Pengobat Hati

Pengobat Hati
Episode 71


__ADS_3

Ditengah acara yang begitu


megah dan meriah pemilik acara


tersebut rupanya terlihat


berlawanan dengan suasana hati


orang orang yang datang.


Tapi ia tetap tersenyum ramah untuk menyapa para tamu undangannya.


Seseorang menyadari dengan suasana hati Anggie sehingga ia kemudian mendekati Anggie dan menepuk bahunya.


“apa yang sedang kau pikirkan?


Tanya Leon


“Pak Leon..


Anggie tersenyum formal


“jangan seperti itu, kau tidak biasanya memanggil dengan panggilan formal begitu kecuali jika sedang berada di lingkungan kampus”, kata Leon


Anggie tersenyum, ia mencoba


untuk menutupi segala kegelisahannya selama ini.


“aku sudah katakan bukan?


Sebenarnya apa yang kau khawatirkan sampai membuatmu tampak begitu stress? “, tanya Leon lagi


“aku takut kak”. Kata Anggie menggantung perkataannya


“siapa yang membuatmu takut? Apa seseorang mengancam hal yang jahat kepadamu?


Tapi siapa yang berani untuk melakukan itu kepadamu? “, tanya Leon khawatir.


Tiba-tiba ada beberapa teman Anggie yang datang dengan bertujuan memberinya selamat sekaligus berfoto bersama.


Mau tak mau Anggie yang bekerja keras tersenyum untuk menutupi segala masalah yang membuat suasana hatinya jadi begitu suram.


“terima kasih Anggie “, kata salah seorang temannya


“sama-sama.


Silahkan nikmati pestanya “, ucap Anggie sambil tersenyum.


Anggie kemudian mendekati


keberadaan Leon sambil mengambil 2 gelas air putih.


Leon tersenyum melihat gadis itu kini mematuhi segala larangannya.

__ADS_1


Salah satu larangan yang di patuhi Anggie yaitu tidak akan minum minaman beralkohol lagi.


Malam ini menjadi saksi jika Anggie sudah tak menyentuh minuman haram seperti itu.


Padahal bisa saja ia meminta untu di beri kesempatan untuk minum karena hari ini adalah hari istimewa dalam hidupnya yang mungkin saja Leon akan memberinya Izin.


“kenapa kak Leon tersenyum?


“tidak. Tidak apa-apa.


“jadi apa sebenarnya yan membuatmu begitu khawatir begini Anggie?”, sambung Leon.


Anggie menghela nafas panjang-panjang membuang segala penat di kepalanya.


“Sepertinya Kak Anggara menyukai Wulan. Tidak lebih tepatnya ia mencintai gadis itu”, kata Anggie dengan murung.


“bagaimana kau tahu tentang itu? “, tanya Leon tak kalah khawatir.


“aku sudah mengirim seseorang untuk diam-diam mengawasi setiap gerak-gerik bahkan aktifitas yang dilakukan Kak Anggara.


“lalu apa yang kau temukan? “, tanya Leon


“selama ini rupanya dugaanku benar. Perasaan Kak Anggara rupanya terbalaskan, aku tak menyangka jika Wulan ternyata juga menyimpan perasaan kepada Kak Anggara dan bukan perasaan kagum kepadanya yang bekerja sebagai dokter pribadinya.


“bagaimana mungkin kau bisa seyakin begitu? Jangan langsung mengambil kesimpulan seperti itu!


“ Aku memang sempat meragukan perasaan Wulan karena sejauh ini aku mengenalnya tidak ada seseorangpun yang bisa meluluhkan hatinya dengan mudah, tapi aku ternyata salah.


“apa yang membuat sampai mereka berdua saling menyukai? Bukankah Wulan mempunyai sikap yang dingin kepada semua orang?


Setelah beberapa bulan lamanya Wulan dapat memastikan jika ia benar-benar mencintai Anggara dan dia begitu bersikeras akan membangun hubungan yang serius dengan Kak Anggara.


“lalu bagaimana dengan Anggara?


Anggie menghela nafas


“Kak Anggara sebaliknya ia sebenarnya bisa berhenti menjadi dokter demi menjauhi gadis itu, tapi bukannya melakukannya ia justru tetap memilih bekerja untuk menyembuhkan gadis itu. Sepanjang harinya Kak Anggara selalu menempel dengan Wulan hampir segala hal selalu mengarah kepada Wulan”, ucap Anggie


“tapi bagaimana dengan Pak Iskandar apakah ia mengizinkan hubungan Anggra dan Wulan? “, tanya Leon.


“aku sudah katakan bukan ? jika aku telah mengawasi semua hal yang bersangkut paut dengan Kak Anggara bahkan tentang Wulan sekalipun.


Aku tahu jelas jika Pak Iskandar sangat menentang hubungan mereka.


mendengar hal itu Leon terkejut


“mengapa bukankah ada baiknya jika Wulan akan cepat sembuh dan sekaligus ia menemukan seseorang yang begitu berarti dalam hidupnya.


“aku tidak tahu apa yang menyebabkan Pak Iskandar melarang hubungan mereka tapi yang aku tahu Pak Iskandar tetap mengizinkan Anggra tetap bekerja untuk menyembuhkan gadis itu. Kita lihat saja kedepan.


“jangan terlalu memikirkannya Anggie, kau bisa sakit jika terlalu memikirkannya “, kata Leon sambil memeluk Anggie.


***

__ADS_1


“selamat pagi sayang “, ucap Indri kepada Mattew.


“kau begitu bersemangat sekali hari ini, ada apa? “, tanya Mattew tiba-tiba.


“entahlah aku rasa pagi ini akan menjadi hari yang paling membahagiakan sepanjang hidupku “, ucap Indri.


“kau terlihat aneh.


Pagi itu semua orang telah berkumpul dengan lengkap di meja makan.


Tak seperti biasanya hal itu terjadi karena biasanya ada yang masih tidur dan ada yang sibuk langsung berangkat ke kantor.


Hari ini berbeda Pak Iskandar, Bu Sherly, Mattew, Indri, dan Wulan sudah duduk di meja makan.


“aku sudah mengambil keputusan mulai sekarang tak ada seorang pun yang boleh pulang sampai larut malam batas jam 10 malam, pintu gerbang akan segera di kunci jika kalian tak langsung pulang”, kata Pak Iskandar dengan tegas.


Hampir semua orang telah mengerti alasan mengapa Pak Iskandar membuat aturan baru di dalam rumah tetapi kecuali Mattew dan Indri.


Tapi tidak ada yang berani bertanya.


Pasti sesuatu yang besar terjadi semalam, aku yakin


Setelah selesai makan semua orang berangkat ke tujuan mereka masing-masing. Tapi pagi itu terlihat jelas jika Wulan tampak murung.


Melihat Pak Iskandar telah pergi dan tak terlihat Indri langsung masuk ke kamar Bu Sherly.


“Indri apa yang kau lakukan disini ? “, kata Bu Sherly begitu terkejut


“ibu ada yang ingin kutanyakan. Apa yang terjadi sebenarnya semalam?


Apa larangan itu disebabkan oleh Wulan? Tanya Indri langsung pada intinya.


Bu Sherly menganggukkan perkataan Indri


“yah semalam terjadi sesuatu yang di luar akal sehat”, ucap Bu Sherly


“katakan secara jelas ibu, aku ingin mendengarnya “, kata Indri dengan semangat.


“ada apa denganmu? Bukankah kau sangat membenci hal yang menyangkut dengan gadis itu? Mengapa kau terlihat begitu peduli kepadanya?


“aku sudah katakan bukan jika hari ini akan begitu bermakna bagiku. Tidak maksudku tolong ceritakan kepadaku bu.


“semalam Wulan pulang sudah begitu larut, mungkin sekitar jam 2 malam. Wulan kembali dengan keadaan yang berantakan. Dokter Anggara sudah melarang perjanjian dengan Pak Iskandar. Sebelum ke acara pesta ulang tahun anak Pak Cornelius ia telah bejanji jika akan kembali sebelum jam 12 malam. Apa kau tahu mereka kembali dalam keadaan mabuk, tidak lebih tepatnya lagi Dokter Anggara habis minum!


Indri tersenyum mendengar hal itu, tapi ada yang membuat ia merasa aneh.


“mengapa kau tak terkejut Indri? “, tanya Bu Sherly dengan heran


“oh aku juga terkejut ibu, mana mungkin aku tak terkejut.


“mengapa sampai Dokter Anggara yang mabuk? Dan bukan Wulan?


“apa yang sedang kau harapkan sih? Wulan kan memang gadis yang tidak suka minuman keras begitu.

__ADS_1


Sial mengapa sampai Dokter Anggara yang mabuk? Dan bukan Wulan


Bersambung


__ADS_2