternyata“, Kata Anggie saat di meja rias.
Wulan tak bergeming ia hanya duduk terdiam menatap kaca sedangkan perias wajah
tetap focus untuk merias wajahnya.
“sekarang kau sudah berubah Wulan, kau menjadi tampak pendiam dan pemalu “,
Kata Anggie dengan nada mengejek
“Yah, lalu apa dampak jika aku menjadi pendiam dan pemalu bagimu ? apa kau
merasa rugi dengan sikapku itu ? Tanya Wulan dengan Judes.
“Kau....”, Kata Anggie sungguh terlihat jengkel dengan jawaban yang keluar
dari mulut Wulan.
Sampai kapanpun aku tidak akan pernah mau berbaikkan denganmu Anngie,
__ADS_1
sekarang kau musuhku sampai kapanpun akan jadi seperti itu. Karena luka di masa
lalu yang kau lukis belum juga sembuh total.
Kau tidak ingin membahas masalah waktu itu, Ingat Wulan kau harus tenang tidak boleh meledak dengan amarah bodohmu itu. Kendalikan dirimu, jangan sampai menimbulkan masalah karena perkelahian yang tidak berfaedah seperti ini apalagi itu dengan Anggie.
“Kau masih membenciku karena Kak Mattew bukan? Kata Anggie yang tak ingin
diam saja dengan perkataan Wulan barusan.
“Anggie kau benar-benar sungguh membuat ku pusing. Sudah ku bilang Jangan membahasnya lagi, aku sudah melupakannya “, Kata Wulan tetap cuek
tak ingin merespon lebih setiap perkataan yang keluar dari mulut Anggie.
“Mengapa kau ingin melupakannya? Bukankah dia adalah...
Belum sempat menyelesaikan omongannya Langsung di bantah oleh Wulan
“Kak Mattew sudah lama menikah, jangan membahasnya lagi “, Kata Wulan
dengan tatapan dingin
“Menikah? Tapi bagaimana? Bukankah... Kata Anggie tampak terkejut saat mendengar berita itu.
Menikah? tapi Bukankah Kak Mattew hanya mencintai Wulan? Bagaimana bisa ia menikahi gadis lain? Mengapa
aku tidak mendengar tentang pernikahannya itu ? Tapi dengan siapa? Ah sial aku sungguh terganggu dengan pertanyaan-pertanyaan itu gumam Anggie dalam hati.
Di dalam benak Anggie sungguh begitu banyak pertanyaan yang timbul tapi ia
tak mungkin banyak bertanya karena telah selesai di Make up dan sudah
waktunya untuk ia dan Wulan melakukan sesi pemotretan.
Cekrek...cekrek..
Terdengar dari Fotografer yang hanya sibuk memotret kedua gadis cantik yang
ada di depannya itu.
“Bisakah kalian berdua tersenyum? Perintah fotografer tersebut.
Cekrek..cekrek
“Tidak, itu lebih baik jangan tersenyum tapi lebih terlihat garing dan
menggoda itu tampak sempurna
Wulan dan Anggie pun mengikuti setiap instruksi yang dilontarkan Fotografer itu,
Wulan dan Anggie tampak bisa di ajak kerjasama meskipun awalnya memang tampak begitu sulit Akur, tapi Mereka dapat memperlihatkan jika mereka tampak profesional ketika menjalankan tugas.
Setelah pemotretan selesai Wulan pun berganti pakaian untuk pulang. Tak disangka
ada seseorang yang tidak di undang mendekatinya dengan ekspresi begitu banyak
pertanyaan jelas terpampang nyata di wajahnya, saat melihat orang itu Wulan sungguh kesal.
“Wulan berikan waktu 5 menit saja untuk aku bertanya “, Kata Anggie sambil
memasang wajah memelas.
“sudah kukatakan bukan, jangan pernah membahasnya. Aku tidak ada waktu
untuk mengingat masa lalu yang kelam seperti itu “, Kata Wulan terus berjalan.
“Kumohon jawab 3 pertanyaan ku ini saja “, Kata Anggie sambil menahan Wulan
agar tidak berjalan lagi
“Kapan Kak Anggra menikah? Apa alasannya menikah? Dan dengan siapa ia
menikah? Tanya Anggie dengan serius.
*Ternyata Anggie masih menyimpan perasaan kepada Kak Mattew pantas saja ia
tak henti-hentinya bertanya padaku. Aku bahkan tak merasa cemburu lagi, toh dia sudah menikah bahkan sudah merasa bahagia dengan keluarga kecilnya bersama Indri.
Anggie dan Indri adalah dua orang hebat yang dapat membuat Mood Wulan berubah menjadi Kesal dengan cepatnya mereka dapat diberi Apresiasi karena hal itu*.
“Kak Mattew sudah menikah beberapa Bulan yang lalu entahlah aku lupa,
alasan mereka menikah? Mungkin saling jatuh cinta tapi yang aku ketahui karena
Kak Anggra dijodohkan dengan Indri “, Kata Wulan
“menikah karena perjodohan ? tapi Indri siapa yang kau maksud? Tanya Anggie
kembali karena begitu penasaran
“Indriani Mutiara Sanjaya. Sudahlah kau pasti tak mengenalnya “, Kata Wulan
kemudian pergi beranjak meninggalkan Anggie yang masih terdiam dan membisu.
Apa? tunggu tunggu
Jadi anak dari keluarga Sanjaya yang menikah dengan Kak Mattew ?
apalagi anak perempuan mereka yang kedua itu. Gadis manja yang pernah ada di
keluarga mereka, aku tak menyangka jika Kak Mattew akan menikahi gadis
sepertinya, tapi keluarga Sanjaya memang memiliki kekayaan yang melimpah. Tidak
mungkin bagi mereka untuk tidak sampai menikah dengan Keluarga Iskandar, aku
yakin dasar dari pernikahan mereka sudah pasti karena untuk melestarikan
__ADS_1
kekayaan mereka gumam Anggie dalam hati.